The Affair Part 6


The Affair Part 6

Annyeong YoonWonited😉

Aku kembali lagi, mianhae kalau ini bener2 telat aku baru selesai uas dan sempat kehilangan feel-nya. Akhirnya aku bisa nyelesaian juga part ini…

Mianhae kalau kurang memuaskan atau gimana, aku udh berusaha untuk sebaik mungkin…

Author                  : Echa/Choi Kyucha

Title                       : The Affair

Main cast             : Choi Siwon, Im Yoon Ah, etc

Rating                   : PG 15

Type                      : Sequel

Genre                   : romance, sad, friendship

Summary             :

The Affair menceritakan tentang perselingkuhan yang dilakukan seorang yeoja dan namja yang sama-sama telah memiliki pasangan. Perasaan yang tak bisa diikendalikan membuat mereka harus menjalani hubungan terlarang itu tanpa sepengetahuan siapa pun hingga waktu yang membuktikan semuanya.

Facebook            : http://www.facebook.com/echa.everlastingfriends/

Twitter                 : http://twitter.com/#!/echaGAEM407/

Blogger                 : https://choikyucha.wordpress.com/

 

Preview Last Part

“Emm apa kau tahu kalau Siwon oppa kembali ke USA” ujar yuri hati-hati

Deg! Jantungku berdetak cepat mendengarnya, ia pergi, ia meninggalkanku, apa ini semua karenaku.

“Yoong apa kau disana! Yoong!” panggil Yuri, tapi aku hanya diam dan melepas ponselku, tak terasa airmataku meleleh dari sudut kelopak mataku.

Next Part

Terlihat seorang yeoja yang masih terlelap dalam tidurnya, sinar matahari yang masuk melalui fentilasi kamarnya itu membuatnya menggeliat dalam tidurnya.

Eehhh… lenguhnya dan menengok kesebelah kanannya, terlihat malaikat kecil yang masih terlelap dalam tidurnya itu.

“Pagi malaikat kecilku” ujarnya pada malaikat kecilnya yang masih terlelap tidur itu

Ia bangkit dari ranjangnya menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya itu dan merapikan diri, setelah itu ia beranjak keluar kamar untuk membuat sarapan untuknya dan juga untuk malaikat kecilnya itu. tak lama terdengar tangisan yanga berasal dari kamarnya, ia tersenyum dan segera menuju kamarnya itu.

“Uhh anak eomma sudah bangun” ujarnya menghampiri anaknya yang sedang sesegukkan menangis karena tak melihat sang ibu ketika ia terbangun. Segera diangkatnya malaikat kecilnya itu, membenamkannya dipelukkannya, menenangkan sang malaikat kecil bahwa ia akan selalu berada bersamanya.

“Uljima, anak eomma yang tampan” ujarnya mencium pipi sang malaikat kecil yang sudah reda dalam tangisnya, dan beranjak keluar kamar menuju ruang makan.

“Anak eomma duduk disini dulu yahh, eomma buatkan susu untukmu dulu” ujarnya menaruh sang anak pada kursi khusus untuk malaikat kecilnya.

Sang anak yang masih berusia 15 bulan itu hanya diam ketika sang ibu menaruhnya dikursi dan menatap sang ibu yang melangkah menjauh, sang ibu tersenyum begitu melihat sang malaikat kecil duduk tenang dan melanjutkan kegiatannya membuatkan sang malaikat sebuah susu.

“Yoo Geun-ah pakai bajunya dulu ne” ujarnya pada sang malaikat kecil yang dipanggil Yoo Geun itu begitu sang anak selesai dimandikan. Dipilihkan sebuah baju santai berwarna baby blue untuk sang anak mengingat ini adalah musim semi. Yoona yang merupakan sang ibu dari malaikat kecilnya itu begitu telaten memberikan yang terbaik untuk sang anak.

“Eomma harus berangkat kerja, jadi kamu harus baik-baik dirumah Yuri ahjumma ne” ujarnya begitu menggendong sang anak dalam dekapannya, mengambil tas kerjanya dan tas keperluan anaknya yang akan ia titipkan sementara pada sahabatnya itu, ia tak mungkin tega menitipkannya pada jasa penitipan anak jadi ia lebih baik meminta tolong Yuri, lagipula ia sudah tak punya siapa-siapa orang tuanya sudah lama meninggal dan ia hidup mandiri selama ini. Yuri juga sudah tidak bekerja lagi begitu ia dinyatakan hamil. Yuri pun tak begitu keberatan dititipkan Yoo Geun karena baginya ia sekalian belajar untuk merawat bayi.

Yoona meletakkan sang malaikat kecilnya itu disebelahnya yang sudah terpasang kursi balita, dipasangkan sabuk pengaman pada sang malaikat kecil kemudian mulai melajukan mobilnya itu.

Begitu ia sampai didepan sebuah rumah megah yang merupakan kediaman keluarga Choi itu, ia segera menuju pintu utama dan mengetuk pintunya.

“Ahh Yoong, kau sudah sampai” sapa Yuri ketika ia membuka pintu rumahnya tersebut

“Yul aku sudah terlambat, aku titip Yoo Geun ne. Nanti sore aku akan menjemputnya” ujar Yoona menyerahkan Yoo Geun yang berdalam dekapannya kepada Yuri.

“Yoo Geun-ah eomma pergi dulu, nanti kita bermain lagi ne. Jangan nakal” ujarnya pada sang anak sambil mencium pipinya kemudian berpamitan.

“Eom—ma” Yoona tersenyum begitu Yoo Geun memanggilnya dan mencubit pipi sang anak lembut

Yuri dan Yoo Geun tersenyum dan melambaikan tangan begitu mobil Yoona telah melaju pergi “Emm Yoo Geun sekarang mau main apa, apa Yoo Geun sudah sarapan” ujar Yuri pada Yoo Geun yang ada didekapannya dan berlalu masuk kedalam rumahnya itu

“Yeobo siapa yang datang?” tanya Minho sang suami yang sedang berada dimeja makan

“Yoona, ia mengantar Yoo Geun”  ujar Yuri duduk sambil memangku Yoo Geun

“Annyeong Choi Yoo Geun keponakkanku” sapa Minho pada Yoo Geun yang asik dengan mainan yang ada ditangannya

“Yahh kau benar yeobo, namanya Choi Yoo Geun bukan Im Yoo Geun” gumam Yuri menatap Yoo Geun yang masih asik bermain

“Tapi Yoona noona tetap bersih keras tidak mau memberikan marga Siwon hyung pada Yoo Geun” jawab Minho

“Yoona memang keras kepala” gerutu Yuri “Bagaimana jika Siwon oppa tau kalau ia memiliki seorang anak dari Yoona. Sebenarnya aku ingin sekali mengatakannya tapi Yoona tak mengizinkan begitu pun Siwon oppa yang tiba-tiba saja menghilang selama 2 tahun ini” gumamnya

“Siwon hyung begitu menyibukkan dirinya dengan pekerjaan, itu yang aku tahu dari ahjumma(red. Siwon eomma)” ujar Minho

“Hahh masalah mereka benar-benar begitu pelik, padahal aku yakin masalah akan cepat selesai jika mereka membicarakannya dengan baik-baik”

[]

Tak terasa waktu begitu berjalan dengan cepat, Yoona dengan segera membereskan semua berkas-berkasnya dan segera beranjak untuk menemui sang buah hati yang ia tinggal sejak pagi.

“Yul mianhae sudah merepotkanmu” ujarnya begitu mengangkat tubuh mungil Yoo Geun

“Gwenchanayo, aku senang bisa ikut merawat Yoo Geun” ujar Yuri yang jalan berdampingan dengan Yoona menuju pintu utama

“Apa ia rewel?” tanya Yoona dan Yuri menggeleng tersenyum

“Anakmu benar-benar tenang Yoong tak sepertimu yang hiperaktif, kupikir ia mirip appa-nya” canda Yuri dan Yoona hanya tersenyum miris “Mianhae bukan maksudku”

“Gwenchanayo kupikir ia memang mirip appa-nya” lirih Yoona yang memotong ucapannya menatap Yoo Geun yang sedang tersenyum, menunjukan dimple yang dimiliki sang appa dan Yuri mengelus-elus punggung Yoona memberikan kekuatan

“Yoong mengapa kau tak bekerja ditempat kita dulu saja, Minho akan memberikan keringanan untukmu untuk mengurus Yoo Geun” ujar Yuri

“Yul, kau kan tahu mengapa aku pindah dari perusahaan itu” jawab Yoona “Aku pamit ne, gomawoyo sudah menjaga Yoo Geun”

“Baiklah.. hati-hati dijalan” ujar Yuri

[]

Dibukanya pintu apartement yang ia tempati bersama sang putra tercinta, diletakkan Yoo Geun di karpet ruang tengah dan ia berjalan menuju dapur

“Omona!! Eomma lupa Yoo Geun-ah kalau susumu habis” dilihat jam yang tertera di dinding ruang tengah apartement-nya itu masih menunjukkan pukul 18.00 KST

Ia memakaikan Yoo Geun mantel dan menggendongnya untuk ke supermarket terdekat, sekalian membeli keperluan lainnya.

Begitu ia membuka pintu apartementnya terdapat seorang pria yang sudah berdiri didepan pintu apartement-nya.

“Oppa”

“Yoong, kau mau kemana?” tanya sang pria tersebut

“Aku ingin ke supermarket membeli susu Yoo Geun dan keperluan lainnya” jawab Yoona

“Yasudah kajja aku antar” ujarnya dan Yoona hanya mengangguk kemudian menutup pintu apartement-nya tersebut

Yoona mulai melihat-lihat barang apa saja yang dibutuhkan Yoo Geun dan juga dirinya sambil mendorong troli sedangkan Yoo Geun berada dalam dekapan Donghae pria yang mengantarkannya berbelanja.

Yoona berhenti di stand produk-produk susu dan mengambil beberapa dus yang biasa diminum buah hatinya tersebut kemudian mengambil sereal bayi, ia juga mengambil berbagai macam sayuran dan daging untuk mengisi kulkasnya yang hampir kosong. Donghae hanya mengikutinya saja sambil bermain dengan Yoo Geun yang berada dalam dekapannya.

“Wahh kalian pasangan muda yang sungguh harmonis” puji seorang ahjumma begitu melihat mereka, Yoona hanya tersenyum kikuk, ia merasa tak enak hati pada Donghae tapi Donghae sepertinya tak masalah dengan ucapan ahjumma itu, ia malah tersenyum tenang.

“Khamsahamnida” ujar Donghae dan Yoona hanya diam

Donghae dan Yoona terlihat duduk berhadapan disebuah restorant, mereka memutuskan untuk makan malam terlebih dahulu sebelum kembali pulang.

“Bagaimana pekerjaanmu?” tanya Donghae memulai pembicaraan

“Baik oppa, masih seperti biasa” jawab Yoona tersenyum

“Yoong kau sekarang harus memikirkan Yoo Geun” ujar Donghae, Yoona mengernyitkan dahinya bingung “Yoo Geun juga membutuhkan figur seorang appa” lanjutnya dan Yoona hanya diam

Yah setelah tau bahwa ia mengandung anak Siwon ia memutuskan hubungannya dengan Donghae, walaupun Donghae mau bertanggung jawab menikahinya dan menganggap Yoo Geun anak kandungnya sendiri tetap saja ia tak bisa, Donghae sudah terlalu begitu baik dengannya. Ia tak bisa menerima itu.

“Aku masih bisa menjadi keduanya oppa” jawab Yoona dan Donghae menghela nafas berat, ia tahu sifat Yoona yang keras kepala ini “Lagipula mengapa tak kau saja yang menikah, nanti kalau kau sudah menikah baru aku akan memikirkannya” canda Yoona mengalihkan pembicaraan

“Aisshh… kau memang keras kepala”

Donghae menidurkan Yoo geun dikamarnya tersebut kemudian keluar kamar duduk disofa ruang tamu, Yoona datang membawakan secangkir coffe untuk Donghae dan duduk disebelahnya. Donghae menatap Yoona dalam

‘Im Yoona, kau yang selalu ceria dan bahagia sekarang menjadi seseorang yang serius dan dewasa. Aku rindu tawamu, aku rindu manjamu. Sekarang sepertinya itu sudah lenyap dari dirimu. Choi Siwon aku sudah merelakan Yoona untukmu jika kau tak kembali juga aku akan mengambilnya lagi’

Yoona hanya terdiam menunduk, Donghae yang mulai menyadari perubahan dalam diri Yoona membawanya bersandar di dadanya

“Jangan menangis Yoong kau harus kuat, ada Yoo Geun yang membutuhkanmu” ujar Donghae

“Ne oppa, hanya aku merasa ini begitu berat tapi aku akan tetap bertahan demi Yoo Geun, ia segalanya untukku, ia yang selalu menghiburku ketika aku lelah ataupun kesal dengan tawa dan senyum polosnya” ujar Yoona

“Bagus! Sekarang berhentilah menangis dan tunjukkan bahwa kau itu kuat, ne” pinta Donghae dan Yoona mengangguk tersenyum “Baiklah aku harus pulang ini sudah malam” lanjutnya dan bangkit. Yoona mengantarkan Donghae sampai depan apartementnya tersebut kemudian masuk kedalam kamarnya yang terdapat Yoo Geun terlelap dalam ranjang king size-nya.

Yoo Geun memang memiliki kamar sendiri, tapi ia akan merasa aman dan nyaman jika buah hatinya berada didekatnya. Diganti pakaiannya dengan piyama dan ikut menidurkan diri disebelah Yoo Geun, ia memirigkan tubuhnya memandang Yoo Geun dan mengelus-elus tubuh sang buah hati dengan kasih sayang yang tulus.

Author POV END

Yoona POV

“Mianhae Yoo Geun-ah, eomma berjanji akan menjadi orang tua tunggal yang terbaik untukmu. Biarkan appa-mu bahagia dengan hidupnya disana. Eomma tak mau mengganggu kebahagiaannya” gumamku menatap sang buah hati

“Oppa kuharap kau bahagia dengan hidup barumu diluar sana, mianhae..aku memang jahat padamu, kuharap kau mengerti. Ini yang terbaik untuk kita”

Kupejamkan mataku menyusul sang malaikat kecil ke alam mimpi indahnya

[]

Inilah yang aku lakukan jika sedang libur, memperhatikan anakku dan melihat perkembangannya, seperti saat ini, kuperhatikan Yoo Geun yang sedang berusaha naik berjalan berpegangan pada sofa, segera kuberanjak dari dudukku, kuhampiri buah hatiku itu.

“Kau ingin berjalan” ujarku padanya, mengingat ia sudah 15 bulan, ia hanya bergumam

“Baiklah sini eomma ajarkan” ujarku mendirikannya, bersandar pada sofa, aku menjauhinya sedikit

“Nah sekarang Yoo Geun hampiri eomma” pintaku yang merentangkan kedua tangan, Yoo Geun tersenyum senang dengan dimple manis yang dimilikinya tersebut. Ia mulai berusaha melangkah menghampiriku walau terlihat sangat berat untuk menindakkan kaki mungilnya. Ia mulai melangkahkan kaki kanannya dengan sukses, Yoo Geun masih menunjukkan senyumannya itu, ia mulai melangkah lagi tapi dilangkahnya yang ketiga ia jatuh duduk.

aku segera menghampirinya dan mendekapnya dalam pelukkanku “Anak eomma pintar” ia tertawa senang.

Yoona POV END

[]

Author POV

Terlihat susana bandara seperti biasa begitu ramai dengan orang-orang yang berlalu lalang. Terlihat dipintu kedatangan luar negeri seorang pria tinggi yang memakai kemaja coklat tua dan jeans hitamnya berjalankeluar dengan bibir yang menarik senyuman yang tak pernah ditinggalkannya itu

“Aku kembali, Im Yoona tunggu aku” gumamnya melangkah pasti

Ia menaiki sebuah taksi dan melaju menuju alamat yang telah ia sebutkan

[]

“Yul aku titip Yoo Geun lagi ne, mian merepotkanmu terus” ujar Yoona menyerahkan Yoo geun

“Tenang saja, kau seperti dengan siapa saja, aku senang Yoo geun berada disini” balas Yuri “Tapi mengapa kau menitipkan Yoo Geun, inikan hari libur?” tanyanya

“Aku dipanggil ke kantor, ada masalah sedikit nanti siang aku akan menjemputnya” jawab Yoona mengelus pipi Yoo Geun “Ohhya dia sudah mulai bisa berjalan Yul” senang Yoona

“Jinjja? Wahh aku penasaran ingin melihatnya” seru Yuri antusias

“Kalau begitu aku pergi dulu Yul, Yoo Geun-ah jangan nakal ne?” ujar Yoona dan Yoo geun mengangguk seperti mengerti apa yang dikatakan sang ibu padanya, tentu itu membuat Yoona dan Yuri tertawa.

“Jinjja Yoo geun sudah mulai bisa berjalan” seru Minho menggendong Yoo Geun

“Ne, itu yang diberitahukan Yoona” jawab Yuri

“Yoo Geun-ah tunjukkan pada ahjussi kau sudah bisa berjalan ne” ujarnya pada Yoo Geun yang tersenyum senang

“Uhh kau begitu menggemaskan seperti eomma-mu” Yuri mencubit kedua pipi Yoo geun gemas

Tak lama terdengar bel membuat Minho dan Yuri menghentikan candanya pada Yoo Geun

“Aku saja yang buka pinta” ujar Minho dan menyerahkan Yoo geun pada Yuri

“Nuguseyo?” ujar Minho begitu pinta ia buka

“Annyeong Minho-ya” sapa tamunya tersebut

“Hyu—hyung” Minho hanya diam melihat siapa yang datang

“Siapa yang datang Yeobo” Yuri menghampiri Minho dengan menggendong Yoo Geun

“Ommo!!

[]

“Bagaimana kabar kalian?” tanya Siwon yang duduk diruang tamu bersama Minho yang sedang memangku Yoo Geun

“Ahh kami baik hyung, bagaimana bisa kau sampai disini hyung?” tanya Minho, Yuri datang membawakan minuman untuk Siwon dan duduk disebelah Minho

“Kupikir aku harus menemui kalian terlebih dahulu, aku mendapatkan alamatnya dari eomma” jawab Siwon, Siwon memperhatikan seorang anak laki-laki yang berada dalam pangkuan Minho

“Yang kutahu Yuri masih hamil, lalu dia anak siapa?” tanya Siwon yang cukup membuat Minho dan Yuri bertatapan bingung “Boleh aku menggendongnya”

Tanpa menunggu persetujuan dari Minho, Siwon berdiri menghampiri Minho dan mengangkat Yoo Geun dalam dekapannya. Minho hanya diam tak berbuat apapun

“Uhh kau begitu tampan, siapa orang tuamu ne, sampai memiliki anak setampan ini” Yoo Geun hanya tersenyum mendengar penuturannya

“Wahh kau memiliki senyum yang sama sepertiku” lanjutnya, Minho dan Yuri benar-benar tidak bisa berbuat apapun hanya terdiam menyaksikan moment ayah dan anak tersebut, Yuri tanpa sadar menitikkan air mata melihatnya, ini benar-benar mengharukan. Ia berpikir seandainya Siwon tahu bahwa anak yang berada dalam dekapannya itu adalah anaknya, pasti ia akan senang memiliki anak seperti Yoo Geun.

“Siapa namanya Minho-ya?” tanya Siwon masih menatap Yoo Geun dalam dekapannya

“Namanya Ch—maksudku Yoo Geun” jawab Minho gugup, Siwon menoleh kearah Minho

“Eh? Yuri-sii gwenchanayo?” tanya Siwon melihat Yuri menangis

“Gwenchanayo, aku hanya kelilipan” jawab Yuri dan Siwon hanya mengangkat bahu acuh kembali menatap Yoo Geun yang berada dalam dekapannya

“Annyeong Yoo Geun-ah, panggil aku ahjussi ne?”  uja Siwon pada Yoo Geun sedangkan Minho dan Yuri benar-benar sesak nafas mendengarnya

[]

Siwon sedang beristirahat didalam kamar tamu kediaman Minho itu, ia memutuskan untuk ke apartement-nya besok saja. Ia memang tak pernah menjual apartement-nya tersebut

Ia bersandar pada sandaran ranjang tersebut, ia menerawang jauh kedepan ia jelas tahu apa tujuannya datang ke Seoul dan berharap perjuangannya ini akan membawakan hasil sehingga ketika  ia kembali ke USA senyum kebahagiaan akan ia tunjukan pada orang tuanya disana.

Flashback

Siwon dan Jessica memasuki pekarangan rumahnya di USA, ia disambut begitu hangat oleh keluarga Siwon

“Ahh anak eomma, bogoshipoyo” seru nyonya Choi, Siwon memeluk ibu yang sangat dicintainya itu. ia sedang gundah dan gelisah. Memeluk sang ibu membuatnya merasa nyaman dan tenang.

Nyonya Choi yang dipeluk Siwon pun merasakan ada yang mengganjal dengan putra tunggalnya itu, nyonya Choi hanya mengelus dan menepuk punggung sang anak penuh kasih sayang.

“Apa yang harus kulakukan eomma?” lirih Siwon masih memeluk sang ibu

“Ada apa denganmu nak?” tanya nyonya Choi pada sang anak yang memilih diam dalam pelukannya, dilihatnya Jessica yang hanya tersenyum melihat keharmonisan anak dan ibunya

“Siwon-yang, kau telah kembali” seru tuan Choi melihat siapa tamu yang datang, Siwon melepaskan pelukannya dan memberi hormat pada sang ayah

“Ne aboji” jawab Siwon

[]

“MWO!!” pekikkan dari tuan Choi menggema dirumah megah tersebut “APA KAU GILA CHOI SIWON” susana berubah menjadi begitu tegang di ruang keluarga tersebut, Ny. Choi berusaha menenangkan sang suami yang tersulut emosi.

“Aku tak habis pikir apa yang ada dalam pikiranmu itu” ujarnya, Ny. Choi dan Siwon hanya diam mendengarkan “Kau mau taruh dimana martabat keluarga Choi”

“Josonghamnida abeoji, aku memang tak bisa bersama Jessica, aku tak mencintainya. Aku telah punya pilihan sendiri” jelas Siwon pada sang abeoji

“Omong kosong dengan semua itu” seru sang abeoji

“Abeoji mengertilah, aku selama ini selalu menuruti dan mematuhi perintahmu, sekarang biarkan aku memilih pilihanku sendiri” ujarnya

“Jadi selama ini kau merasa terbebani?” tanyanya

“Bukan maksudku seperti itu” jawab Siwon, sang abeoji menghela nafas berat sambil memegang dada kirinya

“Kau tahu dengan perbuatanmu ini kita akan mengalami kerugian” ujar tuan Choi “Baiklah aku akan mengabulkan permintaanmu” ujarnya dan membuat Siwon merasa senang

“Jangan senang dulu, kau tidak akan kubiarkan kembali ke Seoul, kau akan memimpin perusahaan disini, biar Minho yang akan mengurus perusahaan disana” ujarnya dan bangkit

“Abeoji—“ Siwon berusaha bersuara, namun sang eomma menahannya

Sejak saat itu kehidupan Siwon benar-benar berubah, ia akan menyibukkan diri dengan pekerjaannya dan jika tak ada pekerjaan ia akan berada dikamarnya sepanjang waktu tanpa melakukan apapun, hanya berbaring diatas ranjangnya. Siwon sama sekali tak bergairah untuk melanjutkan hidupnya itu. Hidupnya ada di Seoul bersama orang yang dicintainya tapi sepertinya keinginan itu sungguh jauh dari kenyataan.

Sudah dua tahun Siwon menjalani hidupnya dengan seperti itu, sang eomma memandang khawatir walaupun Siwon selalu mengatakan ia baik-baik saja tetap saja. Seorang ibu pasti tahu apa yang dirasakan oleh anak satu-satunya itu. Siwon begitu merindukan wanita yang dicintainya itu, mungkin ini akan terlambat mengingat sudah dua tahun kepergiannya dari Seoul tapi ia masih menyimpan harapan agar bisa bersama dengan Yoona, wanita yang dicintainya.

Malam telah larut terlihat dari jam dinding sudah menunjukkan pukul 1 malam, Siwon baru melangkahkan kakinya masuk kedalam kediamannya itu. ia berjalan gontai menuju lantai 2 dimana kamarnya berada. Seperti itulah kehidupannya selama ini, menghabiskan waktunya dengan berada di kantor, melupakan sejenak beban yang berada di batinnya.

Tanpa ia sadari sepasang mata memperhatikannya yang berjalan gontai itu, ia menghela nafas berat melihat sang putra seperti itu, sepertinya..memang ia harus mengesampingkan egonya demi kebahagiaan sang anak.

Bulan berganti menjadi mentari pagi yang indah, berbeda dengan susana hati seseorang yang memang sudah tertutup, ia akan bersikap datar pada sesuatu yang berada dihadapannya

“Siwon-yang, bisa duduk disini sebentar” seru sang abeoji yang melihat anaknya yang akan berangkat bekerja itu. Siwon yang merasa dipanggil pun akhirnya duduk di meja makan, ia sudah terbiasa tak sarapan sejak kejadian itu makanpun ia sangat sulit.

“Kau tidak perlu bekerja di perusahaan lagi” ujar sang abeoji membuat Siwon terkaget, bukankah tak ada masalah dengan pekerjaannya, malah semua menjadi lebih baik.

“Aku tak ingin kau berada di perusahaan dengan wajah penuh belas kasihan itu” ujarnya terdengar tajam, Siwon hanya mengepalkan tangannya meredakan emosinya yang mulai tersulut

“Sampai kapan kau mau seperti ini, seperti mayat hidup” lanjutnya

“Lebih baik kau kemasi barang-barangmu—“ ujarnya menggantung

“kembali ke Seoul dan bawa wanita yang kau cintai itu, jika kau tak membawanya kemari takkan kuijinkan kau untuk masuk ke rumah ini lagi” ujarnya. Siwon terdiam mencerna semua penuturan dari sang abeoji, tak lama senyum yang selama ini hilang dari wajahnya mulai terlihat kembali, matanya berbinar menunjukkan  kebahagiaannya dan senyum dimple-nya pun mulai terlihat kembali di pipinya itu.

Flashback END

Siwon tersenyum dengan kejadian itu, bagaimana ia begitu menyedihkan karena berpisah jauh dengan Yoona.

Deer, bagaimana kabarmu?

Apa kau masih mengingatku?

Masih mencintaiku?

Ia beranjak keluar kamar dan melihat Minho dan Yuri yang asik bermain dengan Yoo Geun

“Ahh hyung kemarilah” ujar Minho

“Kalian sedang apa?” Tanya Siwon ikut bergabung di ruang keluarga bersama mereka

“Ini kami ingin melihat Yoo Geun bisa berjalan” jawab Minho

“Jinjja? Aku ingin melihatnya” seru Siwon antusias “Ohh ya kalian belum memberitahuku sebenarnya Yoo Geun anak siapa?” tanyanya

“Emm itu, Yoo Geun anak sahabatku dan ia menitipkannya karena ia ada keperluan” jawab Yuri harap-harap cemas takut Siwon akan melontarkan pertanyaan-pertanyaan tentang Yoo Geun

Siwon hanya ber ‘oh’ mendengar jawaban Yuri dan memandang Yoo Geun, Yuri menghela nafas lega mendengarnya.

Yoo Geun didirikan oleh Minho agak jauh dari mereka, dan menyuruh Yoo Geun untuk berjalan kearahnya. Yoo Geun terlihat begitu senang dan antusias ia menindakkan kakinya perlahan-lahan membuat Siwon, Minho dan Yuri tersenyum senang. Yoo Geun semakin semangat untuk melangkah melangkah dengan cepat menghampiri mereka bertiga yang berlutut tak jauh darinya. Sampai tanpa sadar Yoo Geun berlari memeluk Siwon dengan erat.

Minho dan Yuri saling pandang melihat kejadian itu, Yoo Geun berlari memeluk Siwon dengan erat, tidak dapat dipercaya, mengingat Yoo Geun baru mengenal Siwon beberapa jam yang lalu. Apa karena ikatan seorang anak pada ayahnya?

Dihalaman depan kediaman keluarga Choi itu, terlihat seorang wanita yang turun dari mobilnya, melangkah dengan pasti menghampiri pintu utama tersebut.

Minho dan Yuri yang masih menatap tak percaya menoleh kaget begitu terdengar bel rumah mereka berbunyi, Yuri langsung beranjak menuju pintu sedangkan Minho hanya diam menatap Siwon yang masih memeluk Yoo Geun erat begitupun sebaliknya.

“Yoong!!” kaget Yuri begitu tahu siapa yang berada dibalik pintu rumahnya tersebut

Yoona tersenyum “Mengapa kau begitu kaget Yul, seperti aku baru pertama kali datang kesini saja” ujar Yoona

“Ahh aniya—“

“Kemana Yoo Geun?” tanya Yoona yang sukses membuat Yuri diam membatu “Yul!” panggil Yoona mengibas-ibaskan tangan didepan Yuri

“Ahh dia ada didalam” jawab Yuri

“Ohh aku ingin menjemputnya” ujar Yoona, Yuri diam bingung “Yul, kau baik-baik sajakan?” tanya Yoona khawatir

“Ah ne” jawab Yuri kikuk

“Kajja, aku sudah merindukan malaikat kecilku” ujar Yoona dan Yuri hanya diam mengikuti langkah Yoona

“Ohh tuhan..” gumam Yuri

To Be Continued

Finally part ini selesai juga..huhhh  gimana-gimana kecewakah dengan part ini?

Permintaan untuk lanjutan part 6 banyak banget jadi jangan sampai aku lihat komennya sedikit ne?

 

Okey jangan lupa RCL😉

50 thoughts on “The Affair Part 6

  1. aaaaaaaahhhh yoona akhirnya ga nikah juga kan ma donghae. dan ampe udah punya anak itu. udah ayooo balik lagi ma siwon oppa🙂
    apa yg terjadi itu ya saat mereka bertatapan setelah 2 tahun. hoho,, yuri ma minho ayooooo buat mereka balikan lagi. apalagi sekarang udh ada yoo geun. hihi
    ditunggu part selanjutnya🙂

  2. Akhir-nya Part 6 keluar juga setelah lama ditunggu2!!!
    Yoongie punya anak dari Wonppa & mereka terpisah selama 2 tahun???
    Omo … Apakah mereka bakal ketemu lagi di rumah Minyul???
    Buat mereka nikah & hidup bahagia coz udah cukup mereka terpisah selama 2 tahun,,, Apalagi sekarang ada Yoogeun,,,
    Ayo Author … Ditunggu Part 7-nya!!! Jangan lama2 ya!!!

  3. kasian thor yoona unnie jadi single parent
    tpi gpplah kan skarang ad siwon oppa,hhhhe
    smoga YoonWon bersatu yah thor
    trus smoga happy ending
    d tunggu part slanjutnnya
    jgan lma2 loh,hhhe
    gomawo
    fighting!!!!

  4. Mian thor bru bsa coment disini…

    Btw aku ga’ sangka alur nya dipercepat dri sekian part knp part ini bikin aku sedih yaa…ngebayangin yoona hamil n ga’ di temenin siwon
    hwaaaa…asli walaupun cuma ff bikin dadaku sesek
    #reader lebay

    like your story akan ada NC lgi ga’ thor??
    #berharap ada
    plaaakkk…yadong kumat

  5. ini FF pertama yg aku baca di blog ini.

    Sejarahnya siwon bs menghilang gmn yah ? Alasan Yoona pindah kerja knp ? Jd si donghae pacar Yoona dulu tp putus krn hamil. Gmn cerita awalnya. dimple itu apa ? Lesung pipi yah ? Hehehe .v. *mian banyak tanya. Aku kn br bc*

  6. sorry thor baru bisa comment penasaran ama yoona nanti kalo ketemu ama wonppa
    penasaran bgt nich thordi tunggu next partnya,,,,,, YoonWon Jjang

  7. thor baca part ini bikin jantung deg-degan #lebay-__-
    tapi beneran deg degan kira kira yoonwon bakal ketemu ga yah?
    ayoooo yoonwon nikah aja itu yoona nya udh punya anak hihi

  8. annyeonghaseo…!!
    Waaah~ aq kangen banget ma blog ini apa lagi ma FF yg ini, jeongmal bogosippo.!!!
    Lama ga berkunjung ke sini dan ternyata FF The Affairnya udah end ya!
    Di sini yoong udah punya anak y, dan harus ngurus anaknya sendirian tanpa ad suami d sampingnya#kasian
    ahirnya wonppa kembali ke korea. .
    Aku jadi makin penasaran ma naxt partnya.!

  9. huhuhuhuhwaaaaa…..

    ada mlaikat kecil yoonwon….

    entah knpa aku seneng bgt…aku udh firasat klo yoona ntar bkal hmil….dan bnar kn…

    uwoooo…pasti lucu plus ckep bgt yoo geun…mrip emak sm bpaknya..kkkk

    huwaaa…aku jga ikut trhru pas siwon ktmu yoo geun….andaikn siwon tau tuh anaknya…

    daebakkk….daebakkk…mkin kerennn…

    aku sukka…lanjutt…

  10. aduh banyak yg dprotect bacanya jd loncat2, kalau boleh minta pw nya ya chingu…

    kasian banget hidupnya yoona dsaat siwon kembali ke USA yoona hamil selama 2thn dia merawat yoogeun seorag diri tanpa suami dsisi nya…smoga aja dgn kembalinya siwon ke korea yoona bisa bersatu kembali ama siwon…

  11. Omoooo….. jadi Yoona hamil??
    Selama 2 tahun ditinggal Siwon,,,dia merawat dan membesarkan Yoo Geun sendirian??
    Donghae oppa?? Yoona ngga jadi nikah ama Hae oppa?? *kepo banyak nanyaa*

    Ternyata Siwon oppa juga sama menderitanya di USA,,,dia menyelesaikan semua masalah pertunangan nya ama Jessica…. *peluk erat siwon oppa*
    Donghae ama aq ajaaaa *plaaakkk ditabok para fishy

    Minyul couple😀 yuri hamil ne? chukkaeeee *peluk Minho*
    Aq jadi ikutan terharu pas moment ayah(Siwon)~anak(Yoo Geun) ketemu *mewek*
    Semoga Yoonwon bisa kembali bersama lagi,,,Yoo Geun lah yg menyatukan mereka kekekekekek :*

  12. Sambil menunggu blsan password aku baca dulu deh chapter ini. Ternyata yoona hamil duluan ya huhu kasian. Tp siwon jg sama kasiannya di USA. Endingnya diprotek jg ya-_- ayooolah cpt bls smsnya thorrrrr

  13. Kyaaa ternyata yoona eonni punya anak dari siwon oppa, untung deh jadi yoona eonni ga nikah sama donghae oppa
    terharu deh baca bagian siwon oppa sama yoo geun, semoga siwon oppa secepatnya tau kalo yoo geun anaknya

  14. sedih bgt deh jadi yoona. .siwon ninggalin di ke usa, dan saat itu juga dia tw klo dia lagi hamil anaknya siwon°°°
    dan setelah 2th akhirnya mereka ketemu, udah ada yoo geun lgi. .semoga mereka bersatu lagi. .

  15. bingung mau komen apa . . .
    suka dech ma ff ini apalagi adegan pisahnya dikit doanks yg artinya aku ga perlu bergalau-galau ria juga sambil baca ^.^

    dan buat author, gomawo atas ffnya cz tuk pertama kalinya aku suka pairing ini . . .

  16. jadi yoona hamil anaknya siwon dan siwon gak tau. aduh kasihan bangetttt yoonanya pasti mikirnya siwon pergi ninggalin dia. dan skrng yoonanya udah punya baby hmm ngebayanginnya seneng banget deh apalagi eomma sama appanya ganteng kyk apa yaaa anaknya hihihi

  17. Wah yoongie pnya anak,,dan dia hrus sndirian bsar in ank nya yah wonppa akhrnya kmbali lgi ke korea stelah 2 thun mninggalkan yoona akhrnya kmbali jga omo aku trharu pas moment wonppa sma yo geun,,gmna ya reaksi yoona mlhat anak sma appa ny,,,

  18. Kyaaa akhirnya wonpa ketemu yoo geun. Hihi bayangi lgi jalan aja lucu banget. Fighting eonni bikin ff yoonwon lainnya. Semoga yoonwon nikah

  19. Eeeh kaget baca awal2 tyta yoona udah punya anak ajah.. Kirain td anak sm donghae tyta uda putus aja mereka,, kyaknya alur d percepat yaa… Trs gmn tuh yoona ketemu siwon apa enggak??waaaa gmn expresinya yaaa,,heheheheee

  20. Omo.. Ternyata yoona punya anak dari siwon tapi malah siwon pergi ke USA… Dab setelah 2 tahun balik lagi ke seoul.. Gimana reaksi mereka saat bertatapan ??

  21. OMO yoona punya anak??? akhhh aku belum baca part sebelumnya, author minta semua pwnya dong. bagaimana reaksi mereka ketemu nanti?? lanjut next part aja dehhh

  22. yoona punya anak dari siwon.
    baca part ini bener-bener kaget waktu tahu yoona punya anak, soalnya blm baca part 3,4,5 nya. blm dapet pwnya.
    tapi apa ini yang namanya ikatan batin orang tua, yoo geum nggak tahu kalo siwon ayahnya tapi waktu latihan jalan amalh dia ke arah siwon., emang bener kata pepatah kalo darah lenih kental dari air.,
    langsung baca next part.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s