Beautiful Fairy In My Life [Chapter 1]


Annyeong YoonWonited J

Makasii atas respon kalian di teaser..sesuai permintaan kalian untuk dilanjut dan janjiku..aku bawa chapter 1 J

Author                  : Echa/Choi Kyucha

Title                       : Beautiful Fairy In My Life [Chapter 1]

Main cast             : Choi Siwon, Im Yoon Ah, etc

Rating                   : PG 15

Type                      : Sequel

Genre                   : Romance, Fantasy

Summary             :

Sosok itu datang dengan berbagai kejutan yang diperlihatkannya, mengganggu hidup yang telah kujalani selama ini. Namun mengapa ia begitu bisa membuatku menjadi lebih hangat?

[]

Siwon POV

Kujalankan mobilku dalam kecepatan sedang mengingat aku yang lelah akan mengakibatkan bahaya bagi diriku sendiri. Tiba-tiba secercah cahaya menyilaukan dari langit menyilaukanku, kuhentikan mobilku sekali hentakkan begitu melihatnya, cahaya yang begitu cepat melintas seperti kecepatan meteor yang akan jatuh ke bumi, tapi ini begitu berbeda sinarnya sungguh memukau, yang mungkin setiap orang melihatnya akan merasakan hal sama seperti diriku.

Cahaya itu menghantam permukaan bumi cukup keras, karena aku bisa merasakan getarannya. Seperti ada dorongan yang menuntunku untuk melihat apa yang terjatuh tersebut.

Langkahku terhenti begitu melihat cahaya itu masih bersinar,  mataku membulat sempurna begitu mengetahui sesuatu yang jatuh tersebut—bukan sesuatu ataupun benda tapi sesosok wanita yang masih telengkup dengan sayap yang menghiasi punggungnya.

“Aaauuu—“ rintih sosok tersebut

Apa aku tak salah lihat, benarkah yang jatuh itu adalah seorang wanita. Ia terlihat menahan sakitnya, kemudian mengangkat wajahnya.

‘Yepeoda’ bathinku

Saat itu juga aku langsung jatuh pada mata indahnya, terlalu dalam aku memasuki mata itu, hingga tak ada satu patah katapun terucap, terlalu kelu lidahku untuk membuat rangkaian kata.

Aku masih terdiam kala sosok itu berjalan menghampiriku, Tak ada yang terluka padahal ia jatuh begitu keras ke bumi. Namun ia terlihat sempurna dan bahkan dengan sayap cantik dipunggungnya.

Siwon POV END

Author POV

Yoona menghentikan langkahnya begitu ia berada dihadapan seorang pria tampan, yang memiliki tinggi yang proposional itu.

“Annyeong tuan” Yoona menyapa pria tersebut dengan senyum manisnya tapi pria tersebut sepertinya masih betah dalam lamunannya. Yoona mengibas-ibaskan tangannya didepan pria itu. pria itu tersadar dan menatap Yoona namun tak sepatah katapun terucap dari bibirnya.

“Annyeong, Im Yoon Ah imnida, tuan bisa memanggilku Yoona. Siapa nama tuan?” Yoona memperkenalkan dirinya pada pria tersebut, namun sang pria masih betah dalam kebisuannya

“Apa kau bisu?” Yoona bertanya polos

Pria yang mendengar penuturan dari wanita yang berada didepannya akhirnya buka suara “Siapa kau?” pria tersebut malah bertanya balik pada Yoona tanpa menjawab pertanyaan Yoona sebelumnya

“Aku Yoona” ujarnya dengan senyum manisnya

“Ya aku tahu, kau sudah mengatakan itu, yang aku tanyakan kau itu apa?” sambil menunjuk sesuatu yang berada dipunggung Yoona. Yoona menoleh kebelakang punggungnya.

“Aku peri. Aku ditugaskan oleh ibu peri datang ke bumi, jika waktunya tiba, aku akan kembali ke tempat asalku” jawab Yoona masih diselingi senyum manisnya

“Peri?” pria bergumam dan Yoona menganggukan kepalanya “Ck! Adakah peri dikehidupan nyata, apa kau ingin membodohiku” pria tersebut mencela

Walaupun pria tersebut juga merasa sanksi karena melihat sayap yang begitu nyata di punggung wanita tersebut, tapi tetap saja ia belum percaya itu semua.

Yoona mempoutkan bibirnya mendengar cemoohan pria yang berada didepannya, ia teringat pesan ibu peri sebelum ia jatuh ke bumi.

‘Ia akan dapat melihatmu dalam sosok peri, sedang manusia yang lain tak akan dapat melihatmu dalam sosok aslimu’

Yoona menatap pria yang berada dihadapannya itu dengan seksama, ya..pria tersebut bisa melihatnya dalam sosok peri, ‘tidak salah lagi..dia adalah pelindung dan penjagaku di bumi’ gumam Yoona dalam hati

“Ya mengapa melihatku seperti itu”

“Tapi aku memang peri, dan ibu peri mengatakan bahwa kau adalah pelindung dan penjagaku selama di bumi”

“Mwo!! Pelindung! Penjaga!” Yoona menganggukan kepalanya “Ck! Jangan bercanda, sudah aku ingin pulang, jaga dirimu baik-baik nona” pria tersebut membalikan tubuhnya

“Pelindung..penjaga, apa dia mau menipuku” gumam pria tersebut melangkah menghampiri mobilnya yang terparkir diujung jalan sana. Meninggalkan sosok Yoona yang hanya terdiam memandang punggung pria tersebut.

[]

Sinar pagi kota Seoul bersinar begitu indah, ditambah ini adalah musim panas, membuat sang mentari terlihat begitu bersinar dari musim sebelumnya.

Terlihat sosok pria tampan masih terlelap dalam tidurnya diranjang yang berukuran king size tersebut. Kelihatannya ia begitu lelah dengan aktivitasnya kemarin, deru nafasnya teratur dengan begitu damai.

“Selamat pagi!!” sosok pria itu tak bergeming, masih betah dalam alam mimpinya

“Pagi!!!”  seruan itu terdengar lebih tinggi, pria yang masih tertidur itu mulai menggeliatkan tubuhnya, mata onixnya yang tertutup mulai terbuka perlahan. Pandangan pertama yang dilihatnya adalah sosok wanita cantik tinggi, memiliki kulit yang putih dan mulus, tubuhnya indah bagai pahatan poselin ditambah ia berdiri memunggungi jendela yang membuat tubuhnya tampak bersinar, rambutnya coklat panjang bergelombang indah, tersenyum menatapnya, ditambah dengan sayap cantik yang memiliku bulu lembut dipunggungnya.

“Yeppeo..” gumamnya masih menatap sosok itu dalam keadaan yang belum sadar seutuhnya, ia terdiam lebih melihat sosok itu yang terlihat begitu nyata

“KYYAAA!!!” pria tersebut langsung beranjak dari tidurnya begitu kesadarannya telah kembali, membuat sang wanita ikut terkejut mendengar pekikannya

“Bagaimana kau bisa disini” ujarnya pada sosok wanita itu

“Sudah aku katakan, aku peri. Jadi aku tahu keberadaanmu ada dimana, diujung dunia pun aku tahu” jawab gadis itu tersenyum

“Arrgghhhh gila..gila” sang pria mengacak-acak rambutnya

“Waeyo” pria tersebut menoleh begitu sosok wanita itu bertanya padanya, ia menghela nafas berat

“Lalu apa maumu?”

“Aku mau disini bersamamu sampai waktuku tiba kembali ketempat asalku” jawabnya

“Andwae..” serunya dengan suara tinggi, wanita itu menunduk begitu mendengar penuturan dari seseorang yang mungkin akan melindunginya berada di bumi “Aissshhh..” gerutunya begitu melihat sosok wanita itu terlihat sedih

“Baiklah..baiklah kau boleh tinggal disini, ingat! Jangan merusak kehidupanku yang sebelumnya” wanita itu segera mengangkat wajahnya dan tersenyum cerah

“Dan kau—“

“Yoona” jawab sang wanita begitu melihat pelindungnya itu melupakan namanya

“Ahh Yoona, bisakah kau keluar. Aku ingin mandi” sosok yang dipanggil Yoona tersenyum menganggukan kepala lalu menghilang dengan sinar-sinarnya yang masih tertinggal. Pria itu terdiam begitu melihat sosok Yoona menghilang “Argghh aku benar-benar sudah gila” gerutunya dan melangkah masuk ke kamar mandi

Setelah memakai pakaiannya kerjanya, ia segera melangkah keluar untuk berangkat ke kantor.

“Tuan” pria itu menghentikan langkahnya dan melihat sosok Yoona sedang berada di meja makan “Aku sudah menyiapkan sarapan untukmu” lanjutnya dengan suara riang

Pria itu terdiam berpikir dan sepertinya tak ada salahnya jika ia sarapan terlebih dahulu, lagi pula ini masih terlalu pagi. Pria itu duduk di kursi dan menatap pada makanan yang telah disiapkan.

“Apa kau tak menyukainya?” tanya Yoona yang duduk dihadapan pria tersebut

“Bukan begitu tapi ini terlalu berat untuk dimakan dipagi hari, yang ada aku akan kekenyangan dan tak bisa kerja”

“Lalu biasanya tuan sarapan apa?”

“Kalau aku sempat, aku biasa membuat waffle dan secangkir espresso”

Yoona menganggukkan kepalanya, tangannya menunjuk pada makanan yang berada diatas meja makan tersebut kemudian menghilangkannya dan diganti dengan sepiring waffle dan secangkir espresso.

“Selamat menikmati”

“Kau menggunakan kekuatanmu?” Yoona mengangguk

“Aku tak tahu cara menggunakan barang-barang itu” jawab Yoona dan menunjuk deretan barang-barang yang berada di dapur

“Apa kau mencurinya?” tanya pria itu menyelidik

“Mwo! Tuan, aku ini peri yang baik, dan sangat ditentang untuk berbuat kejahatan” jawab Yoona membela diri

“Bisakah kau memanggilku dengan sebutan lain selain tuan”

“Aku tidak tahu namamu, jadi aku tak tahu harus memanggilmu apa”

“Emm aku Choi Siwon. Panggil aku oppa, Siwon oppa” tutur pria tersebut yang ternyata Choi Siwon

Yoona menganggukkan kepalanya sambil tersenyum “Baiklah Siwon oppa” jawab Yoona riang, Siwon hanya diam dan memakan sarapan yang berada didepannya

“Yoona, apa kau bisa merubah wujudmu selain ini” tanya Siwon menatap Yoona

“Waeyo?”

“Kau bilang tak ada siapapun yang bisa melihatmu kecuali aku, aku akan terlihat bodoh berbicara sendiri jika ada orang lain disekitarku. Kusarankan kau jangan kemana-mana”

“Aku bisa merubah diriku menjadi sosok manusia dan orang-orang bisa melihatku”

“Benarkah?”

Yoona menganggukan kepala, ia beranjak dari duduknya dan tak lama cahaya mengelilingi tubuhnya, sekarang ia telah berdiri dengan anggun, dengan sebuah dress pendek tak berlengan dengan motif bunga dan rok mini berwarna putih.

Siwon terdiam memandang sosok Yoona, ia akui Yoona begitu cantik dan malah bisa dikatakan sempurna. Tak pernah terbayangkan dalam hidupnya bahwa ia akan tinggal bersama sosok Yoona yang tak kasat mata jika dilihat orang lain.

Siwon masih terdiam begitu sosok Yoona kembali duduk dihadapannya. Yoona hanya tersenyum memandang Siwon.

“Yoona, jangan biarkan orang lain atau siapapun itu melihat kekuatanmu. Aku tak ingin membuat masalah” ujar Siwon pada wanita yang berada dihadapannya, Yoona menganggukan kepala mengerti.

Ceklek…

“Oppa!!!” pekikkan seseorang membuat Siwon membulatkan matanya sempurna, sedangkan Yoona yang berada dihadapannya hanya memandang bingung

“Ahh ternyata benar kau belum berang—kat. OMO!! Oppa siapa dia” terlambat Siwon terlihat bingung untuk menjawab, sedangkan Yoona yang beranjak dari duduknya hanya diam memandang sosok wanita tinggi yang berada dihadapannya itu.

“Wahh yeppeo..oppa kau telah memiliki kekasih, mengapa tidak bilang. Aku yakin eomma dan appa pasti akan sangat senang mendengarnya” seru wanita itu menghampiri Yoona. Siwon menundukan kepalanya, baru 1 jam sosok Yoona bersamanya sudah membuat suatu masalah, apalagi jika ia tinggal lama dengannya.

“Siapa namamu? Aku Choi Sooyoung, adik Siwon oppa” wanita itu memperkenalkan dirinya

“Im Yoon Ah imnida, panggil saja aku Yoona”

“Wahh oppa kau begitu jahat tak memberitahukan adikmu sendiri bahwa kau telah memiliki seorang kekasih, aku setuju dengannya oppa, dia cantik dan sepertinya baik, cocok denganmu” celoteh adiknya itu

“Ya Soo bukan seperti itu”

“Aishh kau ingin menyangkal apa, jelas-jelas bukti telah ada didepan mata. Aku harus mengatakan ini pada eomma, pasti ia akan senang”

“Ya jangan, kau ingin eomma dan appa pulang dari Jepang dan memaksaku untuk segera menikah”

“Bukankah itu bagus, lebih cepat lebih baik. Kau tak lihat umurmu”

“Ck! Aku masih muda dan aku belum ingin menikah” omel Siwon pada adiknya itu

“Ahh baiklah-baiklah. Aku tak akan bilang pada appa dan eomma tapi kuharap nanti kau akan menikah dengannya, aku setuju 100% oppa” ujar Sooyoung senang

“Aissh dia itu bukan kekasihku” Sooyoung mendelik pada Siwon

“Kau tak mengakui kekasihmu sendiri dihadapan adikmu, sungguh tak dapat dipercaya” gerutu Sooyoung “Yoona tenang saja, aku akan berada dipihakmu kalau Siwon oppa macam-macam laporkan padaku. Ahh ya kuharap kau akan bertahan dengan Siwon oppa, ia memang dingin tapi sebenarnya baik kok. Aku sudah merestuimu dengan oppa-ku, jadi jangan pernah ada kata berpisah ok” lanjutnya panjang lebar pada Yoona hanya bingung mendengar celotehan adik Siwon tersebut.

“Ya! Choi Sooyoung” geram Siwon pada adik satu-satunya itu

“Ah aku harus berangkat kuliah, aku hanya ingin mengambil makalah yang tertinggal di ruang tamu kemarin. Annyeong”

“Annyeong Yoona” kemudian Sooyoung pun membalikan tubuhnya, meninggalkan Siwon dan Yoona dengan pikiran masing-masing

“Aissshhh” gerutu Siwon kemudian bangkit dari duduknya “Aku berangkat”

“Apa kau akan pulang lama oppa?”

“Wae—kurasa lama”

“Aku bosan” gumamnya “Boleh aku datang ke tempat kerjamu?”

“Ck! Untuk apa, lagi pula memang kau tahu dimana kantorku”

“Sudah aku katakan, aku akan tahu dimanapun oppa berada” jawab Yoona

“Ahh terserah kau” gerutunya dan melangkah menuju pintu apartementnya

[]

Yoona hanya diam duduk di sofa ruang tengah apartement yang ia tinggali sekarang, tangannya terlipat didada, ia bosan dan bingung harus melakukan apa, ia biasanya sedang bermain bersama saudara-saudaranya disana tapi sekarang ia hanya berdiam diri dan tak tahu harus melakukan apa.

“Bosan” keluhnya untuk kesekian kali, ia bingung harus melakukan apa, ia tidak tahu barang-barang apa yang menarik di bumi karena ini baru pertama kalinya ia datang ke tempat yang dibilang surganya dunia.

“Apa aku menemui Siwon oppa saja” gumamnya, dilirik jam yang berada di ruangan tersebut, terlihat jarum jam pendek itu menunjuk ke angka 12 dan jarum jam yang panjang menunjukkan angka 6 “Apa Siwon oppa masih lama?” gumamnya lagi

Yoona terlihat berpikir untuk beberapa saat “Ahh lebih baik aku menemuinya saja, aku bosan disini” dilangkahkan kakinya menuju pintu apartement “Tunggu, mengapa aku tidak menghilang saja. Memang Siwon oppa melarangku menggunakan kekuatan di hadapan orang lain, tapi aku bisa menampakan diriku ditempat yang sepi” gumamnya

“Baiklah…” dipejamkan matanya hingga cahaya yang bersinar membawanya pergi

Sekarang Yoona telah berada di tempat cukup aman, dia berada disebrang sebuah gedung tinggi pencakar langit yang bertuliskan ‘Hyundai Corporation’.

“Wahh Siwon oppa bekerja digedung yang begitu besar” gumamnya, dilihatnya orang-orang yang berlalu lalang dan wanita-wanita yang pakaiannya tak jauh berbeda dengan Yoona, tapi ada yang mengganjal, mereka membawa sesuatu dipundaknya “Itu apa? Kenapa semua membawa itu, sedangkan aku tidak” gumamnya lagi

Yoona agak memundurkan langkahnya menjauh dari orang-orang dan memejamkan matanya, dan sekarang ia mendapatkan apa yang orang-orang itu pegang.

“Aku memang tak tahu apa yang mereka itu bawa, namun setidaknya aku sama seperti mereka dengan membawa ini” gumamnya memegang sebuah benda kecil dan bertali “Aku akan bertanya dengan Siwon oppa” lanjutnya dan mulai melangkah, ia melihat orang-orang yang melangkah mengikuti sebuah garis hitam putih, Yoona mengikutinya untuk sampai menuju tempat Siwon berada diseberang sana.

Yoona melangkahkan kakinya dengan anggun pada lobby gedung tersebut, ia tidak mungkin menggunakan kekuatannya, ia harus menjadi seorang manusia. Ia melihat seorang wanita dibalik sebuah meja besar yang bertuliskan receptionis.

“Mungkin aku bertanya padanya”

“Selamat siang, ada yang bisa saya bantu” sapa wanita tersebut

Yoona tersenyum “Siang, apa Siwon oppa sedang sibuk” tanyanya pada wanita itu

“Choi sajangnim, ini waktu makan siang nona, kurasa sajangnim sedang istirahat” Yoona menganggukan kepala mendengar penuturannya

“Bisakah kau antarkan aku keruangannya” pinta Yoona, sebelum menyetujui ucapan Yoona. Sosok yang dicari Yoona melewati mereka menuju pintu lobby

“Ahh disana sajangnim” ujar wanita, Yoona segera membalikan tubuhnya dan dilihatlah sosok Siwon yang berjalan sendiri dengan langkah cepatnya

“Siwon oppa” pekik Yoona membuat semua yang berada lobby menoleh kepadanya

“Yoona” kaget Siwon melihat Yoona yang tersenyum dan berlari kecil menghampirinya

“Oppa, kau ingin kemana?”

“Aku ingin makan siang”

“Benarkah, aku ikut” jawab Yoona

“Kenapa kau disini?” tanya Siwon heran

“Aku bosan” gerutunya melipat tangannya didada dan mengembungkan pipinya

Siwon tersenyum melihat tingkah Yoona, namun ia segera tersadar begitu semua yang berada di lobby melihat mereka.

“Emm kajja” Siwon langsung menggenggam tangan Yoona untuk pergi dari lobby, menghindari pertunjukan gratis yang ia berikan pada karyawannya

Yoona dan Siwon berjalan beriringan menuju pintu lobby “Oppa, kau tahu ini apa?” tanya Yoona pada benda yang berada di pundaknya

“Ck! Kau memakai itu tapi tak tahu itu apa?”

“Aku hanya mengikuti orang-orang yang ada diluar sana dan Sooyoung pun tadi membawa benda seperti ini”

“Itu namanya tas, biasa digunakan untuk wanita-wanita jika bepergian” Yoona menunjukan llingkaran O dimulutnya dan mengangguk mengerti

“Apa oppa tak menggunakannya?”

“Itu hanya dipakai untuk wanita, laki-laki biasanya hanya membawa dompet”

“Dompet itu apa?”

“Dompet benda kecil yang digunakan untuk menaruh uang atau kartu indentitas dan sebagainya”

“Aku tak punya dompet”

“Kau kan peri, untuk apa benda seperti itu”

“Iya juga tapi oppa bilang aku harus menjadi manusia biasa jika berhadapan dengan orang lain”

“Arraseo nanti kita cari dompet untukmu”

“Jinjja?” tanya Yoona berbinar dan Siwon hanya menganggukan kepala

Hingga obrolan-obrolan kecil mengiringi mereka hingga berada di mobil, Yoona yang ceria dan begitu polos seperti menguarkan sifat Siwon yang dingin menjadi lebih hangat.

[]

“Kajja” ajak Siwon untuk memasuki sebuah gedung lagi, namun terlihat banyak orang-orang yang membawa beberapa paper bag ditangan mereka.

“Hyundai Departement Store” gumam Yoona “Oppa, ini sama dengan nama tempat oppa bekerja” lanjutnya menatap Siwon

“Ini memang satu perusahaan Yoona”

“Wahh benarkah, hebat sekali orang  yang memiliki gedung-gedung tinggi dan bagus seperti ini. Kau hebat oppa bisa bekerja ditempat sebagus ini..yah walaupun kalah indahnya dengan duniaku” ujar Yoona

“Benarkah, memang sebagus apa duniamu?”

“Sangat indah..susah untuk digambarkan, yang pasti kau akan terpesona jika melihatnya oppa” jawab Yoona antusias

Siwon dan Yoona berjalan beriringan memasuki departemt store tersebut, para pegawai yang melihat kedatangan Siwon segera menundukan tubuhnya memberi hormat

“Mengapa mereka melakukan itu? oppa mengenal mereka”

“Mereka pegawaiku” Yoona hanya menganggukan kepala, sebenarnya ia tak mengerti mengapa mereka melakukan itu pada Siwon yang datang

“Bukankah oppa ingin makan?”

“Ya..”

“Memang disini ada yang menjual makanan?”

“Tentu ada”

Yoona kembali menganggukan kepalanya dan tetap mengikuti langkah Siwon yang daritadi tetap menggenggam tangannya. Sepertinya ia memang benar-benar pelindung Yoona J

“Kau ingin pesan apa Yoona?” tanya Siwon yang membaca buku menu kemudian mendongak kearah Yoona, terlihat Yoona hanya diam sepertinya ia bingung

“Baiklah aku pesan 2 lasagna, jus strawberry dan esspresso” pinta Siwon pada pelayan itu, setelah mencatat pelayan itupun pergi

“Kau bisa makan layaknya manusia kan?” tanya Siwon memastikan dan Yoona menganggukan kepala

“Walaupun aku tak makan juga tak masalah” ujar Yoona

[]

Siwon dan Yoona sedang berjalan beriringan, dibelakang mereka terdapat dua pria besar memakai pakaian hitam mengikuti langkah mereka.

“Oppa, mengapa mereka mengikuti kita terus?” tanya Yoona risih dengan keberadaan dua orang tersebut

“Mereka hanya menjalankan tugas” jawab Siwon singkat “Kajja” Siwon menarik tangan Yoona pada tempat yang menyediakan berbagai macam dompet berbagai merk dan bentuk.

“Pilihlah” Yoona hanya diam melihat benda-benda yang berada didepannya “Bukankah kau ingin dompet, cepat pilih”

Yoona mulai menelusuri berbagai stand yang menjajarkan berbagai bentuk dompet, Yoona terdiam menentukan dompet mana yang akan menjadi pilihannya. Pandangannya jatuh pada sebuah dompet yang berada di stand atas, bentuknya terlihat simple dan memiliki warna yang begitu soft.

“Oppa, aku ingin yang itu” tunjuk Yoona pada dompet pilihannya, Siwon menoleh pada pilihan Yoona

“Pilihan yang bagus” gumam Siwon “Aku ambil yang itu” ujarnya pada pramuniaga yang menemani mereka

“Baik sajangnim” Pramuniaga itu segera mengambil pilihan Yoona dan dimasukan dalam paper bag kemudian menyerahkan pada Siwon

“Kajja” Siwon segera pergi diikuti Yoona

“Oppa kenapa orang-orang terlihat memberikan lembaran kertas pada wanita tadi dan baru mendapatkan barang yang mereka ambil, kenapa kau tidak” Siwon terdiam mencerna ucapan Yoona

“Maksudmu uang?” Siwon menghentikan langkahnya menatap Yoona

“Emm—“ Yoona memiringkan kepalanya sedikit mendengar ucapan Siwon. Oh Yoona benar-benar bertingkah imut dengan memiringkan kepalanya sedikit dengan wajah polosnya. Siwon masih terdiam melihat tingkah Yoona.

“Itu namanya uang, jika kau membeli sesuatu, kau harus menyerahkan uang”

“Kenapa oppa tidak?” tanya Yoona lagi

“Ini milikku, untuk apa aku membayarnya”

“Ahh aku tidak mengerti” gerutu Yoona

“Sudahlah tidak usah dibahas, kau tidak akan mengerti” ujar Siwon, Yoona mengembungkan pipinya kesal “Kajja, aku harus segera kembali ke kantor. Aku antar kau ke apartement” lanjutnya menarik tangan Yoona, Yoona segera menarik kembali tangan Siwon.

“Wae?”

“Aku tak ingin pulang, itu membosankan”

“Lalu kau ingin ikut denganku begitu” Yoona menganggukan kepalanya antusias

“Mwo, tapi aku harus kerja”

“Aku tak akan mengganggu oppa, janji” Yoona memohon dengan menyatukan kedua tanganya didepan dada

“Aishh kau menyusahkan” gerutu Siwon, Yoona masih terdiam memandang Siwon dengan bertingkah aegyo

“Biaklah-baiklah tapi ingat, jangan mengganguku. Arraseo” Yoona mengganggukan dengan semangat

[]

Siwon dan Yoona berjalan beriringan memasuki lobby sebuah gedung yang bertuliskan Hyundai Corporation.

Mereka memasuki sebuah lift, Siwon menekan angka 5 menuju tempat dimana ruangannya berada. Yoona hanya diam disamping Siwon. Terdengar dentingan yang menandakan mereka telah sampai pada lantai yang mereka tuju. Siwon menarik tangan Yoona menuju ujung koridor sisi kanan, dimana ruangannya berada .

Siwon berjalan dengan cepat membuat Yoona harus lebih menyeimbangkan langkahnya. Dilain arah seorang karyawan wanita sedang membawa secangkir hot coffe.

Brukk..

“Aauuu” Yoona memekik kepanasan pada bagian dada kirinya sambil mengibas-ibaskan tangannya.

Siwon menoleh panik “Gwenchanayo?” Yoona tak menjawab ia menunjukan bagian dadanya yang basah dan memejamkan mata, Siwon yang melihatnya segera menarik tangan Yoona, membuat Yoona menoleh menatap Siwon. Yoona yang mengerti maksud Siwon hanya mengibas-ibaskan kembali bajunya yang basah dan agak panas itu.

“Bisakah kau berjalan lebih hati-hati” Siwon berbicara pada karyawan wanitanya itu. Yoona menghentikan aktifitasnya, menoleh pada Siwon yang sepertinya akan memarahi karyawannya itu, karyawan wanita itu menundukan kepala.

“Josonghamnida sajangnim” ujar karyawan wanita itu masih menunduk

Yoona memegang lengan Siwon “Gwenchanayo oppa, itu salahku. Aku yang berjalan terburu-buru” ujar Yoona

“Josonghamnida ahgassi, aku tidak sengaja” ujar wanita membungkukkan badannya sedikit dan menatap Yoona

“Gwenchanayo, kau tidak sengaja lagipula aku yang salah” ujar Yoona tersenyum

“khamsahamnida ahgassi” Yoona tersenyum

“Cheonmaneyo”ujar Yoona, Siwon segera menarik tangan Yoona membawanya menuju ruangannya

“Apa masih panas?” tanya Siwon begitu sampai diruangannya

“Gwenchana oppa, hanya sedikit kotor” jawab Yoona “Apa aku boleh memakai kekuatanku disini?” lanjutnya

Siwon menganggukan kepala menyetujui pertanyaan Yoona, Yoona segera menunjuk dressnya yang basah, ia memejamkan mata dan tak lama sebuah cahaya berada ditangannya dan dress itupun kembali seperti semula.

To Be Continued

Wahh sepertinya Siwon benar-benar berbeda klo dengan Yoona…

Gimana sama chapter 1nya..membosankan kah?

Mian klo terlihat memaksakan karakter Yoona, aku udh berusaha mungkin membuat ff ini lebih berbeda dari ff ku yang lain…

Aku minta respon kalian yahh…

Jangan lupa RCL J

23 thoughts on “Beautiful Fairy In My Life [Chapter 1]

  1. Suku klu ff yoonwon ada sooyoung iku main apalgi jdi adenya wonpa,ngabayangin yoona yg polos banget nanya ini itu ama wonpa bikin gemesrasa pingin nyulik tuh peri,oh ya tor kpn sequel affair di ketik udah pingin baca ayo cepetan di ketik ya jangan lupa lngsung di post penasarannn

  2. ga bosenin,,, tapi nyenengin,,, aq sampe ngerasa klo ini kayak bneran,,bayangin yoona yg polos, aegyonya,,, wah,,, asyik lah pokoknya

  3. Tuh kan , jadu ketagihan .
    yoong eonn bnar² polos . .
    dengan kepolosannya itu dia jga bisa mencairkan sifat esnya oppa . .

    next

  4. Anyeong author, ijin baca ff nya yah.
    Ahh suka banget sama jalan ceritanya, sosok yoonanya polos cute, siwonya juga so cool tp lembut. perfect combination deh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s