Beautiful Fairy In My Life (Chapter 8)


Annyeong YoonWonited J

Hallo..hallo..saya kembali lagi, mianhae ini telat soalnya kemarin sakit dan ada project os yang udh aku posted..

Ohh iia, pada protes yahh sama nc yang kurang hot..omona readers yang nakal wkwkwkk, aku tahu di YWK masih banyak yang sekolah jadi jangan macem2 ok ;) dan ada juga yang kecewa dengan alurnya, mianhae..itulah pemikiran author, jujur sebenernya masii ada alur lagi, nc-nya pun aku rombak2 biar ga fulgar wkwkwkk..sudah mencapai 24 lembar ms. Words, dan kurasa itu sudah terlalu panjang heheheee…

Satu lagi, pulsa saya ludes..des..des…yg minta pw bisa lewat inbox, dm, WhatsApp, Line, KakaoTalk atau BBM..yahh pokoknya selain via sms lahh hihihhiii

Langsung ajja dehh ga pake banyak curhat, keburu dikroyok readers …

Maaf jika ditemukan banyak typo[s] dan lain sebagainya…

BFIML

Happy reading J

Author                  : Echa/Choi Kyucha

Title                       : Beautiful Fairy In My Life [Chapter 8]

Main cast             : Choi Siwon, Im Yoon Ah, etc

Rating                   : PG 15

Type                      : Sequel

Genre                   : Romance, Fantasy, Friendship

Summary             :

Aku mengerti cinta, cinta—bagiku cinta hanyalah dirinya, satu-satunya wanita yang bisa membuatku menjadikannya prioritas pertama dalam hidupku. Sosok wanita yang kusyukuri telah hadir dalam hidupku. Merasa sulitnya menjalani hidup ketika ia tak berada disisiku. Jangankan menomor duakannya, bahkan aku tak akan pernah sanggup untuk mengabaikannya..

₰ [BFIML] ₰

Flashback

Dua sosok cantik itu duduk dalam keheningan, hanya suara angin yang menemani. Tak ada satu pun yang terucap, keduanya terlarut sendiri.

“Yoona-ya” panggil salah satu dari mereka

Yoona yang dipanggil terdiam, ia menghembuskan nafas berat dan terpejam, seolah panggilan itu sungguh menyakitkan dan menyesakkan

“Bukankah kau ingin bertemu denganku? Bicaralah, jika ada yang ingin kau katakan” lanjutnya

Untuk kedua kalinya sosok cantik bernama Yoona menghembuskan nafas, menghirup udara disekitarnya dan memandang jauh kedepan.

“Aku sudah memutuskannya ibu peri” kalimat itu adalah kalimat pertama yang diucapkannya

Sosok yang dipanggil ibu peri menoleh padanya dan sesaat mengikuti arah pandangnya “Kau yakin akan keputusanmu?”

Untuk kesekian kalinya Yoona menghembuskan nafas beratnya “Ne..” jawabnya lirih

“Yoona-ya, jika kau merasa terbebani untuk kembali kau—“

“Tidak ibu peri, aku sudah mengambil keputusan itu” potong Yoona menatap sang ibu peri

Ibu peri tersenyum tulus menatap Yoona yang kini menatapnya dengan memohon.

“Kau yakin?” Yoona mengangguk mantap

“Ibu peri” panggil Yoona “Bagaimana dengan orang-orang yang mengenalku selain Siwon oppa?” tanyanya

“Tenanglah, ibu peri sudah mengatur kepergianmu dari bumi”

Flashback END

₰ [BFIML] ₰

Terllihat seorang pria yang berdiri dengan gelisah didepan sebuah pintu ruangan yang bertuliskan IGD, raut wajahnya menunjukan kekhawatiran dan ketakutan. Pakaiannya yang sudah terlihat kusut dan terdapat noda merah menunjukan bahwa ia sehabis membawa orang yang terluka.

Menunggu dengan gelisah, berharap pintu yang berada dihadapannya cepat terbuka dan memberitahukan keadaan seseorang yang ia khawatirkan disana.

“Siwon oppa” ia menoleh begitu mendengar sebuah seruan “Oppa, apa yang terjadi? Kenapa dengan Yoona?”

Dipeluknya sosok wanita yang menanyakan keadaan Yoona, terisak disana.

“Oppa” wanita itu mengusap punggung Siwon menenangkan

“Entalah Soo, semua terjadi begitu cepat” jawab Siwon terdengar sulit. Sooyoung terdiam, ia tahu bahwa saudaranya ini masih shock.

Kini keduanya menunggu dalam gelisah, menanti kabar dari sosok Yoona yang masih berada didalam sana.

Siwon dan Sooyoung menoleh begitu pintu itu terbuka, keduanya langsung menghampiri seorang dokter yang membuka maskernya.

“Bagaimana keadaannya dok?” tanya Siwon panik “Dia baik-baik sajakan?” lanjutnya menuntut

Sang dokter menghela nafas berat dan menunduk “Jongsonghamnida, jongsonghamnida..kami sudah berusaha semampu kami, namun tuhan berkehendak lain. Ia telah pergi”

Sooyoung menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang dikatakan dokter tersebut.

“Anda jangan bercanda hahh!!! Kau ingin mengatakan Yoona-ku telah mati?” Siwon menarik kerah baju dokter itu. Dokter itu hanya diam tak melawan, ia tahu apa yang dirasakan orang tersebut yang tak lain adalah Siwon. Karena tak mendapatkan jawaban, Siwon menghempaskan dokter itu begitu saja dan berlalu memasuki ruangan itu.

Siwon terdiam begitu melihat sosok Yoona yang kini terbaring pucat, alat bantu masih melekat ditubuhnya. Ia memandang tak percaya, benarkah sosok dihadapannya kini telah tiada, bisakah itu terjadi?

“Yoona-ya” panggilnya sambil mengguncangkan tubuh itu “Yoona-ya, jangan bercanda. Ini sama sekali tidak lucu” lanjutnya dengan sungai kecil yang telah mengalir dipipinya

Sooyoung yang berada diambang pintu hanya bisa terisak, tak percaya apa yang dilihatnya sekarang

“Kau bilang tak akan meninggalkanku, bangun Yoona-ya” Siwon masih mengguncangkan tubuh itu frustasi

“Yoona!! Aku bilang bangun” Siwon mulai berteriak keras dan tetap mengguncangkan tubuh itu dengan kasar, meminta Yoona yang terbaring tak bernyawa untuk meresponnya

Sooyoung menghampiri Siwon yang terlihat begitu frustasi, ia memegang bahu Siwon untuk menjauhkan dari Yoona karena ia juga tak tega dengan apa yang oppanya itu lakukan terhadap Yoona. Sekeras apapun oppanya itu berteriak dan mengguncangkan tubuh Yoona, ia tak akan pernah terjaga.

“Oppa kumohon jangan seperti ini, Yoona akan sedih melihatnya” Sooyoung berusaha menenangkan

“Ini tak mungkin Soo, Yoona..Yoona tak mungkin pergi dengan cara seperti ini” jawabnya masih tak berpaling dari sosok Yoona “Yoona bangun, Yoona-ya” pintanya lagi

Seorang suster yang masih berada disana bertindak, karena tak mungkin berlama-lama dengan situasi itu. Ia mendekat pada sosok Yoona dan ingin melepaskan alat bantu yang masih terpasang.

“YA!! Apa yang kau lakukan??” Siwon memekik keras pada suster itu yang melepaskan alat bantu pernafasan Yoona, “Pasang kembali alat itu” lanjutnya keras, Siwon merampas alat itu dan kembali memasangkannya.

“Oppa sudahlah, kau akan menyiksa Yoona jika seperti ini” Sooyoung menarik paksa Siwon, ia kini melangkah mundur, tubuhnya merosot begitu saja ketika menyentuh dinding.

539827_115263388658656_809635659_n

Pandangannya kosong melihat sosok Yoona yang kembali dihampiri seorang suster yang mulai melepaskan kembali alat-alat medis yang melekat ditubuh Yoona.

₰ [BFIML] ₰

Siwon POV

Kini semua mengantarmu, mengantar kepergianmu yang meninggalkan semua disini. Aku masih tak percaya akan ini. Kau benar-benar pergi meninggalkanku?

Apa aku memiliki salah padamu,

Apa aku menyakitimu,

Kenapa kau pergi, hanya kau yang kumau dan inginkan,

Dengan siapa lagi kiniku bersandar jika kau pergi seperti ini,

Yoona-ya, apa ini keputusanmu meninggalkanku? Meninggalkanku tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Kau membuatku kecewa Yoona-ya. Kau telah menggoreskan hati ini, apa selama ini kau tak menganggapku?

Siwon POV END

Semua yang menghadiri pemakaman itu tertuju pada sosok pria yang berkemeja hitam, wajahnya terlihat pucat, tak ada airmata. Namun tatapan itu begitu kosong.

Semua mengerti akan kesedihan sosok pria itu, sosok pria yang terkesan dingin dengan semua orang. Namun akan menjadi sosok yang hangat dan murah senyum ketika sosok wanita yang dicintainya selalu ada disisinya. Tapi semua itu seperti menghilang, semua lebih mengerikan daripada sikap dingin yang selalu ia tunjukan pada orang-orang, sosok pria itu menjadi terlihat rapuh, tatapan matanya terlihat kosong, menunjukan kekecewaan dan keputusasaan.

Sooyoung yang melihat Siwon yang begitu rapuh semakin terisak, ia tahu betapa besar cintanya pada sosok Yoona—walaupun ia tak menyadarinya.

“Oppa, kajja kita pulang” Sooyoung menghampiri Siwon yang masih berdiri diam ditempatnya, tak berpindah sedikitpun, tatapannya pun tak pernah lepas pada gundukan tanah yang berada dihadapannya.

“Oppa..” panggilnya lagi karena tak mendapat respon

“Oppa, kajja kita pulang” Sooyoung mengulang kalimatnya

“Pulanglah..” akhirnya ia buka suara “Aku akan tetap disini”

Sooyoung mengerti “Baiklah, dan aku mohon jangan bertindak bodoh”

Sooyoung akhirnya berbalik, ia membiarkan oppanya itu untuk sendiri saat ini, Ia tahu oppanya butuh waktu untuk menerima kenyataan ini.

Siwon masih terdiam ditempatnya, tak ada yang ia lakukan, masih sama..berdiam menatap kosong. Ia merasa sangat dicampakkan begitu saja, ia kecewa dengan Yoona yang meninggalkannya begitu saja.

₰ [BFIML] ₰

Cahaya itu menghampiri bumi, sinarnya yang cantik kini menapak. Hingga muncullah sosok wanita cantik dengan dress lutut putihnya, rambut coklatnya yang terurai menambah kecantikkannya, dan sepasang sayap yang kini meredup dipunggungnya, setelah sebelumnya mengepak indah.

Wanita itu berjalan, mendekati sosok pria yang masih bertahan berdiri disebuah gundukan tanah dihadapannya, ia memandang sendu punggung itu. Disentuhnya bahu itu ketika telah mendekat, tak ada respon apapun dari si pemilik bahu, masih bertahan dengan lamunannya.

“Oppa..” panggil sosok wanita cantik itu, “Siwon oppa..” ia mengulanginya, tapi tetap tak ada jawaban

Sosok wanita itu kini berdiri berhadapan dengan pria yang dipanggilnya Siwon, memandang sendu  pria yang hanya diam dengan tatapan kosongnya itu. Dilingkarkan tangannya pada bahu itu, memeluknya erat, merasakan pelukan hangat yang mungkin tak akan ia rasakan lagi.

Keduanya masih terdiam, sosok wanita itu masih bertahan memeluk Siwon, menyandarkan dagunya pada bahu itu, memeluknya erat. Siwon pria itu hanya diam tak bergeming dan tak membalas pelukkan itu.

“Mianhaeyo..” satu kata itu yang terucap dari bibir mungil wanita yang memiliki sayap dipunggungnya.

“Wae Yoona-ya..kenapa kau lakukan ini” satu kalimat itu akhirnya dikeluarkan Siwon

Yoona semakin mengeratkan pelukkannya, “Mianhaeyo oppa, ini sudah keputusanku. Kau bisa menjalani kehidupanmu yang sebelumnya, tanpa ada aku yang akan menyulitkanmu”

Siwon mendorong sosok wanita yang bernama Yoona itu, hingga pelukkan mereka terlepas “Sudah kukatakan, aku tak merasa terbebani akan kehadiranmu. Kenapa kau tak juga mengerti?” Siwon berseru keras.

Yoona kembali memeluk Siwon, mencoba menenangkannya, “Oppa, aku mohon—jangan seperti ini” ia terisak, semakin memeluknya erat “Aku mohon”

“Kau yang selama ini bersamaku, menemani hari-hariku. Aku tak bisa kehilanganmu” Siwon membalas pelukkan Yoona, memeluknya erat.

“Oppa akan terbiasa. Seiring berjalannya waktu, oppa pasti akan bisa melupakanku”

Siwon menggelengkan kepalanya, ia tak akan sanggup melupakan sosok yang telah bersamanya selama ini.

Keduanya masih terdiam, entah sudah berapa lama mereka dalam posisi seperti itu, tak ada yang berniat membuka percakapan. Siwon memeluk tubuh Yoona semakin erat, seakan takut..ketika ia melepaskan pelukannya, sosok itu akan menghilang pergi. Seperti burung yang terlepas dalam sangkarnya.

“Oppa” panggil Yoona “Pulanglah, langit semakin gelap” lanjutnya.

Ya, mentari semakin turun dan akan terbenam disudut barat untuk berganti menyinari bumi bagian lain. Malam akan menyelimuti sebagian muka bumi, termasuk Seoul..dimana kedua insan itu kini berada, yang masih bertahan dengan kehangatan masing-masing.

Siwon diam tak bergeming, mencoba mengindahkan permintaan itu. Baginya, itu sama saja melepas kebahagiaannya. Yoona menghela nafas berat, sedih akan situasi seperti ini.

Sayap itu terbentang indah, menunjukan sinar suci yang terpancar dari tubuhnya. Siwon semakin mengeratkan pelukannya,

Takut..

Takut akan kehilangan…

₰ [BFIML] ₰

Yoona POV

Kini aku telah berada didalam kamar Siwon oppa, aku tak akan membiarkannya hanya berdiam diri dengan tatapan kosong di pemakaman itu. Dan membawanya ke tempat ini dengan caraku. Mianhae..

Aku yakin Siwon oppa tahu sekarang kami berada dimana, kami berbaring dan saling memeluk. Kepalanya ia sandarkan di dadaku, dan membiarkanku mengelus surai hitamnya. Aku tahu ini menyakitkan untuknya, namun ini juga untuk kebaikkannya. Tak akan selamanya aku bisa bergantung padanya, ia memiliki kehidupan sendiri.

“Jangan pergi” ia berucap walaupun matanya enggan untuk terbuka

Kuelus surainya “Tidurlah oppa, aku tahu kau lelah”

“Aniya..” jawabnya dan tetap terpejam

“Aku tak ingin, ketika ku buka mataku pagi esok—kau tak ada disampingku” lanjutnya membuka matanya, aku bisa merasakannya—kekuatanku yang mengetahuinya.

Aliran sungai kecil ini lolos dari mataku,’Apa aku begitu berarti untumu, oppa?’

Aku tak menjawab, dan membiarkan tanganku ini tetap mengelus surainya—mengantarnya ke dalam mimpi indahnya.

Yoona POV END

₰ [BFIML] ₰

Pria itu membuka matanya dalam sekejap, menatap lurus kedepan dimana pintu kaca yang menghubungkannya ke balkon kamarnya, pantulan sinar itu mengganggu tidurnya. Ia terbaring di ranjangnya dengan posisi telengkup, pakaiannya masih sama seperti kemarin.

Tangannya terulur, menyentuh sesuatu—bulu sayap putih.

Mengelusnya, terasa lembut sama seperti pemiliknya. Pria itu masih terbaring dengan posisinya, menatap sayap putih itu dan masih mengelusnya.

Ia tahu pemilik sayap itu.

“Nyatanya kau benar-benar meninggalkanku..”

₰ [BFIML] ₰

Seorang wanita melangkahkan kakinya dengan pasti memasuki sebuah apartement, dilangkahkan kakinya menuju sebuah pintu coklat dan membukanya perlahan. Ia memandang sendu, sang oppa yang kini masih terbaring dalam posisi telengkup. Ia menghembuskan nafas sesaat dan menutup kembali pintu itu.

Pria yang masih berbaring itu akhirnya mendudukan dirinya, dilangkahkan kakinya pada pintu kaca yang menghubungkan dengan balkon apartementnya. Ia memandang langit biru yang nampak begitu cerah, adalah sebuah pagi yang baik untuk melakukan aktivitas. Tapi tidak baginya, semua itu nampak akan sia-sia dimatanya. Tak akan sama seperti dulu….

Setelah cukup lama berdiam diri, ia berjalan masuk kembali dan keluar kamarnya itu, dilangkahkan kakinya menuju ruangan lain apartementnya tersebut. Langkahnya terhenti melihat sosok wanita tinggi yang sedang menyiapkan sarapan, ini begitu menyakitkan. Semua tak akan sama seperti dulu lagi, bukan wanita yang dicintainya lagi yang akan menyiapkan semua itu untuknya. Semua telah berubah..

Namun, apakah hatinya bisa berubah?

“Siwon oppa kau sudah bangun?” sapa wanita itu tersenyum

“Apa yang kau lakukan disini, Sooyoung-ah?” bukannya menjawab, Siwon pria itu malah bertanya balik dan duduk di kursi meja makan

“Apa ada larangan untuk menemui oppaku sendiri?” Sooyoung gadis itu menjawabnya dengan santai

“Ini terasa aneh..” ujar Siwon memandang jauh kedepan. Sooyoung tak menjawab, membiarkan pria itu melanjutkan kalimatnya “Biasanya Yoona yang akan menyiapkan semua ini untukku” gumamnya

Sooyoung menatap iba pria itu, pria yang telah dikenalnya sejak ia kecil dan tumbuh besar bersamanya..pria yang memiliki sifat dingin dan tak peduli dengan sekitarnya, kini terlihat rapuh karena sosok wanita yang baru dikenalnya belum lama ini. Namun mampu merubah sosoknya…

₰ [BFIML] ₰

Langit telah gelap, Siwon masih berdiam diri didalam kamarnya. Ia tak pergi ke kantor atau manapun hanya berdiam di ranjangnya..sepertinya ia masih enggan melakukan aktifitas seperti biasanya.

Dalam sekejap ia menyambar kunci mobilnya dan berlalu, entah ia ingin kemana…

253047_115263451991983_1494242196_n

Dikendarai mobilnya dalam kecepatan standar, ia sendiri pun tak tahu ingin kemana, biarkan kata hatinya yang akan menuntunnya.

Sudah satu jam ia mengendarai mobilnya di kota Seoul, menyusuri jalan-jalan besar yang biasa ia lewati. Pandangannya teralih pada jajaran bangunan di pinggir jalan, memandang bunga-bunga cantik yang tersusun rapih. Entah mengapa ia menepikan mobilnya,

Lonceng yang berada dipintu itu berbunyi, menandakan ada pelanggan yang berkunjung, Siwon..ia melangkahkan kakinya lebih memasuki toko itu, melihat bunga-bunga yang tersusun cantik dan terlihat segar.

“Ada yang bisa saya bantu tuan?” sapa seseorang menghampirinya

Ia tak menoleh, masih memandang jajaran bunga-bunga cantik itu. pandangannya jatuh pada bunga mawar yang memiliki warna cantik.

“Ini begitu cantik oppa, gomawo”

“Ini akan menjadi bunga favoritku oppa”

Siwon tersenyum tipis mengingatnya “Bouquet kan bunga mawar merah dan putih” ujarnnya tetap tak beralih dari bunga-bunga cantik itu.

₰ [BFIML] ₰

 14074_115263865325275_317072995_n

Disinilah ia sekarang, ditepi sungai han. Memandang genangan air yang terlihat tentram yang dapat menyejukan hati. Dan ia berharap akan dapat mengurangi bebannya kini.

“Aku datang Yoona-ya” ujarnya begitu memandang hamparan air luas yang terlihat begitu memukau “Bukan tempat dimana kau dimakamkan, tapi disini. Tempat pertama kali kita bertemu, kau masih mengingatnya” lanjutnya tersenyum tipis.

“Kau lihat, aku membawa bunga kesukaanmu. Kau masih ingat bukan, bagaimana kau mengatakan bunga yang pernah kuberikan akan kau jadikan bunga kesukaanmu”

“Aku merindukanmu Yoona-ya, semua terasa berbeda jika tak ada dirimu” ia mendudukan dirinya pada sebuah bangku taman yang terdapat disepanjang aliran sungai han. Sungai han tampak begitu sepi, mungkin karena sudah larut…

“Mungkinkah kau akan kembali dan hidup bersamaku lagi” Ia tersenyum tipis dengan ucapannya sendiri

“Sepertinya hal itu hanya akan menjadi anganku, nyatanya—kau telah pergi meninggalkanku”

“Yoona-ya, ijinkan aku untuk selalu mengenangmu. Walaupun kau memintaku untuk melupakanmu—aku sadar, hal itu terlalu sulit kulakukan. Biarkan hati ini menjadi milikmu, aku yakin—kau akan mengijinkan itu”

“Kau pasti mendengarkanku bukan? Aku tak melakukan apapun hari ini, hanya berdiam diri di kamar, bukankah itu sangat membosankan” ia berbicara lagi dan terkekeh

“Andai kau masih bersamaku, pasti akan banyak hal yang akan kita lakukan bersama, Aku benar-benar merindukanmu”

“Merindukan celotehanmu, senyummu, tawamu, manjamu, perhatianmu, bahkan sikap marahmu pun aku merindukannya. Semua terlalu melekat di memoriku”

“Besok aku memutuskan untuk kembali bekerja, walaupun kau tak ada disisiku lagi—ku berharap kau akan selalu memperhatikanku dari sana. Kau mau bukan?”

“Jika kau tak mau, aku akan marah padamu. Arraseo?”

Ia tersenyum tipis dan menunduk, nyatanya terlalu sulit melepasmu…

Ia bangkit dari duduknya, menatap lagi hamparan aliran sungai “Aku harus pulang Yoona-ya, sampai berjumpa lagi”

₰ [BFIML] ₰

Keesokkannya Siwon menepati apa yang diucapkannya, ia bangun pagi dan bersiap pergi ke kantor. Melakukan kewajibannya yang ia tinggalkan kemarin. Ia tahu, Yoona tak akan menyukai—jika ia mengabaikan hidupnya.

Tapi berbeda pandangan dengan orang-orang yang mengenal sosok Siwon, mereka yang memang mengenal sosok pria itu—merasa pria itu telah berubah bahkan jauh lebih buruk, ia kembali pada sikap dingin dan tak pedulinya, setelah sebelumnya lebih bersikap ramah pada sekitar, ditambah sosoknya yang selalu prefeksionis menjadi lebih banyak melamun baik di ruang meeting ataupun diruangannya sendiri. Sang sekretaris Kwon Yuri yang memang sering memasuki ruangan atasannya itu selalu mendapati dirinya melamun memandang kaca besar yang terdapat diruangannya, yang menghubungkannya langsung dengan pemandangan indah kota Seoul, namun tatapannya itu begitu kosong. Mereka mengerti rasa kehilangan yang dirasakan oleh atasannya itu. tapi mereka tak akan mengerti perasaan sakit yang kini dirasakan pria itu.

Siwon melangkahkan kakinya dengan pasti keluar dari ruangannya, ia sudah tidak sabar menuju suatu tempat yang sekarang menjadi tempat yang paling disukainya.

Ya kini ia kembali berada ditepi sungai han, tempat yang kini menjadi sandarannya. Tempat ia meluapkan rasa rindunya pada orang yang dicintainya. Dengan se-bouquet mawar yang kini akan selalu dibawanya,

“Yoona-ya, aku datang” ujarnya dan mendudukan diri di bangku taman, ada sesuatu yang menarik perhatiannya—bulu sayap putih.

Siwon tersenyum cerah, ia sangat tahu siapa pemiliknya “Kau datang Yoona-ya, kau tahu—betapa senangnya aku ketika kau menemuiku, walaupun nyatanya kau tak menampakkan lagi sosokmu dihadapanku”

₰ [BFIML] ₰

Hari telah berganti hari, Siwon menjalani hidupnya seperti biasa. Namun ada satu kegiatan yang sekarang akan selalu ia lakukan dan tak pernah ia lewatkan, mengunjungi sungai han setiap dirinya pulang dari kantor—dengan membawa se-bouquet bunga mawar indah untuk wanita yang dicintainya. Ya, itulah kegiatannya beberapa hari terakhir ini.

“Aku datang kembali Yoona-ya, bunga mawar cantik untuk wanita tercantik dalam hidupku” ujarnya begitu mendatangi Sungai han.

Ia tersenyum begitu mendapati kembali buku sayap putih dan bunga mawar yang kemarin ia letakkan dikursi itu telah menghilang. Ia yakin dan percaya, Yoona yang mengambilnya dan menukarkannya dengan bulu sayapnya. Memberitahukan keberadaannya yang akan selalu menemaninya.

“Kau tahu hari ini begitu melelahkan, oppa harus melakukan perdebatan panjang dengan para investor untuk tetap menanamkan modalnya di perusahaan” ceritanya memandang hamparan luas

“Tapi kau tenang saja periku, semua dapat teratasi olehku. Kau tahu bukan, aku ini begitu hebat” lanjutnya dan terkekeh.

“Coba kau ada bersamaku, aku pasti akan memintamu untuk menghiburku dan juga memasakkan makanan kusukaanku” ia terdiam sejenak

“Jangan terlalu dipikirkan Yoona-ya, aku tahu itu tak akan mungkin lagi. Dengan kau selalu menemani dan mendengarkan ceritaku seperti ini ,itu sudah lebih baik”

“Yahh..walaupun aku sangat ingin melihat wajahmu kembali”

“Wajah cantikmu, merajukmu dan manjamu yang begitu menggemaskan, haahhh..betapa aku merindukanmu”

₰ [BFIML] ₰

Siang itu Siwon masih disibukkan dengan lembaran-lembaran kertas di kantornya, karena dengan disibukkan seperti ini, ia bisa teralihkan sejenak dari rasa rindunya terhadap Yoona.

Hampir sebulan sudah kepergian Yoona dari bumi, meninggalkankan kenangan-kenangan manis yang diukirnya bersama orang terdekatnya. Terlebih Siwon…

“Anda tidak bisa masuk nona”

Pintu itu terbanting seiring masuknya dua sosok wanita yang beradu mulut. Siwon yang masih disibukkan dengan lembaran-lembaran kerjanya menoleh, menatap dua sosok wanita yang kini berada dihadapannya dengan ekspresi datar. Ternyata itu adalah perdebatan antara sekretarisnya dengan sosok wanita itu. Wanita itu menepis tangan sekretarisnya kasar, setelah sebelumnya terjadi tarik menarik.

Sosok wanita itu menoleh menatap Siwon. Muak melihat sosok pria dihadapannya yang seperti makhluk tak bernyawa.

“Sampai kapan kau akan seperti ini Choi Siwon” serunya, Siwon menghela nafas dan memejamkan matanya sesaat, ia membuka matanya kembali dan menatap sang sekretaris, menggerakkan tangannya pelan—meminta sang sekretaris untuk keluar dari ruangannya.

“Aku tidak merasa berubah. Dan itu tak ada hubungannya denganmu” jawabnya datar

“Dia sudah meninggalkanmu, oppa! Dia tidak akan pernah kembali lagi. Kenapa kau menjadi seperti orang bodoh hanya karena wanita itu”

“Ia segalanya untukku. Dan kau tak tahu apapun tentangnya”

“Mwo!!” wanita itu terkejut dengan pernyataan Siwon. Seakan dirinya baru saja terlempar dari jurang yang sangat dalam. Nada bicara yang begitu tegas, menunjukkan keseriusannya. Tak pernah ia mendengar nada kalimat seperti itu ketika bersama dirinya.

“Andwaeyo” wanita itu menggelengkan kepalanya tak percaya “Kita telah berteman lama oppa. Aku yakin ada tempat dihatimu untuk diriku. Apa istimewanya wanita itu hingga membuatmu seperti ini?”

“Mianhaeyo Fanny-ah. Nyatanya kau hanya seorang teman untukku” balasnya dan berdiri dari kursi kerjanya. Ia berjalan mendekati kaca besar ruangannya yang menghubungkannya langsung dengan pemandangan kota Seoul, memandang jauh kesana.

“Wanita itu, wanita yang telah membuatku seperti ini. Nyatanya hanya dia yang bisa menguasaiku. Aku tidak mengenal apa itu cinta, aku tak mengerti apapun tentang cinta. Duniaku hanya ini, dunia kerjaku”

“Tapi kini semua berubah. Aku mengerti cinta, cinta—bagiku cinta hanyalah dirinya, satu-satunya wanita yang bisa membuatku menjadikannya prioritas utama dalam hidupku. Sosok wanita yang kusyukuri telah hadir dalam hidupku. Merasa sulitnya menjalani hidup ketika ia tak berada disisiku. Jangankan menomor duakannya, bahkan aku tak akan pernah sanggup untuk mengabaikannya..”

Bibir wanita itu bergetar mendengar penuturan Siwon, terdapat ketulusan disetiap katanya “Begitu besarkah cintamu untuknya. Bahkan ketika aku sendiri yang memintanya pergi meninggalkanmu”

Siwon cukup terkejut dengan kalimat itu, namun ia tak berpaling dan tetap memandang jauh kedepan. Ia menghembuskan nafasnya berat.

“Ya—aku sangat mencintainya” jawaban yang terdengar lirih karena kalimat itu tak akan ada artinya lagi saat ini. Wanita yang dicintainya telah pergi meninggalkannya.

“Walaupun aku mencintaimu?” tanya Tiffany lirih memandang sendu sosok Siwon yang masih tak berpaling

Siwon tertunduk merasa bersalah “Maafkan aku”

“TAPI IA TAK AKAN PERNAH KEMBALI!!”

Siwon mendongakkan kembali wajahnya, tersenyum tipis “Aku tak peduli. Karena bagiku—memberikan hatiku untuknya, adalah kebahagiaan untukku”

Tiffany memalingkan wajahnya, merasakan perih dihatinya. Sosok pria yang dicintainya sejak lama, tak pernah membalas sedikitpun rasa cintanya. Ia membalikkan tubuhnya, merasakan apa yang telah dilakukannya selama ini terbuang sia-sia. Nyatanya pria itu tak pernah melihatnya.

Ketika ia sudah memutar kenop pintu dan membukanya, ia kembali menoleh—memandang sosok pria itu yang masih bertahan pada posisinya.

“Mengapa kau tak memberikan cinta sebesar itu untukku?”

Lalu ia berlalu pergi, Siwon yang merasakan pintu ruangannya telah tertutup—menghembuskan nafasnya lelah.

“Yoona-ya, bogoshipoyo”

₰ [BFIML] ₰

Malam itu Siwon datang kembali ke tepian Sungai han, tak lupa dengan se-bouquet mawar kesukaan Yoona.

“Yoona-ya, aku datang”

Siwon terlihat lelah saat itu, biasanya ia akan langsung memulai percakapannya—menceritakan kegiatannya hari itu. Namun kali ini berbeda, ia nampak diam tak banyak bicara.

“Yoona-ya” Siwon membuka suaranya setelah lama terdiam, memainkan bulu sayap lembut yang kini berada ditelapak tangannya.

“Apa kau pergi karena Tiffany, benarkah itu?”

“Mianhaeyo, oppa tak bisa melindungimu” Siwon tertunduk, ia cukup tahu sifat Tiffany dan ia yakin—sesuatu telah terjadi diantara keduanya.

“Kau mau memaafkan Tiffany—dan memaafkan oppa” lanjutnya masih tertunduk “Maafkan oppa yang tak bisa mencegahnya, andai oppa tahu—ini tak akan terjadi”

Ia meletakkan bouquet mawar yang dibawanya “Jaljayo” ia bangkit dan berlalu dari tempat itu.

₰ [BFIML] ₰

Malam berikutnya Siwon datang kembali ke tepian sungai han, ia menghampiri kembali bangku taman yang selama ini menjadi saksi bisu kegiatannya,

Langkahnya terhenti—

Menatap bouquet bunga yang telah layu, terdapat di bangku taman tersebut. Ia menghampiri dan meraih bouquet itu, ia cukup tahu—ini adalah bunga darinya kemarin malam.

Yoona tak datang?

Atau Yoona tak mengambilnya?

Bahkan ia tak menemukan bulu sayap putih yang selama ini selalu ia temui.

Ia meletakkan kembali bouquet mawar yang telah layu itu, dan meletakkan juga bouquet mawar segar yang ia bawa.

“Kau tak datang Yoona-ya?” gumamnya

Keesokkan harinya ia datang kembali ke tepian sungai han, dan lagi-lagi ia mendapati bouquet bunga yang telah layu—bahkan kini terdapat dua bouquet yang tergeletak disana.

Hari terus berganti, Siwon tak menyerah membelikan setiap harinya bouquet mawar marah dan putih untuk Yoona. Namun semua nampak sama, sudah seminggu ini ia melakukannya, menandakan sudah tujuh bouquet mawar yang terabaikan di bangku taman. Ia benar-benar merasakan kehilangan sosok Yoona, Ia terduduk lemas dijalan beraspal yang sepi itu, menenggelamkan wajahnya di antara kedua lututnya—bahunya bergetar hebat.

Ia menangis—

Ya, Choi Siwon menangis—

To Be Continued

Yeee selesai juga part ini, sepertinya saya harus siap menampung keluhan readers pada part ini kekekekee

Pada galau kahh???

Hayoo Yoona kenapa tak pernah datang lagi?? Apa sudah benar2 meninggalkan Siwon??

Saya juga ga tega sama Siwon #pelukSiwon #ditamparYoona

Komen kalian aku tunggu, tanggapan kalian sangat berarti untuk chapter selanjutnya ok ;)

Don’t be silent readers

15 thoughts on “Beautiful Fairy In My Life (Chapter 8)

  1. Author,,lanjutan nya cepet donk..
    Kasian tuh wonppa dh kelewat galau ditinggal yoongie..
    Next yoona harus kembali ma wonppa ya thor..
    Gomawo chingu..🙂

  2. Huaaaa… Author jahat…. dari awal smpai akhir cerita aku terus nangis…. nangis Bombay… T_T .. sakit.. sakit bgt lht Wonppa kya gitu… ><
    Kasihan Wonppa…. Author balikin Yoona ke Siwon Oppa… jgn diumpetin dong..😦
    Ga rela… pokony chap selanjutny Yoona harus dah ada disamping Wonppa… TITIK…!!!!
    janji ya Thor… Gomawo ^^

  3. astaga dikit banget yang comment nya:(
    maaf ya eonnie bukannya jarang comment tapi aku udah commentin kok di blognya eonnie resty okk😉

  4. Waw asli ceritanya baguuuussss!!!!! Rela deh tidur larut buat baca ff ini dari awal. Yg ini bikin galauuuuu. Jago banget deh bikin ceritanya. Next chapter ASAP yayayaya. Sekali lg dua jempol deh buat ff ini😉

  5. Baca chapter ini di YWK, tapi commentnya disini kkk~
    Gapapa ya eon, kan sama-sama RCL😀

    Yaampun, baca chapter ini, nyesek banget..
    Baru kali ini baca FF YoonWon, Siwon nya yang galau, kacau ckckck
    Next chapter, endingnya!

  6. Yaampun baca chapter ini harus tahan napas dalam2 lalu hembuskan pelan2 menghalau agar air mata tidak jatuh.. Siwon begitu kacau saat di tinggal yoona, benarkah yoona pergi krn omongan tiffany… Lalu kenapa yoona tidak menemui siwon lagi

  7. Mintaa tisu dong .
    Author bner² !
    ahh . betapa sengsaranya wonppa ! ! knpa author tga skali memisahkan mereka ? ?
    aiss . . gga sanggup lagi bacanya . tapi ni crita bner² bikib penasarn .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s