A Happiness at The End [The Affair Sequel]


Annyeong Nited J

Aku kembali dengan seqeul affair, jeongmal mianhae ini terlambat…ahh sepertinya Niteds sudah bosan dengan keterlambatan post ff kekekeee

Moga ga mengecewakan, maaf kalau alurnya mungkin memaksakan..makasii yang udh setia nunggu seqeul ini, happy reading J

Author                  : Echa/Choi Kyucha

Title                       : A Happiness at The End [The Affair Seqeul]

Main cast             : Choi Siwon, Im Yoon Ah, etc

Rating                   : PG-17

Type                      : Sequel

Genre                   : romance, comedy, friendship, family

Summary             :

Ketika sebuah kebahagiaan datang, kau akan sulit melepas kebahagiaan itu. Dan dikala sebuah kenangan masa lalu terkenang, kau akan menganggapnya sebagai kenangan terindah dalam hidupmu..bukan hanya sebagai angin lalu yang tak bisa kembali.

[]

Sebuah mobil berwarna hitam memasuki gerbang yang menjulang tinggi dan kokoh,  dihentikan mobilnya begitu sampai didepan pintu utama rumah tersebut.

“Eomma Yoo Geun pulang” pekik anak laki-laki 4 tahun memasuki rumah itu “Kemana eomma?” gumamnya heran karena tak ada respon dari penghuni rumah itu

“Yoo Geun sudah pulang?” tanya wanita paruh baya menghampiri Yoo Geun

“Ne ahjumma” jawab Yoo Geun tersenyum “Ahjumma, eomma dimana?” tanyanya

Ahjumma yang ditanya tak segera menjawab begitu melihat sang majikan berjalan dibelakang Yoo Geun menghampiri mereka“Tuan sudah kembali?” tanya ahjumma

“Ne ahjumma, aku sedang tidak ada pekerjaan” jawab pria tersebut tersenyum

“Ahjumma, eomma kemana?” tanya Yoo Geun lagi, merasa diabaikan

“Eomma Yoo Geun sedang berbelanja, mungkin sebentar lagi pulang” jawab sang ahjumma pada anak majikannya tersebut

“Lebih baik Yoo Geun ganti baju, ne”

“Ne appa” jawab Yoo Geun pada sosok pria yang pulang bersamanya tadi

Sosok pria dewasa yang memiliki postur tinggi dan atletis itu melangkahkan kakinya pada halaman belakang rumah yang telah ia dan istrinya itu tempati selama setahun ini. Didudukan tubuhnya pada sebuah bangku panjang yang berada di taman tersebut. Dipejamkan matanya menerima semilir angin yang menerpa wajahnya.

Siwon POV

Kupejamkan mataku menikmati terpaan angin, sudah setahun aku kembali ke Seoul setelah dua tahun menetap bersama orang tuaku. Membangun keluarga kecil bersama istri yang kucintai serta buah hati kami, Yoo Geun telah beranjak menjadi sosok anak yang begitu tampan, sekarang sekolah disebuah taman kanak-kanak.

“Appa!!” sebuah pekikan membuatku kembali membuka mata dan menoleh kebelakang, terlihat putraku menghampiriku sambil berlari

“Ne Yoo Geun-ah, waeyo?” tanyaku dan mendudukannnya di panguanku.

“Appa—“

“Emm..” gumamku masih menunggu Yoo Geun untuk melanjutkan ucapannya, sepertinya ia terlihat bingung

“Appa, tadi disekolah teman Yoo Geun bercerita” ujarnya

“Ohh ya..bercerita apa?” tanyaku lagi

“Dia bilang kalau ia akan memiliki seorang adik” jawab Yoo Geun, aku terdiam mendengar ucapannya, aku cukup tau apa yang anakku ini maksud “Appa, Yoo Geun ingin punya adik” rajuknya, benar dugaanku.

“Itu—“ gumamku sambil mengelus tengkuk

“Ayolah appa, Yoo Geun ingin punya adik. Kata teman Yoo Geun punya adik itu menyenangkan, akan ada yang menemani Yoo Geun bermain di rumah” bujuknya

Sebenarnya aku mau saja, malah sangat tak keberatan tapi apa Yoona—tunggu—mengapa tidak, aku suaminya dan lagipula ini keinginan anak kami, aku juga ingin sichh. Aku pandang Yoo Geun yang sedang mengerjap-erjapkan matanya lucu, uhh anakku ini matanya mirip sekali dengan eommanya.

“Untuk soal itu—Yoo Geun bilang pada eomma” ujarku

“Jinjja! Apa eomma akan memberikan Yoo Geun adik?” tanyanya dengan wajah polosnya itu, aku hanya menganggukan kepala

“Yoo Geun, Yeobo kalian sudah pulang” aku menoleh dan terlihat istriku berjalan menghampiri kami

“Eomma!!” Yoo Geun segera turun dari pangkuanku dan menghampiri Yoona

“Ne, waeyo Yoo Geun-ah?”

“Eomma, Yoo Geun ingin punya adik” ujar Yoo Geun dengan polosnya, aku dapat melihat Yoona melebarkan matanya mendengar ucapan polos Yoo Geun “Yoo Geun ingin seperti teman-teman Yoo Geun yang mempunyai teman ketika dirumah”

“Emm itu—“ Yoona menoleh padaku, aku hanya tersenyum melihatnya

“Ayolah eomma, appa bilang Yoo Geun harus bilang dengan eomma. Eomma maukan memberikan Yoo Geun adik?” lanjutnya memohon pada Yoona

“Emm eomma akan pikirkan ne” ujar Yoona pada Yoo Geun

“Yyeee…Yoo Geun akan punya adik” Yoo Geun memekik senang dan berlari masuk kedalam, aku masih dapat mendengar suara pekikannya memanggil ahjumma Kim

Aku beranjak menghampiri Yoona yang masih melihat kearah berlalunya Yoo Geun “Kau baru pulang yeobo?” ujarku memeluknya dari belakang

“Ahh ne, kau tak ke kantor?” Yoona bertanya balik padaku, tangannya menggenggam tanganku yang melingkar di tubuhnya

“Aku tak ada pekerjaan, lebih baik aku pulang dan berkumpul bersama istri dan juga anakku” Yoona tersenyum dan membalikan tubuhnya menghadapku, ia mengelus toxedo yang kukenakan pada kedua dada bidangku.

“Lebih baik sekarang kau ganti baju, setelah itu kita makan siang” ujarnya melepas pelukanku, segera kutarik lengannya begitu ia melangkah untuk kembali kedalam pelukanku

“Waeyo?” ujarnya menatapku, aku tersenyum dan makin mempererat pelukanku padanya

“Bukankah Yoo Geun bilang ia ingin punya adik” ujarku, ia kembali membulatkan matanya mendengar ucapanku itu “Bagaimana kalau kita mengabulkannya permintaannya” godaku

“Yeobo, Yoo Geun masih kecil” elaknya mencoba melepas pelukanku

“Kurasa tidak, kau dengar sendiri, Yoo Geun yang meminta kita memberikannya seorang adik” godaku lagi

“Tapi emmpphh—“ ucapannya terpotong begitu aku langsung membungkam bibirnya dengan bibirku, mengulum bibir yang telah menjadi candu bagiku ketika pertama kali bertemu dengannya. Kugigit kecil bibir bawahnya, membuatnya sedikit mengerang, segera kumasukkan lidahku menyesap semua rasa yang berada disana, mengajak lidahnya untuk bermain dengan lidahku.

Cukup lama kami saling menyesap didalam rongga mulut kami, aku memeluk tubuhnya erat. Tak lama ia mendorong dadaku, memintaku untuk segera mengakhirinya. Kulepas pagutanku, melihat pipinya yang terdapat semburat kemerahan dan bibirnya yang menjadi lebih merah membuatku makin tergoda untuk menyesapnya kembali.

“Aisshh kau mau membunuhku” gerutunya sambil mengatur nafasnya yang tersengal-sengal, aku hanya tersenyum menanggapinya

“Tuan, nyonya, ada tamu datang” ujar ahjumma Kim menghampiri kami. Yoona segera melangkah menuju ruang tamu, aku mengikutinya dari belakang

“Donghae oppa, Sica eonnie” Yoona berseru, aku tersenyum dan mendudukan diriku disamping Yoona yang telah duduk di sofa ruang tamu rumah kami

“Annyeong, bagaimana kabar kalian?” tanya Donghae pada kami

“Kami baik oppa” jawab Yoona

“Ada apa yang membawa kalian datang kesini?” tanyaku pada keduanya

“Sebenarnya kami ingin memberikan ini” ujar Sica menyerahkan sebuah undangan, Yoona menerimanya. Kami langsung membulatkan mata begitu melihat nama yang tertera disana.

“Kalian akan menikah?” ujarku menatap keduanya, mereka mengangguk dengan senyuman

“Wahh chukkae” seru Yoona

Siwon POV END

“Ahjussi ahjumma” pekik Yoo Geun dan langsung duduk dipangkuan Donghae

“Kau merindukan ahjussi Yoo Geun-ah?” tanya Donghae

“Ne, sudah lama kita tak bermain bersama ahjussi” jawab Yoo Geun

“Baiklah lain waktu kita akan bermain bersama lagi ne”

“Ahjussi, apa ahjussi tau tadi disekolah semua teman Yoo Geun menceritakan tentang adik mereka” celoteh Yoo Geun pada Donghae

“Jinjja, lalu?”

“Yoo Geun juga ingin memiliki adik seperti teman-teman” membuat Donghae dan Jessica menahan tawa

“Lalu apa kata appa eomma-mu?” tanya Donghae sambil menatap Siwon dan Yoona yang telah menunduk dengan semburat kemerahan dipipi mereka

“Mereka bilang akan memberikannya, benarkan appa eomma” jawab Yoo Geun, setelah itu menatap Yoona dan Siwon, Yoona masih menundukan kepalanya, Siwon mengelus tengkuknya

“Yoo Geun-ah mengapa kau mengatakan itu?” Siwon berujar masih mengelus tengkuknya malu

“Emm—“ Yoo Geun hanya memiringkan kepalanya mendengar ucapan sang appa, benar-benar polos dan menggemaskan

“Aigo!! Aigo!! kau benar-benar menggemaskan” Jessica mencubit kedua pipi Yoo Geun gemas

“Auu..appoyo” Yoo Geun mengelus kedua pipinya yang dicubit Jessica “Ahjumma pipiku sakit” gerutunya, membuat semua tertawa dengan tingkahnya.

[]

Yoona sedang mendudukan tubuhnya diranjang tempat tidurnya bersama siwon, ia bersandar pada sandaran ranjang sambil membaca sebuah majalah yang berada dipangkuannya. Tak lama Siwon keluar kamar mandi telah lengkap dengan piyama tidurnya, dilangkahkan kakinya dan ikut mendudukkan diri disebelah sang istri

“Eheemm…” dehamnya sambil merangkul pundak Yoona, Yoona menoleh memandang heran pada sang suami

“Waeyo?”

“Emm—bukankah kita seharusnya melakukan program membuat adik untuk Yoo Geun” ujar Siwon memandang Yoona

“Mwo, yeobo itu hanya omongan anak kecil, mengapa kau begitu percaya”

“Apa salahnya, bukankah sudah lama kita tak melakukannya” bujuk Siwon

“Emm kau kan pasti lelah, besok pun kau akan ke kantor” Yoona masih mencoba berkilah

“Kau tak lihat, aku pulang siang hari ini. Lagipula besokpun aku tak begitu sibuk” ujar Siwon meyakinkan sang istri “Ahh disaat ini keinginannya, apa kau tak ingat bagaimana Yoo Geun menghancurkan malam pertama kita” gerutu Siwon

Mendengar penuturan sang suami, Yoona langsung tertawa lepas “Kau masih mengingatnya yeobo?” tanya Yoona disela tawanya “Tapi itu bukan kesalahannya, ia sakit—jelas ia membutuhkan ibunya” lanjut Yoona

“Tetap saja, malam pertama kita gagal” gerutu Siwon mengingat kejadian itu

Flashback

Yoona dan Siwon sudah sampai disebuah hotel yang terdapat di kota New York tersebut. Yoona sedang memandang pemandangan dibalkon apartement yang akan memperlihatkan langsung kota metropolitan tersebut. Terlihat Siwon baru keluar kamar mandi yang sudah berganti pakaian dengan piyamanya.

Siwon yang melihat Yoona tersenyum dan menghampiri sang istrinya tersebut, dipeluknya pinggang ramping Yoona dari belakang, meletakkan dagunya pada pundak Yoona, menghirup wangi Yoona yang begitu disukainya.

“Kau sedang apa?”

“Sedang melihat pemandangan disini”

“Gomowoyo” ujar Siwon

“Untuk apa?” tanya Yoona

“Untuk melengkapi dan menyempurnakan hidupku” jawab Siwon pasti

Yoona tersenyum kemudian membalikan tubuhnya menghadap Siwon, mengalungkan tangannya pada leher Siwon “Kalau begitu aku juga berterima kasih karena telah menjadi pendamping hidupku dan selalu mencintaiku”

Siwon menatap lekat wajah istrinya itu, wajah yang telah menghiasi hari-harinya dua tahun lebih. Yoona memandang tepat pada bola mata Siwon, ia seperti tersihir dan tak bisa mengalihkan perhatiannya dari bola mata hitam pekat itu. Siwon mendekatkan wajahnya, hingga merasakan sebuah sentuhan, keduanya pun memejamkan mata.

Siwon menuntun Yoona memasuki kamar tanpa melepaskan kontak mereka. Siwon membaringkan tubuh Yoona  dan tetap saling melumat dalam posisi menindih, menyesap semua yang berada didalam rongga mulut istrinya tersebut. Ciumannya turun ke leher jenjang Yoona menghirup, mencium dan menghisapnya, menimbulkuan desahan lirih dari sang istri.

Tangan Siwon sudah mulai bergerilia ditubuh sang istri, mengelusnya dengan lembut, sedangkan Yoona meremas rambut Siwon yang masih bertahan pada leher jenjangnya.

Ketika mereka sedang merasakan keindahan nyata yang selama ini mereka nantikan, terbuyarkan ketika deringan ponsel memenuhi ruangan itu. mereka mencoba tak perduli dan tetap melanjutkan aktifitas mereka. Siwon beralih kembali melumat bibir Yoona mencoba menghiraukan suara deringan tersebut. Namun deringan itu tak kunjung berhenti.

“Yeo—bo—“ Yoona mencoba menjauhkan pundak Siwon

“Wae” Siwon terlihat tak senang karena aktifitasnya terganggu

“Ponselmu terus berdering, lebih baik kau angkat saja dulu” ujar Yoona pada Siwon yang masih berada diatasnya

“Aisshh—“ Siwon menggerutu tapi tetap bangkit dan mengambil ponselnya yang berada di meja kecil samping ranjang

“Yeobseyo”

“Mwo! Ahh ne eomma”

“Waeyo oppa?” tanya Yoona setelah Siwon mengakhiri sambungan teleponnya

“Eomma bilang Yoo Geun demam”

“MWO!” Yoona terlihat panik dan segera beranjak dari ranjang “Oppa palli, kita harus segera pulang” lanjutnya

“Ahh ne” Siwon ikut membantu Yoona mengemasi pakaian mereka dan mengganti baju.

Begitu sampai dihalaman rumah Choi, Yoona segera keluar dari mobil dan berlalu masuk kedalam rumah, ia terlihat benar-benar mengkhawatirkan anaknya itu.

“Dimana Yoo Geun?” tanya Yoona pada salah satu pelayan dirumah tersebut

“Ia bersama nyonya di ruang keluarga” jawabnya, Yoona segera melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga

“Yoona-yang” ujar Ny. Choi begitu melihat Yoona

“Eomma, bagaimana Yoo Geun?” tanya Yoona dan beralih menggendong Yoo Geun yang sedang menangis

“Ia demam, kurasa ia kelelahan” jawab Ny. Choi memandang Yoona yang sudah menenangkan Yoo Geun dalam dekapannya

“Eomma” Siwon menghampiri keduanya

“Ahh Siwonnie, mianhae..eomma mengganggu waktu kalian. Eomma benar-benar bingung harus bagaimana karena Yoo Geun tak juga berhenti menangis” ujar Ny. Choi

“Gwenchanayo eomma” jawab Siwon dan Yoona mengangguk sambil tersenyum

Siwon mengajak Yoona ke kamarnya yang sekarang telah menjadi kamar mereka dengan Yoo Geun yang berada dalam dekapan Yoona. Sesampainya di kamar, Yoona masih mendekap Yoo Geun, memberikan rasa nyaman pada putranya tersebut. Yoo Geun yang terlihat lebih tenang hanya diam dalam dekapan Yoona, hingga sayup matanya menunjukan kelelahan setelah menangis dan memejamkan matanya tertidur.

Siwon yang duduk di tepi ranjang memperhatikan Yoona yang sedang menimang putra mereka. Ia tersenyum bahagia melihat Yoona dan putranya berada disisinya kini, ia beranjak dari duduknya dan menghampiri Yoona.

“Yoo Geun sudah tidur” ujarnya sambil mengelus kepala Yoo Geun

“Ne yeobo” jawab Yoona dan melangkah untuk menidurkan Yoo Geun di ranjang mereka. Ia memutuskan untuk menidurkannya disana mengingat Yoo Geun yang sedang demam, ia tak akan mungkin tega membiarkan Yoo Geun tidur sendiri.

Dipandanginya wajah mungil Yoo Geun yang telah terlelap damai, Siwon ikut duduk disamping Yoona dan juga menatap putranya tersebut.

“Gomawoyo” Yoona menatap Siwon “Gomawoyo..kau dan Yoo Geun kini berada disisiku” lanjutnya dan juga menatap Yoona. Yoona tersenyum.

Chupp~~

Siwon mengecup bibir mungil Yoona “Saranghae”

“Nado saranghae” jawab Yoona dan disambut dengan dengan sebuah ciuman dari Siwon, ciuman cukup panas.

Siwon memeluk tubuh Yoona erat dan menekan tengkuk Yoona untuk memperdalam ciumannya, kedua tangan Yoona pun sudah mengalung sempurna di leher Siwon. Ciuman mereka masih berlangsung cukup lama, sampai Siwon beralih pada leher jenjang Yoona, menghirup, mencium, dan menghisapnya memberikan kissmark kembali yang sebelumnya telah ia tinggalkan di leher jenjang istrinya itu. Membuktikan bahwa wanita yang berada dipelukkannnya itu adalah miliknya seutuhnya. Dan desahan-desahan lirih keluar dari bibir Yoona.

“Ahhh…yeo—bo” desah Yoona pada Siwon yang masih dalam aktivitasnya, tangan Yoona pun sudah turun pada dada bidang Siwon, mengelusnya perlahan dan membuka kancing kemeja yang digunakan suaminya.

Tak lama berselang terdengar tangisan bayi yang diketahui Yoo Geun yang terbangun dari tidurnya, mereka segera menghentikan aktivitas mereka dan menghela nafas.

“Emm pasti karena suara desahanmu” gerutu Siwon

“Siapa yang memulainya” sahut Yoona tak mau kalah, ia beranjak tidur disamping Yoo Geun untuk menenangkan malaikat kecilnya

“Sepertinya Yoo Geun belum ingin punya adik” gumam Siwon, lalu tak lama diiringi tawa ketiganya karena Yoo Geun yang ikut tertawa melihat orangtuanya. *emangnianakngertiapa-.-

Flashback End

“Kau ingat bagaimana Yoo Geun terbangun karena suara desahanmu” goda Siwon

“Aisshh jangan bahas itu”

“Desahanmu sungguh sexy yeobo, aku ingin mendengar suara desahanmu lagi” Siwon makin merapatkan Yoona untuk menempel padanya.

Yoona membulatkan mata mendengar penuturan Siwon, Siwon mengambil kesempatan disaat Yoona masih dalam keterkejutannya, ia mencium bibir Yoona membuatnya makin membulatkan matanya, Siwon tak perduli dan makin memperdalam ciumannya, Yoona yang telah tersadar dari keterkejutannya mulai memejamkan mata menikmati sentuhan sang suami dan mulai menggerakan bibirnya untuk membalas ciuman Siwon, Siwon tersenyum disela ciuman mereka dan membaringkan tubuh mereka melumat bibir mungil sang istri yang sangat disukainya.

Braakkkk…

“Eomma…” terdengar suara bantingan pintu dan pekikan seseorang

“Omo!! Waeyo Yoo Geun-ah” Yoona segera mendorong Siwon yang menindihnya

“Yoo Geun tidur disini, boleh?” tanyanya polos dan naik keranjang berukuran king size tersebut

Siwon menghela nafas dan menggerutu masih dalam posisi berbaring “Ohh Yoo Geun-ah kau mengganggu untuk kedua kalinya, bukankah kau bilang ingin punya adik” gerutunya frustasi

Yoo Geun yang mendengar hanya bisa memiringkan kepalanya dan menatap polos sang appa yang terlihat frustasi.

“Ahh jangan dengarkan appa-mu, kajja kita tidur” Yoona menidurkan Yoo Geun diantaranya dan Siwon

“Eomma dan Appa sedang melakukan apa tadi?”

Siwon dan Yoona memandang putranya tersebut

“Appa kenapa menindih eomma tadi, kan kasihan..appa kan besar” Yoo Geun menghadap Siwon

Siwon dan Yoona yang mendengarnya langsung tergelak tawa dengan penuturan putra mereka, sungguh polos.

Yoona POV

Aku pandangi wajah tampan suami dan putraku, mereka memang benar-benar mirip seperti sebuah pahatan yang dicetak ditempat yang sama. Aku bersyukur memiliki keduanya, harta yang paling berharga dihidupku dan tak akan mungkin bisa digantikan oleh apapun.

Cinta kami yang begitu rumit, sungguh rumit. Dimana kami menjalani hubungan affair dari pasangan kami masing-masing. Sungguh hubungan yang mungkin akan dipandang orang-orang sebagai hubungan yang hanya didasari oleh nafsu.

Tapi itu salah—karena aku mencintainya, rasa suka yang sudah ada sejak 17 tahun yang lalu hingga sekarang telah menjadi sebuah perasaan cinta yang tulus. Rasa suka dimana aku masih berada di elementary school. Aku tak menyangka bahwa ia adalah anak laki-laki yang sering kusebut supermanku.

Aku masih ingat ketika aku masih berumur 6 tahun ada sekelompok anak-anak nakal yang menggangguku dan mengambil buku gambar yang kubawa ketika baru pulang sekolah. Aku mengejar mereka dan membuatku terjatuh, hingga ia datang bagai superhero menyelamatkanku dari anak-anak nakal yang mengganggu dan membuatku menangis. Ia juga mengobati lukaku tapi itu tak berlangsung lama karena ia terlihat panik dan segera berpamitan pergi meninggalkanku yang sebelumnya berujar agar aku berhati-hati.

“Ahh cantik..aku harus segera pulang. Jaga dirimu, aku berharap kita akan bertemu lagi” aku masih ingat pesannya sebelum berlari menjauhiku.

Hingga aku tahu he’s my superman, ketika membuka laci kerja Siwon sewaktu kami masih di USA dan menemukan foto masa kecilnya. Yang begitu akrab dengan penglihatanku.

Benar-benar seperti de javu ketika sekarang aku menjadi istrinya.

Flashback

Siwon dan aku berjalan beriringan menuju pintu utama kediaman keluarga Choi, Siwon menghadapku ketika kami telah berada di teras rumah. Ia tersenyum dan mencium keningku.

“Aku berangkat ne” ujarnya ketika akan pergi ke kantor, aku tersenyum menganggukan kepala sambil membenarkan dasi yang Siwon pakai.

Dikecupnya bibirku dan melangkah menuju mobilnya yang telah terparkir sempurna menyambutnya. Baru saja ia membuka pintu mobil, ia segera berbalik menghadap kepadaku yang masih setia menunggunya.

“Waeyo, apa ada yang tertinggal?” tanyaku

“Berkasku tertinggal”

“Baiklah aku akan mengambilnya” jawabku

“Gomawoyo, berkasnya ada di laci meja kerjaku di map berwarna biru” ujarnya, aku mengangguk dan masuk kedalam rumah untuk mengambil berkasnya.

Aku melangkah masuk kedalam ruang kerjanya, ku mulai membuka-buka laci meja kerjanya untuk menemukan map berwarna biru, aku tersenyum ketika mendapat map yang aku cari, segera kuambil map itu.

Aku mengurungkan niatku yang akan menutup laci tersebut, ketika melihat sebuah foto yang tergeletak disana, kuambil foto itu dan memandangnya penuh tanya, karena dalam pikiranku aku seperti pernah melihat anak laki-laki yang berada didalam foto tersebut. Cukup lama aku terdiam dan berusaha mengingatnya dan kejadian dimasa kecilku pun terlintas dalam pikiranku.

“Yeobo mengapa begitu lama?” seruan Siwon mengalihkan perhatianku dari foto yang masih berada di tanganku “Emm untuk apa kau memandang foto kecilku?” tanyanya begitu melihatku memegang bingkai foto itu.

“Ini—ini fotomu” tanyaku menyakinkan dan ia mengangguk dengan wajah heran

“Waeyo? Ahh aku tahu..aku tampan bukan. Ck! Dengan foto kecilku saja kau sudah terpesona” canda Siwon

“Apa kau pernah tinggal di Seoul sewaktu kecil?” tanyaku yang menghiraukan candaannya

Siwon mengangkat alisnya heran “Ne..sewaktu kecil aku memang tinggal di Seoul, ketika umurku 10 tahun baru aku pindah kesini” jawab Siwon “Waeyo?” tanyanya

Yoona tersenyum bahagia dan langsung menghambur kepelukan Siwon, Siwon terkejut dan juga bingung dengan tingkah Yoona.

“Akhirnya aku bisa bertemu denganmu supermanku”

Siwon melepas pelukanku dan menatapku bingung “Superman” gumamnya

“Kau tak mengingatku?” tanyaku yang membuatnya semakin bingung

Aku tersenyum “Kau ingat gadis kecil yang kau tolong dari sekumpulan anak-anak nakal, kau bahkan mengobati luka di lutut gadis itu”

Siwon terlihat berpikir cukup lama, lalu ia memandangku lebih dengan terkejut, aku masih memberikan senyumanku padanya.

“Yeobo—kau adalah ‘cantik’, gadis kecil yang aku tolong dan bahkan hanya dalam hitungan menit kita bertemu” tanyanya dan aku menganggukkan kepala tersenyum bahagia

“Jinjja” serunya terlihat tak percaya

“Apa aku terlihat mengarang, dan apa orang-orang tahu tentang penyelamatanmu pada seorang gadis kecil?”

“Aniyo, yang tahu hanya eomma dan tentunya diriku sendiri” jawabnya

“Wahh jadi kau gadis kecilku, gadis cantik yang bahkan baru aku kenal beberapa menit dan setelah itu kita tak pernah bertemu tapi cukup membuatku hanya menginginkanmu” serunya memelukku erat

“Menginginkanku?” tanya Yoona bingung yang berada dalam pelukan Siwon

Siwon melepas pelukannya, memegang pundak Yoona dan menatap Yoona penuh kerinduan “Kau tahu, gadis kecil yang cantik dan imut itu telah mencuri perhatianku ketika menatap mata indahnya. Kau begitu tahu..aku tak pernah memiliki perasaan khusus dengan siapapun termasuk Jessica. Karena yang ada dalam pikiranku hanya gadis cantik yang mampu membiusku dengan menatap mata indahnya dan wajah cantiknya. Dan kau tahu aku mulai menyukaimu ketika bertatapan denganmu di lobby kantor sebagai atasanmu. Dan mulai saat itu, aku mulai teralihkan dari gadis kecil itu karenamu. Dan siapa sangka, kau adalah gadis kecil dan cantikku” ujarnya menjelaskan membuatku menatapnya tak percaya dengan ucapannya

Ia memelukku kembali dengan erat “Aku senang kau adalah gadis kecilku, itu suatu anugerah untukku namun jika aku tetap tak tahu kau gadis kecilku..aku tak masalah Karena kau tetaplah cintaku dan milikku” bisiknya, aku terharu dan memeluknya tak kalah erat.

“Tunggu—tadi kau memanggilku ‘Supermanmu’” ujarnya menatapku

“Karena memang kau adalah seorang Superman untukku” jawabku pasti, ia tersenyum dan memelukku kembali.

Flashback End

[]

Pesta pernikahan Donghae dan Jessica berlangsung dengan meriah disebuah hotel berbintang. Semua tamu undangan berbaur menjadi satu pada aula yang luas tersebut.

Disaat pesta telah berakhir. Pasangan YoonWon, MinYul, dan HaeSica sedang duduk disebuah meja melingkar, mereka masih bersenda gurau diselingi tawa bahagia.

“Ya kalian harus memberitahu rahasia agar aku cepat mendapatkan momongan” canda Donghae yang disambut tawa mereka kecuali Jessica yang tertunduk malu

“Ya..kau ingin caraku atau Minho” ujar Siwon menggoda

“Ya! Berhenti membicarakan hal bodoh” omel Yoona mendengarkan pembicaraan mereka

“Ohh yaa aku baru ingat kalau Yoo Geun ingin mempunyai adik” lanjut Donghae menatap keduanya (YoonWon red.) yang duduk bersebelahan sedang tertunduk malu

“Oppa hentikan pembicaraan itu” ujar Jessica pada Donghae

“Sica-ah..sekarang panggilah aku yeobo seperti dua pasangan ini, ne” pinta Donghae

“Ne ye—yeobo” jawan Jessica pelan, Donghae tersenyum lembut menatapnya

“Bagaimana kalau kita main true or Dare” usul Yuri

“Ide bagus” Minho menyetujui

“Ahh kita memerlukan botol” ujar Donghae dan meminta seorang pelayan untuk memberikannya sebuah botol

“Kajja..aku sudah tak sabar” seru Minho

“Baiklah kita mulai putaran pertama” seru Donghae yang telah memegang sebuah botol

Donghae segera memutar botol tersebut, semua memandang putaran botol itu dengan antusias siapa yang akan terkena giliran. Botol itu semakin berputar pelan dan berhenti tepat pada

“Huaa Yuri” seru Yoona dan Jessica kompak

“True or Dare?” tanya Donghae

Yuri terlihat berpikir akan memilih apa “True” jawabnya

“Aku yang akan bertanya” seru Minho antusias

“Ya mengapa kau yang bertanya, kau suaminya pasti tau segalanya” protes Siwon

“Ya hyung..aku ingin menanyakan sesuatu yang sampai saat ini belum pernah dia jawab” Minho membela diri

“Memang apa pertanyaanmu?” tanya Sica

“Emm who was your first kiss?” tanyanya pada Yuri

Yuri memukul pundak Minho setelah pertanyaan itu terlontar dari mulut suaminya “Babbo” desisnya

“Ck! Mengapa kau menanyakan itu, benar-benar aneh” cibir Yoona

“Aishh pasangan ini benar-benar” gerutu Minho pada Yoona dan Siwon yang memprotes dirinya “Cepat jawab yeobo” lanjut Minho menatap Yuri yang berada disebelahnya

“Emm jangan marah ne” ujar Yuri “My first Kiss—Yesung oppa” jawabnya dan tertunduk malu

“Mwo!! Yesung hyung” pekik Siwon

“Waeyo, kau mengenalnya?” tanya Yoona pada suaminya itu

“Emm aku memiliki rekan bisnis bernama Yesung..nama aslinya Kim Jong Woon”

“Ne nama aslinya memang itu” sahut Yuri

“Tak perlu diperjelas juga kan” gerutu Minho

“Aishh babbo..tadi kau yang bertanya” omel Yuri dan yang lain tersenyum melihat pasangan itu, benar-benar kekanakan padahal mereka telah memiliki anak.

“Kita lanjut saja” ujar Yuri mengambil alih botol tersebut

Botol pun kembali diputar dan kini yang mendapatkannya adalah Donghae

“Aku pilih Dare” ujar Donghae yakin

“Woww..siapa yang ingin menantang” Minho berseru

“Aku..” pekik Yoona dan Yuri bersamaan, Siwon dan Minho hanya geleng-geleng kepala kalau Yoona dan Yuri sudah bersama. Terlihat Yoona dan Yuri yang saling lirik untuk menentukan apa tantangan untuk Donghae

“Owhh kalau sudah YoonYul, perasaanku tak enak” gumam Donghae

“Baiklah oppa kita sudah menentukan tantangan untukmu” ujar Yuri

“Mwo?”

“Ciumlah Jessica didepan kami, tapi harus berbeda dengan yang di altar” ujar Yoona menyeringai

Donghae memandang Yoona dan Yuri tak percaya dengan apa yang mereka katakan sedangkan Jessica sudah tertunduk malu.

“Ayo lakukan” ujar Yuri

“Ck mengapa kalian mempunyai istri yang begitu evil” gerutu Donghae

“Jangan mengalihkan oppa, kau sudah memilih Dare” Yoona tetap meminta pertanggung jawaban dan diangguki oleh Yuri

Donghae memandang Jessica ragu, ia bingung..pasti Jessica akan malu sekali harus berciuman mesra didepan pasangan aneh ini. Donghae memandang mata Jessica meminta persetujuan melalui matanya, Jessica memberikan senyumannya.

Donghae mulai mendekat dengan ragu, sedangkan dua pasangan YoonWon dan MinYul masih senyum-senyum melihat mereka. Jarak Donghae dan Jessica tinggal beberapa senti lagi, Donghae berhenti ia benar-benar ragu, apalagi melihat Jessica yang sedang malu seperti itu. namun tiba-tiba Jessica mendekat dan langsung menempelkan bibirnya pada bibir Donghae, Donghae membelalakan matanya melihat keberanian Jessica, ditambah Jessica yang berani menggerakan bibirnya itu, Donghae mengerjap-erjapkannya untuk beberapa saat, sebelum akhirnya  menyentuh tengkuk Jessica dan membalas ciumannya, sedangkan pasangan YoonWon dan MinYul membelalak tak percaya akan keberanian HaeSica.

Mereka mulai melepas pagutannya dengan saling tersenyum “Ahh ayo kita lanjut” ujar Minho memecahkan keheningan diantara mereka setelah melihat keberanian HaeSica, ia mulai memutar kembali botol itu dan berhenti tepat pada

—-

Yoona

“Kau pilih apa Yoong?” tanya Donghae

Yoona terlihat berpikir dan menatap Siwon, Siwon hanya tersenyum “Aku pilih True”

“Aku yang ingin bertanya” ujar Jessica, ia membenarkan posisi duduknya dan menatap Yoona “Who was your first love?” tanyanya

Donghae dan Yuri langsung menjatuhkan kepala mereka diatas meja “Waeyo?” tanya Jessica sekaligus mewakili Siwon dan Minho

“Yul apa kau sudah bosan dengan ini?”

“Kau benar oppa”

“Ya!” Yoona memekik membuat Donghae dan Yuri bangkit dan senyum-senyum pada Yoona

“Memang Yoona sering menceritakannya oppa?” tanya Jessica

“Yaa..sangat sering, ahh dia benar-benar bodoh. Sudah jelas dulu aku menyukainya tapi dengan wajah polosnya ia selalu bercerita tentang ‘Superman’-nya itu”

“Ya cinta pertamanya yang ia temui waktu masih kecil, Seorang ‘Superman’ yang menyelamatkannya dari anak-anak yang mengganggunya. Aku benar-benar sudah bosan dengan cerita itu” sahut Yuri

Siwon memandang Yoona yang menunduk setelah mendengar penuturan Donghae dan Yuri, ia tersenyum penuh arti memandang istrinya itu.

“Hyung, waegaerae…kenapa senyum-senyum seperti itu” ujar Minho yang melihat sepupunya itu

Yoona mengalihkan pandangannya pada Siwon yang masih tersenyum manis padanya. Yang lain memandang bingung mereka.

Siwon menggengam jemari Yoona dan menciumnya, dan cukup membuat dua pasangan yang ada terbelalak.

“I remain your Superman and your true love” ujar Siwon memandang manik indah mata Yoona. Yoona tersenyum haru dan bahagia

“Your superman” gumam Yuri

“Jangan bilang cinta pertamamu adalah Siwon, Yoong?” tanya Donghae

Yoona tersenyum malu dan menganggukkan kepala

“And she was also my first love” jawab Siwon masih menggenggam tangan Yoona

“DAEBAK!!” pekik Minho “Hyung..jangan bilang kalau selama kemarin itu, kau tidak menjalin hubungan dengan siapapun karena menanti cinta pertamamu”

Siwon menganggukan kepala menyetujuinya “Memang itu alasannya” jawab Siwon

Semua memandang takjub pada keduanya “Ternyata cinta kalian sudah selama itu” ujar Jessica

“Kapan kalian mengetahuinya?” tanya Yuri

“Emm ketika aku melihat foto masa kecil Siwon oppa” jawab Yoona tersenyum

“Great!!!”

[]

“Yeobo kau mandilah dulu” ujar Siwon setelah keluar dari kamar mandi, Yoona mengangguk.

Selang tak berapa lama Yoona keluar dari kamar mandi sudah dengan piyama tidurnya, ia menaikkan alisnya begitu tak melihat Siwon di ranjang mereka

Cklek..

Yoona segera menoleh dan ia langsung terjatuh di ranjang dengan seseorang yang memeluk pinggangnya erat.

“Ya yeobo..kau mengagetkanku” protes Yoona  begitu tahu yang melakukannya adalah Siwon

Siwon tersenyum nakal “Bukankah kita seharusnya melakukan program membuat anak”

“Aishh pervert”

“Aku tak peduli kau berkata apa, kau tetap miliku..Choi Yoona hanya milik Choi Siwon” Ia langsung membungkam mulut Yoona dengan bibirnya sebelum Yoona membalas ucapannya, Yoona terpejam mendapat perlakuan Siwon dan akhirnya ia pun ikut membalas ciuman suaminya itu.

Mereka masih saling melumat menciptakan sensasi yang cukup lama tak mereka rasakan, Siwon makin memperdalam ciumannya meminta Yoona untuk membuka rongga hangatnya, Yoona segera memenuhi permintaan suaminya itu, lidah mereka bertemu saling melilit dan melumat.

Ketika merasakan mereka membutuhkan udara, Siwon melepas pagutannya. Mata Yoona masih terpejam, dan nafas mereka yang memburu. Ketika nafasnya telah normal, ia membuka matanya dan menatap Siwon yang tersenyum dihadapannya.

“Euhh…” Yoona melenguh begitu Siwon menelusup di leher jenjangnya. Siwon mencium dan menghisap leher jenjang itu hingga terdapat kissmark, yang menandakan Yoona adalah miliknya seutuhnya, sampai kapanpun. Tangan Siwon pun tak tinggal diam mengelus punggung dan pinggang Yoona yang menggunakan piyama diatas lutut itu.

“Emm…” lirih Yoona merasakan setiap sentuhan Siwon dikulitnya. Siwon menelusuri lengan Yoona hingga mencapai bahunya, segera diturunkannya tali spaggethi piyama Yoona. Yoona pun mengelus-elus abs Siwon dengan lembut. Kembali bibirnya melumat bibir tipis Yoona, menikmati setiap sentuhan yang diberikan masing-masing. Siwon mendekap erat tubuh Yoona menikmati sensasi yang diberikan—kini mereka terserah pada hasrat—dan terjadilah…

Mereka terkulai lemas dengan nafas yang memburu, Siwon menarik Yoona kedalam dekapannya dan membelai rambut istrinya yang agak basah dengan lembut. Siwon menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka.

“Saranghae” Siwon mengecup kening Yoona

“Nado saranghae” jawab Yoona memeluk tubuh Siwon, membenamkan wajahnya pada dada bidang Siwon.

[]

@one mount later

Siwon melangkahkan kakinya dengan lelah memasuki kamarnya dengan sang istri. Dilihat sang istri yang telah terlelap mengingat ini sudah tengah malam. Segera dilempar toxedo yang berada dalam genggamannya dan melepas dasi yang memang sudah berantakan. Dibuka sepatunya dan segera merebahkan diri disamping sang istri, tangannya ia lingkarkan pada pinggang Yoona yang membelakanginya. Memeluknya dengan erat.

Yoona sang istri yang merasa ada beban dan pelukkan segera menoleh, melihat wajah sang suami yang sudah terlelap. Yoona mendengus, dan melepaskan pelukkan Siwon. Siwon kembali memeluk Yoona, dan Yoona kembali menepis tangan Siwon. Mungkin karena hempasan yang dilakukan Yoona cukup kencang hingga membuat Siwon melenguh dan membuka matanya.

“Waeyo yeobo? Aku lelah” ujar Siwon dan memeluk Yoona kembali

“Aishh jangan sentuh aku” gerutu Yoona

Siwon mengernyit heran dengan tingkah Yoona “Waeyo?”

“Pokoknya jangan sentuh, atau kau mau tidur diluar” ancam Yoona dan kembali berbaring membelakangi Siwon

Siwon melebarkan matanya dan beranjak duduk mendengar ancaman dari sang istri, ia berpikir ‘Apa ia punya salah? Sepertinya tidak’

“Yeobo” panggil Siwon menyentuh bahu istrinya itu, Yoona langsung menepisnya dan kembali tertidur

Siwon mengacak-acak rambutnya kasar, akhirnya ia kembali berbaring. Besok pagi baru ia bertanya, Siwon kembali memeluk tubuh Yoona dan untuk kesekian kalinya tangannya ditepis.

“Hahh” Siwon menghela nafas dan dan memilih untuk tertidur

Sinar pagi menyilaukan tubuh Siwon, matanya mengerjap-erjap menerima sinar matahari yang begitu menusuk itu. Dilihatnya sang istri yang melipat tangan didepan muka dada dan menatapnya.

“Pagi yeobo” sapanya dengan senyuman manis

“Aigo!! kau benar-benar tidur tanpa mengganti baju” ujar Yoona berdiri disamping ranjang “Mandi sana, aku tunggu di meja makan” sebelum Yoona melangkah Siwon menahannya

“Morning kiss” pinta Siwon

“Aniyo” jawab Yoona menepis tangan Siwon dan berlalu

“Hahh” Siwon memandang Yoona yang menghilang dibalik pintu “Ada apa dengannya?” gumamnya dan beranjak dari ranjang

Siwon sudah rapi dengan pakaian kerjanya, dilangkahkan kakinya menuju meja makan. Dilihatnya Yoona dan Yoo Geun yang sudah menunggunya disana

“Morning Yoo Geun-ah”

“Morning appa” jawab Yoo Geun tersenyum manis

“Kajja Yoo Geun-ah habiskan sarapanmu, nanti kau terlambat” ujar Yoona

Suasana sarapan pagi itu agak berbeda, biasanya suasana sarapan mereka akan ceria dengan celotehan Yoo Geun dan perbincangan hangat Yoona dan Siwon namun kini hanya terdengar celotehan Yoo Geun yang dibalas dengan senyuman atau sahutan dari kedua orangtuannya, tanpa ada percakapan dari suami-istri tersebut.

“Kajja Yoo Geun-ah” ujar Siwon yang beranjak dari duduknya, Yoo Geun pun mengikuti sang appa untuk mengantarnya ke sekolah.

Yoona menuntun Yoo Geun berjalan beriringan dengan Siwon, Yoona mensejajarkan tubuhnya pada Yoo Geun dan mengelus pipi sang anak.

“Belajar yang rajin ne, jangan nakal” pesannya pada sang anak, Yoo Geun mengangguk semangat dan menecup pipi sang ibu

Yoona kembali berdiri dang mengusap kepala Yoo geun, Siwon merangkul Yoona berniat mencium keningnya namun Yoona langsung menepisnya

“Yeobo sudah berangkat, nanti Yoo Geun terlambat” pinta Yoona, Siwon semakin heran dengan sikap Yoona. Ia mengangguk dan menuntun Yoo Geun menuju mobilnya walaupun bingung. Yoona melambai begitu mobil itu melaju untuk meninggalkan area rumah.

[]

Siwon benar-benar terlihat sibuk di kantor, pandangannya masih tertuju pada berkas-berkas yang berada di mejanya. Ditambah sebentar lagi ia akan meeting.

Pekerjaannya terhenti begitu ponselnya berdering, dilihat layar ponselnya dan tertera nama sang istri yang memanggilnya.

“Yeobseyo, waeyo yeobo” jawabnya

“Yeobo pulanglah. Aku merindukanmu” ujar Yoona manja diseberang sana, Siwon mengernyit mendengar penuturan Yoona

“Kau merindukanku? Tapi aku banyak pekerjaan yeobo” ujar Siwon

“Pokoknya aku tak mau tahu. Oppa pulang sekarang!!” pekik Yoona

“Tapi ta—“

“Pokoknya oppa pulang!!!!” Yoona kembali memekik dan langsung memutuskan sambungan teleponnya

“Yeobo—yeobo” panggilnya, namun sambungan telah terputus

Siwon memandang ponselnya dengan bingung, tak lama pintu ruangannya diketuk, segera ia menyuruhnya masuk.

“Sajangnim—“

“Batalkan rapat hari ini, aku harus pulang” potongnya

“Eh? Tapi sajangnim—“

“Tidak ada tapi-tapian, istriku akan marah besar. Ahh aku bingung dengannya, semalam sampai pagi aku benar-benar diabaikan. Sekarang tiba-tiba menelpon menyuruhku pulang karena merindukanku” keluh Siwon menceritakan keanehan sang istri pada sekretarisnya

“Seperti orang hamil saja yaa—aneh-aneh” tanggap sang sekertaris asal

Siwon langsung memandang pada sekertarisnya itu “Hamil?” gumam Siwon

Siwon segera melangkah meninggalkan ruangannya, membiarkan sang sekertaris yang terlihat bingung dengan atasannya itu

“Omo! Aku harus membatalkan jadwal” ujarnya begitu tersadar

[]

Siwon melangkahkan kakinya dengan tergesa-gesa memasuki rumahnya tersebut, begitu berada di ruang keluarga ia bisa melihat Yoona yang sedang sibuk dengan majalah-majalahnya.

Yoona menolehkan kepalanya begitu merasakan seseorang memasuki ruang keluarga, ketika matanya menemukan sosok Siwon, matanya langsung berbinar dan menghambur kepelukan Siwon “Bogoshipoyo” ujarnya

“Yeobo kau benar-benar aneh” ujar Siwon, Yoona melepaskan pelukannya dan mempoutkan bibirnya mendengar penuturan sang suami.

Siwon teringat dengan perkataan sekertarisnya, ia memandang Yoona dari atas ke bawah “Waeyo?” tanya Yoona

“Kajja kita harus ke rumah sakit”

“Mwo!!” kaget Yoona namun Siwon tetap menuntun Yoona keluar rumah

[]

Yoona kembali duduk di samping Siwon setelah diperiksa “Chukkahamnida ny. Choi positif hamil” ujar sang dokter. Yoona terkejut dan Siwon tersenyum senang.

“Usia kandungannya baru 3 minggu” lanjut sang dokter

“Ne khamsahamnida dok” ujar Siwon

“Ini aku berikan resep nutrisi dan vitamin untuk Ny. Choi”

“Ne khamsahamnida” sahut keduanya dan beranjak berdiri.

Yoona dan Siwo berjalan beriringan untuk kembali pulang setelah sebelumnya menebus resep yang diberikan oleh dokter. Wajah mereka menunjukan suasana hati mereka yang sedang bahagia.

Dibukakannya pintu mobil untuk sang istri, mempersilakannya masuk bagai sang tuan putri. Yoona tersenyum menerima perlakuan itu.

Sudah seminggu sejak pemeriksaan Yoona ke rumah sakit, sekarang Siwon menjadi seorang yang lebih protektif padanya. Semua kegiatan yang dilakukan Yoona harus dalam pemantauan Siwon. Ia ingin menjadi suami yang siap siaga untuk sang istri, mengingat bagaimana ia tak berada disisi Yoona sewaktu kehamilan Yoo Geun.

Pagi itu Siwon sudah merapikan dirinya untuk pergi ke kantor, Yoona menghampiri Siwon begitu sang suami yang terlihat akan memakai dasi, segera diambil alihkannya dasi itu dan mulai memakaikannya pada sang suami. Siwon tersenyum dan diam memandang Yoona yang masih memakaikannya dasi.

“Apa akan pulang terlambat?” tanya Yoona begitu selesai memakaikan dasi itu pada leher jenjang Siwon

“Kurasa ia, aku ada meeting dengan investor” jawab Siwon

Yoona terdiam seperti berpikir “Yeoja namja” ujarnya memandang Siwon

Siwon mengernyit tak mengerti mendengar penuturan sang istri “Huhh?”

“Kau akan meeting dengan yeoja atau namja?” ulang Yoona menatap Siwon

“Emm dia seorang yeoja”

“Tidak boleh!!” seru Yoona, Siwon memandang bingung sang istri “Kau tidak boleh ke kantor” lanjutnya pasti

“Mwo!!” pekik Siwon “Waeyo?”

“Pokoknya tidak boleh—aku tak akan mengijinkanmu untuk meeting dengan yeoja itu” jawab Yoona

Siwon tersenyum menggoda “Kau cemburu eoh? Aku hanya melakukan meeting yeobo, tak melakukan apapun selain itu”

“Aku tak cemburu! Pokoknya kau tak boleh pergi” seru Yoona tajam

Siwon memandang heran “Tapi ini penting yeobo, dan tak bisa ditinggalkan” jelas Siwon

“Aku tak peduli”

“Tapi—“

“Eomma appa” Yoona dan Siwon segera menoleh melihat putra mereka yang memasuki kamar

“Yoo Geun-ah” Yoona tersenyum pada putranya itu “Kajja, kita sarapan” Yoona melangkah menghampiri Yoo Geun dan menuntunnya menuju meja makan. Sebelum ia benar-benar pergi Yoona menoleh pada Siwon yang masih menatapnya.

“Jika memang kau benar-benar ingin meeting, silakan” ujar Yoona

Siwon tersenyum meminta memberi pengertian karena ini meeting yang sangat penting “Gomawoyo yeobo, kau memang pengertian”

“Dan jangan salahkan aku jika barang-barangmu aku lempar keluar” sahut Yoona dan berlalu bersama Yoo Geun

“MWO!!” Siwon memandang terkejut berlalunya Yoona dan Yoo Geun, ia segera merebut ponselnya yang tergeletak di meja samping ranjang. Ia menekan deratan layar touch tersebut dan mendekatkan ke telinganya

“Yeobseyo Minho-ya”

“Gantikan aku meeting hari ini dengan Ny. Kim”

“Aku tak bisa jelaskan sekarang, annyeong”

Setelah menyelesaikan percakapannya dengan Minho, ia beranjak keluar kamar menemui istrinya itu.

Yoona sedang meletakkan segelas susu yang baru dibuatnya untuk Yoo Geun dan merasakan sepasang lengan memeluk pinggangnya dari belakang. Yoona cukup tahu siapa pemilik lengan itu.

“Aku tak pergi ke kantor, jangan marah lagi ne”  ujar Siwon menatap Yoona yang masih berada dalam pelukkannya

“Baguslah” Siwon mengecup pipi Yoona, gemas dengan tingkah Yoona ketika sedang hamil seperti ini.

“Appa jangan memeluk eomma terus, kasihan adik bayinya” ujar Yoo Geun tiba-tiba dan berusaha menjauhkan lengan Siwon dari perut ibunya.

Kini perut Yoona pun semakin membesar, usia kandungannya sudah 9 bulan dan tinggal menunggu kapan buah cinta mereka lahir. Dan selama kehamilan Yoona, Siwon harus benar-benar ekstra bersabar dengan tingkah Yoona yang selalu berubah-ubah, ia bisa menjadi istri yang manis, perhatian dan begitu manja namun ada kalanya sang istri akan bersikap dingin dan mengabaikannya. Tapi ia menerima dengan senang hati apapun sikap Yoona, ia memaklumi istrinya yang sedang hamil dan memang membutuhkan kesabaran ekstra. Seperti saat ini…

“Yeobo—“ Yoona berseru menghampiri Siwon yang sedang melihat berita malam

“Ne waeyo” jawabnya menatap sang istri yang kini duduk disisinya

Yoona belum menjawab dan melingkarkan tangannya dilengan kekar suaminya itu dan bersandar pada bahunya, sepertinya sifat manja Yoona sudah keluar “Yeobo, aku ingin kimbap”

“Kimbap?” Yoona mengangguk

“Yeobo, masakan kimbap untukku ne” pinta Yoona memandang Siwon

“Mwo! Yeobo, aku tak pandai dalam hal memasak” Yoona mengembungkan pipinya kesal, dielus perutnya yang sudah membesar itu

“Aregya kau dengar, appa-mu tak ingin membuatkan kimbap untuk kita”

“Ahh ne..ne baiklah” Siwon menyerah dan menuruti kemauan sang istri

Chup~~ Siwon mengecup bibir mungil Yoona dan tersenyum.

Siwon kii terlihat sibuk di dapur dengan semua peralatan memasaknya, seorang CEO perusahaan ternama kini sedang berbaur dengan peralatan memasak. Ia terlihat kerepotan dengan semua itu.

“Lebih baik aku lembur dengan berkas-berkas menumpuk daripada seperti ini” gumamnya masih berusaha membuatkan kimbap untuk Yoona.

Sudah sekitar satu jam Siwon berkutat dengan pekerjaannya itu namun belum juga terselesaikan, Yoona yang berada di ruang keluarga bersama Yoo Geun beranjak untuk menemui suaminya yang masih sibuk di dapur itu.

“Apa sudah selesai yeo—bo” Yoona membelalakan matanya melihat dapur yang sudah berantakkan dengan peralatan dan bahan makanan. “Oppa!! Kau ingin memasak atau menghancurkan dapur” seru Yoona, Siwon meringis..ia memang tak ahli dibidang ini, jangan salahkannya jika dapur mereka sudah berantakan seperti itu.

“Wuaaa apa appa sedang main perang-perangan, kenapa tak mengajak Yoo Geun” seru Yoo Geun polos yang ikut menyusul ke dapur, Siwon menggaruk kepalanya yang tak gatal mendengar penuturan Yoo Geun

“Yeobo, aku sudah bilang kalau ini bukan keahlianku”

“Aishh..cepat bersihkan, aku sudah tak nafsu makan lagi” ujarnya dan berlalu

Siwon memandang tak percaya sang istri yang begitu saja meninggalkannya, padahal ia sudah berusaha membuatkan kimbap untuknya. Ia menarik nafas dalam dan mulai membersihkan dapurnya.

“Arggghhh” sebuah pekikkan membuat Siwon menghentikan kegiatan bersih-bersihnya yang dibantu Yoo Geun

“Eomma” gumam Yoo Geun

Siwon segera berlari menuju kamarnya, ketika memasuki kamar dilihatnya Yoona yang sedang mengerang memegangi perutnya menahan sakit

“Wae—yo yeobo?” tanya Siwon panik menghampiri Yoona

“Sa—sakit”

“Apa akan melahirkan?”

“Se—se—perti—nya” keringat dingin mulai muncul dari pelipis Yoona, nafasnya mulai terputus-putus, segera Siwon mengangkat tubuh Yoona bridal style untuk membawanya ke rumah sakit.

“Appa waeyo?”

“Eomma akan melahirkan, Yoo Geun di rumah bersama ahjumma ne”

“Ahjumma tolong jaga Yoo Geun” pesannya pada Ahjumma Kim setelah memasukkan Yoona kedalam mobil.

Siwon segera menancap gas menuju rumah sakit, disebelahnya Yoona masih merintih menahan sakit. Siwon mengelus kepalanya dan mengusap peluh yang memenuhi pelipis istrinya itu.

Ia segera mengangkat tubuh Yoona ketika telah sampai di rumah sakit, ia memanggil suster untuk segera menangani istrinya itu. kini mereka berdua telah berada diruang bersalin, Yoona yang sedang berjuang untuk melahirkan buah hati mereka dan Siwon yang terus menggenggam tangan Yoona memberikan dorongan semangat.

Hingga ia bisa dapat mendengar suara tangisan bayi yang telah lahir dari rahim istrinya, buah cinta mereka. Siwon memandang haru bayi mungil yang kini berada dalam dekapan seorang suster untuk dibersihkan.

“Chukkahamnida anak kalian perempuan” dokter itu memberitahu

Dipandangnya kini Yoona yang lemah setelah memperjuangkan nyawanya dan tanpa sadar ia menitikan air mata, Yoona tersenyum memandang Siwon yang penuh haru.

“Gomawoyo, kau sudah berjuang untuk melahirkan anak kita” ujarnya dan mencium kening Yoona penuh sayang

[]

Kini Yoona telah dipindahkan ke ruang rawat, dikamar yang cukup besar itu, tak lama Donghae-Jessica dan Minho-Yuri datang bersama Yoo Geun yang sudah ingin cepat-cepat melihat adiknya.

“Eomma” pekik Yoo Geun dan langsung menaiki kursi untuk sampai di tempat tidur rawat Yoona “Adik Yoo Geun lucu sekali” lanjutnya dan menyentuh pipi bayi mungil yang berada dalam pangkuan Yoona. Semua tersenyum melihat Yoo Geun.

Siwon yang berada disisi tempat tidur Yoona membelai rambut istrinya itu, memandang tiga harta berharga dalam hidupnya itu.

“Yoo Geun-ah, nanti kau juga akan dapat adik dari Sica ahjumma” ujar Yuri memandang Jessica yang memang sedang mengandung 5 bulan”

“Wahh Yoo Geun mempunyai banyak adik” celotehnya riang

“Apa ahjussi dan ahjumma(orang tua Siwon red.) akan ke Seoul hyung” tanya Minho pada Siwon

“Ne..nanti malam mereka akan berangkat dari sana” Minho mengangguk

“Kau sudah memberinya nama hyung?” tanya Minho lagi

“Aku sudah menyiapkannya” jawab Siwon masih memandang ketiga orang yang bergitu penting dalam hidupnya. Yoona memandang Siwon menunggu kelanjutan dari suaminya itu

“Namanya Choi Sulli”

“Nama yang bagus” jawab Yoona tersenyum

“Anak Eomma, namamu adalah Choi Sulli, welcome to our family”

The End

Ahhh akhirnya selesai juga..mian kalau kurang memuaskan, aku udh berusaha biar YoonWon terlihat menjadi keluarga yang harmonis…

Author pinjem nama Sulli ok kekekkeee

Jangan lupa RCL

Be A Good Reader J

63 thoughts on “A Happiness at The End [The Affair Sequel]

  1. Aq yg pertama???wah bener2 harmonis,manis n membahagiakan kehidupan mereka…gak bisa koment apa2lg yg jelas Daebak bgt….yg penting puas bacanya ditambah moment2 nya yg bikin senyam senyum gaje….FF yg lain ditunggu bgt kelanjutannya ya chingu….YoonWon JJang!!

  2. Akhir-nya keluar juga sequel-nya,,,
    Senang-nya liat kehidupan romantis Yoonwon setelah menikah + dengan ada-nya Yoogeun & Sulli,,,
    Ditunggu FF Yoonwon lain-nya!!!

  3. a yoo geun lucu sekaliiiiiiiii. pengganggu malam pertama eomma appanya. hihi
    ternyata siwon yoona emang sudh ditakdirkan dr kecil so sweet bgt huhuuu *elapairmata
    happy ending deh. manteeeep author.
    ayooo lanjutkan dengan karya yg lain🙂

  4. Keluarga yg bhgia aq ikut terlarut ke dalam ceritanya

    tadinya mata udah 5 watt pas baca ini langsung segerrr…rasanya pingin nyubit Yoo geun,trs ktwa2 pas momment yoonwon yg lucu…
    It’s great fanfic

    thanks to Echa tdi dh ksh link ke grup and makasih jg pw the affair nya aq pingin baca lagi…
    #xixixixii

    Sukses bwt next ff nya….DAEBAKKK pokoknya aq ska smua karya2 mu qmu bisa merangkai kata menjadi seirama….
    #keepwritingandfighthing…

  5. huaa.. eonie.. crita x buat aq senyum* terus.. ntar klo udah bsar aq nkah x sma yoo geun ajj😀
    kli ajj sifat x kya wonappa.
    bkin ff lgi ya eon🙂

  6. Daebak cingu,aq suka.keluarga yg harmonis bnget,ga nyangka,trnyta yoonwon udah dri kecil snengnya,kalo udah jdoh emang ga akan kmana!d tnggu karya slnjtny cingu

  7. Ahirnya yg di tunggu dateng juga aahh seneng nya keluarga ini mudah2 langgeng terus sampe nini2 dan aki2 ya kee kee,di tunggu ff beutiful fairlynya tor.ff affairnya klu bisa di lanjut aja tor jadiin ff komedi gitu pingin baca yoonwon yg ceritanya lebih ngelawak gitu maca sulee

  8. welcome to Choi Family!!!!
    Daebakkk!!!
    ceritanya bagus thor, apalagi syndrom ibu hamil itu..
    ampe ngakak juga bacanya…

  9. Daebbaakk bt Author….😀
    Keren abiiizzzzzz Sequelnya… ternyata eh ternyata YoonWon memang ditakdirkan bt bertemu ya.. #so sweet…
    Simba trnyta Superman nya yoona… Chingu Echaaa you’re the best…🙂

  10. huwaaaaa….daebakkkk daebakkkk daebakkkkkkkkkkkkkk eonnni…..

    luar biasa keren…………aku gak bosen dan gak nyesel bacanya………..keren sumpah eonn…….

    huwaaaaa lengkap sudah kbhagiaan yoonwon……eonni….keren abissssss…..

  11. Akhir yg bahagia.senangnya melihat kebahagian yoonwon dan yoongeun apalagi sekarang ada anggota baru yaitu sully…lucu bgt pas yoona hamil sifatnya bener2 berubah2 poor siwon oppa tapi untung z siwon oppanya sabar ngehadapin yoona

  12. akhirnya nemu jga link sequelnya

    abang siwon nakal ih,nyuri kesempatan mulu. tapi kayaknya tokcer (?) mulu neh tiap bqn anak wkwkwk

  13. haha,,,lucu…
    Jadi bingung,,qo yoona diajakin gtuan malu2 ya???
    Emankx stlah gagal mlam pertama,,mreka g gtoan lagi ya???
    Heemmm,,,aneh…
    Tapi seru banget…
    Bahagia leat mreka jdi kluarga bahagia…
    Author Kerren abis…..

  14. Huwaaaaa sequelnya,,,Donghae akhirnya married juga sma itu tuh *nunjuk jessica* kekekekek😀
    Omoooooo ternyata Yoonwon ditakdirkan bersama,,,,mereka bertemu saat masih kecil dulu…. huaaaaaaaaaaaaaaa envy *tarik-tarik tangan Kyuhyun*
    Wakakakakakak aigooooo tiap mau begitu selalu gagal…. *elus-elus Yoo Geun*
    Bahagia bgt liat mereka semua bahagia…..
    keren thor ceritanyaaaa (^___^)

  15. Huwaa kerennn eonn
    Sosweet…
    Couplenya suka banget Yoonwon,Haesicaa
    Mian untuk Minyul kurang suka soalnya aku ini Minstal and YeYul shipper*gak nanya
    Ditunggu ff yg lain …

  16. Wuah…^o^ akhirnya YW pnya anak lgi slmat ya….:D smoga mreka hdup bhgia slamnya
    Keren Đa̐ªh nich ff mau bca squel lnjutnya lgi ah, izin bca ya chingu😀

  17. Wkwkwk.. Hmmm di part ini banyak kejadian lucu maupun romantis antara yoonwon juga yoo geun benar” keluarga perfec

  18. Wah chukkae deh buat yoona eonnie,, siwon oppa sabar yak !! Namanya jga yonna eonnie sedang hamil #hehe .. Ngebayain siwon hrus extra sbar dengan yoona. Hahahahahahaha😀

    bikn lagi ya thor, !! Yang bwnyak ya ! #hehe
    😀

  19. Wah chukkae deh buat yoona eonnie,, siwon oppa sabar yak !! Namanya jga yonna eonnie sedang hamil #hehe .. Ngebayain siwon hrus extra sbar dengan yoona. Hahahahahahaha😀

    bikn lagi ya thor, !! Yang bwnyak ya ! #hehe
    😀
    tapi thor sebelumnya maaf ya ! Aku lbh miliH Minstal dri pada Minyul.. Hehe jgn marah thor*di lempar sndal*😀

  20. Wah chukkae deh buat yoona eonnie,, siwon oppa sabar yak !! Namanya jga yonna eonnie sedang hamil #hehe .. Ngebayain siwon hrus extra sbar dengan yoona. Hahahahahahaha😀

    bikn lagi ya thor, !! Yang bwnyak ya ! #hehe
    😀
    tapi thor sebelumnya maaf ya ! Aku lbh miliH fandom Minstal dri pada Minyul.. Hehe jgn marah thor*di lempar sndal*😀

  21. Yeyyy happy bgt rmh tngga yoonwon apalagi punya baby lg hehehh
    Chukkae yoonwon n smg dlm khdupan nyata nie trjadi amin :^)

  22. cinta pertama yang so sweet
    keluarga yang harmonis

    lcu lhat siwon kelabaan buatin yoona kimbab, yoo geun appa mu itu bkan main perang”an

    duch gemes lhat yoo geun, kecil na jha gemesin bsar na tambah gemesin

  23. Happy Family🙂
    Akhirnya Yoo Geun punya adik juga setelah YoonWon berusaha keras (?)😀
    Lucu pas adegan Yoo Geun masuk kamar YoonWon & menggagalkan aktivitas YoonWon untuk yg kedua kalinya😀
    Ternyata YoonWon itu udah kenal dari dulu yah,yah kalau udah jodoh memang gak akan kemana🙂
    Chukkae juga untuk HaeSica🙂

  24. kereeeeennn …
    kasian won oppa kena imbas mood swing istrinya tapi tetap manis ko perjuangannya menghadapi orang hamil . . .

    chua

  25. Wah yoonwon romatis banget apa lgh yoo geun lucu ngegemesin .aduh ahirnya donghae nikah juga sica.tapi knph anaknya yuri sm minho engga dceritakan yah?dan ahinya yoo geun punyak adikj juga semoga kluarga yoonwon menjadi kuarga kecil yg bahagia.bikin lanjutannya donk serasa gantung ceritanya.

  26. Waaaawww
    Kereennn
    Daebakkk
    Pdhl blm ad baca ff affair ny
    Kereennn bget
    Romantis bnget
    Amazing thor
    Jdi ngga sabar untuk baca ff affair ny

  27. Yoona ngidam nya aneh” bangett kadang jutek sma siwon dan kadang manja bangett, cieee chukae untukk anak ke 2 yoonwon hehhee

  28. Akhh aku suka HAPPY ENDING
    Tp yoona sejak hamil mood swingnya itu lhooo kadang jutek kadang manja haduhh kasian deh wonppa hahaha
    Oh iya annyeong Sulli-ya^^

  29. ternyata mereka udah saling jatuh cinta sejak kecil., sweet banget dah., apalagi kata siwon yang “i remain your superman and your true love”. inimah true love beneran kalo gini critanya. suka critanya happy ending.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s