[OS BeomSso] Literally There May Be A Tomorrow or Not


Annyeonng mates🙂

Aku kembali lagi dengan FF terbaruku. Mian untuk sementara Little Girl Oppa-ny aku tunda dulu gara-gara ngebet banget pengen buat FF ini dengan versi Bumsso.

Kisah ini terinspirasi dari film india yang gag sengaja aku tonton di MNC yang judulnya ‘Kal Ho Naa Hoo’ jadi kepikiran dech klo Bumsso meranin karakter ini kayak gimana iia[?] ada perbedaannya juga kok, gag 100% sama.. Ceritany mengharu biru  sii jadi ini ceritanya Sad Story.

Okey Enjoy This

Literally There May Be A Tomorrow or Not

Main cast : Kim Bum, Kim So Eun

Cast : Cho Kyuhyun, Yo Seung ho, Park Ji Yeon, Ibu So Eun, Ibu Kim Bum, Goo Hye Sun, Lee Min Ho, Nenek So Eun, Kakek Kim Bum,  Im Yoon Ah, Choi Siwon

Genre : Family, Friendship, Romantic, Sad Story, Comedy

Category : One Shoot

So Eun POV

Kenalkan namaku Kim So Eun umurku 22 tahun aku tinggal ditengah-tengah hiruk pikuk kota seoul  bersama ibuku, kedua adikku Seungho dan Ji Yeon dan nenekku, ayahku sudah meninggal waktu usiaku 10 tahun. Kehidupan terasa menekan bagiku lantaran sebuah tragedi dalam keluarga ku yang separuh budha dan separuh kristiani, mengguncang hidupku dan membawa pergi kebahagianku. Dirumah dari hari ke hari terjadi perrtengkaran antar anggota keluarga, kerepotanku dalam menjaga kedua adik laki-laki dan perempuanku serta harus membantu ibuku untuk mengatasi finansial rumah tangga.

Belum lagi kerepotanku menghadapi nenek yang bersifat pemarah. Tidak heran jika aku tidak punya waktu untuk diriku sendiri. Jangankan bersenang-senang dengan teman sebayaku, bahkan aku seperti tidak punya waktu untuk bersikap ramah pada orang lain. Pokoknya kehidupan ini sungguh suram bagiku.

Dan inilah kisahku……

—————-

Pagi ini seperti biasa aku sarapan bersama keluargaku, ibuku yang menyiapkan semuanya.

“Makan yang banyak ya cucuku sayang” ujar nenekku kepada Seungho dan aku tau pasti Ji Yeon menatap sedih.

“Dan dia anakku” ujar ibuku kepada Ji Yeon sambil memeluknya.

“Haahhh ngapain kau mengurusnya, dia ini anakmu” ujar nenek sambil menatap Seungho.

“Dan dia juga anakku” ujar ibu sambil mencium kepala Ji Yeon. Ji Yeon memang bukanlah  anggota keluarga kami, Ji Yeon adalah anak angkat dan nenek selalu mengasingkannya apalagi dengan kematian ayah, nenek selalu saja menyalahkan ibu atas kematian ayah. Dan mulailah pertengkaran diantara mereka berdua.

“Sudah cukup” ujarku berteriak

“Bisakah kalian sebentar saja jangan bertengkar, apakah kalian tidak malu?” ujarku marah. Dan lebih memilih pergi.

Aku keluar rumah dengan perasaan sedih, setiap hari aku selalu mendengar pertengkaran mereka. Tidak pernah mereka mengerti dengan perasaanku, Seungho, dan Ji Yeon. Sekarang aku sedang pergi jalan bersama temanku, namanya Hye Sun dia seorang gadis yang sangat energik, berat badannya terus bertambah tapi dia tak peduli itu.

“Aku pesan 2 donat, 2 puding dan 2 capuccino” ujarnya kepada penjual kedai

“Kau pesan apa?” tanyanya kepadaku

“Aku cappuccino saja” ujarku

Kami berbincang-bincang dijalan walaupun ku tahu hanya aku yang berbicara panjang lebar dan dia hanya terfokus pada makananya itu.

Ketika sedang sedang asyik dengan perdebatan ini ada seseorang yang menabrakku yang menyebabkan minuman yang ditanganku tumpah kebajuku.

“Ahh bajuku basah” ujarku. Ketika aku sibuk membersihkan bajuku Hye Sun memutar arah kepalaku dan menunjukan sesuatu yang menarik perhatiannya.

“So Eun lihatlah itu,, ahh dia tampan sekali” ujarnya

“Haahh kau dengar aku, jika kau jatuh cinta kepada seseorang lalu berpacaran setelah itu menikah. Setelah itu suamimu meninggal, apa yang akan kau lakukan?” tanyaku kepadanya mengingat pengalaman pribadiku yang ditinggal oleh ayah dan membiarkan ibu memikul semua kehidupan ini sendirian.

“Ayo apa yang akan kau lakukan?” tanyaku lagi sambil mengguncangkan bahunya.

“Ya.. aku akan menikah lagi” jawab Hye Sun dengan entengnya, aku menghembuskan nafas beratku, aku menyesal telah bertanya kepadanya.

.

————–

Sekarang aku sedang menunggu dibawah derasnya hujan ditemani oleh payung yang setia melindungiku.

“So Eun” seseorang memanggilku dan aku berbalik menghadapnya.

Uppsss aku lupa memperkenalkannya. Dia sahabatku seorang namja seumuran denganku namanya Kyuhyun lebih tepatnya Cho Kyuhyun. Dia temanku satu kelas di kampus. Anak seorang pengusaha yang terkenal di kota Seoul tapi lebih suka hidup mandiri dan tinggal di sebuah apartement yang menurutku cukup besar. Dia seorang playboy bisa dibilang seperti itu.

“Maaf aku terlambat” ujarnya

“Ne.. arraso, berkencan dengan siapa?” tanyaku to the point

“Haahh tidak sudah terlambat” ujarnya lesu

“Ahahahhaa lucu sekali” ujarku tanpa ekspresi yang sudah tahu itu

—————

“Eomma, nenek membenciku dia hanya menyayangi Seungho oppa” ujar Ji Yeon menangis kepada eomma

“Nenek tidak membencimu sayang, jangan menangis” ujar ibuku menenangkan

“Iya nenek tidak menyukaii Ji Yeon” ujar Seungho polos

“Seungho, kau tidak boleh berkata seperti itu” ujar eomma kepada Seungho yan membuat Ji Yeon kembali bersedih.

“Semua orang tau dalam kesedihan pasti akan datang kebahagiaan. Kita berharap semoga ada bidadari datang yang akan menolong kita terlepas dari semua ini” ujar eomma

“Kita berdo’a saja” ujar eomma memimpin do’a berlutut disamping ranjang tempat tidur menyatukan kedua tangan saling bereratan dan bersimpuh diikuti Seungho dan Ji Yeon. Aku melihat mereka sedang berdo’a dan akupun melakukan hal yang sama.

Aku memejamkan mata memohon berharap semoga akan datang kebahagiaan yang sangat kami rindukan selama ini, air mataku mengalir begitu saja. Aku membuka mata di sela do’aku tiba-tiba saja muncul peristiwa ketika aku sedang berdebat dengan Hye Sun dan ada seseorang yang menabrakku. Aku tak tau kenapa bayangan itu yang muncul dalam sela do’aku. Aku memang tak tau siapa yang menabrakku karena aku sibuk menyeramahi Hye Sun. tapi kenapa bayangan itu yang muncul ‘Aku tidak tahu’.

So Eun POV END

——————

Kim Bum POV

Aku baru sampai di kota Seoul dan sekarang aku berada di kamar baruku, cukup melelahkan perjalanan dari Jepan ke sini. Aku jadi senyum-senyum sendiri mengingat seorang gadis yang tak sengaja aku tabrak. Aku ingat ketika aku pergi menemui ibu dan meminta tissue untuk aku berikan kepada gadis itu ketika aku sudah ada dihadapannya dan ingin memberikan tissue padanya dia sedang membicara tentang cinta tapi aku sungguh heran dengan pendapatnya itu. Bagaimana mungkin dia bisa berfikir seperti itu[?]. perkataannya masih teringat jelas dalam ingatanku.

‘ Haahh kau dengar aku, jika kau jatuh cinta kepada seseorang lalu berpacaran setelah itu menikah. Setelah itu suaminu meninggal, apa yang akan kau lakukan’ ujarnya pada temannya. Aku tak tau kenapa dia berpendapat seperti itu. Tapi aku langsung tertawa ketika temannya menjawab ‘Ya.. aku akan menikah lagi’. Ahahhhaaa sungguh lucu sekali.

Aku membuka jendela kamarku, melihat salju yang turun dengan indahnya. Seketika mataku tertuju pada rumah tepat didepan rumahku seorang ibu yang sedang duduk bersimpuh beerdo’a disampingnya kirinya ada seorang gadis remaja dan sebelahnya seorang laki-laki kelihatannya lebih tua dari gadis itu. Disamping kiri ibu itu sepertinya ada seseorang lagi tapi aku tak dapat melihatnya karena terhalang dinding. Aku hanya tersenyum melihatnya.

@Pagi

Entah mengapa pagi ini di kota seoul begitu sangat ramai semua orang keluar rumah untuk berolahraga, bercengkrama, atau hanya untuk menghirup udara pagi. Aku keluar rumah dan mataku tertuju pada seorang gadis remaja dan lelaki yang ada disampingnya. Ia mereka adalah orang yang ku lihat tadi malam sedang berdo’a, aku langsung menghampirinya.

“Hey kenalkan namaku Kim Bum, aku tetangga baru kalian” ujarku sambil duduk ditengah-tengah antara mereka.

“Kami tidak boleh berbicara dengan orang asing” ujar gadis itu

“Ia makanya itu aku mau berkenalan dengan kalian” ujarku lagi

“Baiklah namaku Seungho dan ini adikku Ji Yeon” ujar si laki-laki yang bernama Seungho itu.

“Salam kenal” ujarku dan dibalas dengan senyuman lucu mereka

Tiba-tiba terdengar suara nyanyian untuk pemujaan yang menurutku tidak pantas disebut menyanyi karena terbukti semua orang langsung menutup telinga mereka.

“Ahh itu siapa yang bernanyi?, sungguh merusak telinga” ujarku

“Yang bernanyi itu nenekku” ujar seungho

“Uppsss mianhae” ujarku

Aku langsung berdiri. Dan tepat berada didepan jendela yang berada dilantai 2. Aku langsung berteriak-teriak memanggil nenek itu.

“Nenek.. nenek..” ujarku berulang-ulang sambil teriak-teriak.

“Ya anak muda ada masalah apa kau?” tanyanya keluar dari balik jendela bersama 2 temannya yang menurutku lebih muda sekitar 10 tahun.

“Nenek berhentilah bernanyi, kau bukannya memuja tapi hanya membuat telinganya sakit” ujarku#mav author gag tau tuhannya org budha itu apa hehehhheee..

“Hahh kurang ajar sekali kau ini” ujar nenek itu marah

“Ahh maafkan cucuku ini, dia baru datang jadi tidak tau apa-apa” ujar kakekku yang tiba-tiba datang. Tapi aku melihat ada yang aneh sepertinya kakekku menyukai nenek itu. Ahahhaa sungguh lucu.

“Ia nek, kau membuat orang ini sakit telinganya karena suara anda” ujarku sambil memegang seseorang yang tak ku tahu siapa hehehhee

“Yak! Kurang ajar sekali kau” ujar nenek membentakku. Aku langsung bersembunyi dibalik tubuh kakekku.

“Nenek, kenapa ribut sekali. Ini masih pagi” ujar seseorang di jendela seberang sebelah kiri.

Aku melihatnya dari balik punggung kakekku, seorang gadis dengan rambut terurai indah dan memakai kaca mata. Aku menatapnya dan dia menatapku, aku memerhatikannya terus sampai ia memberi isyarat dengan mengangkat kepalanya sedikit tanda bertanya#mungkin ‘ada apa melihatku’#lalu aku menunjuknya dengan telunjukku lalu menunjuk mataku tapi dia malah membenarkan posisi kaca matanya yang turun di hidungnya yang mancung itu lalu berlalu masuk. Sebenernya aku menunjuknya agar dia melepas kaca matanya yang menurutku lebih cantik jika ia membuka kaca matanya. Hanya satu kata yang keluar dari mulutku ‘Cantik’ gumamku.

Aku melihat dia keluar rumah tidak memakai kaca mata, mungkin itu kaca mata untuk membaca ia bersama seorang ibu yang kulihat tadi malam dan kuyakin dia adalah ibunya. Aku langsung menghampirinya.

“Annyeong kenalkan namaku Kim Bum aku tetangga baru kalian” ujarku mengulurkan tangan kepada mereka dan disambut hangat oleh ibunya.

“Dan kau?” Tanyaku kepada gadis disampingnya ibunya tetapi dia hanya membuang muka.

“So Eun kau tak boleh seperti itu” ujar ibunya dan sekarang aku sudah tahu siapa namanya.

“Ah maafkan putriku, dia memang seperti itu” ujar ibunya menyesal.

“Ahh tidak apa-apa” ujarku.

“Bagaimana kalau nanti malam aku datang kerumah kalian untuk menyambut tetangga baru kalian ini” ujarku

“Hahh lucu sekali, kau menawarkan diri padahal kami tak memintanya” ujar gadis itu akhirnya buka suara.

“Oh.. boleh datanglah” ujar ibunya.

“EOMMA ..” ujar gadis itu dan hanya dibalas dengan senyuman dari ibunya lalu ibunya pergi dan tentunya senyum kemanangan diwajahku.

“Hahh lucu sekali kau” ujarnya

“Aku? Memang aku kenapa?” ujarku dan dia cuma mendengus kesal

“Kau bersikap manislah, aku yakin kalau kau bersikap ramah temanmu akan senang” ujarku

“Haahhh aku punya teman namanya Kyuhyun dan akan selalu ada untukku” ujarnya kesal sambil membuang nafas aku tak tau sudah keberapa dia membuang nafas seperti itu.

Kim Bum POV END

——————-

Author POV

“Ahh So Eun lihatlah itu lelaki yang kita lihat waktu itu” ujar Hye Sun kepada temannya yang duduk disebelahnya di pinggir danau.

“Ahh kau masih tak mengerti apa yang aku jelaskan tempo lalu” ujar So Eun

“Menjelaskan apa?”  bingung Hye Sun

“Hahh aku cape berbicara denganmu” jawab So Eun sambil membuang nafas

“Ahh So Eun dia sungguh tampan, apakah aku bisa mengenalnya[?]” ujar Hye Sun tapi So Eun hanya diam saja dan tetap focus pada buku yang dia bawa.

“Tentu saja bisa” ujar Kim Bum yang tiba-tiba ada diantara mereka dan langsung duduk disamping Hye Sun.

“Kau ingin mengenalnya?” Tanya Kim Bum kepada Hye Sun dan diangguki semangat oleh Hye Sun

“Yak! Kau in..” ucapan So Eun dipotong oleh Kim Bum

“Aku tak berbicara denganmu” ujar Kim Bum cuek

“Okey Lihat ini….. ya kau yang disana Jun Pyo kesinilah” ujar Kim Bum  sambil berteriak-teriak

“Aku..” ujar laki-laki sambil menunjuk dirinya sendiri

“Iya kau, kemarilah” ujar Kim Bum

“Iya kau Jun Pyo” ujar Kim Bum dan laki-laki itupun menghampiri mereka.

“Ahh maaf namaku bukan Jun Pyo tapi Lee Min Ho” ujar laki-laki itu yang bernama Min Ho

“Ohh iya itu” ujar Kim Bum, So Eun hanya geleng-geleng kepala melihatnya

“Ada apa?” ujar Min Ho

“Huhhuu jadi karena dia kau meninggalkanku, baiklah aku akan merestui hubungan kalian berbahagialah dengannya jika itu yang membuatmu bahagia, aku merelakanmu” ujar Kim Bum beracting menangis dipelukan Hye Sun.

“Jadi kau menyukaiku?” Tanya Min Ho pada Hye Sun. Hye Sun cuma diam bingung

“Kenalkan namaku Lee Min Ho. Kau siapa?” ujar Min Ho sambil mengulurkan tangan

“Ahh namaku Hye Sun, Goo Hye Sun” ujar Hye Sun menjabat tangan Min Ho sedangkan Kim Bum senyum-senyum gaje.

“Ohh ia nanti di night club ada pesta kau datanglah dan ajak teman-temanmu” ujar Min Ho

“Ohh baiklah” ujar Hye Sun masih tidak percaya bisa berkenalan dengan orang yang disukainya malah diajak pergi ke pesta pula.

“Kalau begitu aku duluan iya” ujarnya meninggalkan Hye Sun yang terbengong-bengong, Kim Bum sedang senyum kemenangan dan So Eun yang geleng-geleng kepala.

“HHuuuaaaaaa.. Kim Bum kau hebat sekali, aku bisa berkenalan denaganya bahkan dia mengundangku ke pestanya” ujar Hye Sun senang. Kim Bum hanya tersenyum.

“So Eun kau akan datangkan, ayolah kau harus menemaniku. Kau akan datang dengan siapa? Dengan Kim Bum kah?” Tanya Hye Sun bertubi-tubi.

“Tidak masalah kalau mau datang bersamaku” ujar Kim Bum santai

“Haahh ne aku akan datang dan aku akan datang bersama pacarku” ujar So Eun

“Kau punya pacar So Eun[?] kenapa aku tidak tau” ujar Hye Sun dan dibalas dengan tatapan tajam So Eun, Hye Sun cuma  senyum gaje. Kim Bum hanya tertawa kecil melihatnya.

Author POV END

————————

So Eun POV

“Kyu, ayolah jadi pacar pura-puraku” ujarku berjalan bersama Kyu sambil memohon padanya

“MWO?” ujarnya kaget

“Ayolah Kyu, aku tak pernah meminta apa-apa padamu. Sekarang aku mohon bantulah aku” ujarku

“Memang ada apa tiba-tiba kau memintaku untuk jadi kekasihmu?” ujar Kyu padaku

“Ini semua gara-gara tetangga baruku yang menyebalkan, ayolah Kyu kau harus membantuku” ujarku memohon

“Tapi aku sudah ada janji dengan gebetan baruku” ujar Kyu

“Ahh kau seperti itu, aku hanya minta bantuan sekali saja kau tidak mau” ujarku sambil memanyunkan bibirku

“Baiklah aku akan menjadi pacarmu” ujar Kyu padaku

“Ahh gomawoyo, kau memang teman terbaikku” senangku sambil memeluknya.

“Tentu akukan menyukaimu” ujar Kyu dan tak ku tanggapi karena itu sudah biasa kudengar.

——————–

@Night Club

“Perkenalkan aku Cho Kyuhyun pacar So Eun” ujar Kyu mem perkenalkan diri pada Kim Bum. Aku hanya senyum-senyum saja dan merangkul lengan Kyu. Tiba-tiba Kim Bum berbisik ditelingaku

“Waktu itu kau bilang dia sahabatmu, sekarang kau bilang dia pacarmu. Aku sungguh tidak mengerti denganmu” ujar Kim Bum

“Apakah aku harus memberitahukan semua urusan pribadiku” ujarku kesal dan dia hanya mengangkat bahu. Sungguh orang ini ingin sekali aku habisi ujarku dalam hati

Tanpa diduga ternyata gaetan Kyuhyun saat ini berada di pesta ini dan dia langsung menghampiri Kyu.

“Kyu kau bilang ada acara keluarga” ujar wanita itu dan sudah ku tahu Kyu pasti kehabisan kata dan aku hanya bisa merutukinya dalam hati. Ku lihat Kim Bum dia sedang tersenyum penuh kemenangan.

“Ehh hay kenalkan aku temannya Kyu namaku Kim Bum dan ini pacarnya So Eun” ujar Kim Bum kepada wanita itu.

“Jadi kau pergi bersamanya , kau pembohong Kyu” ujar wanita itu pergi meninggalkan kami.

“Ahh itu.. bukan begitu dia cuma temanku dia sahabatku” ucap Kyu memberi penjelasan dengan menyebut aku sebagai sahabatnya bukan pacarnya. Dasar Kyu bodoh rutukku dalam hati

“Ahh kau bohong padaku” ujar Kim Bum.

“Diam kau” ujarku dan langsung berjalan kemeja bar dan meminum semua yang ada didepanku yang tak ku tahu itu apa. Yang jelas sekarang semuanya berputar-putar.

So Eun POV END

Kim Bum POV

Sekarang So Eun sudah mabuk berat aku membawanya pulang entah apa yang akan aku katakan pada keluarganya dan disamping kiriku bodohnya Kyu juga ikut mabuk. Aku jadi seperti seorang ayah yang membawa anak-anaknya pulang dengan menuntunnya dikiri dan kanan.

“Mereka semua memang jahat, tak ada yang peduli padaku. Ayahku pun pergi meninggalkan dunia ini” ujar So Eun meracau

“Iya ayahku pun juga pergi” ujar Kyu sedih

“Aku ikut berduka semoga dia tenang disisinya” ujarku kepada Kyu yang baru tahu.

“Yaa! Ayahku masih hidup. Dia cuma pergi karena kesibukkannya saja” ujar Kyu protes karena mengira ayahnya telah tiada.

“Uppss sorry” ujarku

“Kehidupanku sungguh menyakitkan” ujar So Eun ingin menangis. Kyu langsung menghampirinya yang berada disebelah kananku

“Hey kau tak boleh bersedih. Aku yakin ayahmu bahagia disana” ujar Kyu menghiburnya

“Kalau kau menangis kau akan jelek” ujar Kyu yang membuat So Eun tersenyum dan aku pun melepas genggaman tanganku pada So Eun dan tersenyum tipis melihat mereka tertawa bersama.

@Pagi

“Ahh ..” ujar Kyu dan membuka matanya

“Ya! Apa yang kau lakukan disini?” tanyanya padaku

“Ahh tadi malam kau dan So Eun mabuk berat dan sehabis mengantarnya pulang aku mengantarmu karena sudah malam aku menginap disini” jelasku.

“…” tak ada jawaban dari Kyu cuma anggukan kecil dikepalanya.

Kyu langsung beranjak dari tempat tidur dan siap-siap untuk ke kampus, dan kedapur untuk mengambil susu aku bertanya padanya

“Apa kau mencintainya “ ujarku yang sukses membuatnya tersedak

“Aku tidak mencintai So Eun” jawabnya

“Aku tak bilang kalau orang itu So Eun” ujarku dan dia hanya diam saja. Tiba-tiba telepon berbunyi.

“Yeobeseyo So Eun” ujar Kyu langsung

“Ohh mianhae,, nii ibumu” ujar Kyu lagi. Setelah selesai percakapanku dengan ibuku

“Bahkan kau berharap kalau itu dari So Eun” ujarku dan dia bilang itu biasa So Eun menelponnya dan berfikir itu tadi darinya. Tidak lama telepon bordering lagi ketika Kyu siap untuk mengangkatnya aku langsung menariknya dan menyuruhnya untuk tidak mengangkat telepon darinya. Kyu berteriak-teriak seperti orang gila saat aku menyeretnya untuk tidak mengangkat telepon dari So Eun.

“So Eun.. So Eun..” teriaknya

“Kalau kau ingin mendapatkannya bukan seperti itu caranya” ujarku padanya

“Maksudmu?” Tanya Kyu

“Kau harus membuatnya merasa kehilangan dan dia akan merasa merindukanmu. Mulai sekarang jagalah sikapmu kau harus sedikit lebih jaim padanya” ujarku. Kyu tampak berfikir dan tersenyum.

——————

“Kim Bum sekarang apa yang harus ku lakukan?” ujar Kyu berbicara padaku melalui sambung telepon yang ada di telingannya.

“Biarkan dia, jangan menyapanya kalau dia berbicara padamu pura-pura saja tidak dengar” ujarku

“MWO” kaget Kyu

“Sudah ikuti saja” ujarku dan mulai saat itulah aku mencoba untuk mendekatkan So Eun dengan Kyu. Rencanaku sepertinya berhasil.

——————–

“Kim Bum sampai kapan aku seperti ini, sudah 3 hari aku tidak berbicara dengannya padahal jelas-jelas dia dihadapanku” ujar Kyu kesal

“Kau tidak percaya. Lihat saja nanti mungkin sekarang dia sedang dikamar sedang uring-uringan dengan sifatmu yang berubah belakangan ini dan bingung mau menghubungimu atau tidak. Ternyata dugaan Kim Bum benar tidak lama telepon berbunyi.

“Angkatlah itu dari So Eun” ujar Kim Bum. Kyu pun mengangkat teleponnya dan berbincang-bincang dan benar yang menelponnya adalah So Eun, Kim Bum tersenyum kecil.

Kim Bum POV END

So Eun POV

“Kita harus meninggalkan tempat ini” ujar ibuku kepada kami yang berada di restorant yang merupakan milik keluarga kami.

“Pihak bank menginginkan kita keluar dari tempat ini kurang dari sebulan” lanjut ibuku. Aku langsung memeluknya.

“Masalahnya gampang” ujar Kim Bum yang dari tadi sibuk melihat daftar menu yang ada ditangannya.

“Kau jangan ikut campur. Ini urusan keluargaku” ujarku padanya.

“Kau tenang saja. Kita harus merubah daftar menu ini yang semuanya merupakan masakan Eropa, kita kan berada di negara kita kenapa harus menyajikan masakan lain. Harusnya kita bangga dengan makanan asal Negara kita sendiri” ujarnya kepada semua yang saat itu ada aku, ibu, nenek, ibunya Kim Bum, Seungho, Ji Yeon dan tentu Kyuhyun.

Akhirnya dengan sarannya kami merubah tempat ini menjadi nuansa Negara tercinta kami. Semua dekorasinya diganti dengan ciri khas bangsa kami. Setelah semuanya sudah rapih kami menunggu pelanggan dengan senyuman baru. Kami sudah menunggu tapi belum juga ada yang datang. Kulihat ibu mulai putus asa. Sampai akhirnya ada yang membuka pintu dapan dan bertanya.

“Apakah sudah dibuka?” tanyanya

“Iya sudah dibuka” jawab kami semua kompak dan sejak itulah pelanggan di restorant kami meningkat pesat. Sejak saat itu aku mengaguminya, aku tak tau perasaan apa ini. Tiba-tiba dia datang dan menunjuk pipiku akupun tersenyum dia berucap

“Kau akan terlihat manis jika seperti ini” ujar Kim Bum dan sekarang aku tahu aku kenapa. Bahwa aku mencintai seorang Kim Bum. Aku selalu senyum-senyum sendiri berbeda dari kebiasaanku sehari-hari yang selalu membuang jauh-jauh  pikiran indah itu.

——————-

“Hye Sun, aku sedang jatuh cinta” ujarku kepada sahabatku ini

“Benarkah dengan siapa” ujarnya antusias

“….Kim Bum” ujarku sambil tersenyum

“Waa So Eun ayo jangan buang waktu lagi sekarang katakan padanya” ujar Hye Sun

“Haruskah?” tanyaku

“Tentu, kau harus mengatakan isi hatimu”

“Baiklah” ujarku

So Eun POV END

Author POV

“Kim Bum apa yang aku lakukan ini benar?” Tanya Kyu pada Kim Bum.

“Ya kau harus mengatakannya sekarang dan hubungilah dia” jawab Kim Bum sambil menyerahkan Telepon pada Kyu.

@Caffe

Terlihat Kyu sudah duduk manis dengan seikat bunga mawar merah yang di bawanya tak lama orang yang ditunggu pun datang memakai dress merahnya.

“Mianhae aku telat” ujar So Eun sambil duduk.

“Ahh tidak apa-apa” ujar Kyu dengan senyumnya. Terjadi keheningan diantara mereka sampai akhirnya So Eun bersuara.

“Aku mencintai Kim Bum” ujar So Eun terus terang. Bagai disambar petir Kyu langsung terdiam.

“Benarkah?” tanya Kyu hanya itu yang dapat ia ucapkan.

“Emmm..” jawab So Eun semangat.

“Yasudah apalagi yang kau tunggu, cepat nyatakan” ujar Kyu.

“Emm  do’akan aku ia” ujar So Eun beranjak dari duduknya.

“Tunggu, kau bawa bunga ini untuknya” ujar Kyu sambil menyerahkan bunga yang seharusnya untuk menyatakan cintanya pada So Eun.

“Ahh Kyu, aku mencintaimu” ujar So Eun mencium pipi Kyu lalu pergi.

“Aku juga mencintaimu So Eun” gumam Kyu melihat kepergian So Eun.

Kyu langsung mengeluarkan Handphonenya dan menghubungi Kim Bum.

—————

Kim Bum baru sampai dirumah diteriaki ibunya tapi tak ada jawaban. Mungkin sedang pergi lalu ia tekan pesan telepon siapa tahu ada pesan masuk.

“Semua gagal dia tidak mencintaiku tapi dia mencintaimu Kim Bum” ujar seseorang dalam pesan suara yang yang tak lain adalah Kyu.

Author POV END

So Eun POV

Aku berjalan dengan hati berbunga-bunga menuju rumah Kim Bum sebelum aku sampai rumahnya hujan turun dan akupun langsung berlari menuju rumahnya, ku tekan bel beberapa kali dan akhirnya dia membukanya.

“Hey..” ujarku

“Hey bunga untukku ia?” ujarnya

“Aku baru datang” ujarku tak mau terburu-buru

“Baiklah, ayo masuk” Kim Bum mempersilahkan

“Ini handuk untukmu” ujarnya sambil memberikanku handuk kering

“Gomawo” ucapku

“Ada apa kau datang kesini?” tanyanya sambil duduk disampingku

“Aku.. aku..” ujarku gugup sambil melihat kesekitar sampai aku melihat sebuah foto seorang perempuan aku penasaran dengan foto itu lalu aku tarik foto itu yang terselip dibuku tebal dan terlihat jelaslah foto Kim Bum memakai jas lengkap dan seorang wanita dengan gaun pengantinnya aku langsung menanyakannya.

“Siapa ini?” ujarku

“Itu aku” jawabnya santai

“Iya aku tahu ini kau, tapi ini siapa?” tanyaku lagi

“Dia….. Yoona istriku” ujarnya meratap sedih

“Iya dia istriku, aku sengaja datang kesini untuk menjemputnya. Aku sudah 3 tahun menikah dengannya  karena ada suatu masalah yang membuatnya marah dan pergi. Dan tujuanku datang ke seoul adalah untuk membawa istriku kembali” ujarnya menjelaskan dan entah aku seperti sudah tidak bisa menangkap apa-apa lagi, pikiranku kosong tanpa terasa air mataku mengalir.

“Hey kenapa kau menangis?” tanyanya khawatir sambil menghapus air mata dipipiku. Aku sudah tidak bisa apa-apa yang kurasakan saat ini hanyalah sakit dihatiku.

“Aku tidak apa-apa, aku mau pulang” ujarku sambil membawa kembali bunga yang kubawa untuknya.

“Kenapa buru-buru sekali, masih hujan diluar sana” ujarnya.

“Aku mau pulang” hanya kata-kata itu yang bisa aku keluarkan.

“Baiklah, bunganya?” tanyanya yang melihatku membawa bunganya lagi.

“Bunga ini bukan untukmu, ini untuk Kakek Saengil Chukkae kek” ujarku berdiri menghampiri kakek yang sudah berdiri melihatku dengan bibi(red.ibunya Kim Bum) yang kebetulan sedang berulang tahun.

“Terimakasih. Semoga tuhan memberkatimu nak” ujar kakek.

“Aku pulang. Annyeong..” ucapku dan melangkah pergi, air mata ini sudah tidak bisa dibendung lagi aku menangis ditemani derasnya hujan seperti tau isi hatiku saat ini.

So Eun POV END

Author POV

“Kau mencintainya” ujar ibu Kim Bum mengeluarkan pendapat

“Aku tidak mencintainya bu” ujar Kim Bum

“Kau tidak bisa berbohong dengan ibu, kenapa kau lakukan itu?” Tanya ibunya

“Aku tidak pantas mencintainya bu” jawab Kim Bum

“Tapi kenapa kau melakukan itu?” Tanya ibunya lagi

“Aku tidak ingin menyakitinya” jawab Kim Bum

“Tapi dengan kau berkata seperti itu kau menyakitinya” ujar ibunya lagi

“Biarlah dia sakit sekarang agar kedepannya dia tak jauh lebih sakit” jawan Kim Bum

“Tapi kau menyakiti hatimu sendiri” ujar ibu

“Untuk apa semua itu bu, aku tak pantas mencintainya aku hanyalah seorang pemuda yang tinggal menunggu waktu. Aku tak pantas bu” ucap Kim Bum menangis ibunya langsung memeluknya.

“Kau tak boleh berkata seperti itu, kau pasti sembuh Bum-ah” ujar ibunya terisak dalam pelukan Kim Bum.

“Tenang bu, aku sudah menemukan seseorang  yang akan selalu mencintainya dan melindunginya serta membuatnya bahagia. Itu sudah cukup untukku” ujar Kim Bum.

“Apakah kau yakin Bum-ah untuk melepas orang yang kau cintai” Tanya ibunya.

“Aku yakin” jawab Kim Bum.

—————–

“Kau mencintainya” Tanya Ibu So Eun yang melihat putrinya menangis di danau tempat kesukaan putrinya ini.

“Tapi dia sudah menikah anakku, kau tak boleh mencintainya” lanjut ibu So Eun yang telah mengetahuinya.

“Kalau aku tau dia sudah menikah aku takkan mungkin mencintainya bu” ujar So Eun terisak lalu ibunya membawanya dalam pelukan seorang ibu.

———————-

“Kau sudah menikah?” Tanya Kyu tak percaya

“Iya aku sudah menikah, dan kuharap kau jangan menyerah” ucap Kim Bum

“Aku tak tahu” ujar Kyu

“Aku tak mau tau kau harus mencobanya mengerti” kata Kim Bum pada Kyu

———————

“Kau baik-baik saja” Tanya Kyu pada So Eun. Sekarang mereka berada di restorant untuk makan siang.

“Iya aku baik-baik saja” jawab So Eun sambil tersenyum tipis

“Aku tak tahu kalau dia..” ucapan Kyu dipotong oleh So Eun

“Dia sudah menikah, kalau aku tahu pun tak mungkin sekarang aku mencintainya” ujar So Eun berusaha tegar.

“So Eun masih ada aku. Aku akan selalu mencintaimu” ujar Kyu

“Jangan bercanda Kyu” ujar So Eun

“Aku tidak bercanda. Aku serius” ujar Kyu menyakinkan  dan hanya dibalas oleh senyuman tipis lalu melanjutkan makannya

———————

“Ya! Anak kurang ajar kau membuat cucu kesayanganku jatuh dari tangga” ujar nenek memarahi Ji Yeon yang membuat Seongho jatuh dari tangga.

“Maafkan aku nek” ujar Ji Yeon sambil menangis.

“Nek Ji Yeon tidak salah” ujar Seungho.

“Diam kau” sambil berjalan kearah ji yeon dan menyeretnya keluar.

“Cukup..” ujar Ibu So Eun.

“Apa? Kau ingin membela anak ini lagi. Setelah kau membuat anakku meninggal sekarang kau ingin membuat aku meninggal juga” ujar nenek sambil mengungkit-ungkit kematian ayah So Eun. Ibu So Eun langsung mengeluarkan airmata

“Cukup nek” ujar Kim Bum yang tiba-tiba datang.

“Mau apa kau, jangan ikut campur urusan keluarga kami. Ayo keluar kau, kau bukan anggota keluarga ini” ujar nenek sambil berusaha membawa Ji Yeon pergi

“Nenek aku bilang cukup. Nenek tega membuang cucu kandungmu sendiri” ujar Kim bum

“Apa maksudmu?” Tanya nenek

“Iya Ji Yeon adalah cucuk nenek dari pernikahan anak nenek dengan istri keduanya. Seharusnya yang merasa tidak mengharapkan Ji Yeon adalah bibi(red.ibu So Eun) yang merupakan istri pertamanya. Dia begitu berlapang dada merawat yang jelas-jelas bukan anaknya melainkan anak dari istri kedua suaminya” ujar Kim Bum

“cukup Kim Bum” ujar ibu So Eun

“Tidak bi, nenek harus tau kenyataannya. Ji Yeon cucu kandung nenek. Nenek tega mengusirnya?” Tanya Kim Bum. Nenek hanya bisa diam tak tahu harus berkata apa. Ia cukup shock mendengarnya sedangkan ibu So Eun lebih memilih pergi.

@Gereja

Terlihat seorang wanita paruh baya sedang duduk terdiam tengah malam entah apa yang ada difikirannya, tak lama pintu gereja terbuka terlihat seorang nenek menghampiri wanita itu dan memeluknya.

“Mengapa kau tak bilang, mengapa kau rahasiakan semua ini dariku?” Tanya nenek sambil menangis.

“Aku begitu jahat padamu padahal kau sudah mengorbankan seluruhnya kepada keluargaku. Aku begitu jahat” ujarnya dan wanita itupun ikut menangis.

“Maafkan aku” ujar nenek kepada wanita itu yang tak lain adalah ibu So Eun. Setelah kejadian itu kehidupan mereka pun mulai diselimuti kebahagiaan.

Author POV END

Kyuhyun POV

Sekarang aku berada dikamarku bersama Kim Bum

“Ahh kau bilang mau mendekatkan aku dengan So Eun. Tapi mana?” tanyaku

“Sabarlah semua itu perlu waktu. Kau harus pelan-pelan mengambil hatinya baru kau akan mendapatkan dia seutuhnya” ujar Kim Bum

“Kau akan membantukukan untuk mendapatkannya?” tanyaku

“Mungkin kalau So Eun tau semua ini dia akan marah” lanjutku

“Ya karena So Eun sekarang tepat dibelakangmu” ujar Kim Bum dan dia langsung pergi

“Kalian jahat, tega-teganya kalian mempermainkan aku. Kalian fikir aku ini barang dengan seenaknya di oper-oper” marah So Eun dan pergi. Aku langsung mengejarnya dan memberikan penjelasan kepadanya tapi tetap So Eun tak mau mendengarkanku.

Kyuhyun POV END

Kim Bum Pov

So Eun terus pergi aku juga ikut berusaha untuk membujuknya tapi tetap tak berhasil sampai akhirnya ia mau berhenti mendengar ucapanku.

Aku mencintaimu

Dapatkah kau melihat isi hatiku

Meski jantung ini sangat lemah tapi aku bertahan untukmu

Kau adalah penyemangat hidupku

Tanpamu

Tak tau apa yang terjadi padaku

Jangan pernah mencoba pergi dariku

Karena detak jantung ini akan berhenti tanpamu

So Eun terpaku melihatku , aku menyadarkannya

“Aku membacanya dari buku ini. Milik Kyu” ujarku dan berlalu pergi

Aku menjauh dari mereka tanpa terasa air mata ku mengalir. Ada seseorang yang memegangku dari belakang dan aku berusaha menutupi kesedihanku.

“Teman, aku tak pernah menulis kata-kata itu” tanyanya yang tak lain adalah Kyu

“Sudahlah itu tak penting. Kembalilah dia menunggumu” ujarku mendorongnya pergi. Setelah kepergiannya aku kembali meratapi nasibku yang harus merelakan orang yang aku cintai untuk orang lain. Iya itu adalah isi hatiku untuknya aku tidak boleh egois untuk memilikinya. Aku ingin dia bahagia tanpa harus selalu bersedih jika ia bersamaku.

Kim Bum POV END

Kyuhyun POV

Sekarang aku berada disebuah gedung. Aku sedang menunggu orang yang aku cintai setelah menunggu beberapa saat akhirnya dia datang dengan dress putih panjang dan rambut terurai lurus indah. Ketika dia sampai didepanku langsung ku berlutut di hadapannya.

“So Eun, aku memang bukanlah laki-laki sempurna tapi aku punya  cinta yang akan membuatmu bahagia selamanya” ujarku

“So Eun maukah kau menjadi pendamping hidupku?” Tanyaku

“….” Tak ada jawaban dari So Eun yang ada hanya anggukan saja. Aku sungguh tidak percaya aku memeluknya erat.

Kyuhyun POV END

——————–

Author POV

Di tempat lain tepatnya di kediaman rumah So Eun. Kim Bum sedang menerima telepon setelah berbicara dia berucap.

“So Eun menerimanya” ujar Kim Bum

Semua langsung bersorak bahagia. Kim bum juga tersenyum melihat semuanya bahagia dan mengadakan pesta dirumah itu tapi ketika ditengah pesta tiba-tiba saja Kim Bum memegang dadanya dan dia sulit bernafas. Kim Bum pun langsung meninggalkan pesta dan pergi kerumahnya yang bertetanggaan itu.

Ibu Kim Bum yang tak melihat anaknya pun khawathir dan pergi mencari Kim Bum ketika ia mencari kerumah dan menuju kamar Kim Bum ia membuka pintu kamar anaknya. Dilihatnya Kim Bum dengan nafas tersengal-sengal dan memegang dadanya langsung saja Ibu Kim Bum membawa anaknya ke rumah sakit.

Author POV END

So Eun POV

Setelah dimana hari itu Kyu melamarku, aku sekarang menjadi calon nonya Cho . Hari ini aku dan Kyu sedang ada dipusat perbelanjaan untuk mencari cincin pernikahan kami. Tapi mataku tertuju pada seorang wanita yang waktu itu ada difoto bersama Kim Bum. Tanpa pikir panjang aku langsung menghampirinya bersama Kyu. Aku menepuk pundaknya dan dia menoleh kearahku, dia cukup bingung melihatku.

“Aku So Eun temannya Kim Bum dan ini calon suamiku Kyuhyun” ujarku padanya

“Ohh hey aku Yoona. Sedang apa kalian disini?” tanyanya

“Ohh untuk membeli persiapan pernikahan. Anda sendiri?” tanyaku

“kalau aku lagi berbelanja untuk merayakan ulang tahun pernikahan kami yang ke 3” jawabnya ramah

“Kenapa Kim Bum tidak ikut?” tanyaku

“Kenapa kim bum mesti ikut?” tamyanya lagi

“Ohh iya tunggu sebentar oppa.. siwon oppa” panggilnya kepada seseorang dan sekarang berdiri disampingnya seorang laki-laki yang entah aku tak tau siapa.

“Kenalkan ini suamiku namanya Siwon. Oppa mereka ini temannya Kim Bum” ujar gadis itu yang membuatku dan Kyu terkejut.

“Annyeong Siwon imnida. Kalian temannya Kim Bum. Kami juga kawannya Kim Bum orang yang baik bukan bahkan ia yang menjodohkan aku dengan istriku ini” ujar laki-laki itu yang bernama Siwon.

“Tapi sayang kenapa ini harus terjadi padanya, dia adalah orang baik tapi karena  penyakit lemah jantungnya membuatnya harus berjuang untuk hidup. Aku berharap semoga ia cepat sembuh” ujarnya yang membuat seluruh aliran darahku berhenti mengalir. Aku memngingat  waktu ia mengatakan kata-kata itu dengan menyebut kata jantung. aku tak mengerti semua ini, Kyu mencoba memegang pundakku tapi aku menolaknya aku berjalan menjauh dari mereka entah kemana yang aku butuhkan adalah ketenangan.

Aku tak menyangka ia berbuat semua itu, aku menangis dijalan menabrak setiap orang yang berada didepanku tak peduli mereka berkata apa pikiranku kacau.

So Eun POV END

Kim Bum POV

Sekarang aku berada dirumah sakit dengan semua alat bantu yang berada ditubuhku. Aku memang sekarat tapi aku masih bisa melakukan hal yang orang normal lakukan. Handphoneku berbunyi aku mengangkatnya setelah itu aku langsung bangkit, aku melepas semua alat bantu yang menempel di tubuhku.

“Kau mau kemana?” ujar ibu mencegahku.

“Aku harus melakukan sesuatu bu” jawabku dan langsung berlalu, aku tak peduli dengan rasa sakit didadaku ini.

Aku terus berlari ditengah-tengah kota seoul, aku harus menemui seseorang walau semua menatapku heran dan prihatin melihatku seperti menahan sakit tapi memang itu yang sedang aku lakukan. Ketika sampai aku langsung mencarinya ia berada di balkon apartementnya.

“Kau bohong bum-ah. Kau mencintainya” ujarnya marah padaku ia dia adalah Kyuhyun.

“Tidak kyu. Aku tidak mencintainya” ujarku

“Jangan bohong” ujarnya menaikkan nada bicara.

“Kau harus terus bersamanya, kau tidak boleh menyerah” ujarku

“aku sungguh tidak mengerti apa yang ada difikiranmu. Dia itu mencintaimu. Aku mundur aku tak mau melihat sahabatku terluka” ujarnya melemah.

“kau tak boleh menyerah, demi aku”ujarku berlalu pergi.

“Apa yang akan kau lakukan bila ada diposisiku?” tanyanya padaku

“Aku akan mencoba” jawabku kemudian aku pergi masih ada yang harus kuselesaikan aku berlari dan kuberharap ia berada disana. Aku harus bertahan dan benar aku melihatnya disana di danau ini sendiri. Aku menghampirinya dia menoleh kearahuku, dia ikut menghampiriku.

“Kau mencintaiku” ujarnya dalam tangis.

“Aku tak mencintaimu” ujarku

“Kau bohong, kau mencintaiku. Kenapa kau lakukan ini?” tanyanya sambil menangis dan memegang dadaku

“Kau akan lebih bahagia bersamanya” jawabku dan air mata telah mengalir dipipiku

Tangisnya semakin pecah aku menuntunnya dalam pelukanku

“Kau akan menemukan kebahagiaan bersamanya” ujarku dan dia menggeleng kuat. Aku melepas pelukannya menunjuk pipinya dengan jari telunjukku agar ia tersenyum dan menampakan lesung pipi indahnya, dia tersenyum tipis padaku.. aku menghapus air matanya. Aku membawanya dalam pelukanku tangannya sudah melingkar di leherku dan aku melatakkan kedua tanganku di pinggangnya menuntunnya mendekat kearahku ia menutup matanya dan kuberikan ciuman tulus ini dibibirnya aku merasakan air matanya mengalir lagi dengan air mataku yang ikut mengalir. Ku peluk erat tubuhnya ku perdalam ciuman ini berharap ia tak akan pergi dariku dan berharap agar aku masih diberi waktu untuk tetap hidup deminya.

‘Sekarang aku memang membiarkannya menjadi milikmu,

tapi dikehidupan mendatang So Eun adalah milikku’

The End

Akhirnya selesai juga setelah seharian suntuk bersemedi di kamar gag keluar-keluar cuma untuk menulis FF ini. Moga-moga gag ngecewain .

Mates… feelny dapet gag?

Atau kurang?

Aduhh authornya udh muter otak biar terlihat kisah cinta yang dramatis tapi klo kurang yah terima nasib ajja dech😀

Menurut kalian yang paling mengharu biru yang mana?

Klo udh selesai baca harap coment iia,, sekecil apapun coment kalian berarti banget buat author.

Author gag mau klo ada yang baca tapi gag ninggalin jejaknya, berasa gag dihargain gitu..

Terserah dech kalian mau coment apa okey 🙂

30 thoughts on “[OS BeomSso] Literally There May Be A Tomorrow or Not

  1. saya hadir eonnnnnnnnnnn
    wp ini bakal aku jadi fav hha hha hha

    iya harusnya kyuhyun ma soeun
    khan slalu ada disaat soeun dalam keadaan apapun
    ayo buat sequel soeun-kyuhyun !!!!!!!!!!!!!
    wajib !!! :D:D:D:D:D:D

  2. halo halo .. hehehe ^^
    sebelumnya dh pernah baca ff ni di note facebook eon, hheu🙂
    jadi ninggalin jejak ja dsini ..
    bgus ceritanya qu suka🙂 tpi ada sedih nya juga T.T
    buat squelnya jga donk . hehehe

    • Annyeong selly ^_^

      hehheee gomawo udh mau ninggalin jejalny ..
      seqeul iia[?] aku pertimbangkan duulu okey,, coz FF yg lain lagi menanti buat diteruskan🙂

  3. wah… nangis baca.n😥
    kim bum oppa… hati mu mulia sekali, tp walaupun oppa sakit unnie pasti akan tetap bahagia, asalkan bersama orang yang dia cintai, yaitu oppa :))

  4. aq lbh ska versi bumssonya drpd india(pdhal aq jg pnggemar bollywood.coz aq ngefansna ma rani mukherjee.)..krn ni castna bumsso.jd aq lbh dptin feelna..

  5. lok bisa cingu bikin kyusso couple bwt ff slnjt x cz mreka serasi n bosen jg lok bum oppa z psangn x so eun eouni heeeeeeeeee

  6. permisi saya reader bru,
    pas msuk blog ini lngsung dpt FF ini, aku suka FFnya krna ada Bumsso…
    oh y aku juga smpet liat2 isi blognya ada kyuhyun sama so eun jga aku suka v blm smpet bca…
    hehehe(jdi sbnrny aq ska Bumsso pa kyusso???)

  7. kok said ending pengen nangisssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss
    Bumsso harus bersatu

    buat yg happy ending dong
    tapi harusssssss bumsso lovers ea

  8. keren … dramatis *ahhhaii*
    ksian bum oppa,, pke skit sgala …😦 tpi, dlm k’ada’n sakit pun dy msh smpt jodoh”n orang😀 salut ..

    ttp smangat😉

  9. Kak, bukan maksud menggurui atau apalah tp menurut aku FF ini kn genrenya Korea. Jd sebaiknya pki bhs baku agr lbh enak wkt bacanya. Contoh ada kata ngapain di atas. Aneh bacanya klu org korea yg blng seperti itu. Mungkin bs di ganti dgn kata ‘kenapa atau mengapa’. Satu lg ada kata ‘gebetan’ lbh bagus ‘incaran baru atau target baru’

    Td kn pesan makanan. Trus berbincang-bincang dijalan dn ada yg nyenggol soo eun. Yg nyengol kmrn perginya ? Langsung berubah alur. Agk aneh. Dn so eun jg bilang hanya dia yg ngobrol sdngkn temannya fokus pd makanan. Agk aneh aku dgn posisi mrk skrng. Mereka lg duduk, berdiri atau gmn ???

    “Ne.. arraso, berkencan dengan siapa?” tanyaku to the point

    “Haahh tidak sudah terlambat” ujarnya lesu

    ”Ahahahhaa lucu sekali” ujarku tanpa ekspresi yang sudah tahu itu.

    *gak paham dg dialog Kyu. ‘tdk sudah terlambat’ maksudnya ?

    Lucu banget deh adegan Boem bw plng So m Kyu wkt mabuk. Apl wkt Boem kira ayah Kyu meninggal. Haha

    Tragis endingnya.

  10. Huahaaa bnr2 trharu,,ga nyangka pengorbanan kimbum acungin jempol deh,sempet tnd tny&bgg krn alurny to the point bgt tp pas mndekati end trnyt oh trnyt spechless deh jd kcian smuany good job🙂

  11. Annyeon🙂
    crta’a emank sama kya kal ho na ho. Jd agak bingung juga siy s0al’a yg kbyang d 0takku syahrukhan buka kim bum #hehe.. Cerita’a emank sdih bgt,aq jg nangis pas nt0n film’a. V dsni kya nggantung crta’a th0r,sama terlalu d persingkat..
    Paling sdih pas kim bum pura2 bca cat kyu bwt sso sma pas ending
    semangat truz ia th0r🙂
    annyeong!

  12. Kayak cerita film india tapi nggak tau apa judulnya.
    Tapi kenapa nggak happy end saja. Aku pengen kimbum dan soeun bersatu,.
    Fighting author

  13. Sediih banget baca x,. Kimbum bnar.bnar baik banget, mngorbnkan hati nya demi kebahagiaan sso eonni. . *meweek baca nya ;(
    ff x nyentuh bnget, kereen chingu

  14. Huaaaa..nyesek banget bacanya..kirain bumSso bakal sad ending tapi untung deh happy ending..suka sama karakter kyu disini..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s