[3S] Mask (Chapter 2)


mask fix cover

Mask by echa307 ||  Cast : Kim So Eun, Lee Donghae, Kim Soohyun, Suzy, Lee Hyukjae ||  Genre : Romance, Friendship ||  Type : 3Shoot ||  Rate : PG 15+  || Disclaimer : This story is mine. Just a fictional story, if found similarity plot or character, is a coincidence. Don’t copy-paste this story!!

.

.

[ Chapter 1 ]

.

.

Terlihat sosok cantik yang memasuki sebuah club dan melewati dua orang penjaga dengan mudahnya, ia tampak tersenyum singkat pada dua pria penjaga itu dan melenggang masuk tanpa penghalang. Ketika langkahnya semakin masuk kedalam suara degup yang cukup memekakan telinga dan kerja jantung itu terdengar. Ia tersenyum singkat dan mendudukan dirinya di kursi meja bar, bertemu seorang bartender yang sudah menyambutnya dengan senyuman.

“Kau datang?” sapa bartender itu pada gadis cantik yang kini sudah duduk dihadapannya yang memberikan senyuman, “Seperti biasa?” lanjut bartender tersebut.

Gadis itu mengangguk mengiyakan dan melihat-lihat keadaan sekitar, ‘tetap sama’ yaa tentu saja tempat seperti itu akan terlihat sama. Sebuah tempat yang dianggap buruk bagi orang-orang dan termasuk hati kecilnya, tapi tak ada lagi yang bisa ia tumpahkan segalanya kalau bukan ditempat itu.

[]

Sosok gadis itu masih tertidur lelap di ranjangnya, jam sudah menunjukan pukul sebelas malam, ia tengah meringkuk dibawah selimut putihnya.

Alisnya berkerut begitu mendengar suara dering ponsel yang tergeletak tak jauh darinya, dengan mata yang masih terpejam, jemarinya meraba-raba seprai berwarna putih gading itu. Alisnya semakin berkerut begitu melihat siapa pengganggunya, deretan nomor yang tak dikenal.

“Nuguseyo?” hal pertama yang dilontarkan gadis itu begitu mendekatkan ponsel putihnya ketelinganya.

‘Benar-benar sapaan yang buruk, kau sudah tidur?’

Gadis itu menatap heran screen ponselnya, “Nuguya?” tanyanya setelah kembali menempelkan ponsel itu ke telinganya.

‘Baru kemarin sore terakhir kita bertemu kau sudah melupakan suaraku’ suara itu kembali mencoba bermain-main dengannya.

“Ya! Jika kau masih tak ingin mengatakan kau siapa, aku akan menutupnya” ancam gadis itu.

‘Kim Soeun bisakah bersikap lembut padaku?’

Sosok gadis itu, Kim Soeun menghela nafasnya. Dasar pria gila, rutuk Soeun dalam hati. Baru saja menjauhkan ponsel untuk tak lagi bermain-main dengan pria itu, ia mendengar seruan dari si penelpon.

‘Jangan coba-coba untuk menutupnya, aku Lee Donghae’ seru pria yang dianggapnya gila tersebut.

Soeun berpikir sesaat, Lee Donghae?

‘Jangan katakan kau melupakanku’

“Aku memang lupa” jawab Soeun acuh, terdengar desahan dari pria tersebut.

‘Aku pria yang kau temui di perpustakaan dan sekarang kau adalah mentorku’ jelasnya

Masih tak ada sahutan untuk beberapa saat, “MWO! LEE DONGHAE!!” Soeun mendudukan dirinya dengan mata membulat.

‘Kecilkan suaramu ini sudah malam’ seru Donghae begitu mendengar pekikan Soeun

“Salah sendiri kau menghubungiku tengah malam” Soeun kembali menjawab acuh

“Kau ini, besok jam sepuluh aku ke rumahmu”

“Mwo?! Untuk apa?” tanya Soeun.

‘Kau kan mentorku—aku ingin kau mengajariku’ jelas Donghae

“Mwoya! Bisa-bisanya kau membuat keputusan tanpa persetujuanku terlebih dahulu, kenapa cepat sekali” seru Soeun kesal,

“Mau bagaimana lagi—jadi tak ada pembatalan, aku akan tetap ke rumahmu. Sampai jumpa” Panggilan itu berakhir,

“YA! Lee Donghae!!!” Soeun menggeram kesal karena panggilan itu diakhiri begitu saja oleh pria tersebut, bahkan ia belum kembali melakukan protes.

“Menjengkelkan dia yang menghubungiku dan ia yang mengakhirinya begitu saja—seharusnya aku yang memutuskannya duluan” gerutunya kesal melempar ponselnya ke sofa yang tak jauh darinya dan kembali terlelap.

 []

“Suzy-ah bisa kau keluar, aku didepan rumahmu”

Pria itu bersandar di kursi mengemudinya, matanya terpejam sambil menunggu sosok gadis bernama Suzy yang baru saja ia hubungi.

Ia menoleh begitu sosok gadis cantik yang membuka pintu mobilnya dan duduk di kursi penumpang sebelahnya.

“Wae oppa?” tanya Suzy tanpa menoleh pada pria yang menghubunginya.

“Suzy-ah, kau pasti mengenalku dengan sangat baik bukan?”

Suzy yang ditanya seperti itu mengangguk membenarkan, belum memandang pria tersebut

“Menurutku aku bagaimana?”

Suzy memandang pria disampingnya itu lebih, “Kau pria yang baik oppa, kau perhatian, lembut, dan mungkin setia. Waegeurae?”

Pria itu, Kim Soohyun—menghela nafasnya dan bersandar kembali di kursi kemudinya dengan mata terpejam. Tak lama ia kembali membuka matanya dan memandang Suzy yang masih menatapnya. “Menurutmu apa yang membuat Soeun masih terus menolakku? Bukankah sudah jelas aku pria seperti apa?”

Suzy memalingkan wajahnya memandang jalan depan, hidungnya memerah kembali mendengar kalimat-kalimat seperti itu. “Apa kau tak pernah menyadarinya, oppa?”

“Menyadari apa?” tanya Soohyun cepat, “Apa ada yang kurang dariku?”

“Tidak, bukan itu” Suzy masih menjawab dengan pandangan lurus kedepan.

“Mengertilah akan perasaannya, sejak lima tahun yang lalu—sejak ibunya meninggalkannya. Apa ia tak memiliki sebuah ketakutan akan hal seperti itu” jelas Suzy masih memandang jauh kedepan.

Soohyun terdiam, kalimat itu seakan menamparnya akan segala tindakannya selama ini. Mungkinkah ia egois?

[]

Dering ponsel lagi-lagi mengganggu tidur lelapnya, namun sekian lama ia meraba-raba sisi tempat tidurnya, ia tak juga menemukan dimana ponselnya berada. Dengan terpaksa gadis itu membuka perlahan kelopak matanya, mengerjap beberapa saat dan memilih duduk. Diedarkan pandangannya kesekeliling, dan menemukan ponselnya yang masih berdering di sofa putih gading miliknya. Dengan terpaksa ia bangkit dan mendudukan diri di sofa, baru setelahnya mengangkat panggilan itu.

Kim Soeun, kenapa begitu lama, Setengah jam lagi aku sampai. Suara pekikan itu menyambutnya

Siapa kau? membangunkanku jam segini, sahut gadis itu

Ini sudah jam Sembilan kau tahu, hah ternyata sifatmu berbanding dengan kelakuanmu yaa

Jangan banyak komentar, siapa kau?

Aku Lee Donghae dan setengah jam lagi akan sampai di rumahmu, mengerti. Sampai jumpa

Panggilan itu berakhir, Kim Soeun mengerutkan keningnya, ‘Lee Donghae’ kesadarannya memang belum benar-benar kembali seperti semalam. Apa ia memiliki janji? Soeun sepertinya melupakan siapa yang menghubunginya semalam.

Dan setelah cukup lama terdiam, akhirnya ia mengingat siapa orang tersebut, “Halmonie Park!!” Soeun memekik memanggil kepala butler di rumahnya, sambil berlalu keluar dari kamarnya tersebut.

Tak lama sosok wanita paruh baya berjalan anggun menghampiri nona muda-nya itu dengan senyuman “Ada yang bisa saya bantu nona?”

“Halmonie tolong ganti foto-foto ini dengan lukisan saja” Soeun menunjuk setiap foto individunya maupun bersama kedua orangtuanya.

Halmonie Park, kepala butler rumah tersebut memandang bingung nona muda-nya begitu juga beberapa maid yang saling berpandangan satu sama lain.

“Kajja Halmonie, kita tak punya waktu banyak. Dalam lima belas menit semua harus sudah diganti” lanjut Soeun dan kembali menaiki tangga menuju kamarnya.

[]

Pria itu mengendarai mobilnya memasuki sebuah halaman rumah setelah dibukakan oleh seorang penjaga, sebelum keluar dari mobilnya ia sedikit merapikan rambutnya dan keluar dengan beberapa buku ditangannya.

Pria itu tersenyum ramah dengan beberapa maid yang menyapa kedatangannya, “Kau benar-benar luar biasa Kim Soeun” gumam pria tersebut, ia cukup kagum dengan gadis yang ia datangi itu. Sosok gadis dari kalangan atas yang memilih menutup semua akses tentang dirinya dan menjadi gadis biasa bahkan dibawah dari itu, bukankah itu sangat mustahil untuk jaman sekarang yang justru berlomba-lomba memamerkan apa yang ia miliki.

Pria itu tersenyum begitu melihat gadis yang ia datangi tengah duduk di sebuah ruang keluarga menatap dirinya, ia menghampiri dan duduk disamping gadis tersebut, “Kau menungguku, Sso” sapanya

Gadis yang ditanyanya itu meringis, “Ya kehadiranmu cukup membuatku was-was”

“Kenapa? Apa karena pria tampan mengunjungimu?” sahut pria itu percaya diri.

“Donghae-ssi—“

Pria itu, Donghae berdeham begitu namanya disebutkan.

“Bukankah kau mengancamku, tentu saja aku merasa was-was denganmu” balas Soeun

“Mengancam?” tanya Donghae tak mengerti

“Jangan berlaga bodoh, aku harus menjadi mentormu dan identitasku akan aman ditanganmu” jawab Soeun

Donghae terkekeh, “Kau ini, aku tak mengancammu. Bukankah sudah kukatakan, ini sebuah kesepakatan” Donghae memegang kepala Soeun yang dikuncir dua tersebut.

“Tak ada bedanya” sahut Soeun acuh

“Sudahlah aku kan kesini ingin belajar bukan untuk adu mulut denganmu, jadi kajja…”

Dan dimulailah kegiatan baru mereka, kegiatan belajar-mengajar sekaligus dibubuhi dengan perang mulut antar keduanya.

[]

“Bagaimana Halmonie Park?”

“Oh benarkah? Ya sudah tak masalah, mungkin ini awal yang bagus untuknya”

“Kalau begitu terima kasih”

Pria paruh baya itu menghela nafasnya, disandarkan tubuhnya di sofa tempatnya menginap, memajamkan mata mencoba menenangkan beban pikirannya yang selama ini ia tanggung. Mencoba menjadi orang tua terbaik untuk putri tunggalnya.

Flashback

“Apa maksudmu dengan semua ini hahh?” pria itu berseru marah pada wanita dibelakangnya

“Maaf, mungkin ini yang terbaik untuk kita”dengan tetesan airmata

“Terbaik katamu? Tak ada yang baik untuk sebuah pengkhianatan!!!” seru pria tersebut lagi “Setelah apa yang kulakukan untukmu, menjaga kesetiaanku, bekerja setiap hari demi membahagiakanmu dan kau membalasnya dengan ini. Kau memang tak tahu diri”

“Jangn berpikir kaulah paling suci disini” sahut wanita tersebut yang kini termakan emosi

“Memang aku benar, kau yang salah”

“Aku salah? Hahh…llihat anakmu, apa pernah kau melihat pertumbuhannya? Apa kau pernah menghadiri moment pentingnya? Yang penting bagimu hanya perusahaan! Bisnis!!”

“Tapi aku tak pernah membenarkan adanya perselingkuhan!!!”

“Siapa yang berselingkuh? Bukankah kau yang berselingkuh dengan bisnismu itu, hidupmu hanya untuk itu bukan” balas wanita itu sengit “Huhh menurutku ini adalah tindakan terbaik daripada menjadi sebuah pajangan yang dibiarkan usang tanpa ada niat sedikitpun untuk menyentuhnya” sahut wanita itu memandang marah

“Huh dan sekarang kau ingin berpisah agar bersama pria itu” pria itu masih saja memojokan wanita itu

“Aku sudah lelah, tanda tangani saja. Setelah itu kita bisa mengurus diri kita masing-masing”

Praaangggg

Suara itu menarik mereka dari dunia yang mereka buat sendiri, terlihat disana putri tunggal mereka yang sudah berlinang airmata.

“Sso—dengarkan eomma”

“Jangan mendekat” gadis itu—Kim Soeun memilih memundurkan langkahnya

“Dengarkan eomma sayang”

“KU BILANG JANGAN MENDEKAT” pekikan memenuhi seisi kamar kepalanya tertunduk dengan isakan yang semakin keras,

“Sayang..” wanita itu mencoba mendekat kembali

Kim Soeun mengangkat kepalanya memandang wanita itu, tatapan yang tak pernah ia temui sebelumnya, yang ada hanyalah amarah yang terpancar “Aku membencimu dan detik ini—aku tak memiliki seorang ibu” Soeun langsung membalikan tubuhnya, berlari sekencang mungkin keluar dari rumahnya, tak ia pedulikan panggilan sang ibu yang terus memohon padanya.

Pria itu ikut berlari keluar, mengejar istri dan juga putrinya, dan ketika baru saja keluar dari gerbang rumahnya.

Braaaakkkk …

Flashback End

Pria paruh baya itu membuka kembali matanya dengan nafas yang memburu, mengingat kembali memori mengerikan yang terjadi beberapa tahun silam.

“Maafkan aku” kalimat itu yang keluar bersamaan dengan tetesan airmatanya.

[]

“Ya kenapa masih belum mengerti juga” pekik Soeun melihat Donghae yang lagi-lagi menggelengkan kepalanya setelah mendengar penjelasan dari Soeun.

“Bagaimana aku bisa mengerti jika kau saja menjelaskannya saja tidak dengan hati, kau seharusnya menjelaskannya dengan lembut dan pengertian Soeun”

“Dasar perayu ulung” sahut Soeun

“Kalau kau masih mengajariku seperti ini, aku jamin sampai besok pun aku tak akan mengerti” ujar Donghae santai

“Kau mencoba mengerjaiku hahh??”

“Terserah kau ingin berkata apa dan terima saja nasibmu untuk bersamaku sampai besok” Donghae menyeringai jahil

Soeun menarik nafas panjang, menurutnya ini adalah cobaan terberat yang diberikan tuhan padanya.  “Tuhan kenapa kau mempertemukanku dengan pria bodoh ini” gerutu Soeun dengan memajukan bibirnya.

Donghae yang mendengar gerutuan itu tentu saja langsung tertawa, tak disangkanya Kim Soeun bisa juga mengeluarkan candaan seperti itu.

Soeun mengerutkan keningnya melihat Donghae yang masih saja tertawa tanpa henti, “Ya berhenti tertawa, apa ada yang lucu” pekik Soeun

Donghae mengangguk membenarkan, “Emm..kau yang lucu” dan suara tawa Donghae pun masih memenuhi ruangan tersebut.

“Jika kau tak berhenti detik ini juga, jangan harap kau bisa lulus Lee Donghae”

Donghae terlihat masih terkikik menatap Soeun, namun ia berusaha untuk segera menghentikan tawanya, karena gadis itu sudah mulai mengancamnya. “Baiklah..baiklah…” ujarnya masih dengan tawa kecil.

[]

Dua minggu berlalu sejak Kim Soeun menjadi mentor seorang Lee Donghae, keduanya tampak beberapa kali bertemu di rumah ataupun di sekolah untuk membahas materi yang Donghae tak mengerti. Walaupun terlihat tak ramah, Soeun tetap membimbing Donghae dalam mata pelajaran Matematika yang tak pernah ia kuasai itu.

Kedekatan keduanya sudah diketahui seluruh sekolah, tak ada yang percaya bahwa Lee Donghae mau menjadikan Kim Soeun sebagai mentornya. Bagaimanapun menurut mereka Kim Soeun tak sebanding dengan Donghae yang kaya dan terkenal. Hal ini menimbulkan rasa iri dan kebencian pada Kim Soeun semakin menjadi. Soeun sering mendapatkan surat kaleng yang ditujukan padanya untuk pergi jauh dari Donghae, gadis itu tak menanggapi surat itu, bahkan sekarang pun ia langsung membuat surat itu ke tong sampah sebelum membacanya.

Seperti halnya kini, setelah jam sekolah berakhir, Donghae dan Soeun tak terburu-buru untuk segera pulang, lagi-lagi mereka terlihat berada di taman sekolah. Di hamparan rumput hijau dibawah pohon rindang, Soeun duduk bersandar pada pohon dengan sebuah buku cetak dipangkuannya dan Donghae yang menelengkup sedang berusaha mengerjakan soal yang diberikan Soeun padanya. Pemandangan seperti ini sudah sering terlihat sejak Soeun menjadi mentor Donghae.

“Oh ya bagaimana hasil kuismu kemarin?” tanya Soeun beralih menatap Donghae

Donghae tersenyum, ia mengeluarkan sesuatu dari ranselnya dan memberikannya pada gadis itu.

“Delapan puluh” gumam Soeun setelah melihatnya, ternyata itu adalah kertas kuis Donghae kemarin “Kemajuan yang pesat” lanjut Soeun menganggukan-anggukan kepalanya dan menaruh kertas itu di atas tumpukan buku samping Donghae.

“Hanya itu?” tanya Donghae melihat reaksi Soeun

“Memang aku harus seperti apa? Kalau kau dapat seratus, baru kau boleh meminta sesuatu dariku” jawab Soeun asal

Donghae tersenyum berbinar, “Benarkah?” Soeun hanya mengangguk tanpa menoleh menatap Donghae “Baiklah aku akan berusaha mendapatkan nilai yang kau mau” lanjut Donghae semangat.

“Eh tunggu, kau mendapat nilai delapan puluh dengan usahamu sendiri bukan? Bukan dengan menyentek ataupun keberuntungan semata”

Donghae mendelik, gadis ini benar-benar tak bisa membiarkan lawan bicaranya berbahagia sedikit, selalu saja kalimat berikutnya dari gadis itu akan membuatnya jatuh.

“Kau yang mengajariku nona Kim, kenapa kau meragukan hasil dari kinerjamu sendiri?”

“Baiklah-baiklah” balas Soeun “Kau masih lama?” tanyanya

“Kenapa? Masih ada dua soal lagi” Donghae bertanya balik

“Kerjakanlah, aku ingin ke toilet dulu” setelah Donghae mengangguk, Soeun bangkit berlalu dari hadapan Donghae.

Dua puluh menit berlalu Donghae tak melihat tanda-tanda kehadiran Soeun, ia menolehkan kepalanya ke kiri dan kanan untuk menemukan gadis itu, tapi tak ada tanda-tanda kehadiran gadis itu.

“Kemana gadis itu, bukannya hanya ke toilet kenapa lama sekali” gumamnya sambil memasukan semua kertas-kertas dan buku-bukunya ke dalam ranselnya.

“Donghae-ah!!”

Pekikan itu membuatnya menoleh, terlihat disana sahabatnya berlari kearahnya, “Wae Hyuk-ah?”

Pria yang dipanggil Eunhyuk itu masih mencoba mengatur nafasnya setelah berlari cukup jauh, “Hae-ah..cepatlah”

“Cepat apa maksudmu?” tanya Donghae tak mengerti

“Soeun, Kim Soeun..dia—“

“Ada apa dengan Kim Soeun?” Donghae terlihat panic begitu nama gadis itu disebut

“Dia..dia di bully fansmu didepan toilet”

“Mwo!!!” Donghae menyahut terkejut, tanpa banyak bicara Donghae langsung berlari menjauh untuk segera menyusul Soeun.

Eunhyuk yang merasa ditinggalkan menghela nafasnya sedikit jengkel namun ikut berlari menyusul Donghae yang sudah berlari jauh didepannya.

[]

“Dasar gadis tak tahu diri, beraninya kau mendekati Donghae kami”

“Bukankah kami sudah memperingatkanmu hahh?!!”

“Lihat dirimu, kau tak pantas untuk Donghae kami. Bahkan menjadi mentornya sekalipun!!”

Keadaan Soeun saat ini sudah penuh tepung dan juga basah karena siraman air, bahkan lemparan tomat ia terima. Tapi Soeun hanya diam tak bergeming sedikitpun.

“Dasar wanita jalang!!” teriak salah satu dari mereka dengan sebutir telur ditangannya yang ia lemparkan untuk Soeun

***

Semua membulat shock dengan hal itu, Kim Soeun yang sudah menundukan kepalanya menerima semua itu tersentak oleh sebuah pelukan yang diterimanya.

“Oppa..”

Pria yang memeluk Soeun membuka matanya, menyentuh sisa kulit telur yang berada di pelipis kanannya, terdapat bercak merah disana. Darah…

“Oppa maafkan aku…” gadis yang melemparkan telur itu memohon dengan rasa bersalah.

“Apa kalian sudah puas?” tanya Donghae dingin

Semua terdiam tak ada yang berani mengeluarkan sepatah kata pun.

“Kim Soeun—dia adalah mentorku, sosok gadis yang dengan senang hati berbagi ilmunya untuk diberikan padaku. Dia memang bukan gadis popular seperti kalian tapi ia memiliki kecerdasan dan hati yang tulus untuk menerimaku sebagai muridnya bahkan disaat kekhwatirannya dengan keberadaan kalian, ia dengan berlapang dada menerima semua hal buruk yang kalian lakukan padanya, apa yang terjadi jika ia melaporkan kalian semua dan apa yang terjadi padaku juga?? Kalian mendeklarasikan diri sebagai fansku tapi kalian tak bisa membedakan mana yang terbaik untukku, mana yang bukan”

Semua terdiam menunduk, “Sudahlah tak ada gunanya berbicara pada kalian, pikirkan perkataanku, jangan coba menampakan wajah kalian dihadapanku jika kalian masih seperti ini” Donghae segera memeluk Soeun dan berjalan beriringan menjauh dari mereka, Eunhyuk yang berada tak jauh dari sana tersenyum kecil melihat sahabatnya tersebut.

[]

“Seharusnya kau tak melakukan itu Lee Donghae?” Donghae menoleh sesaat pada gadis disampingnya tersebut.

“Maksudmu?” tanya Donghae masih focus menyetir

“Dengan tindakanmu tadi, fansmu akan semakin anarkis. Seharusnya kau membiarkan saja aku seperti itu”

Donghae segera menepikan mobilnya, ia memandang Soeun dengan tajam “Jadi kau ingin aku menjadi penonton disaat kau di bully seperti tadi?”

“Bisa dibilang seperti itu, akan lebih baik kau tak ada disana”

Donghae menghela nafasnya, ia beralih dari tatapan Soeun dan memandang kedepan “Apa yang ada dalam pikiranmu Sso? Apa ada orang yang tega membiarkanmu diperlakukan seperti itu, sedangkan itu terjadi karena dirinya?”

Soeun diam, ia tahu..dirinya di bully karena Donghae—karena Donghae berada didekatnya.

“Maaf Sso, aku bukan orang seperti itu. Hal itu terjadi karenaku dan aku bertanggungjawab atas itu” lanjut Donghae memandang Soeun kembali.

Soeun yang merasa ditatap Donghae seperti itu langsung berpaling, “Kau terluka, aku akan keluar untuk membeli obat” ujar Soeun sambil membuka seat belt dan berlalu keluar mobil.

Donghae tersenyum melihat berlalunya Soeun, ia merogoh saku celananya untuk mencari dimana ponselnya, namun sudah dicari dimanapun tetap tidak ada.

“Hahh dimana ponsel itu” gerutunya

Pandanganya teralih melihat tas Soeun yang tergeletak disampingnya, Donghae tampak berpikir sesaat dan memutuskan untuk membuka isi tas itu, “Aku pinjam sebentar yaa” gumamnya sambil mengeluarkan ponsel dari tas tersebut. Digesernya screen ponsel tersebut dan membuka aplikasi phonebook, dan mulai mencari kontak dirinya. “Sebenarnya dia menamai nomorku dengan nama apa sih?? Donghae tidak ada, Hae juga tidak, sunbae tidak, oppa—apalagi panggilan itu, tidak mungkin. Hahh jangan-jangan dia menamainya dengan aneh-aneh” gumam Donghae sendiri, akhirnya ia memutuskan untuk mengetikkan digit-digit nomor miliknya dan segera melakukan panggilan, akhirnya diketahuinya juga nama apa yang tertera untuk nomor ponsel dirinya “Pria bodoh!! Gadis itu benar-benar” gumam Donghae dengan senyumannya.

“Yeobseyo” sapaan dari sana mengangkat panggilannya “Ahh Soeun-ssi baru saja aku ingin menghubungimu. Aku Eunhyuk, ponsel Donghae tertinggal—mungkin ia menjatuhkannya tadi” lanjutnya

“Ini aku Donghae” sahut Donghae

“Ya Lee Donghae—mengapa tak bilang kalau kau yang menelpon” jawab sang penerima disana

“Kau yang langsung menyambar tanpa jeda, ponselku denganmu Hyuk-ah?” tanya Donghae

“Yaa hampir saja ponselmu ini jatuh ke tangan fans gilamu, kau berhutang padaku” balas Eunhyuk sang lawan bicara

“Kau ini, baiklah aku akan mentraktirmu nanti. Bye aku akan mengambilnya nanti malam” Donghae segera mengakhiri panggilan tersebut.

Donghae sudah akan mengembalikan ponsel milik Soeun ke tempatnya semula namun terbesit sebuah pemikiran di kepalanya, matanya terlihat memicing dan kembali bermain dengan ponsel tersebut.

[]

“Kajja Suzy-ah kita harus segera ke rumah Sso” seru pria itu masih menarik pergelangan gadis bernama Suzy tersebut.

Suzy hanya diam dan sesekali tersenyum kecil ketika pria yang menariknya itu menoleh padanya.

‘Sampai kapan kau akan menyadarinya oppa?’

Suzy yang berjalan menunduk tanpa sadar menubruk punggung seseorang didepannya, “Oppa kenapa berhenti?” Suzy me;ijat Soohyun yang terdiam, ia pun akhirnya mengikuti arah pandang yang dilihat Soohyun “Oppa—“

[]

“Aauuu pelan-pelan”

“Iya maaf, aku tahu itu memar tapi tahan sedikit” Soeun meminta maaf sekaligus menggerutu dengan Donghae yang selalu meringis kesakitan “Kau itu pria, seperti ini saja sudah mengeluh”

“Ya kau tak lihat pelipisku sampai memar seperti ini, mereka melempar dengan telur atau batu sih” Donghae ikut menggerutu diselingi dengan ringisannya saat Soeun masih mengompress pelipisnya dengan es batu.

Soeun terkekeh “Memang seharusnya mereka melemparmu dengan batu” sahutnya asal

“Ya, kau sudah kutolong bukannya berterimakasih” protes Donghae

“Ohh terimakasih Lee Donghae karena sudah menolongku” balas Soeun dengan suara dibuat-buat seperti anak kecil

Donghae terkekeh melihat tingkah Soeun kini, dengan sadar ia memegang puncak kepala Soeun dan mengacak-acaknya.

“Ya jangan bertindak seolah-olah kau itu dekat denganku” protes Soeun merapikan rambutnya

Donghae tersenyum dan memeluk bahu Soeun untuk mendekat padanya, “Bukankah kita memang dekat?” godanya

Soeun menoleh menatap Donghae yang tersenyum manis padanya, “Aku tak ingin dekat denganmu” Soeun melepaskan tangan Donghae yang melingkar di bahunya.

“Ck masih menyangkal, jelas-jelas kita dekat” balas Donghae terkekeh

“Sudah jalankan mobilmu, antar aku pulang” perintah Soeun

Donghae lagi-lagi terkekeh “Baiklah Princess”

[]

Terlihat sosok paruh baya itu memasuki kediaman rumahnya disambut dengan senyuman hangat dari beberapa maid yang telah menanti kedatangannya.

“Dimana putriku?” tanya pria paruh baya itu

“Nona belum pulang, tuan”

Pria paruh baya itu mengangguk mengerti dan melanjutkan langkahnya menaiki anak tangga menuju kamarnya dengan seorang maid yang mengikuti dengan satu koper ditangannya.

“Yaa Sso!!” seruan itu membuat beberapa maid yang masih memperhatikan pria paruh baya yang menaiki tangga menoleh, “Kau itu senang sekali meninggalkanku” gerutu sosok pemuda yang berjalan beberapa langkah dibelakang gadis yang dipanggil Sso tersebut.

“Siapa suruh kau mengikutiku, pulanglah sana” sahut Soeun tanpa menoleh

“Aku ingin disini” jawab Donghae dan menjatuhkan tubuhnya di sofa ruang keluarga

Soeun berbalik menatap Donghae, pria yang kini terdapat plester di pelipisnya sudah mendudukkan diri bersantai di ruang keluarganya, “Kau seperti menganggap rumah ini adalah rumahmu” ejek Soeun menatap Donghae sengit, melihat bagaimana pria itu duduk di ruang keluarga—seolah-olah pria itu adalah orang yang begitu dekat dengan keluarganya.

Donghae tersenyum, “Inikan rumah keduaku”

Soeun mendengus bosan dengan kalimat-kalimat Donghae yang terkesan asal, “Terserah kau” dan setelahnya Soeun menaiki tangga menuju kamarnya.

Donghae lagi-lagi terkekeh, inilah hal baru yang menarik baginya—menggoda dan menjahili gadis itu. Bagi Donghae, Soeun memang harus selalu diberikan terapi wajah untuk tersenyum dan tertawa. Dan ia sudah cukup berhasil melakukannya.

[]

“Ternyata ada tamu?”

Kalimat itu membuat Donghae yang sedang bersantai sambil menikmati film dari televise yang ia nyalakan menoleh. Terlihat sosok paruh baya dengan pakaian santainya mendekat padanya. Donghae membenarkan posisi duduknya dan berdiri membungkuk memberikan salam, ia merasa pria paruh baya itu bukan orang biasa.

“Duduklah, kau teman Soeun?”

Donghae yang ditanya seperti itu tersenyum kaku dan mengangguk membenarkan.

“Aku senang Soeun memiliki teman di sekolahnya yang sekarang, ia sangat menyendiri. Siapa namamu?”

Donghae tersenyum canggung, “Ahh maaf belum memperkenalkan diri, Lee Donghae imnida” ujarnya memperkenalkan diri

“Ahh Donghae terimakasih sudah mau menjadi teman Soeun” ujar pria paruh baya tersebut

Donghae tersenyum, “Anda sendiri—?”

“Ahh yaa aku appa Soeun, maaf baru bisa menyambutmu sekarang”

Donghae yang tahu sekarang berhadapan dengan ayah dari gadis yang selama ini berada didekatnya semakin canggung. “Tidak masalah tuan, saya tahu anda sibuk”

Pria paruh baya itu tersenyum, “Jangan memanggilku seperti itu, panggil saja ahjussi”

“Baiklah ahjussi”

“Appa—“ pekikan itu membuat keduanya menoleh, Soeun berlari dari arah tangga dan segera menghambur kepelukan sang ayah, ia mendudukan diri disamping sang ayah dan memeluk lengan sang ayah lalu bersandar disana “Appa kapan pulang? Kenapa tidak memberitahuku? Tidak akan pergi lagi, bukan? Appa selalu seperti ini pulang-pergi sesukamu, Appa memiliki seorang putri, kau tahu” celoteh Soeun panjang dengan suaranya yang manja.

“Putri Appa, bertanyalah satu-satu, Appa bingung harus menjawab dari mana jika kau menghujani Appa dengan pertanyaanmu” sang ayah membalas pelukan putri satu-satunya itu.

Soeun tersenyum dan lebih memeluk sang ayah yang selama ini selalu sibuk dengan dunia kerjanya.

Donghae yang baru pertama kali melihat Soeun seperti itu terlihat terkejut dan tak percaya, Kim Soeun—gadis yang keras dan tanpa senyum ternyata hanyalah sosok gadis yang manja dan butuh perhatian.

“Omo, ya kenapa kau masih disini” pekikan itu membuat Donghae tersadar dari lamunannya yang menatap lepas rindu ayah dan putri tersebut. Donghae melihat Soeun menatap sengit padanya sambil menunjuk kearahnya.

“Sso jangan seperti itu, dia temanmu bukan” ujar sang ayah

“Bukan, dia hanya menyusahkanku” jawab Soeun

Donghae bukannya marah atau kesal, ia malah terkekeh dengan jawaban Soeun itu. Entah mengapa ia begitu senang saat Soeun sedang mengeluarkan kekesalan padanya, gadis itu sangat apa adanya.

“Donghae maafkan putri Ahjussi ya” ujar pria paruh baya itu

“Bukan masalah Ahjussi, saya sudah terbiasa. Sebenarnya kami dekat hanya saja Soeun terlalu gengsi mengakuinya”

“Ya Lee Donghae” pekik Soeun

[]

Sepasang insan itu masih terdiam memandang air yang terlihat tenang dihadapan mereka. Tak ada pembicaraan sejak mereka sampai di sungai Han sejam yang lalu, keduanya masih larut dalam kebisuan.

“Suzy-ah bukankah kau mengatakan kalau dia masih trauma? Tapi apa yang kita lihat tadi” pria itu akhirnya memulai pembicaraan, masih memandang aliran air yang tenang dihadapannya. “Jadi inikah alasannya selalu menolakku, kenapa tak mengatakan yang sebenarnya saja kalau ia sudah memiliki yang lain” lanjutnya menertawai diri sendiri.

“Oppa—“ gadis itu ia bingung harus mengatakan apa, “Kita belum tahu pria itu siapa, mungkin hanya temannya”

Pria yang tak lain adalah Kim Soohyun itu semakin tertawa mengejek “Apa ada teman yang bermesraan di mobil seperti itu dan mereka begitu dekat Suzy-ah, selama ini Soeun tak pernah dekat dengan orang lain selain kita”

Suzy terdiam, ia paham akan itu dan ia bingung bagaimana untuk menenangkan pria disampingnya ini. Disatu sisi ia bahagia dengan kenyataan ini tapi di sisi lain ia juga sedih melihat pria itu kecewa.

[]

“Donghae-ah apa kau sudah mulai gila” seruan itu membuat Donghae menoleh, melihat sahabatnya menghampiri dengan segelas minuman untuknya.

Donghae hanya memberikan senyumannya dan menerima gelas pemberian sahabatnya itu “Rumahmu tampak sepi”

“Ya hanya ada aku sendiri” jawab Eunhyuk, sahabat yang ia datangi.

“Ponselku?” tanya Donghae

Eunhyuk merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponsel berwarna hitam tersebut. Donghae menggeser layar ponselnya dan memeriksanya, lalu ia tampak melakukan sesuatu disana.

“Ya apa yang kau lakukan, kau ke rumahku tapi sibuk dengan ponselmu” seloroh Eunhyuk melihat ponsel Donghae “Princess Kim” ejanya melihat hasil ketikan Donghae pada salah satu kontak di ponselnya. “Kontak siapa yang kau namai seperti itu? Manis sekali” Eunhyuk menggoda.

Donghae tersenyum, ia tak menjawab pertanyaan itu tapi malah melakukan panggilan pada kontak itu.

Dilain tempat sosok gadis yang sedang bersantai di kamarnya seorang diri menoleh begitu ponsel putih yang berada disampingnya berdering “Prince Lee” gadis itu mengerutkan keningnya membaca nama si penelpon.

“Yeobseyo” jawabnya ragu

“Hai Princess, sudah tidur?” sahut seseorang disana

“Yaa Lee Donghae” serunya

“Ahh kau mengenali suaraku, padahal kontak namaku sudah kuganti. Apa suaraku begitu melekat pada pendengaranmu” jawabnya menggoda

“Eoh kau yang mengganti kontaknya, hahh pantas aku tak akan heran dengan kelakuanmu itu” sahut Soeun

“Kau galak sekali, sekali-sekali bersikap manislah padaku. ‘Ada apa, Oppa?’ bukankah itu terdengar lebih baik”

“Jangan bermimpi, kenapa menghubungiku malam-malam—kau mengganggu” sahut Soeun lagi

Terdengar kekehan dari sana, “Kau ini tidak sabaran sekali, bukannya tadi aku mengatakan ‘Apa kau sudah tidur?’

Heol kau menelponku hanya untuk mengatakan itu, dasar pria bodoh” jawab Soeun dan mematikan sambungan teleponnya. Ia mendengus setelah melempar ponselnya, ia menjatuhkan tubuhnya di ranjangnya memandang langit-langit kamar, tak lama bulan sabit terbentuk dari bibir mungilnya “Pria bodoh”

Donghae yang baru saja mengakhiri panggilannya terkekeh dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Eohh apa ini, jangan bilang kau sedang melakukan pendekatan dengan Kim Soeun—mentormu itu” seru Eunhyuk yang sejak tadi mendengar percakapan Donghae, “Bukankah dia sangat galak”

Donghae tersenyum, “Tidak, dia gadis yang manis dan manja. Kau harus mengenalnya lebih dekat kalau ingin tahu”

“Benarkah?” goda Eunhyuk dengan kerlingan matanya itu

“Yaa kenapa kau memandangku seperti itu” seru Donghae yang baru sadar apa yang baru saja ia ucapkan

“Apa kau jatuh cinta?” Eunhyuk masih melakukan aksinya

“Ya..ya..ya…jangan bicara sembarangan” jawab Donghae melempar Eunhyuk dengan bantal sofa

“Ia gadis yang manis dan manja ya? Bagaimana kalau kau lebih mendekatkannya denganku, aku ingin mengenalnya”

“Ya!!” Eunhyuk semakin tertawa puas melihat Donghae yang salah tingkah, antara malu dan marah, atau mungkin juga rasa cemburu.

[]

“Pagi Appa” terlihat sosok gadis itu tersenyum cerah dan mencium pipi sang ayah yang sudah berada di meja makan dengan surat kabar yang ditangannya.

“Pagi putri Appa” sang ayah melipat surat kabarnya dan tersenyum pada putrinya tersebut.

Gadis itu, Kim Soeun duduk di kursinya dan mengambil susu yang sudah disediakan untuknya

Sso?”

Ne Appa” sahut Soeun

“Sampai kapan kau akan berpenampilan seperti ini di sekolahmu?”

Soeun yang mendengar pertanyaan ayahnya iyu tersenyum, “Tak biasanya Appa menanyakan ini?” ujarnya dengan senyuman manis.

“Hanya bertanya saja” balas sang ayah

Soeun tersenyum, “Sebenarnya tak ada maksud apapun, kupikir akan tidak nyaman dengan statusku sebagai anak Appa jika bersekolah disana, Appa tahu sendiri bukan sekolahku itu seperti apa?” Soeun beralasan

Sang ayah yang mendengar penuturan putrinya tersebut terdiam, kalimat itu seakan menjadi duri untuk dirinya sendiri, ia sebenarnya tahu alasan sebenarnya putrinya seperti ini.

Appa kenapa diam?”

Appa—“

Sahutan dari sang ayah terpotong karena ponsel Soeun yang berdering di meja makan, Soeun yang melihat siapa yang menghubunginya mendengus “Pria ini benar-benar” gerutunya

Yeobseyo?” jawabnya pada panggilan tersebut

‘Aku didepan rumahmu’

Mwo?? Untuk apa pagi-pagi kesini?” sahut Soeun terkejut dengan membulatkan matanya

‘Tentu saja menjemputmu, cepatlah sebelum terlambat’

Soeun mendengus begitu nada sambung terputus terdengar “Dasar pria bodoh” omelnya pada ponselnya

“Siapa Sso? Donghae?” tanya sang ayah yang melihat tingkah sang putri

Soeun tersenyum dan segera bangkit dari duduknya, “Aku harus berangkat Appa, pria menyebalkan itu sudah mengomel” ujar Soeun dan mengecup pipi sang ayah

Sang ayah hanya terkekeh dan mengeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah keduanya “Anak muda jaman sekarang” tuan Kim tersenyum senang, ia merasa Donghae orang yang tepat untuk Soeun, pria itu bisa membimbing putrinya kearah yang positif.

Soeun berlari kecil menghampiri mobil putih yang sudah terparkir didepan gerbang rumahnya, ia membuka pintu penumpang dan segera duduk disamping sang pengemudi. “Kenapa kau menjemputku?” tanyanya

“Kenapa? tak ada yang salah bukan?” sahut Donghae menjalankan mobilnya

“Tentu saja salah”

“Tapi kau berada di mobilku sekarang?” Donghae memulai aksinya

“Terserah” jawab Soeun malas, Donghae terkekeh setelahnya.

[]

Setelah apa yang menimpa Soeun kemarin, terdapat sedikit perubahan, wanita-wanita yang fanatic terhadap Donghae mulai menjauh dari Soeun, walaupun tatapan sinis mereka masih saja kadang terlihat. Hal ini dikarenakan peringatan Donghae sewaktu insiden itu terjadi, mereka tak ingin diri mereka dibenci oleh idola mereka sendiri. Entahlah ini dalam bentuk menuruti peringatan Donghae atau mereka punya rencana lain, who knows?.

Soeun berjalan seorang diri menyusuri koridor kelasnya, tak seperti hari sebelumnya ia kini bisa melangkah dengan sedikit lebih leluasa walaupun tetap ada tatap-tatapan tak suka terarah padanya. Namun ia pikir ini lebih baik.

Setelah keluar dari area sekolah, Soeun berjalan menuju halte dimana biasanya ia akan menunggu bus. Tapi langkahnya berhenti sesaat tak jauh dari halte didepan sana. Mobil itu, ia begitu mengenali mobil yang terparkir tak jauh dari halte tersebut. Mengurangi rasa ingin tahunya, Soeun melangkah lebih cepat mendekat dan seperti sudah mengetahui bahwa Soeun mendekat pada mobilnya, sang pengemudi langsung meng-unlock mobilnya tersebut hingga Soeun langsung memasukinya.

“Oppa, kenapa kesini? Bukankah kita tak memiliki janji” Soeun langsung bertanya begitu memasuki mobil

Sosok pria tampan yang berada dibalik kemudi tersenyum sesaat memandang Soeun, ia menyalakan mesin mobilnya setelahnya menjawab, “Ada yang ingin aku bicarakan, tapi tidak disini”

Terjadi kebisuan diantara keduanya, Soeun melirik sesekali pria di sampingnya ini, ada apa dengan pria ini? Kenapa terlihat berbeda? Itulah segelincir pertanyaan yang ada di benaknya.

Soeun memandang kesekeliling, hamparan air yang luas terbentang dihadapannya begitu ia turun dari mobil. Sosok pria itu membawanya ke sungai Han. Kim Soohyun, pria itu melangkah pada bagian depan mobilnya, mendudukan diri di kap mobilnya tersebut, Soeun mengikuti.

“Begitu menenangkan bukan?”

Soeun menoleh, belum mengerti dengan pertanyaan itu.

“Air yang mengalir, sore yang indah”

Belum ada sahutan dari Soeun, ia masih menebak-nebak apa sebenarnya maksud Soohyun. Apa ini akan berkaitan kembali dengan pernyataan cintanya.

“Tapi akan membahayakan ketika ia terkena sentuhan tak menyenangkan, seperti halnya diriku” Lanjutnya

Soeun menoleh, “Oppa, apa maksudmu?”

“Seperti halnya hatiku, kau begitu tahu bukan apa yang kuinginkan, bahkan kau mungkin sangat mengerti itu” Soohyun kini menoleh menatap Soeun yang juga menatapnya.

“Oppa—“

“Apa yang ia miliki hingga kau lebih memilihnya?” Soohyun memotong

“Apa maksudmu Oppa, aku tak mengerti?” Soeun bener-benar bingung dengan apa yang dimaksud pria dihadapannya ini.

Soohyun terkekeh dan kembali memandang kedepan, “Suzy bilang kau masih takut, dia bilang mungkin kau memiliki trauma, dan mungkin juga dia mengatakan aku egois”

“Oppa—“ Soeun menghentikan ucapannya begitu ponsel dalam genggamannya bergetar, ada panggilan masuk.

Soohyun ikut menoleh pada ponsel Soeun, ia tersenyum miris melihatnya.

“Aku mencoba untuk mengerti” Soohyun memandang kembali sungai Han, Soeun tak segera mengangkat panggilan itu, ia malah mematikannya “Yang tak ku mengerti—kenapa kau tak mengatakannya yang sebenarnya, bahwa kau telah memiliki orang lain yang kau cintai, apa mungkin sosok itu lebih sempurna dariku. Apa dia juga yang telah menghilangkan rasa traumamu pada sebuah hubungan—seperti halnya yang dialami kedua orangtuamu” ujar Soohyun memandang Soeun.

“Oppa berhenti mengatakan hal omong kosong, jangan mengungkit-ungkit hal itu” kesal Soeun

“Kenapa? Bukankah itu benar—karena orangtuamu kau takut dengan sebuah hubungan, bahkan aku bersabar untuk hal itu, tapi apa yang kudapat—kau memberikan kesempatan itu pada orang lain padahal sudah kau bahkan sangat tahu aku menunggumu. Apa dia lebih baik dariku? Apa dia tak seperti ibumu? Sejauh apa dia mengenalmu dibandingkan aku”

Soeun mengepalkan tangannya mendengar setiap kalimat yang keluar dari pria tersebut,

Soohyun terkekeh, “Kenapa kau diam? Kau tak bisa menjawab? Ohh atau kau sama saja seperti ibumu—mempermainkan hati pria—“

***

Sungai kecil mengalir di pipi mulus Soeun, bukankah ini sudah keterlaluan. Soohyun memegang pipinya yang baru saja mendapatkan sesuatu yang tak ia duga, dengan cepat ia memandang Soeun—dan yang lebih membuatnya terkejut, wajah gadis itu sudah penuh dengan lelehan airmata.

“Sso—“ seperti baru tersadar, Soohyun bergerak untuk menyentuh wajah gadis itu, namun dengan cepat Soeun menepisnya. “Sso—ma..maafkan aku”

“Aku masih bisa bertahan disaat kau mengungkit masa laluku—tapi, aku takkan bisa bertahan ketika kau menyamakan aku dengan wanita itu” Soeun berkata tajam dengan lelehan airmatanya, setelahnya tanpa pikir panjang ia berbalik menjauh dari Soohyun.

Soohyun memandang berlalunya Soeun masih dalam keterkejutan, masih belum bisa mempercayai apa yang telah ia lakukan. Bukankah itu kesalahan fatal, bahkan ia menyamakan gadis itu dengan ibu yang sangat dibencinya.

“Arrghhh…” Soohyun mengerang menyadari perbuatan bodohnya itu, kebodohan karena didasari rasa cemburu dan kecewanya.

[]

Pria itu menggerutu kesal dibalik kemudinya, setelah panggilan sebelumnya di reject sekarang ponsel gadis itu tak aktif, “Kemana gadis itu, sudah ku kelilingi sekolah tetap tak kutemukan juga. Apa ia sudah pulang?” gumam Donghae yang masih berada di area parkir sekolah.

***

Ketukan dari kaca mobilnya membuatnya menoleh dan menurunkan kaca mobilnya, “Wae?”

“Kajja kita ada latihan hari ini” ujar Eunhyuk

“Latihan?”

“Yaa..pelatih yang minta, dia sudah datang” jelas Eunhyuk

Donghae menuruti, ia keluar dari mobilnya itu.

“Ada apa denganmu, seperti mengkhawatirkan sesuatu?” tanya Eunhyuk

“Soeun tak bisa dihubungi, bahkan ponselnya mati” jawab Donghae tanpa memandang Eunhyuk dan tetap berjalan beriringan.

Eunhyuk terkekeh, “Mungkin ponselnya lowbat, sehabis latihan kau kan bisa langsung ke rumahnya dan menemuinya”

Donghae menghentikan langkahnya dan menoleh memandang Eunhyuk tanpa ekspresi, “Wae?” tanya Eunhyuk mendapat tatapan seperti itu. Setelahnya Donghae tersenyum “Kau memang pintar, itu ide yang bagus” sahut Donghae menepuk bahu Eunhyuk dan setelahnya berlalu meninggalkan pria itu.

Eunhyuk awalnya hanya termangu menatap sahabatnya itu, hingga ketika Donghae sudah cukup jauh didepannya ia terkekeh “Aishh anak itu membuatku takut, apa semua orang yang sedang jatuh cinta akan mengerikan seperti itu”

[]

Donghae melangkah dengan semangat begitu memasuki kediaman rumah Soeun, beberapa pelayan menyambutnya dengan hangat. “Selamat malam tuan.Lee”

“Malam halmonie” balas Donghae tersenyum ramah

“Ah kenapa anda memanggil saya seperti itu tuan” ujar butler Park tersenyum

“Karena Soeun memanggil anda seperti itu, aku akan mengikutinya” jawab Donghae. Butler Park tersenyum atas jawaban Donghae “Emm Halmonie apa Soeun di rumah? Aku susah sekali menghubunginya hari ini”

“Ya tuan, nona ada di kamarnya, tapi nona mengurungi diri sejak pulang sekolah sore tadi. Nona pun belum makan malam. Nona berpesan ketika akan masuk kamar, bahwa dia tak ingin diganggu sampai ia keluar sendiri” jelas Halmonie Park.

“Mengurung diri?” ulang Donghae, ia juga memandang bagian atas rumah tersebut “Boleh aku ke kamarnya?” pinta Donghae mamandang Halmonie Park.

Halmonie Park terdiam sesaat, apakah ia mengijinkan pria ini.

“Halmonie tenang saja, bukankah Halmonie tahu siapa aku—apapun aku tahu tentang Soeun, Halmonie tenang saja” Donghae menyakinkan, baginya tak ada lagi yang perlu disembunyikan Soeun padanya, semua rahasia Soeun sudah berada ditangannya.

Halmonie Park akhirnya mengangguk mengijinkan, “Baiklah akan saya antar”

Halmonie Park dan Donghae menaiki anak tangga rumah keluarga Kim tersebut, ini adalah kali pertama Donghae menginjakan kaki di lantai atas rumah tersebut. Walaupun sudah cukup sering mengunjungi rumah itu, ia hanya akan berada di lantai satu rumah tersebut. Donghae melihat ke sekeliling begitu sampai di anak tangga paling atas, ia langsung menjumpai ruang keluarga kedua, Donghae pikir mungkin hanya digunakan untuk Soeun dan ayahnya, berbeda dengan yang di lantai satu, ruang keluarga ini terlihat lebih nyaman, ia juga melihat beberapa pintu yang salah satunya pasti kamar gadis yang akan ia datangi.

“Ini kamarnya tuan, saya tidak bisa menemani anda sampai ke dalam. Saya harus menyiapkan keperluan tuan Kim” ujar Halmonie Park

Donghae tersenyum, “Tak masalah Halmonie, biar Soeun aku yang tangani”

Halmonie Park tersenyum dan melangkah pergi, Donghae memandang Halmonie Park hingga menuruni tangga, setelahnya ia memandang pintu coklat pinus yang masih tertutup, “Ck sebenarnya ada apa denganmu Kim Soeun” gumam Donghae dan mulai mengetuk pintu kamar.

Ketukan pertama, tak ada jawaban

Ketukan kedua, sama—tak ada jawaban “Sso, ini aku Donghae” panggilnya, namun tak ada jawaban juga.

Ketukan berikutnya tetap tak ada jawaban. Donghae berpikir sesaat, apa gadis ini tidur atau mungkin jatuh dan tak sadarkan diri, “Aishh apa yang kau pikirkan Lee Donghae” gerutunya begitu hal-hal buruk melintas dalam benaknya.

Donghae mengambil nafas dalam dan dengan sadar meraih kenop pintu tersebut,

***

Donghae tak menyangka, ternyata pintu kamar tak terkunci, dengan berani Donghae mendorong pintu itu dan melangkah. Terdapat lorong kecil sebelum ke sebuah ruang besar dengan cahaya yang terang disana. Namun dilangkah terakhir lorong itu, ia terdiam dengan wajah terkejut. Kamar ini luas? Tentu saja, dari bagian luar saja ia tahu semua ruang di rumah ini pasti besar, Kamar yang indah? Pasti, ia juga dapat menebak pasti akan indah, atau Hal buruk benar-benar terjadi pada sosok gadis yang ia khawatirkan? BUKAN, bahkan ia bisa melihat gadis itu tertidur dengan nyaman di ranjang.

Lalu apa yang membuatnya terkejut?

Gadis itu—gadis itu berbeda! Bukan dalam arti dua orang yang berbeda, tapi penampilan gadis itu. Sosok gadis yang ia lihat di sebuah pigura yang sangat besar.

NewPicture112

Kim Soeun!!!

.

.

To be continued…

.

.

Chapter 3 pun sudah aku posting, tapi maaf harus di protect..

HOW TO GET PASSWORD????

Caranya mudah. Hanya perlu meninggalkan komentar kalian di chapter ini dan tambahkan alamat akun facebook / twitter kalian di kolom komentar tersebut.

Contoh :

ISI KOMENTAR :

BLA..BLA..BLA..BLA…

 

Setelah menulis komentar, tuliskan alamat akun kalian, jangan hnya namanya yaa..biar mempermudah aku tinggal klik akun kalian.

http://www.facebook.com/echa.everlastingfriends/

atau melalui twitter, pilih salah satu

http://twitter.com/#/echa307/

 

Ambil alamat akun kalian seperti di petunjuk gambar ini

site

site2

Copy aja alamat akun kalian itu, lalu paste ke kolom komentar. Sengaja aku perdetail kyk gini soalny masih aja ada yng ga paham sama apa yang aku maksud…

Pokoknya cukup berikan alamat akun kalian dan aku sendiri yang akan mengirimkan password via Inbox /  DM ke akun kalian masing-masing. Yang tidak memberikan alamatnya akunnya, maaf tidak akan diberikan password.

INGAT!!! TIDAK ADA PERMINTAAN PASSWORD

Jadi yang SMS ataupun INBOX / DM meminta password..maaf tidak akan dilayani. Yang komen di chapter ini yang akan diberikan password langsung olehku, jadi tenang aja kalian ga perlu repot2 minta password kkk~

Sudah jelas bukan🙂

Chapter 3-END

138 thoughts on “[3S] Mask (Chapter 2)

  1. Ping-balik: [3S] Mask (Chapter 3-END) | ♥ My Dreams ♥

  2. Ciie…cieee..
    Yang makin deket…

    Ciee…ceiee… Donghae Oppa belum sadar tuh sama perasaanya !!

    Aigoo O.o
    apa itu ?? Ck,fannya Donghae sesuatu -.-”

    ahhh~
    si Soohyun buka luka lama ?? :3 ck.. Oppa klw ditolak ywdh.. Coba sadari kehadiran Suzy😉

    aigoo >_<
    Donghae masuk kamar Soeun ?? Suka hatinya aja -.-"
    gak sopan tahu Oppa !!

    http://www.facebook.com/poespa.soeun

    ok eonnieee..
    Buruan kirim.. Kan udh dibilang td mlm,pake pw langsung kirim !! :p

    Ditunggu FF yang lain😉🙂😀

  3. test test…..
    yeaaaa soo hyu cemburu, apaagi suzy. kekekekekek
    haeppa keren ya bertemu princess ice dan bs mencairkan,, kekekekekekeke,, soohyun lupain sso ada pria bodoh yg sedang mengejarmu
    oooo cerita eomaanya meninggalkan sprti itu
    hmmmmmmm menyesakan

    woooo sweet wktu sso d selamatkan dr bully an dg dipeluk, grrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr
    asek asek
    hahahhaha
    yeaaaah appanya sso memperlihatkan sisi sso yg manis dan manja
    haeppa segera sadar donk klo cinta sso

    sso jati dirimu smkin trkuak,
    chaaa pw yak,,, nuwun

  4. Jd so eun trtup2 gni krn msa lalu k 2 org tuax yg kelam n brujung pd prceraian, haha poor soohyun uda jels2 ada suzy yg suka pdx dia tetp aja menghrapkn sso, bhkn crax i2 tdk sngaja uda mlukai htix sso, aigo oppa hae aq suka bngt dgn karaktrx mu,lain dr yg lain bnar2 buat sso nyaman n kmbli mrubh sso sdikt dmi sdkt, wlpn kdng sifat n tngkhmu i2 buat sso ksel. http://www.facebook.com/Irnawatyalwi

  5. hmmmm harus komentar yg mana dulu ya? bingung..
    oke dari atas ya:
    1. suka sih karakter DH yg nakal2 gt hahahahaaaa kesannya lucu bgt. lepas dr image coolnya hihihi
    2. sso nya uda mulai terbuka ama DH ya, sampe2 crewetnya kluar waktu lagi sebel (alias suka ngomel) hahaha
    3. cepet banget perkembangannya DH dpt nilai 80? jangan jangan dy nyontek Eunhyuk? hmmmmmm tp bayangin adegan yg DH ama Sso itu suka banget. kayak romantis gt
    4. untuk KSH, gak sukaa karakternya disini😥 kasar banget maksa sso. omongannya di sungai yg ke sso itu loh bikin sakit hati banget. inget bang, mulutmu harimau mu😥
    5. uwoooooo sifat manjanya sso kluar waktu ada Appanya. hihihihi
    6. DH kaget liat apa???? kepo nih

    ini kak buat PWnya yaaaa

    https://mobile.twitter.com/glodya_

    Danke ^^ Gracia ^^ XieXie ^^ Gomawo ^^ Thank you ^^ Trims ^^

  6. Ciee…Haesso makin lengket aja nih, kkk sepertinya benar apa kata eunhyuk, donghae lagi jatuh cinta sama Sso .dan sepertinya sso eonni juga nyaman deket sama hae cuma dia masih rada gimana-gitu/? O.o
    Nah loh soohyun cemburunya sampe bikin sso eonni sakit hati tuh😦
    Eyyy ada apa dengan sso kok dongek sampe kaget gitu😮
    Ini link fb aku —-》 https://m.facebook.com/?hrc=1&refsrc=http%3A%2F%2Fwww.google.com%2Fsearch&_rdr#!/groups/502755896437437?view=permalink&id=762612667118424&ref=m_notif&notif_t=group_activity&actorid=100000091918543&soft=more

  7. Eh salah ini maksudnya —-》https://m.facebook.com/?hrc=1&refsrc=http%3A%2F%2Fwww.google.com%2Fsearch&_rdr#!/home.php?hrc=1&refsrc=http%3A%2F%2Fwww.google.com%2Fsearch&soft=more

  8. Huhuhu,,,ternyata sso trauma karena ummanya sendiri..aigoo…eommanya selingkuh toh..tapi hyun oppa kok tega amat nyamain sso sama ummanya..kan salah hyun oppa juga sso udah nolak dia dari awal tapi dianya yang bandel..suzy kan ada oppa kasian dia patah hati..

    Cie cie hae oppa sweet,,,pengen juga di lindungin kayak gitu..

    Eonni saeng gak tau cara copy link gimana?? Tapi kita berteman,,nama fb saeng sama dengan username yang ini..eonni inbox saeng ya..pw mask chapter 3..

    Udah usaha tapi beneran gak tau gimana cara copynya..wkwkwk inbox saeng ya eonni..

  9. Ini ke 15x aq berusaha buat komentar di blog ini krn komentarq di fb ga ada blsan..hehe
    1.aq suka karakter donghae disini jail dan sk menjailin soeun..membyngkan’a pasti sweet
    2. Donghae sweet bgt wkt ngelindungi soeun dr fans’a
    3. Suka donghae udh kenal appa soeun
    4. Hyunzy hanya menyiksa diri mrk dgn perasaan mrk berharap suzy utarakan perasaan jgn di pendam terus..
    5. Donghae masuk kamar soeun dan lht foto..pasti dah hati donghae dag dig dug lht soeun berbeda..ju2r penasaran sm part 3’a plisss..echa yg baik dan ga sombong pw’a yah..yah..
    Facebookq : endang hyunwoojiyeon aliaulia queen
    twitter : endang_angels

  10. Makin sruuu zh cerita’a

    Trnyata eonnie so eun menutupu jati diri’a karena msa lalu ke-2 ortu’a ,,,
    Wahhhh kayak’a haeppa dh jatuh cinta nich ma eonnie so eun,tpi kira2 eonnie so eun ad perasaan gk y ma haeppa,,,

    Penasaran nich ma kelanjutan’a,,,,

  11. Astaghfirulloh hal azimm., daebak bgt episode iniii , donghae bertekuk lutut sama sso ,
    Sekarant yg ngejengkelin si soohyun oppa ,
    Ini nama fb ku eonni : Rida Eka S

  12. emmm, HaeSso makin deket nihh, walaupun masih ada perang mulut… kira2 apa ya permintaan Donghae untuk so eun kalau dia dpt nilai sempurna ??
    fans nya donghae nyebelin banget sih -_-, sangat mendukung donghae yg berkata digin dgn fansnya sendiri.
    Ternyata so eun bersikap manja dgn appanya, ciee donghae yg kikuk ketemu appa so eun.. kayaknya appa so eun sngt mendukung putri semata wayangnya menjalin hubungan dekat dgn Donghae…

    soohyun udah kelewatan batas nih memaki so eun, walaupun bisa dibilang bukan memaki😦, soohyun membuka luka lama yg sudah tertutup rapat, hnya krna cemburu..

    Donghae tersepona kah dgn hal yg ada didepan matanya ??? melihat sosok Kim So Eun yg sangat berbeda dari yg ia lihat sebelumnya..

    link fb : https://m.facebook.com/mei.pattinsoncullen

  13. awaw sngny haesso mkin dket aja,,untgny sohyun mlkukn kslhn fatal jd ksmptn hae bs lbh bsr,,heeeemm akhrny hae bs lht so2k brbeda soeun yg bgai angel,,,itu bru fotony aplg klo sso make over heem tmbh bertekuk lutut dia haha,heem kira2 hae brhsil ga ya ngedeketin sso pnsrn apa yg akn dilkukn hae lgi,,mhon pw chap 3 di inbox ke akun fb :

    https://m.facebook.com/annafi.nura?ref_component=mbasic_home_header&ref_page=%2Fwap%2Fhome.php&refid=8

    terimakasih

  14. kyaa akhirnya kelanjutan Mask dilanjut juga🙂

    aduh yg makin hari makin deket.Appa Sso eonnie sneng klau dia pnya tmen kyak Hae oppa.
    Aigoo fans Hae oppa sesuatu banget dah -_-
    si Soohyun sakit hati liat kedekatan HaeSso.

    kira” wktu Hae oppa masuk kekmar Sso eonnie kenapa ya.? jadi penasaran.

    Fb : Miumi
    https://m.facebook.com/Umye.BumSso4ever?ref_component=mbasic_home_header&ref_page=MNotificationsController&refid=48

    Ditunggu PWnya eonnie🙂

  15. Ahhh suka banget liat haeppa d.sni apalg dia yg suka godain Sso … ><😀
    Sso jgn galak2 sama hae Oppa dong… Suka bgt jga pas tdi hae nolongin Sso :*
    ahh soohyun napa gitu sih pake ngungkit sgala lg… Untung appa.y Sso suka sama donghae … Wkwkwk…
    Ngiakk donghae kaget liat foto.y sso yg sekseh..,
    ni nama akun aku Chingu :YHulaiisoeun Fishycloudsyehaekyu … d.tggu Pw.y …😀

  16. awalnya liat diberanda fb author nyebut” mask, barusan iseng” buka google mulai deh ngestalk..
    kebetulan lagi nyari bahan bacaan langsung capcus ke tkp. btw ini ff HaeSso pertama yg sya baca setelah hiatus sekian lama *kokmalahcurhat.

    and wauww kasih 6 jempol dari sya dan haesso buat author. sugoi skali suka bgt, liat karakter soeun yg jutek tapi manja. si dongek yg sok cool tapi nusuk kokoro>< kyaaaaa~ sya juga ikutan kaget liat pic seoun diatas goddes bgt*.*

    mau tau endingnya, ini twitter sya @HayashiHappy
    maaf ga bisa kasih link on dihp soalnya..

  17. aigo… Donghae jahil banget dech suka banget jahilin
    ciye… Donghae mulai suka nich kayaknya
    manis banget cerita haessonya…
    Klo bacan momen haesso bikin senyum2 geje sosweet banget…
    Donghae yg gombal terus soeun yg manja n suka ngambek klo diganggu donghae…
    Pasangan yg salin melengkapi
    aduh soohyun oppa bikin soeun nagis nich pdhal soohyun jeolous nich sama donghae..
    Soohyun oppa sama suzy aja kasian suzy nya biarin donghae sama soeun udah cocok banget…

    Minta pw part 3 nya dong
    fb
    https://m.facebook.com/fridasepriana.ningtyas?ref_component=mbasic_home_header&ref_page=%2Fwap%2Fhome.php&refid=7

  18. Ternyata sso sangatt sensitif tentang eommanya,,,,,,kasihan sso,,,.tapi setidaknya krn donghae dia mulai tersenyummmm,,,,,haaaa,,,,donghae melihat foto seksi sso eonni hihihiiih yeaaaa,,,,mungkinkah haeppa akan semakin jatuh cinta sama sso eooni?
    Nexttt chingu,,,sama minta pw part 3nya donk

    https://m.facebook.com.
    /irma.Natalic

  19. Keren banget,,banyakin lagi donk fanfic haesso.
    Kapan nih,,,we got married haesso di lanjutin lg,,di tunggu loh.
    Fb aku : wiwid adjha

  20. Kyaaaaaa.. Makin seru.
    Donghae benar2 sudah jatuh ke pesonanya Kim So Eun.
    Tapi yg dia lihat selama ini Soeun yg Culun, jadi sewaktu dia Lihat foto Soeun yg Kayak Angel gitu dia langsung Kaget bin Terkejut.
    Kim Soohyun. Lantaran dia cemburu liat Soeun dan Donghae dia jadi cemburu, jadinya ngucapin kata2 yg kurang sepantasnya. Soeun marah tuuhh oppa.. Minta maaf sono.

    Ehm.. Semuanya penuh misteri, Soeun benci sama Eommanya apa gara2 perselingkuhan yg dilakukan eommanya ya.
    Dan jadi trauma tersendiri buat Soeun.

    Mau minta PWnya doong. Ini nama FBku : Henny Friska Sugiono

  21. Yaampunn lagii asiksiknya baca eh tiba* ada iklan ‘TEBECE’ YAHH -,- sumpah soeun disini bener* bikin penasaran. Sebenarnya soeun yg mana sekarang ?? Yaah itu semua punya author hehe… Trus donghae juga lucu banget , suka bgt bikin soeun kesel hehe. Biasanya kalau begitu berujung MANIS :)) SEMANGAT THOR😄
    Maaf thor tapi aku bacanya lewat hp , jdi gak bsa pake link akun akuu . Nma twitter aja gimana thor ? Please pnasaran banget sama nextpart nya hihi ” @enoenook “

  22. suka…suka…suka sama ff-nya ini🙂

    Donghae sama so eun makin deket aja…..

    Jati diri dan kehidupan so eun yang sebenarnya udah terungkap oleh donghae….

    Dan kayaknya donghae itu jatuh cinta ke so eun….

    Gimana dengan so eun???

    Twitter: https//mobile.twitter.com/annisarurarani

  23. Kakk, pw nya belum di inbox jugaa -,- hihii abiss penasaran bangt kak echa sama part 3 Nya . ini nama twitter aku kak ” @enoenook ” maaf kak aku nggak bisa pake link soalnya aku bacanya di hp u,u kalo nggak ini FB aku kak ( Reno Novita Sari ) hehee ditunggu kakk😀

  24. Akhirnya cerita lanjut juga,,

    aku belum bisa nich copy link fb aku, karena bacax di hp, jadi link fb aku nyusul entar yah author, ngak papa kan??

    Di tnggu ne ff selanjutx

  25. wah…wah…Haeppa bakalan tau ne jati diri Sso yg sebenarnya trs…trs gmn y reaksi dari haeppa….??? penasaran ne….drpda penasaran dTunggu part selanjutnya
    trs kasihan jg ama suzy….soohyun oppa cntanya jg bertepuk sebelah tangan…sabar ya…ama suzy sajoo hehehehe

    Kak…g pnya Fb n twitter…email saya ya..
    feraermawati1@yahoo.com
    mkasih

  26. salam kenal thor…maaf bru komentar….. ff mask part 3 di proteck ea…..boleh minta pw pecebook and twiternya lupa kata sandinya…..jd saya cuman ada alamat gmail (irmasari364@gmail.com)thor saya mohon dengan sangat kirimin eaaa…..jeballlllllllll

  27. waaaaahhhhh akhir’y ni ff di post juga..
    donghae oppa ternyata dah menyukai sso eonni dan juga mungkin dah mencintai’y..
    moga next part 3 mrka berdua bisa bersatu..
    ni nama fb ku chingu IkaHae AngelsFishy minta pw’y???

  28. nah kan Soohyun cemburu..
    keLuar dech itu kata2 buruk yg nyakitin Soeun..
    jadi seLama ini Sso ngebenci ibu na sendiri..
    wah.. masaLaLu yang pait..

    ahahaii.. Prince charming dateng nyeLametin Princess na dari korban bully..
    hehehehehee.. ^^ seneng na ngebayangin na..
    berharap ada moment Lebi romantis Lagi sebener na..
    abies na Sso na jutek bgt k Donghae..
    hakakakakakk..😀 kasian Haeppa.. ^^

    oh jadi githu tho cara dapet pw na..
    maaf cha aku G tw.. cos Lom baca yang bawah pas Liat chapter 3 na..
    ini Link FBku..

    https://m.facebook.com/siie.christie

    nama account na..

    Nuuna Christie AngeLsqueen’s

  29. huaaa..udh ad gejala2 ringan nih..bentar lg Hae bkal terjangkit virus cinta nih..tp kok Sso blm ad tanda2 y?!..fotonya cantik kan Hae?..tp orangnya 100x lbh cantik..pngen mnta pasword, tp OL pke hp, gk bs ngasih link twitter..hiks hiks hiks…

  30. WOW hae pantang menyerah juga yach. yang selalu tersenyum senang saat menghadapi Sso yang bahkan cuekin dia…
    Tuan kim ternyata orang yang asik udah akrab aja sama hae… wah haenya makin seneng aja tuh pastinya
    dan sekarang dia melihat sosok kim soeun yang sesungguh nya yakin dech si ikan ganteng ini pasti makin Terpesona….

    Ga bisa nyisipin Link fb nya…! nama akunnya aja yach… (mudah mudahan dapet pw nya AMIIIIIN)

    fb>>>> Rahmi AngelElf

  31. aigho soohyun oppa cemburu nih, tpi knp dy bicara sprti it kan jdi’y sso marah,,,dahlah mendingingan soohyun oppa sama suzy ajja,,,kasian bgt sama suzy pdhl dy suka sama soohyun tpi soohyun malah tdk menyadari perasaan’y….

    Hubungan haesso makin deket ajja nih,,,seneng bngtz ngliat perubahan sso dy lpa akan trauma’y sndri b’kat hae,,,apa lg skrang appa sso kya’y stuju klo hae sama sso…

    Ak, minta pw part3.y yah
    ini link fb’u
    http://www.facebook.com/hyuniskha.elf

  32. koment aku kemana…..? hu’uf padaha kemarin dah ninggalin jejak pas aku cek lagi kok gak ada.//! pokoknya ceritanya makun keren bin seru. apalagi kalau hae pa udah maksa buat berada di dekat Sso walaupun Sso nya udah cuekin si ikan ganteng..

    so hyun oppa kebawa esmosi karna ceburumelihat kedekatan HaeSso.. mungkin trauma Sso bisa sembuh sama hae!!!

    penasaran sama perasaan mereka berdua.
    gak bisa copy link fb nya nama akun fb nya aja bisa gak yach (mudah mudahan aja bisa dapet pw nya AMIIIN)

    fb>>> Rahmi AngelElf

  33. donghae akhirnya tahu jati diri so eun..
    kira kira gimana yah reaksi donghae setelah tahu kalo sebenarnya so eun cantik banget..

    ini fb aku => Shafa Nazila

  34. Haaha..donghae oppa sprtiny mulai sadar nih dengan perasaanny k so-eun eonni,
    jd penasaran apa hae oppa bs dpt nilai 100 ya d kuisny?
    trus hae oppa akn minta apa ya? hahaha *jd semanagt..
    psti hae oppa kaget banget sm foto asliny so eun eonni..
    dia pkir so eun eonni hny kaya sj, tp trnyata salah..so eun eonni jg cantik,
    jd makin kesemsem tuh sm eonni ku,
    hahaha
    jd penasarn sm reaksiny k dpn,
    kim soo hyun oppa keterlaluan banget, bilangin eonni sm dgn ibuny,
    mkin penasarn sm part 3 ny,
    aku minta PW ny donk🙂

    ini url twitter ku http://twitter.com/#/caaarissa/

  35. keren abis,, jdi pengen bca lanjutanya, dsini kyak bca cerita romance remaja + ceritanya pas banget sma so eun eunni ,,,, minta pasword chapter 3 nya dong… penasaran banget,,,,

  36. Hi chingu
    Salm kenal……aq reader bru..
    Sblmny mnta ijin bc ff kmu yaaa🙂..

    Aku suka bgt crtanya. Lucu. Aplagi donghae yg slalu ganggu soeun…n pahlawan jg bwt soeun.
    Pnsaran crtanya thor. Ap soeun ad rasa jg ma donghae? Lbh pnsran ge, bgmna reaksi soeun ktka donghae msuk k kmarnya tnp ijin, mengingat sifat soeun yg dingin + jutek.

    Boleh bgi PW nya thor?

    Tp kirim k email aku ya..🙂

    Simamora.ira04@yahoo.com

    Soalny susah ngopi akun fb dr hp.
    Mksh sblumnya..

  37. donghae ngak ada bosan2 nya menjahili sso.soohyun kok bicara kasar sekali sama sso.fans donghae sadis benar bully sso sampai segitunya untung ada donghae yang datang dan menolongnya.wah penasaran nih next part kayaknya tambah seruuuuu

  38. ffnya keren dan daebak, aku suka banget sama ceritanya ^-^
    soeun eonni ternyata trauma dengan cinta karena perceraian kedua orangtuanya disebabkan oleh perselingkuhan yang dilakukan eommanya soeun eonni, kasihan soeun eonni karena hal itu dia nggak mau menerima cinta dari namja manapun dan dia merubah penampilannya menjadi gadis culun agar tidak ada yang menyukai bahkan mencintainya😥 tapi donghae oppa sedikit meluluhkan hati soeun eonni agar melupakan traumanya dan menjadi gadis yang baik dan manis kkkkk, sohyun oppa juga keterlaluan kenapa sohyun oppa sampai mengungkit masa lalu soeun eonni sampai menyamainya dengan eomma yang paling dibencinya
    ditunggu next partnya
    chingu aku minta pw ffnya ya ^-^
    fighting😀

  39. Soohyun tega bener nyamain Sso sama ibunya😦 Princess Kim Uljima🙂
    m.facebook.com/novha.dlite?fref=nf&ref_component=mbasic_home_header&ref_page=%2Fwap%2Fhome.php&refid=7

  40. fanficnya keren suka sama ceritanya
    soeun eonni ternyata trauma makanya rubah penampilan. Haeppa harus kerja keras ni buat ngeyakinin sso.

    nih fb aku ya…

    wyythaa

  41. fanficnya keren banged saya suka sama ceritanya
    soeun eonni ternyata trauma makanya rubah penampilan. Haeppa harus kerja keras ni buat ngeyakinin sso.

    nih fb aku ya…

    wyythaa

  42. ff ini ingeut jaman2 sma….senyum2 sendiri aq….tapi aq lg galau akut nih thor…ga bisa baca lamjutan ffnya…boleh minta pw ff mask part 3….aq dah komen and dah sms tp gadiblz…..katanya harus punya akun facebook atau twiter….kemaren2 aq ga punya….tapi sekarang aq dah punya thor
    facebook:id.cho irma
    besar harapan saya thor mau berkenan berbagi pw ff mask part 3….gumawo…ditunggu kiriman ffnya selalu….sekali lg kamsahamidah…..😃😃😃

  43. Trauma itu pasti sangt menyakitkn
    sampe” buat sso brbh drsts
    Kasian sso di bully ma pengmr donghae
    coba klo mrka tau spa sso pasti ga bkln brni deeeh
    author hebaat ceritanya simple dan bgs bngt
    Aku mnta pw nyaa doooooong
    teruslaah berkaryaaaaa
    fightiiiiiiiing……!!!!
    ★★★★★★★★★

  44. kyaa..
    donghae udah lihat gimana so eun aslinya..
    omona..
    kenapa soohyun ngomong kaya gitu ke so eun, dia sama aja kaya buka luka lama so eun..
    kalo dia beneran suka sama so eun dia pasti ga akan kaya gitu ke so eun..

    oya thor cewe yang ke club itu so eun?? terus temen temennya tahu ga kalo dia suka ke club gitu..
    wah penasaran..
    next thor..

  45. Suka bnget sama sensasi kalau donghae sama soeun lg berantam. Apa lg kalau d0nghae lg godain soeun. Dan d0nghae udah tp gmana sifat soeun yg asli. Tp kenapa soohyun terlalu sama soeun, ah maklum cemburu. Kygnya suzy suka dh ma soohyun? Iyakan? Eh, tp next nya d pw ya? Kalau ke email bisa gak? badriah.srg@gmail.com

    • suka dengan karakterny mereka masing” *fresh,romance kekeke…

      soohyun mah tega ngatain soeun kek gitu,,ngbuka luka lama nih sioppa huhuhu…

      ah donghae kenapa kau tega sekali ninggalin eonniku sendirian😥😥

      nah loh donghae maen masuk kamar orang aje *cem hantu😛 hahaha next next gue mau baca next partny hoho
      Thanks yaah buat pwny authornim ^^

  46. Donghae mampu membuat so eun sedikit demi sedikit membuka diri
    Bahkan appa so eun juga begitu menyukai kehadiran so eun
    So eun trauma dengan penghianatan yang dilakukan ibunya?
    Donghae mampu melunakan hati so eun yg sedikit membeku karena pengkhianatan ibunya
    Donghae melihat sosok asli kim ao eun?

  47. Waw ternyata kim so eun terlibat cinta segitiga ya,suzy seperti nya menyukai soohyun deh..

    Ya seperti itulah cinta datang karna terbiasa dan itu yg donghae alami,
    Wah seperti nya donghae makin jatuh cinta nih liat sosok asli soeun…
    Chingu q mnta pw part 3 nya dong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s