[3S] Mask (Chapter 1/3)


cover mask

Mask by echa307 ||  Cast : Kim So Eun, Lee Donghae, Kim Soohyun, Suzy, Lee Hyukjae, Victoria ||  Genre : Romance, Friendship ||  Type : 3Shoot||  Rate : PG 15+  || Disclaimer : This story is mine. Just a fictional story, if found similarity plot or character, is a coincidence. Don’t copy-paste this story!!

.

.

[]

.

.

Gadis itu tak mempedulikan pandangan-pandangan mengejek yang diterimanya, baginya ia berada disekolah itu untuk menuntun ilmu bukan ajang menampilkan kecantikan. Mungkin baginya itu tak penting, tapi bagaimana dengan sekitarnya yang memandang rendah akan sosoknya, diakui penampilan gadis itu memang sangat berbeda, sangat!!! Surai caramelnya yang dikuncir dua, memakai kacamata besar dan bajunya yang tampak kebesaran. Bukankah itu sangat terlihat mencolok dari ratusan siswa lainnya, tapi sebenarnya jika kalian lebih memperhatikannya gadis itu cantik, sangat cantik. Ia memiliki mata yang indah, bibir yang mungil dan ranum, hidung yang mancung, kulit yang mulus bagai porselin, surai caramel yang lembut dan wangi, dan pipinya yang Nampak chubby. Bukankah ia sempurna? Tapi seperti yang sudah dijelaskan diatas, karena penampilannya, kecantikan gadis itu menjadi terhalang dan hanya melihat dari sisi lainnya saja.

Ia memasuki kelasnya, kedatangannya tak memberikan pengaruh pada teman-teman sekelasnya itu. Bagi mereka gadis itu tidak penting, dan lebih memilih melanjutkan kegiatan mereka masing-masing.

Gadis itu duduk disudut ruang terbelakang, yaa..ia memang seperti diasingkan—tapi seperti yang dijelaskan, ia tak peduli..asalkan ia bisa mendapat dan mendengar penjelasan dari para pengajar, itu tak masalah.

Seperti biasanya, ia akan diam dan sesekali mencatat setiap pengajar yang bertugas di kelasnya sedang menjelaskan. Sekali lagi, kemampuan otak adalah diatas segalanya baginya daripada mengandalkan fisik ataupun uang. Ohh sampai terlupa, gadis itu merupakan salah satu murid di salah satu sekolah terkemuka di Seoul, bagaimana ia bisa sekolah disana—tak ada yang tahu, bahkan murid-murid disana menganggapnya sebagai mahasiswa kelas social yang dapat bersekolah disana karena kepintarannya hingga mendapatkan mahasiswa. Gadis itu tak membantah ataupun membenarkan, lagipula tak berpengaruh juga untuk sekolah atau siswa-siwswa disana.

“Soeun-ah boleh aku pinjam catatanmu?” panggilan berbisik itu mengalihkan pandangannya pada sang pengajar. Sosok gadis yang hampir serupa dengannya, walau masih memperhatikan penampilan. Victoria Song, sosok gadis asal China yang kabarnya juga merupakan siswa social.

Gadis yang dipanggil dengan nama Soeun itu mengangguk menyetujui sebelum kembali memperhatikan sang pengajar.

Kim Soeun, sosok gadis yang berpenampilan aneh untuk seorang siswa jaman sekarang, terlihat kuno dan terbelakang. Ia juga dianggap siswa kelas social dan tak ada yang mau berteman dengannya. Bagi mereka, berteman dengan Soeun hanya akan membawa kesialan, salah satunya dijauhi seluruh siswa di sekolah itu. Teman gadis itu hanya satu, Victoria Song—sebenarnya mereka tak benar-benar berteman, hanya saling membantu ketika membutuhkan pertolongan, sisanya mereka akan berjalan masing-masing. Bagi kedua gadis itu tak masalah, mereka ke sekolah itu untuk belajar, mengharapkan apa yang mereka ingin dan capai akan terwujud disana.

[]

Ketika semua siswa lebih memilih kantin ataupun taman ketika sedang beristirahat, Kim Soeun—gadis itu lebih senang menghabiskan waktunya dengan berada di perpustakaan. Tak banyak siswa yang menghabiskan waktu ditempat yang bagi mereka terkutuk itu, bagi mereka tempat itu sebagai hunian oleh siswa-siswi kelas bawah.

Soeun memandang setiap buku-buku yang berjajar rapi di rak-rak yang menjulang tinggi. Mata indahnya bergerak liar menyusuri mencari buku yang diinginkannya. Dapat!! Ia melihat buku yang diinginkannya ada di rak atas sana.

Tap..tap…

Suara injakan lantai oleh sepatu gadis itu, Soeun berusaha menggapai buka yang diinginkannya walau buku itu tampak jauh dari postur tubuhnya. Ia sesekali menghela nafas dan mengembungkan pipinya. Namun hingga menit berikutnya buku itu tak juga berada dalam genggamannya, menghela nafas kembali—hampir putus asa dan juga perpustakaan itu yang Nampak sepi.

“Butuh bantuan” seruan itu membuatnya menoleh. Sosok pria yang bersandar pada salah satu rak memandangnya sambil melipat tangan di muka dada.

Soeun, gadis itu tak menyahut apapun hanya memandang pria itu. Kedua mata yang bertemu walau terhalang kacamata besar yang dipakai gadis itu.

Pria itu tersenyum karena tak mendapatkan jawaban apapun, melangkah mendekat dan meraih buku yang diinginkan gadis itu.

Uluran tangan itu membuat Soeun mengangkat wajahnya, menatap sosok pria yang kini berada dihadapanya “Gomapta” setelah mengucapkan itu ia membungkuk sedikit, ia mundur selangkah dan berbalik meninggalkan pria itu.

Sosok itu tersenyum kecil dengan tingkah gadis itu dan setelahnya kembali mencari buku yang diinginkannya.

[]

Untuk sesaat Soeun masih terlarut dalam dunia bacanya, hingga suara tarikan kursi disisi kanannya mengintrupsinya untuk menoleh. Namun tak sampai detik kedua, gadis itu kembali masuk kedunia bacanya. Terjadi keheningan antar keduanya, tapi dimenit setelahnya Soeun menghembuskan nafas melirik sosok disebelahnya yang terus menggerutu atau mengacak surai hitamnya., dan berakhir dengan melempar pensilnya sendiri diatas bukunya.

Soeun mengambil pensil itu, menarik buku itu dan melihat apa yang ada di buku cetak yang juga ada disana. Setelahnya ia menggoreskan kertas itu dan dalam kurang dari lima menit ia melepas pensil itu dan menyeretnya kembali pada sosok disampingnya. Tak mengatakan apapun dan memilih menutup bukunya, mendorong kursi kebelakang dan berdiri.

“Kau mengerjakan tugasku?” Pertanyaan itu menghentikannya yang akan melangkah

“Seperti yang kau lihat” jawab Soeun pendek, dan melirik pria itu yang sedang melihat hasil kerjanya dengan wajah berbinar kagum.

“Kau hebat, inikan pelajaran kelas tiga. Setahuku kau bukan angkatanku, bukan?” Ujarnya pada Soeun.

“Aku memang bukan angkatanmu, dan kita impas” ujar Soeun, membuat sosok itu mengerutkan kening.

Ternyata sosok yang dibantu Soeun adalah pria yang menolongnya mengambil buku.

“Soal mengambilkan buku? kau ini..aku tulus melakukannya. Tapi gomawo untuk bantuannya” pria itu tersenyum melihat kembali hasil dari kerja Soeun.

“Kau ingin kemana? Bukankah kau belum selesai, lagipula jam masuk masih lima belas menit lagi” seruan itu kembali menginterupsi Soeun.

“Mencari tempat yang tenang” jawab Soeun singkat tanpa menatap lawannya.

“Ahh apa aku menganggumu?” Tanyanya lagi

“Ya cukup mengganggu, lebih baik sunbae urusi tugas itu dan lihat hasil pekerjaanku untuk mengerjakan soal lainnya aku sudah menjabarkan dengan detail. Jika kau cukup pintar kau akan mengerti”

Cukup tajam memang ucapan itu untuk seorang junior pada seniornya, terlebih mereka baru mengenal satu sama lain. Tapi entah mengapa pria itu terlihat biasa saja bahkan tersenyum pada gadis yang masih tak mau menatapnya

“Siapa namamu? Aku Lee Donghae”

Lee Donghae, siswa tingkat tiga yang populer dikalangan siswa bahkan para pengajar. Selain aktif di akademik, ia juga ikut dalam kegiatan non akademik seperti menjadi captain team basket. Tapi ada satu pelajaran yang sering dihindarinya, matematika..yaa Donghae tidak suka matematika, masih dalam tahap tidak suka, ia bukan membenci matematika yang berarti tidak akan disentuhnya mata pelajaran yang satu itu.

“Aku tahu siapa sunbae, siapa yang tak mengenalmu di sekolah ini. Dan untuk namaku, kurasa itu tak cukup penting untuk diketahui. Aku pergi”

Donghae baru saja akan buka suara namun lagi-lagi terinterupsi oleh gerak cepat gadis itu yang telah berlalu meninggalkannya. Ia tersenyum kecil, gadis yang unik–unik dari cara berpakaiannya, bahkan bicaranya–dingin dan tak bersahabat. Setelahnya ia kembali beralih pada bukunya, mempelajari apa yang dikatakan gadis itu.

[]

Suasana kelas itu tampak mencekam dengan semua siswa yang hanya tertunduk tak berani menatap pada sang pengajar yang terlihat mengintimidasi. Mereka berharap bahwa tak disebut namanya untuk mengerjakan soal yang mereka anggap terkutuk itu. Namun berbeda dengan salah satu siswa yang terlihat santai memperhatikan sang pengajar.

“Donghae, sepertinya kau sudah mengerjakan tugas yang kuberikan. Coba kerjakan soal nomor satu” pinta guru tersebut

Dengan senyuman ia bangkit dari kursinya dan berjalan maju kedepan dan mulai mengerjakan kembali tugas itu.

Seluruh siswa memandang Donghae yang masih mengerjakan soal di papantulis tersebut, pria itu tampak tak mengalami kesulitan hingga setengah papantulis itu penuh dengan rumus dan angka-angka yang cukup membuat mereka merasa mual. Mereka terpana akan rumus-rumus dan angka-angka disana, karena tahu..Donghae memang siswa yang pintar tapi mereka tahu pria itu tak begitu menyukai matematika.

“Kau mengerjakan dengan baik Donghae, siapa yang membantumu untuk hal ini?” Ujar Sonsaengnim Kim menyelidik.

“Ya saya memang mendapat bantuan Sonsaengnim, orang itu mengerjakan salah satu soal yang kau tugaskan dan menyuruh saya untuk mengerjakan soal yang lain dengan melihat hasil jawabannya. Karena hasil kerjaannya sangat rapih dan dengan penjabaran yang detail membuat saya mengerti dalam memahami rumus dan setiap angka penjumlahannya” jelas Donghae dengan jujur.

Sang pengajar–Sonsaengnim Kim mengangguk mengerti atas penjelasan itu, “Ohh benarkah, kurasa mentormu cukup pintar. Kupikir kau perlu menjadikannya bimbinganmu agar kau lulus dari salah satu mata pelajaran yang kau tidak sukai ini, sehingga nilaimu akan memuaskan seperti nilai mata pelajaranmu yang lain” ujar Sonsaengnim Kim dengan nada sindiran, karena ia cukup kecewa dengan Donghae yang merupakan Siswa yang berprestasi di akademik dan non akademik, tapi menyerah oleh mata pelajaran ajarannya, Matematika.

“Seperti yang anda katakan, saya akan mencoba membuatnya untuk menjadi mentorku” balas Donghae tersenyum dan kembali ke kursinya.

[]

Bunyi pantulan bola memenuhi lapangan itu, terlihat salah satu siswa mendribble bola itu dengan semangat hingga berakhir melewati ring disisi kanan. Ia tersenyum puas, berjalan ke sisi lapangan yang terdapat ranselnya dan mengambil botol air mineralnya.

“Kau sangat bersemangat Hae, lebih dari biasanya” sahut salah satu siswa

“Mood-ku sedang baik” sahutnya tersenyum menatap langit Seoul yang sudah mulai senja.

“Oh yaa..ada yang ingin aku tanyakan denganmu, bagaimana kau bisa mengerjakan tugas dari Sonsaengnim Kim? Kau bahkan tidak menyukai matematika, siapa yang membantumu?” Pertanyaan beruntun itu tak mengalikan Donghae ke arah gerbang sekolah mereka, melihat suatu objek yang menarik hingga ia tersenyum kecil. Membuat beberapa siswi yang menontonnya sejak awal latihan memekik histeris melihat senyum sang idola.

“Ya! Siapa yang membantumu?” Seru temannya kembali

“Lee Hyukjae?!” Teman sekelas dan juga teman klub basketnya itu berdeham menunggu jawaban dari beberapa pertanyaannya, “Kenapa kau begitu ingin tahu?”

“Emm hanya penasaran”

Donghae tersenyum kecil, “She’s my angel”

“Gadis?! Dia seorang gadis!!” Pekik Hyukjae

Donghae tersenyum dan berlalu begitu saja dengan membawa ranselnya. “Yaa!!”

“Sudahlah aku ingin berganti pakaian, ini sudah terlalu sore”

[]

Gadis itu memasuki kediaman rumahnya, ia disambut oleh beberapa maid yang sudah menunggu kepulangannya.

“Nona muda sudah pulang, berganti pakaianlah terlebih dahulu,,kami akan menyiapkan makan untuk anda” gadis itu tersenyum, menatap kepala butler wanita paruh baya itu padanya.

“Baiklah aku akan berganti baju, emm..appa sudah pulang?” tanyanya

“Ya tuan besar sudah pulang, namun satu jam yang lalu sudah berangkat kembali ke Jepang karena ada urusan yang mendesak, tuan berpesan akan mengabari anda nanti”

Senyum gadis itu hilang mendengar penuturan dari kepala butler yang sudah lama mengabdi dikeluarganya itu, “Ke Jepang? Bahkan appa belum sehari berada di Seoul setelah dari Thailand” gumam gadis itu.

Tak ada sahutan, kepala butler dan maid yang berada disana mengerti perasaan gadis itu. Hanya memiliki satu orang tua setelah kepergian sang ibu lima tahun yang lalu, membuat gadis itu kehilangan kehangatan sosok yang selalu disebut sebagai sosok yang mulia, terlebih sang ayah yang selalu sibuk dengan dunia bisnisnya membuat gadis itu semakin kesepian. Memang semua yang diberikan sang ayah gadis itu tak pernah kurang, semua kebutuhan gadis itu selalu dipenuhi—tapi mereka tahu, gadis itu membutuhkan kasih sayang dari satu-satunya orang tua yang ada, yaitu sang ayah.

“Emm aku lelah ingin istirahat, aku akan keluar untuk makan malam nanti” sahut gadis itu dan menaiki anak tangga ke kamarnya.

Dan ini yang terjadi setiap gadis itu kecewa, ia akan mengurung diri di kamar. Semua pekerja di rumah itu sebenarnya tak tega dengan nona muda mereka, tapi mereka bisa berbuat apa, gadis itu juga tertutup dengan semua pekerjanya termasuk kepala butler yang telah lama bekerja untuk keluarga itu. Hal itu terjadi sejak lima tahun yang lalu,sejak kepergian sang ibu yang tak lain nyonya besar di rumah itu, mereka juga kehilangan nona muda mereka yang manis dan ceria, semua pergi bersama kepergian sang ibu selamanya.

[]

“Appa, kenapa pergi begitu saja, tak menungguku” keluh gadis itu dengan seseorang disana

*Maafkan appa sayang, bagaimana sekolahmu hari ini

“Appa selalu saja tak memiliki waktu untukku, aku kesepian di rumah ini” keluhnya lagi

*Appa mengerti, tapi ini untukmu Soeun sayang

“Semua yang kubutuhkan sudah terpenuhi, aku ingin appa”

*Arraseo, setelah ini appa akan meluangkan waktu untukmu, emm…

“Appa harus berjanji eoh?” Soeun tersenyum, setelah mendapat persetujuan dari sang ayah..sambungan telepon itu berakhir.

Kim Soeun, gadis itu menghembuskan nafasnya setelah percakapan dengan sang ayah yang berada di Jepang. Ia melepas kacamata besarnya, setelahnya berjalan menuju kamar mandi yang juga berada dikamar itu untuk menyegarkan tubuhnya.

Gemercik kecil terdengar di kamar itu dan berselang lima belas menit terlihat sosok gadis yang memakai kimono keluar dari kamar mandi itu dengan wajah tanpa polesan makeup ataupun kaca mata besar yang selalu menghalangi menatap sepenuhnya wajah gadis itu surainya yang masih basah menambah nilai tambah yang tidak disadari orang lain bahwa gadis itu cantik, teramat cantik.

[]

Seperti hari-hari sebelumnya, suasana kantin itu tetap terlihat ramai oleh siswa-siswi untuk makan siang ataupun menghabiskan waktu bersama. Disalah satu sudut meja terlihat dua sosok gadis dalam keheningan menikmati makan siang mereka, mereka adalah Kim Soeun dan Victoria Song.

“Hey Donghae dan Hyukjae” seruan itu mengalihkan perhatian keduanya sesaat, namun detik berikutnya mereka seolah tak peduli, keduanya pun tak ada urusan dengan kedua pria itu.

Dilain sisi kedua pria itu terlihat mengedarkan pandangannya pada seluruh penjuru kantin, salah satu diantara mereka tersenyum dan melangkah seorang diri, membuat pria lainnya mau tak mau mengikutinya.

“Hey Nona Tanpa Nama” sapa salah satu dari mereka dan duduk berhadapan dengan kedua gadis yang berada di meja sudut kantin. Kim Soeun dan Victoria Song.

Suara bisik-bisik semakin jelas terdengar ketika Donghae dan Hyukjae duduk satu meja dengan dua gadis yang mereka anggap tak penting itu. Terlebih ketika Donghae menyapa gadis bernama Kim Soeun itu.

“Kau menyapaku? Namaku bukan Nona Tanpa Nama” sahut Soeun acuh

Donghae tersenyum menanggapinya, “Lalu aku harus memanggilmu apa, kau sendiri tak mau memberitahukan namamu sejak di perpustakaan waktu itu”

“Memang tak ada yang perlu diberitahu” Soeun kembali menjawab dengan acuh masih menikmati makan siangnya.

“Tapi kau kan sudah membantuku waktu itu, setidaknya ketika kita bertemu lagi—kita bisa saling menyapa. Aku tak ingin dianggap tak tahu terimakasih” jelas Donghae

“Aku membantumu karena kau mengganggu konsentrasiku, itu untuk kepentinganku sendiri”

Donghae terkekeh, gadis itu benar-benar dingin dan sangat tak bersahabat. Dan entah mengapa ia senang mendengar nada ketus itu dan wajah tak bersahabatnya, benar-benar menarik. Sedangkan dua orang lainnya—Hyukjae dan Victoria, mengerutkan kening tak mengerti dengan pembicaraan keduanya.

“Baiklah-baiklah, tapi kalau sekarang aku yang meminta bantuanmu?”

Soeun mengerutkan kening menatap Donghae. Donghae yang merasa Soeun menanti kelanjutan dari ucapannya tersenyum.

“Bisakah kau menjadi mentor matematikaku” ujar Donghae menatap Soeun intens.

Tak ada reaksi apapun dari Soeun, ia masih menatap Donghae—mencari keseriusan akan ucapan itu. Soeun juga menyadari tatapan tak percaya dari Victoria dan pria yang datang bersama Donghae serta tatapan siswa-siswi di kantin itu yang ingin tahu apa yang mereka bicarakan.

“Mian aku tak ada waktu untuk menjadi mentormu, permisi” Soeun langsung berdiri dari duduknya, “Kau sudah selesai Vic, kalau sudah kajja” lanjutnya dan berlalu, Victoria yang merasa ditinggalkan segera bergegas berdiri untuk menyusul temannya itu yang sebelumnya terlebih dahulu memberikan senyumnya pada kedua pria dihadapannya.

Kedua pria yang ditinggalkan begitu saja menunjukan raut wajah yang berbeda, Donghae yang terkekeh mengingat apa yang baru saja terjadi antara dirinya dan gadis unik itu sedangkan Hyukjae menatap bingung pada Donghae.

“Hae-ah, kau mengenal gadis yang berkaca mata itu?” tanya Hyukjae

“Emm, she’s my angel” jawab Donghae masih dengan senyumannya.

“Jadi dia orangnya. Kau tak salah? mungkin untuk kecerdasan aku percaya. Tapi jika kau akan menjadikannya mentormu apa tak salah? dan lihatlah dia sangat angkuh—ck gadis seperti itu masih saja bersikap jual mahal. Apa ia tak tahu kau itu siapa?” gerutu Hyukjae beruntun.

“Dia memang cerdas, aku tak salah memintanya menjadi mentorku. Dia juga tahu siapa aku, dan karena sikapnya itulah yang membuatku tertarik untuk kujadikan mentorku, setidaknya ia bukan seperti yang lainnya”

Hyukjae mengangguk membenarkan apa yang dijelaskan oleh temannya itu, “Lalu apa yang akan kau lakukan?”

[]

Gadis yang memakai seragam sekolah itu menunggu disebuah halte yang cukup jauh dari lingkungan sekolahnya, ia sesekali melirik jam tangannya dan menghembuskan nafas sesekali. Hingga tak lama sebuah mobil hitam yang termasuk dalam kategori mobil mewah berhenti tepat dihadapannya dan keluarlah sosok pria tampan yang berbeda seragam tersenyum hangat pada gadis itu.

“Sudah lama menunggu?” pria itu menghampiri masih dengan senyumannya

“Ya aku hampir bosan menunggumu” jawab gadis itu tersenyum

“Pergi sekarang?” tanyanya, gadis itu tersenyum dan mengangguk

Pria itu membukakan pintu mobil mempersilakan gadis itu, setelahnya segera melesat menuju kursi kemudi dan berlalu dari halte tersebut.

“Bagaimana dengan sekolahmu? Menyenangkan?” pria tersebut memulai percakapan

“Tentu saja tidak, kau tak lihat penampilanku, siapa yang ingin berteman denganku” sahut gadis itu.

Pria itu terkekeh, “Ya kau benar, siapa yang ingin berteman dengan gadis kuno sepertimu”

“Ya!! Kau mengejekku” balas gadis itu

“Hey, aku mengatakan kebenaran”

“Ya baiklah terserah kau” sahut gadis itu yang tak lain Kim Soeun, ia kini bersama teman baiknya yang tak banyak diketahui banyak orang, dialah Kim Soohyun—pria yang berbeda satu tahun diatasnya. Mereka sudah berteman sejak satu sekolah di sekolah dasar, pertemanan mereka berlanjut hingga sekarang keduanya sudah berada ditingkat atas. Keduanya masih menjaga hubungan baik walaupun kini sudah berbeda sekolah.

Kim Soeun dan Kim Soohyun memasuki sebuah caffee kawasan Apgujeong, keduanya menghampiri sosok gadis yang duduk seorang diri disalah satu set sofa di sudut caffee tersebut.

“Sudah lama menunggu, Suzy-ah?” sapa Soohyun pada sosok gadis itu.

Gadis itu tersenyum dan menggelang, Soeun dan Soohyun tersenyum dan duduk dihadapan gadis itu. Seperti yang sudah diketahui, Soeun dan Soohyun berteman baik begitupun dengan Suzy, mereka bertiga biasa menghabiskan waktu bersama jika waktu sedang senggang.

“Soeun-ah jika melihatmu seperti ini, mereka tak akan mengira bahwa gadis kuno ini adalah Kim Soeun” Suzy mengejek teman dekatnya itu.

Soeun mendengus, “Kalian sangat kompak dalam membully-ku, lebih baik cepat beritahukan kepentingan apa yang ingin kalian katakan. Aku tak memiliki waktuku terbuang sia-sia hanya untuk mendengar ejekan kalian”

Soohyun dan Suzy terkekeh dengan ucapan Soeun,

“Sudahlah Suzy, jangan mengejeknya terus atau ia akan benar-benar mengamuk”

Suzy kembali tertawa, Soeun mendengus—namun setelahnya ia tersenyum menatap kedua temannya itu.

“Sso, sebenarnya ada yang ingin aku katakan” ujar Soohyun

Soeun dan Suzy menatap Soohyun yang kini tersenyum sambil mengeluarkan sesuatu dari saku jas seragamnya.

Soohyun meletakan sebuah kotak berwarna coklat di meja, dibukanya kotak itu—hingga terlihatlah sebuah cincin cantik yang tampak sederhana namun tak menghilangkan keeleganannya. Disodorkannya cincin itu untuk berada dihadapan Soeun.

“Untuk ketiga kalinya aku melakukan ini, would you be my girlfriend?” ujar Soohyun mantap

Soeun memandang cincin itu, memandangnya dengan seksama “Cantik..” ujarnya, setelahnya Soeun menatap Soohyun “Namun seperti jawabanku sebelumnya, kau adalah temanku oppa—kau pria baik dan tampan, tapi maaf perasaanku tak lebih dari itu” lanjutnya dan kembali menggesar kotak coklat itu.

Terjadi keheningan untuk beberapa saat, Soeun dan Soohyun masih saling menatap—namun beberapa detik berikutnya Soohyun mengalihkan pandangannya terlebih dahulu, menunduk. “Seharusnya aku tahu akan seperti ini” kekehnya menertawakan diri sendiri, “Mungkinkah dikedepannya kau akan menerimaku?”

Soohyun kembali menatap Soeun yang masih menatapnya, mereka terlalut dalam tatapan itu, tak mempedulikan Suzy yang hanya membisu dengan hidung yang mulai memerah.

[]

“Terima kasih sudah mengantarku, kalian hati-hatilah” Soeun berucap ketika sudah berada didepan gerbang rumahnya.

Soeun membuka pintu mobil bagian belakang, dengan Soohyun dan Suzy dibagian depan. Itu pun Soeun yang menyarankan Suzy untuk duduk dikursi depan. Bukan untuk menghindari Soohyun, tapi karena memang jarak caffee dan rumah Soeun lebih dekat, hingga Soeun memutuskan untuk duduk di kursi belakang saja.

Soeun menatap kepergian mobil itu dalam diam, setelahnya ia menghela nafas mengingat apa yang baru saja terjadi. Hal seperti itu membuatnya takut, takut akan hubungan mereka yang akhirnya nanti akan merenggang.

“Hey Nona Tanpa Nama”

Soeun yang baru saja selangkah memasuki rumahnya setelah dibukakan pintu oleh penjaga segera menoleh mendengar panggilan itu. Dan matanya membulat sempurna melihat sosok pria yang berada dihadapannya kini.

“Kau?!”

“Ah aku tak percaya kau benar-benar tak merasakan kehadirkanku” balas pria itu yang tak lain adalah Donghae.

“Kau mengikutiku?”

Flashback

“Bukankah itu Nona Tanpa Nama?” gumam Donghae begitu melihat sosok gadis berada tak jauh dari pandangannya, ia tersenyum dan hendak menjalankan mobilnya kembali untuk menghampiri gadis unik itu. Namun, niatnya ia urungkan begitu melihat mobil hitam berhenti dihadapan gadis unik itu. Gadis itu dan seorang pria pemilik mobil itu terlihat terlibat dalam sebuah percakapan di halte dengan diselingi senyuman, dan tak berapa lama keduanya pergi berlalu dengan mobil hitam itu.

Donghae mengerutkan keningnya, mungkinkah itu kekasihnya? Gadis unik itu memiliki kekasih? Dan dilihat dari penampilannya dan mobil pria itu, terlihat pria itu bukan pria sembarangan dan dilihat dari seragam yang dikenakannya, ia sangat tahu seragam sekolah itu..yang sering disebut sebagai rival sekolahnya. Untuk mengurangi rasa penasarannya Donghae mengikuti mobil itu.

Kening Donghae kembali mengerut begitu melihat gadis unik itu dengan seorang pria dari sekolah rivalnya memasuki sebuah caffee di kawasan Apgujeong, caffee itu termasuk sebagai caffee mewah di kawasan tersebut. Lagi-lagi Donghae mengikuti keduanya dan memilih duduk disudut lainnya dan ia dapat memastikan bahwa pria yang bersama gadis unik itu bukan kekasihnya, karena ada sosok gadis lainnya yang berseragam sama dengan pria itu. Donghae sebenarnya ingin mendengar apa yang mereka bicarakan, namun karena jarak yang cukup jauh dan tak ingin ketahuan, membuatnya harus puas untuk menatap mereka saja tanpa tahu apa yang mereka bicarakan.

Donghae lebih menajamkan pandangannya ketika pria itu menyodorkan cincin pada gadis unik itu, pernyataan cintakah? Bukankah seharusnya ia sudah bisa menebak apa yang akan terjadi, gadis unik itu pasti menerimanya!! Donghae terkekeh dengan tebakannya itu. Tapi ternyata itu salah, gadis itu kembali menyodorkan cincin itu pada pria tersebut dan melihat dari raut wajah pria itu, Donghae sudah bisa menebak apa yang terjadi disana. Pria itu ditolak!!!

Donghae masih mengikuti mereka bahkan sampai mereka meninggalkan caffee, dan disinilah ia berada—disalah satu perumahan elit dan juga disalah satu rumah mewah. Ia memutuskan untuk keluar dari persembunyiannya dan mengejutkan gadis unik itu.

Flashback End

“Bagaimana mungkin kau bisa mengikutiku seperti itu, kau tidak sopan!!” kesal Soeun setelah mendengar kejelasan pria tersebut.

“Maafkan aku soal itu, itu tak sengaja dan aku menjadi penasaran” jawab Donghae “Dan oh…sepertinya kau banyak menutupi tentang identitasmu di sekolah” lanjut Donghae memandang rumah yang akan dimasuki Soeun.

Soeun gugup mendengar ucapan Donghae, semua akan terungkap!!

“Jangan katakan pada siapapun” sahut Soeun cepat dalam raut wajah panik.

Donghae kembali memandang Soeun, gadis itu sangat terlihat panik, menandakan ia benar-benar tak ingin diketahui identitasnya. “Kenapa? Bukankah lebih baik semua orang tahu, mereka akan lebih menghargaimu”

“Untuk apa jika hanya ingin dimanfaatkan” jawab Soeun sinis

Donghae terdiam, ia cukup mengerti jawaban dari gadis itu. Gadis kaya raya akan cenderung dimanfaatkan daripada mendapatkan teman yang tulus.

“Jangan katakan pada siapapun, aku memiliki alasan untuk itu” ujar Soeun “Apa yang kau inginkan, aku akan turuti asal kau rahasiakan soal ini” lanjutnya, Soeun merutuki dirinya sendiri setelah mengatakan hal itu, bagaimana jika pria bernama Donghae ini meminta hal yang macam-macam.

Donghae tersenyum, “Aku pria baik-baik, jika kau ingin aku menjaga rahasiamu—akan kulakukan”

“Jinjja?! Kau tak meminta apapun?”

Donghae tersenyum penuh arti, “Sebenarnya ada satu syarat”

Soeun mendengus, “Aku tahu akan seperti itu” gerutunya kecil “Baiklah apa itu?”

“Sebelumnya aku ingin tahu siapa namamu?” tanya Donghae

Soeun memandang Donghae tajam, “Kim Soeun” jawabnya singkat

“Namamu cantik, kenapa tak kau katakan saja waktu itu” sahut Donghae tersenyum “Baiklah keinginanku mudah, jadilah mentorku Soeun-ssi” pinta Donghae

Soeun hanya diam tak segera menyetujui, ia memandang pria itu intens.

“Bagaimana?”

Soeun menghela nafasnya sebelum menjawab, “Baiklah”

Donghae tersenyum senang, ia mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan “Kita sepakat untuk saling membantu”

Soeun akhirnya menyambut uluran tangan itu, Donghae tersenyum lebih cerah ketiga saling berjabat dengan Soeun.

.

.

To be continue…

.

.

Kembali bawa ff baru dalam type 3Shoot, jangan lupa RCL yaa…

68 thoughts on “[3S] Mask (Chapter 1/3)

  1. Eyy..Sso eonni menutupi identitasnya yg ternyata adalah orang kaya.
    Hohoho…hae oppa kayanya sedikit tertarik dengan Sso eonni ya karna Sso eonni itu unik.

    Hyaa!!itu Soohyun oppa suka sama Sso eonni tapi Sso eonni hanya nganggep soohyun oppa sebagai oppanya ga lebih, huh ada apa dengan suzy? Apa dia suka sama soohyun oppa?

    Ckck…Sso eonni bener” ga sadar ya udah di ikutin sama donghae oppa dan akhirnya donghae oppa pun berhasil menjadikan Sso eonni mentornya ckckck…

    Di tunggu ya next partnya😉

  2. Eonnie…..
    Lanjutttt…
    Lanjuttt…
    Lanjuttt…
    *bawa banner*
    ASAP ne? ;))))

    sukaaaa…
    Suka nih cerita begini…
    Gak tahu dari mana,pokoknya suka..
    Karakter Soeun yg tertutup begini sukaaa…

    Itu kya’nya Suzy suka sama Soohyun ya ??
    Udh nembak 3 kali gak diterima juga..
    Apa yg salah sama Soohyun ya ??
    Ckckckkckc.. *kasihan*

    ditunggu lanjutan partnya Eonnie..
    Dan ditunggu karya lainnya😉

  3. hyaaaa authorrr >< .. ini ff HaeSso school life pertama yg aku baca :3 .. bener deh.. uhh HaeSso seperti biasanya, manis U.U .. owh kalo baca ff inu jadi inget ff Sso eonni di ASB ^^v .. okehh thorr Next ditunggu …… FIGHTINGG '3')9

  4. akhirnya Hae tau nama Sso, dan Sso mau mentorin Hae🙂
    kasian SooHyun ditolak mulu tapi tenang ada Suzy tuh haha
    penasaran sama hari-hari yg bakal Sso lewati sebagai mentor Hae😀
    gimana yah reaksi Hae kalau tau seberapa cantiknya Sso?

  5. wah sso jd gadis culun pdhl sngt kaya raya ,ska sm karakter sso spt itu pinter ,kaya dn tdk sombong ..keren bngt . kasian kim soo hyun oppa di tolak sso ,pasti krn suzy ..haesso sdh akhrab skrng ,jd penasarn sm lnjtannya .next partnya di tunggu .

  6. Yeay ff baru …
    Ya ampun sso jutek bgt ma donghae.. Tpi suka jga sikap.y yg kyak gitu…kalau tman2.y sso pada tau dia itu orang kaya pasti mreka nyesel udh memperlakukan sso dgn semena mena… Tpi biar ajja mreka smua bkal tw sndiri pasti… Hohoh soohyun oppa nongol jga d.sni trnyata,,aduh trnyata dia udah nembak sso dan d.cafe itu untk ktiga kali.y??tpi d.tolak lagi??aigoo sso napa gk d.terima ajja… Tpi smoga sohyun oppa gk nyerah,biar nanti ada cinta segitiga antara haessohyun.. Hohoh… Itu donghae oppa ngotot banget,, cinta kah dirimu pada sso?? Hahah… Next part.y d.tggu.. Ff marriege sama WGMnya jga… >_<

  7. kereeennn sk dgn tema prcntaanya,,omg soeun nolak soohyun but its okeeyy harapan&kmudahan penuh utk donghae utk mnaklukan htnya,,mlht sso yg nerdy aja hae trtrik aplgi klo liat pnampilan soeun yg asli sprt angel sbutanya utk sso yg mmg tdk salah sebut ahhaayy,,good luck bt study-ny deh pst mkin jatuh cnt hae ke sso&sso bs kmbli ceria&trbuka sprt sftny sblmny,,dtggu sgr lnjtny gomawo

  8. sebenarnya sso menaroh hati tp cm dikit dan gak mw mereka bertiga renggang karena tw jg klo suzy suka? maybeeeeee😀

    kereeeen alayhim chaaaaaaaa,😀 skalian mw nagih marriage nya kapan lanjutannya jangan lama2 dan ktumpuk2 ma yg lain dunk😀

    sso keren, prinsipil beud,,,,, mghargai ktulusan, gak sok, matre aplg kcentilan,,, cenderung polos, baik, cantik trsmbunyi dan smart,,,, dibalik dingin, cuek, angkuh, dan kunoooo nya😀

    tapi tuh justru yg menarik pangeran pujaan sejuta umat wanita terutama di tuh sekolah,, kekekke “she’s my angel” hahaha begitulah promosi si namja,,,, ngeeek

    hahaha, haeppa penasaran,,, tertarik akut bahkan tp dy sabar bgt gk kepoin dr org lain,, mungkin,, nyatanya meski sso trkenal bhkan super dikenal di buly n sbg siswa sosial tp haeppa akhirnya dpt tw jg kekekke berkat ktidaksengajaannya,,, eh eh kberuntungan tp lohh lohh og sso djmput pria tampan bahkan dr mobilnya bs ditebak klo bukan org smbarangan,, bahkan dr seragamnya malah notabenenya rival sekolahnya,,, ngajak tawur ni namja bathin haeppa

    gak mungkin bs mdekat batn haeppa,,,, degggggggs malah trkejut ketika si namja ngasi hadiah yg bs di pastikan akan diterima lamaran apapun yg dtawarkan mgagetkan lg ktika tangannya brtolak mengembalikan dan mimik kcewa dari namja sekolah rvalnya tsb trbaca jelas,,, ada kelegaan #nyessss

    smpai akirnya udahin deh kucing2ngannya,, gue kan gentle kekkekkeke akhirnya haeppa mberi kejutan sso stlh td berturut2 dikejutkan oleh sso,, satu lagi sso trnyata bukan org sembarangan pdhl ksehariannya ia d halte,,, lingkungan elit, rumah mewahhhhh tp trsenyum lah si haeppa dg kpanikan sso
    alkasil kberuntungan digenggam dpt nama dan kejelasan status si mentor cantiknya yg segera trealisasikan

    *pleaseeee jangan lama2 ya kakak lanjutannya 2partnya segerakan ayuuuuuuuk, gumawo

  9. HaeSso… HaeSso…HaeSso… Love You…..,!!!! >_<…

    Suka Suka Suka…. pake Doubel Banget, sama ceritanya…! Sso yang gak suka pamer dan cenderung memilih terlihat sederhana ternyata menarik perhatian sang Idola Sekolah.

    kirain soohyun kekasihnya suzy eh ternyata soohyun nya suka sama Sso. dan sepertinya Suzy suka sama Soohyun…

    dan sekarang Donghae udah tahu siapa Sso yang sebenarnya. hmmmm mereka juga bakal sering ketemu, secara sekarang Sso udah resmi jadi mentor nya Hae…!

    Gak sabar nunggu part 2-3 Nya… Author…… ceritanya Kereeeeeeen

  10. penasaran kenapa sso eonni nutupin identitasnya dan kenapa dia bergaya cupu pengen tau alesannya ??

    yah ampun ada soohyun oppa si alien ganteng haha😀
    yah oppa di tolak sso ma aku aja #ngarep haha😀

    cieeee hae oppa tertarik nih ma sso ? hemm😉

    di tunggu next nya ^^

  11. Eaaaaaa,hae terus deketin sso,hahhaha
    gapapa sso nolak sohyun,yang penting sso jangan nolak hae,aku ga sabar nunggu lanjutannya…😀

  12. Cie,, bang hae trpesona sma kpribadian ny sso nie, ska sm krkter sso d sni, unik,cuek and pinter. Hemm haeppa memanfaat kn keadaan nie.kkkk.
    Kyk ny bkln dha ksh cnta sgtiga ny, eh tp dha suzy ny y kyk ny bkln jd sgiempat deh. Wkwkwk.
    D tnggu lnjtnny y eon.

  13. hwaaaa lanjuuuut eon author, ide ceritanya menarik n fresh banget.
    penasaran gimana perasaan sso k donghae kalo mereka sama-sama terus, kan uda setuju buat jadi mentornya donghae, sedangkan sifat sso begitu dingin. ditunggu kelanjutannya eon author, hwaiting

  14. omo omo omo..
    wah Haesso baru…
    senang na akhir na bisa menikmati FF echa lagi..

    nah nah nah, ada apa nech kug Soeun harus menyembunyikan identitas na k satu sekolah??
    nah lhoh d bikin penasaran ama uthor..
    d lanjut thor, jgn ma lama ya..
    hahahahaa..

    bis uda penasaran, tuan putri satu ini angkuh banget ama Haeppa..
    bisa g ya charisma Haeppa meruntuhkan hati dingin sang angel..
    hehehehee..
    aku yakin 100% nech episode mendatang bakalan makun SERU kisah pun d mulai waktu Sso setuju jadi mentor Haeppa..
    buset dah pinter banget apa jenius banget ya uri Soeun, bisa ngerjain pelajaran matematika kelas 3 padahal dia masu junior na Donghae oppa..
    ajaib, kereeen..
    pokok na d tunggu next part na..

    btw anyway busway, nie aku curiga, apa jgn jgn Suzy suka ama Soohyun ya??
    kira kira Soeun ngerasain itu juga g ya, sampe dia nolak Soohyun 3kali..

  15. Haesso.kya….sending Ada ff baru
    Sso mister it’s banget ya pkek nyembunyiin identitasnya
    Hae kyaknya mulai tertiaries nie sama Sso tpi sikapny Sso cuek banget…
    Padahal hae populer banget
    Soon yum suka sama Sso wa… Senengnya diyembk tpi kook ditolak
    Saying banget tpi kyaknya Suzy jga suka sama Sohyun
    Bisa gak nie donghae naklukin hatinya sso
    Ditunggu next partnya

  16. y ampun cerita’a bgusssssss bngeeeeet,,,,,,

    gk nyangka trnyta eonnie so eun ank konglomerat tpi eonnie so eun menutupi identitas’a yg sbenar’a,,,,,,

    saluuut bngeet ma haeppa mskipun d cuekin ma onnie so eun tetep zh pngen eonnie so eun jd mentor’a,,,,

    jd pnsaran nich ma klanjutan’a,,,,

  17. waaa….. ada HaeSso lagiii ♥♥♥♥♥

    Apa mungkin Donghae suka sama So Eun ya ?
    dan suzy suka sama Soohyun ?

    kayaknya kalau diluar lingkungan sekolah penampilan so eun bakalan berubah 100 %

    kerenn… ditunggu lanjutan ff ini dan ff yg lain heheheee

  18. Omo soohyun di tolak soeun,
    wah donghae oppa tidak patah semangat yah menjadikan soeun mentornya,.
    Jadi makin penasaran nich,
    fighting di tnggu next partnya

  19. Jadi Kim Soeun menyembunyikan identitas aslinya di sekolah, biar tdk ada yang tau kalau dia anak orang kaya..
    Kayakya Donghae tertarik nih sama Soeun, saking penasaran sama tingkah unik soeun dia sampe ngikutin Sso, dan itu yg membuat dia punya senjata untuk lebih dekat dengan sso dengan alasan meminta sso jd mentornya.. Hihihi great idea oppa!!

    Kim Soohyun, ow ow ow Soeun eonni sayang banget nolak orang se kece dia, tapi Suzy kok lain ya,?? Jangn2 suzy suka lg sama Soohyun. Ah it bukan fokus saya. Saya lebih suka kalau Soeun di rebutin cowo2 kece soalx.. Kkkk

    semoga next partnya moment HaeSso lebih banyak ya? Sso jangan dingin gitu dong sm donghae oppa, kan kasihan ?
    Hheehe Hwaiting Echa,

  20. Ternyta soeun anàk orang kaya :O:/ kirain soeun bener2 kelompok sosial di skolahnya . Penasaran sama soeun kenaapa harus nutupin identitasnya gitu, hmm aku lebih penasara sama haessonya. pasti asik pas soeun ngjarin donghae lagi hihi ^^. di tunggu part selanjutnya thor.

  21. walaupun so eun anak orang kaya dia nggak mau mengumbar itu di depan teman-temannya ya,,, karna kalau nggak pasti teman-temannya itu cuma manfaatin kekayaan dia aja……

    Wah donghae udah tau kalau so eun itu anak orang kaya🙂
    dan mereka berdua jadi kayak berteman🙂

    Next part

  22. rambut kuncir dua, kaca mata besar, baju kegedean…itu smua tdk bisa menutupi kecantikan sso, malah tmbah imut..ei, rahasia sso ad di tgn Hae, jgn macem2 y Haeppa…

  23. Sdih jg ya khdupan so eun, jd ank tunggal, ibu sudh tiada n ayah yg super sibuk, pantas sja jika dia trtu2p n cnderung ckup angkuh trhdp hal2 yg bru dlm hdupx. Tpi kejenuhan dlm hdup sso lmbt laun akn brubh dgn hdirx si pangeran Lee Donghae yg akn membri warna cerah dlm khdupn n0na muda kim so eun, jd g sbar ingn bc ksah mrka menjd murid n mentor pasti akn brtebar pristiwa2 lucu n romantis

  24. woah ternyata Sso eonni anak holang kaya kkk~ tapi keren dia ga mau nunjukin kekayaan nya dan lebih memilih jadi gadis kutu buku yg angkuh (?) hoho

    cie..cie.. Haeppa mulai tertarik sama Sso eonni, ga nyangka kalo si abang ikan ngikutin Sso sampe rumah, identitas nya Sso jadi ketawan deh o.O

    uhh~ penasaran sama next part nya😀

  25. kyaaaaaaaaa haeSso beraksi !!!
    aq suka banget ceritax apa lagi ada soohyun oppa, tapi tetap kok haepa no 1 .
    Ditungguuuuuu part 2x ^_^

  26. Wah keren😀
    Eomma sso meninggal kenape? Kayaknya donghae sedikit mulai suka sama sso😀
    Baca dibagian ini
    “Untuk ketiga kalinya aku melakukan ini, would you be my girlfriend?” ujar Soohyun mantap
    Soeun memandang cincin itu, memandangnya dengan seksama “Cantik..” ujarnya, setelahnya Soeun menatap Soohyun “Namun seperti jawabanku sebelumnya, kau adalah temanku oppa—kau pria baik dan tampan, tapi maaf perasaanku tak lebih dari itu” lanjutnya dan kembali menggesar kotak coklat itu.Terjadi keheningan untuk beberapa saat, Soeun dan Soohyun masih saling menatap—namun beberapa detik berikutnya Soohyun mengalihkan pandangannya terlebih dahulu, menunduk. “Seharusnya aku tahu akan seperti ini” kekehnya menertawakan diri sendiri, “Mungkinkah dikedepannya kau akan menerimaku?”
    Jadi inget sama drakor you who came from the star, kasihan hee kyung disana😦
    Next part ne chingu😀

  27. haesso saranghaeeeeeee ♥♥♥♥♥♥
    bnr” nih couple favorite ku…selalu ff yg haesso so sweet..
    tpi penasaran am next part’y..
    fighting thor..

  28. Waaa ada ff baru dri part 1 aja udh kliatan seru
    Dsni soeun jdi cupu ya tpi ttep aja kliatan cntiknya ltrnyta soeun itu orkay dan punya 2shbat tpi trnyt so hyun suka ddgn dia tpi ttep aja soeun nolak dia
    Kyknya suzy yg suka dgn so hyun ya???
    Ciyeee donghae bner2 pnsrn dgn ssok soeun
    Gmna klnjutan hbungan donghae dgn so eun ya??
    Pnsrn dgn ceritanya dtnggu next partnya

  29. author daebak..i like it …
    al a jrng banget yang story a school life….
    bingun mau komen apa lagi authur………..faighting next part di tunnggu…

  30. Anyeong

    aku baca ffnya lagi nich, habis kangen ff haesso cuma ada di page ini,. Di tunggu next partnya yah,.

    Fighting

  31. Stlah skian lma gk ngecek blog ne eh skli ngcek dh bnyk ff bru,,
    biasa,a aq sring ngcek tp krn sring ngcek gk da ff bru jd,a jrang brknjung,,,,
    hheheheheh
    mrka hnya mlhat tmpilan luar sso j tnpa tau cpa sso sbnr,a,,
    kyaaaaa sso mnlak soohyun,,,
    kyak,a tiap bca ff soohyun sring bnget jd oppa sso tp mank cocok sech,,,
    ksian soohyun dtolak ssso ampk 3x,,,
    tp pa pnybab sso jd kuno gto y,,,
    dsar hae krn pnsran jd kbongkar dech cpa sso sbnr,a,,,
    nah sso sia2 jd mentor,a hae,,,
    siap2 jg bkal kthuan wjah cntik,a sso,,,,
    next jgn lma2 y chingu,,,

  32. I’m come back😀
    hmmmmm gak tau knapa aku suka sm FF model kayak gini. karakter soeun yg cuek dan jutek trus DH yg ngejar2 + karakter nakal hahahahahaaaaa

    disini DH blom suka ama SE ya? berharap ada di chappie 2. wkwkwkwkw

    keep going ya kak? ditunggu chap 2 nya. btw, diharap alurnya gak cepet2😀 thx u❤

  33. Ping-balik: [3S] Mask (Chapter 2) | ♥ My Dreams ♥

  34. Akhhhh bkalan seru nie ..
    Sso eonni pura” jdi cwe culun nd miskinn ..
    Pasangan haesso balik d’tunggu kelanjutan’a ya eonni …
    Jgn lupa jgaa ff wgm’a cpet” d’lanjut eonni dagh kelamaan nngguin ..
    Hheeeeeeee

  35. Wkwkwk,,hae kelakuannya bikin ngakak..tapi sso kok nyamar ya?? Kenapa gak diperlihatkan aja kekayaannya,,eh ini pasti ada sesuatu sehingga sso menjadi seperti ini..apa karena pacarnya ya??

    Tapi kasian hyun oppa kkk,,udah hyun sama suzy aja..

  36. ff pertama HaeSso yg aku baca diblog ini..
    Genrenya school life tapi aku suka ceritanya..
    Kasihan Soohyun ditolak sm Soeun…😦
    tpi tenang aja kan masih ada Suzy🙂
    Donghae saking penasaran sm Soeun sampai diikutin segala.. Hati2 oppa awalnya minta Sso jdi mentor ntar malah minta jdi pacarnya.. he.. he..😀

  37. di ballik sso ygbiasa aja ternyata dia chaebol yah,knapa gak mau nunjukin kekayaannya?
    eh sso eonni knapa nolak soohyun oppa kan kasian,eh tp masih ada suzy yah;D
    donghae ngikutin sso penasaran amat modus th cma buat jadi mentor :p

  38. Annyeong aku new reader salam kenal, ff nya bagus banget eon sebenarnya sih gk terlalu suka donghae dipasangin sama artis tapi kalo so eun aku serasa gimana gitu bacanya #ceileh
    hehe intinya aku suka

  39. wah.. daebak donghae sekali diajarin sama so eun langsung bisa..

    ehm kira kira kenapa ya so eun itu berusaha untuk menutupi jati diri dia yang sebenarnya??
    hhmmm.. kasihan ya soohyun ditolak sama so eun..

  40. Cerita yg sngt klasik
    sifat sso sungguh sangt mengagumkn
    lee donghae pasti bsa meluluhkn
    hti sso
    author terus laah berkarya
    fightiiiiiiiing….!!!
    ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

  41. hebat., hae skrg punya senjata yg bs buat sso mau jd mentor nya.

    nah loh,, Soohyun suka ma sso, tp di tolak!!! itu Suzy kyknya suka ya ma Soohyun

    jd agak galau ni pilih sm hae ato ma soohyun

    gara2 baca winter love

    hehe

  42. wah kasihan ya sama so eun kayanya dia kurang dapet perhatian dari appanya deh..
    tapi setidaknya da temennya so eun yang menemani so eun, dan temennya akan bertambah satu lagi deh setelah kehadiran donghae..

    fighting..

  43. Hai hai ane readr baru. Ini fanfic pertama yg saya baca, udah lama kesimpan, tp gak sempat baca.
    Soeun disini jd culun ya, eh tp gak juga sh. Dia kan org kaya. Tp kenapa soeun nyembunyikan identitasnya ya?

  44. Kehidupan soeun eonni bikin penasaran banget, soeun eonni nutupin kehidupan yang sebenarnya, dan kecantikan nyaa juga dia tutupin, dan berubah jadi cewek cupu, padahal dia cewek cantik,
    Donghae oppa pasti udah tertarik dan bentar lagi pasti jadi suka sama soeun eonni, tapi kenapa soeun eonni menutupin semua itu, apa karna takut di manfaatin temen2nyaa kalau tau dia cantik dan kaya? Apa ada alasan yang lain ? Ah makin penasaran🙂 next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s