[Ficlet] Growing Pains


haesso16

Present

.

Growing Pains

Lee Donghae & Kim Soeun

By echa307

.

.

.

Dikisahkan sepasang kekasih yang telah tinggal bersama…

.

.

This cold night street
These heartbreaking footsteps
Some day, it’ll all pass
Memories of us crazily in love
It will slowly flow down
Forgotten with time
(Forgotten)

~ Growing Pains – D & E ~

haesso1

Dalam diam Donghae berusaha tetap tegar dengan seorang dokter yang berada dihadapannya, mencoba menerima segala resiko yang akan didengarnya nanti. Mungkin boleh saja ia berkata tegar, tapi ketika raut wajahnya tak akan bisa menutupi betapa takutnya ia saat ini. Itu tak bisa berbohong.

Kening pria paruh baya yang memeriksa kondisinya terlihat mengerutkan kening tanpa bisa berkata apapun, dengan pena yang berada ditangannya, ia menorehkan tinta itu dalam satu  hentakan.

Donghae hanya diam memperhatikan setiap gerak yang diciptakan pria paruh baya itu, ketika pria paruh baya itu mengambil sebuah kalung berbandul, “Hanya menunggu waktu” kalimat itu membuat Donghae dengan sendirinya menutup mata, inikah takdirnya.

Bukankah ini terlalu berat untuknya, disaat ia sendiri~~kenapa hal seperti ini harus terjadi. Hukuman kah?

.

.

.

haesso2

Langkahnya dengan pasti membawanya pada lorong sebuah apartement, percakapan singkat yang baru saja terjadi antara dirinya dan dokter itu begitu terngiang ditelinganya. Bahkan ia tak mempedulikan jalannya hingga menabrak seseorang, sekalipun seseorang itu sahabatnya sendiri. Sepertinya sahabatnya itu juga berada dalam keadaan tak baik.

Tanpa sadar langkahnya membawa dirinya pada rooftop apartement yang ditinggalinya. Sejenak langkahnya terhenti begitu melihat sosok yang tadi bertabrakan dengannya di lorong apartement juga berada ditempat itu.

Donghae menghampiri, tak berbicara apapun~~hanya mengikuti berdiri disisi sahabatnya itu.

Jika seperti ini, Donghae jadi tak berkeinginan untuk berbagi kisahnya dengan sahabatnya ini. Sepertinya ia juga memiliki permasalahan yang ia yakini tak kalah berat darinya. Lebih baik keheningan yang terjadi, ia tak ingin menjadi pria sok kuat dan peduli ketika dirinya sendiripun memiliki permasalahan yang cukup akan memecahkan kepalanya. Yaa permasalahan dengan bathinnya dan fisiknya.

Terlalu lama berdiam diri membuat Donghae memutuskan meninggalkan tempat itu, lagipula untuk apa ia berdiam diri disana. Tak ada yang bisa membuatnya lebih baik saat ini. Donghae membutuhkan ketenangan hatinya, hatinya tergores dan membuatnya terluka~~bahkan luka itu tak juga bisa disembuhkan.

Kenapa dokter sekalipun tak bisa menyembuhkan luka hatinya, bukankah mereka orang-orang yang belajar siang malam untuk bisa menyembuhkan seseorang. Dan disaat ia terluka seperti ini, kenapa tak ada satu dokterpun yang bisa menyembuhkannya.

Donghae butuh seseorang yang bisa menyembuhkan lukanya, menyembuhkan sakitnya. Bahkan ketika fisiknya sakit, dokter itu hanya terdiam menyerah. Hey.. bukankah kalian dokter, kalian seharusnya membantuku!

.

.

.

haesso3

Donghae melihatnya, setelah semua itu, akhirnya ia melihatnya. Tapi~~ada apa dengan wajahnya, kenapa raut wajahnya seperti itu. Bukankah ia kekasihnya?!

Hembusan aroma ini,

‘Kenapa tak berhenti sejenak, kenapa tak menyapa, bahkan hanya untuk menoleh sedikitpun. Aku kekasihmu disini, ditempat ini menantimu berbalik padaku. Tapi apa yang kudapat, yang terlihat hanya punggungmu yang berjalan menjauh tanpa berniat sedikitpun untuk merasakan kehadiranku’.

‘Bukankah jelas kenapa aku datang, aku kesini ingin menemuimu, sayang. Menemuimu yang bisa menyembuhkan lukaku. Tapi kenapa disaat aku datang, kau justru pergi. Bahkan mengabaikanku’.

‘Sepertinya luka dihatiku semakin melebar, kau tahu? Aku sekarat disini’.

.

.

.

haesso4

Donghae membenarkan letak mantel yang terpasang dibahunya, sesulit apapun hidupnya~~waktu akan terus bergulir, waktu tak akan berhenti hanya untuk menunggunya. Walau ia akan terus melupakan waktu-waktu itu, ia akan mencoba mengingatnya lebih dalam tanpa harus kehilangan.

‘Bahkan ketika aku berusaha mengimbangi waktu yang seakan begitu cepat, tetap saja aku tak bisa mengimbangimu yang semakin sulit diraih’.

.

.

.

haesso17

Donghae memperhatikan Soeun yang mengukirkan jarinya pada kaca jendela yang berembun. Senyum manis terukir dari bibir gadisnya begitu mengukir nama mereka disana, bahkan dengan symbol hati yang begitu menyejukan untuknya.

“Kita akan selalu berada dalam satu hati?” Donghae berbisik pada Soeun yang berada dalam pelukannya. Memeluk gadisnya dari belakang seperti ini selalu disukainya, ketika kedua tangannya bisa merengkuh tubuh itu untuk berada dalam dekapannya, hal itu akan selalu membuatnya nyaman. 

‘Ahh gadis dalam pelukan ini miliknya dan akan selalu ada disisinya’

Soeun tersenyum, menatap hasil ukirannya yang bertuliskan nama mereka yang berada didalam symbol hati. “Emm..kita akan selalu berada dalam satu hati” jawab Soeun dan sebuah kecupan ringan di pipinya didapatnya dari pria yang dicintainya itu.

.

.

.

haesso6

Kenangan itu, kenangan itu kembali berputar dalam pikiran dan hatinya. Bukankah begitu manis dan mesranya mereka kala itu. Donghae mengalihkan pandangannya pada ranjang yang tepat berada dibelakangnya. Dan lagi, hal itu menambahkan goresan di hatinya.

Donghae mendudukan dirinya pada ranjang miliknya itu, menyentuh permukaan itu yang kembali mengingatnya akan sesuatu yang indah.

.

.

.

haesso7

Donghae membimbing langkah Soeun yang kedua matanya ia tutup dengan telapak tangannya sendiri. Senyum kebahagiaan terpancar dari Donghae yang melakukan itu, tak sabar melihat reaksi dari kekasihnya ketika melihat kejutan darinya ini.

“Oppa, sebenarnya kau akan memberikan kejutan apa?” Soeun merengek tak sabar dengan kejutan yang akan Donghae berikan.

Donghae lagi-lagi mengulum senyum lebih begitu mendengar nada tak sabar dan merengek dari kekasihnya ini. Ia sangat menyukai ketika Soeun merengek padanya, merengek dengan nada manja yang menggemaskan. Gadisnya ini sangat manja, dan ia menyukai itu, bahkan terlebih hanya dirinya yang bisa melihat sisi itu. Bukankah itu menandakan ia special untuk gadisnya.

“Baiklah, aku tak akan menundanya terlalu lama atau kau akan terus merengek” ia menyukai ketika menjahili Soeun, seberapa banyakpun ia mengatakan mengeluh akan rengekan Soeun. Nyatanya ia sangat menyukai rengekannya itu.

“Oppa…”

Benar bukan? Gadisnya ini mudah merengek dan manja

“Baiklah, siapkan dirimu”

Soeun mengulum senyum yang bisa dirasakan Donghae ketika kedua telapak tangannya masih menutup mata itu, senyum termanis dan terindah yang pernah ia lihat.

“Five, four, three, two, one…”ketika hitungan mundur Donghae berikan, dan telapak tangannya yang menjauh dari mata Soeun.

Soeun menyesuaikan sinar yang masuk ke retina matanya setelah kegelapan yang ia terima dari telapak tangan Donghae. Dan ketika ia melihat apa yang berada dihadapannya kini, senyum indah penuh bahagia terukir dari bibirnya.

Sebuket bunga mawar dan juga kelopak mawar yang menghiasi ranjang dihadapannya kini. Donghae benar-benar romantis dan manis, Soeun menutup mulutnya yang tanpa sadar terbuka menerima kejutan manis dari kekasihnya ini.

Soeun tersenyum dan melangkah mendekati mawar itu, ia mendudukan dirinya pada ranjang dan mengambil buket bunga yang sederhana dan cantik itu, diciumnya buket bunga itu, harum. Dan indah untuk malamnya kini…

Donghae tersenyum menatap Soeun yang belum mengatakan apapun atas kejutan yang dibuatnya untuk hari jadi mereka yang kedua itu. Ia menghampiri dan duduk disisi gadisnya.

“Happy Anniversary, my sweetheart” bisik Donghae ditelinga gadisnya, membuat Soeun menoleh menatap Donghae dengan binar kebahagiaan yang begitu indah. Donghae akan melakukan apapun untuk melihat binar indah itu selalu ada pada mata gadisnya, apapun itu.

“Love you…”kalimat balasan yang diberikan Soeun untuk Donghae dan mendekat memeluk pria itu.

Donghae menyambut tubuh Soeun yang memeluknya kini, ia membalas pelukan itu dengan senyum bahagia. Ia selalu tahu apa yang membuat gadisnya ini bahagia, hanya dengan tindakan kecil yang manis, sudah cukup membuat gadisnya ini akan memujinya dengan kalimat-kalimat manis penuh cinta yang begitu dipujanya. Dan sekali lagi, ia akan melakukan apapun untuk mendapatkan pujian-pujian penuh cinta yang menjadi candu untuknya.

.

.

.

haesso8

Mata Donghae tergenang mengingat hal manis itu. Betapa ia merindukan dan membutuhkan kalimat-kalimat manis pujian penuh cinta dan terimakasih dari kekasihnya yang selalu tak bisa berkata apapun atas semua kejutan manis yang selalu ia buat.

Donghae menunduk mengingat kenangan itu, dan ketika ia menemukan satu titik yang mungkin bisa membuatnya meraih kebahagiannya~~membuatnya segera mengangkat kepalanya, mencoba memberi keyakinan bahwa ia bisa melakukan sesuatu untuk kebahagiannya. Ia melangkah pergi dari apartement-nya.

.

.

.

haesso9

Donghae mengendarai mobilnya dalam tenang membelah jalan kota Seoul, dalam keadaan seperti inipun ia masih memikiran gadis itu. Betapa begitu berpengaruhnya gadis itu dalam hidupnya. Setiap langkah dan tempat yang dipijakinya, selalu gadis itu terkenang dalam memorinya.

Tapi ada yang lebih menakutkan dari itu, dari memori-memori itu yang mungkin akan semakin hilang darinya.

Kembali kenangan saat Anniversary mereka berputar dalam memorinya, disaat malam yang ia habiskan berdua dengan Soeun. Dengan senyum, canda, dan tawa bahagia, dengan sentuhan-sentuhan fisik yang selalu mereka lakukan~~tangan yang bertaut, peluk, dan cium. Menjadi kenangan manis yang begitu memabukan untuknya.

.

.

.

haesso10

“Aku mencintaimu Oppa..sangat sangat mencintaimu” dan lagi-lagi gadis itu memeluknya dengan senyum bahagia.

Donghae bahkan tak bisa mengungkapkan perasaanya mendengar kalimat penuh cinta yang selalu gadis itu ucapkan sepanjang malam.

‘Berhentilah Soeun sayang, kau akan membuatku gila dengan kalimat cintamu itu…’

“Aku lebih mencintaimu” balas Donghae dan mengeratkan pelukannya pada tubuh gadis itu, Soeun memang terasa sangat pas ketika berada dalam pelukannya. Seolah ia bisa menggapai semua yang ada di dunia jika Soeun berada dalam pelukannya seperti ini.

.

.

.

haesso11

Donghae menopang keningnya mengingat itu, kalimat dan sentuhan fisik penuh cinta yang sering mereka lakukan hampir membuatnya sekarat saat ini. Betapa ia sangat merindukan Soeun-nya.

Ia takut, sungguh ia sangat takut memori itu pergi darinya.

Namun…

.

.

.

haesso12

“Kenapa dengan dirimu, Oppa?! Kenapa kau seperti ini?!” pekik Soeun marah dan mendorong dada Donghae untuk menjauh darinya.

Donghae meraih pergelangan tangan Soeun yang berada di dadanya,

“Ya lepaskan aku!” pekik Soeun semakin marah ketika Donghae menahan pergelangannya tetap berada dalam genggaman Donghae

“Kau seharusnya sadar siapa dirimu Soeun-ah. Kau kekasih Lee Donghae, kau tak perlu orang lain~~hanya ada kau dan aku”

“Mwo! Kau gila, oppa. Kau pikir di dunia ini hanya ada kau dan aku? Aku memiliki keluarga dan teman yang menyayangiku. Tapi kenapa kau menjauhkan mereka dariku?! Aku masih dapat menerima ketika kau melarangku untuk berteman dengan lawan jenisku dan berpikir bahwa kau terlalu mencintaiku. Tapi aku tak bisa terima jika kau menjauhkanku dari keluargaku!” Soeun berteriak marah atas tindakan Donghae yang diluar nalar itu.

“Kau milikku Soeun!”

Soeun memandang tak percaya pada jawaban Donghae, “Kau gila, Oppa?! Aku kekasihmu bukan tawananmu!!”

“Aku tak peduli, yang jelas kau milikku dan takkan kubiarkan orang lain diluar sana mengusik hidupku. Bahkan untuk pria ingusan yang mencoba menarik perhatianmu”

“Oppa, aku sudah dewasa~~bukan bayi yang harus selalu kau kurung dan awasi selama dua puluh empat jam. Aku mencintaimu, seharusnya kau percaya bahwa aku tak akan berpaling pada pria lain. Bahkan aku meragukan bahwa yang kau rasakan untuku adalah cinta”

“Bukankah sudah ratusan bahkan ribuan kali kukatakan, bahwa aku mencintaimu!”

“Tapi bukan seperti ini caranya, Oppa. Kau malah menyakitiku” keluh Soeun

“Ini caraku untuk mempertahankanmu dari gangguan yang berusaha menghancurkan hubungan kita dari orang luar atau keluarga kita sekalipun!”

Soeun benar-benar tak menyangka kalimat itu akan terucap dari bibir Donghae, “Kau benar-benar gila Oppa, lepaskan aku!” Soeun mencoba melepaskan pergelangannya yang masih berada dalam genggaman Donghae.

Donghae yang melihat Soeun semakin tak terkendali menyulut kembali emosinya, hingga tanpa sadar ia menghempaskan Soeun hingga membuatnya terjatuh.

Donghae menatap tangannya tak percaya telah berbuat kasar pada Soeun, ia tak bermaksud menyakiti gadis itu, ia hanya berusaha mempertahankan dan menjaga miliknya dari jangkauan orang yang mengganggu mereka, bahkan berniat jahat sekalipun.

“Sso~~”

Soeun menepis tangan Donghae ketika pria itu berniat membantunya “Kau gila atau mungkin kau seorang psiko!!” Soeun berkata sinis, ia bangkit dari jatuhnya memandang Donghae tajam dan berbalik meninggalkannya.

Donghae masih terdiam setelah berlalunya Soeun, kekasihnya mengatakannya psiko! Ia tahu dirinya terkenal sebagai sosok yang dingin dan arrogant bagi orang-orang yang pernah bertemu dan mengenalnya. Tapi semua itu ia lakukan untuk mempertahankan hidupnya, kebahagiaanya kini.

Tapi gadis itu~~kekasihnya, ia mengatakannya sebagai pria psiko.

Psiko?!

Ia tak seperti itu, ia hanya mencoba membangun dinding kokoh untuk mempertahankan apa yang ia miliki saat ini.

Ia masih ingat ketika ada pria asing yang mencoba mendekati gadisnya ketika ia menjemput Soeun di kampusnya. Hal itu membuatnya waspada dan takut jika Soeun akan berpaling darinya. Hal itu pula yang membuatnya semakin mempersempit ruang bagi Soeun untuk berhubungan dengan dunia luar, bahkan keluarga mereka sekalipun. Ia takut akan ada orang diluar sana yang memberikan pengaruh buruk pada Soeun.

.

.

.

haesso13

Donghae membanting setirnya menjauh dari rumah Soeun, ingatan pertengkarannya itu membuatnya tak sanggup untuk berhadapan dengan gadis yang dicintainya itu. Dirinya tampak seperti monster yang menakutkan untuk Soeun, sosok arrogant yang yang hanya mementingkan egonya sendiri.

Donghae menghentikan laju mobilnya disebuah tempat yang sunyi. Ia bersandar dengan kesakitan, sikapnya justru membuat gadisnya pergi darinya.

.

.

.

haesso14

Soeun tersenyum senang dan melempar kelopak-kelopak mawar yang terhampar di ranjang. Donghae mengikuti hal sama apa yang dilakukan Soeun. Senyum kebahagian terpancar dari keduanya melihat kelopak-kelopak mawar yang berjatuhan.

Soeun menjatuhkan tubuhnya diranjang diikuti Donghae, mereka saling berpandangan dan menatap dalam. Donghae meraih tangan Soeun dan mencium punggung tangan kekasihnya dengan tulus.

Namun yang ada sekarang ia merasa kosong di ranjang itu, yang ada ia sulit bernafas ketika berada disana. Terkenang hal manis yang mereka lakukan hanya akan membuat lukanya semakin melebar.

.

.

.

haesso15

Dan lagi ia menangis, menangis dalam kesendirian yang menyakitkan. Ditinggalkan oleh seseorang yang ia harapkan akan menjadi bagian dalam hidupnya di masa depan, menjadi pendamping hidupnya hingga ia menutup mata di hari tua.

Dan ia kembali ditakutkan dengan percakapannya dengan seorang dokter beberapa hari yang lalu. Ketakutan akan kesakitan yang akan dirasakannya.

.

.

.

haesso18

Dokter itu menyerahkan sebuah kertas yang telah dilipat, terlihat sebuah huruf capital bertulislan ~ERASURE~

Alzheimer, sebuah penyakit yang akan menurunkan daya ingat deklaratifnya, penyakit yang akan mengambil ingatnya akan seseorang atau sesuatu yang ia sadari. Ia takut, takut memorinya bersama gadisnya akan ia lupakan. Ia tak bisa, ia tak bisa menerima itu. Terlepas dari pertengkaran hebat yang membuatnya ditinggalkan gadis itu, ia tak bisa menerima kenangannya bersama Soeun akan terus hilang dari memorinya. Ia hidup dengan memori itu.

.

.

.

The End

.

.

.

Ahhh chessy banget ini fanfic!!!

Ahahahaa padahal aku lagi sibuk banget ini, tapi sempet2nya buat ficlet ini…huhh gegara Donghae nih di MV Growing Pains wkwkwkk

Maaf yaa kalau mengecewakan atau tak 100% sama dengan MV nya. Udah berusaha sebisa mungkin untuk sama dengan MV nya, cuma agak bingung sama konfliknya. Dan jadilah konfliknya seperti ini..

Maaf juga nih fanfic ga panjang melebar, cuma benang merahnya aja sesuai dengan MV

Sebenernya nih yaa, aku juga punya ide alur yang akan membuat kisah ini happy end, tapi karena MV ini tak mengijinkan untuk happy end, sad end ga masalah yaa hehehee

Aku butuh tanggapan kalian tentang narasiku berhubungan dengan MV Growing Pains, oke…

25 thoughts on “[Ficlet] Growing Pains

  1. Oh :O

    Yeaa.. Eonnie Kambeeekkkk..
    Hahahahha😀😀😀

    Ahhhh..
    Jd begitu toh… ??! Si Donghae terkena Alzeimer… Ckkkk….
    Apa’an banget Hae Oppa itu terlalu Possesive… Bukan cuman Soeun yg mikir Psiko.. Puspa jg td mikirnya Hae kena Psiko nih -_-”

    smuanya bagus ko’ Kak…
    Yeaa biasa kya’ kakak nulis FF !!

    Dan seneng akhirnya Sad End..
    Yeaaaa :3 #Plaaaa

    ditunggu karya lainnya dan sambungan FFnya !!? >_<

  2. Cha..
    Aku kangen ama FF kmu..
    Keren.. bener bener keren..
    Sad na kerasa sampe k hati..
    Kebahagiaan Haesso, kepahitan Haeppa.. bener2 bikin terharu d saat yg bersamaan..

    Kenapa aku jadi ngebayangin klo d FF itu sie yeoja bener2 Soeun..
    dia mantan kekasih Haeppa..
    Trus Hyukie yg sahabat Hae ternyata juga suka Sso..
    Mencoba menjalin hubungan ama Sso..
    Tapi Sso na masi belum bisa menerima namja lain d hati na..
    Maka na waktu d kasi mawar ama Hyuk.. Sso keinget ama Hae..
    Hahahahahaaa.. #abaikan
    Ntar kenapa imajinasi jadi liar abies baca Ficlet kmu..
    Hahahahahaaa.. #hayoo author na musti tanggang jawab..
    Bikin lagi yg Happy end..
    Hehehehehehehee..😉

  3. Ahhh suka suka >_<
    ya ampun hae … Jadi hae punya pnyakit itu… :3 aduh ngeri jga liat donghae yg trlalu posesiv ke Sso… Suka,walau sad end., d.tggu krya yg lain… Ff yg lain jga d.tggu …

  4. Waduuuh donghae frustasi bgt tuu kykny,,tp hrsny dia jgn mlmpiaskn kekesalany&keegoisanny ke soeun jd aja gak ada yg merawatny&mmprhtikn&mmbri ksh syg ke donghae ditgh kesakitanny hufftt periiihh

  5. Echaaaaa………..ini apa?????????!!!!!!
    Aku tau sih lagu ma mv nya mank sad….tapi….tapiii….tetep nyesekkk juga ih bacanya….😥

    Huaaa…..ini pertama kali aku baca FF setelah abshen kurang lebih setahun dan dapat Genre gini….aaaa…my Haesso…..😦

    Sso kenpa ninggalin donghae….ntr yng ada bukannya sembuh tpi makin parah….orang sperti hae butuh orang yng bisa membuat dy Percaya…tpi sangat jarang sih ada cewek yng bisa berthan dlm situasi kurang wajar semcam itu…hmmmm

    Donghae tdk terlalu memikirkan penyakitnya tpi hanya satu yng membuat dy takut pada penyakitnya….”Kenangan so eun” dann demiii apaaa….itu nyesekkk….. Uuuu

    Aaaaaaa……echaaaa……..seperti biasa aku suka banget Diksi.mu dan selalu keren lah karya-karyammu…. (y) :*

  6. Kyaaaaaa kok sad ending kak…….g rela deh apalagi haeppa kena alzaimer….oh noooo…

    Akhirny kakak…come back lgi….sneng….ayoo kak…dTunggu FF yg lainnya……bner2 dTunggu kak….semangat:)

  7. aaaaaa~ ficlet nya keren banget thor, bener bener dapet feel nya apalagi ada pict nya juga jadi kerasa bangeeetttt sedih nya… kasian donghae karna ke egoisan dia sendiri yg buat dia kehilangan sso, i’m so sad T.T
    i like this, thor bikin versi eunhyuk nya juga dong, penasaran tuh cerita growing pains dari sudut pandang eunhyuk nya😀

  8. Yayayayaya~ ini bagus kak! >< LANJUTKAN! kkkkk~

    Ini unyuk cuma sekilas doang keluarnya wkwkwk .. tapi tetep suka, meski sad end sih u,u next ditunggu ya~~~

  9. keren! keren banget author, mirip banget sama yg dimv.
    gpp author kali ini sad tapi please buat lanjutannya ya dan bikin mereka happy ending hihi😀
    semangat selalu author

  10. Salam kenal thor, saya sebenarnya bukan reader baru tapi berhubung author hiatus lama jadi kenalannya sekarang aja, ijin baca ffnya ya, wah ini ceritanya emang beda, donghae itu sebenarnya egois atau psiko? Entahlah… Yang pasti cinta itu kadang emang bikin buta wkwkwk, oh ya thor kalau kamu baca komen aku ini plis aku minta pw ff mu yang diprotec ya, cos aku uda add fb mu g di konfirm, aku inbox juga g dibales, ff mu semuanya daebak

  11. Yeeeee kak echs comeback. Aku kangen kak sma ff kamu. Keren bgt kak, mv nya sedih cerita nya juga sedih, mirip deh sama yg di mv. Buat lagi donk kak yg haesso yg berakhir happy ending

  12. Wow,, keren
    Feel.y dpt bgt
    Pas kok sm mv.y donghae
    Trm ksh msh sempetin nulis walau lg sibuk. Salut sm author.y n author2 lain…

    Karya slnjt.y ditunggu…

  13. Bru tau xlo da ff bru,,,,Hwaaaaa
    hae npa jd gto,,,
    Sso kn jd mkir,a hae psiko,,,
    Nah trnyta hae mngdap pnykit alzheimer,,,ksiaaan bnget haesso psah dlm kdaan tak baik,,,
    Sad end blh lh skli2,,,,,

  14. sikap hae yang tak ingin kehilangan Sso malah membuat sso pergi meninggalkannya.
    Hae keren banget waktu di mobil. dan suka sama cerianya yang menurut ku gak semua harus Happy ending, Sad ending juga seru.

  15. Meskipun harus rela sad ending tapi cerita ny emang jjang banget , d tambah pake pict makin keren 👍👍👏

  16. Meskipun harus rela sad ending tapi cerita ny emang jjang banget , d tambah pake pict makin keren 👍👍👏
    Kasian kalo Sampe hae punya penyakit kayak gitu: ‘(

  17. Adakh yg lbh sdih dri ini? hae frustasi aku yg nyesek, Haaa kasian bngt si bang hae, kasian bngt hdup loh,trxta smw yg kau lakukn u menjga milkmu kim so eun mlah membuat org yg palng kau cntaix mrasa tdk nyaman n akhrx meninggalknmu bhkn menganggap hae oppa psiko! Memg brlbhan cra donghae menjaga so eun bhkn menjauhknx dr kluargax tpi smw krn 1 alasn ‘menjaga milikx agar tdk d ambl org atau trpengaruh dgn org luar yg akhrx mninggalknx’ tetapi prilaku donghae yg sngt slh n brlbhan membuat dia hrus khilagan gdisx, pndrtax smakn lngkp dgn dia mengidap pyakt alzheimer, hae oppa ktakutn bngt kalo hrus mlupakn knagan indhx dgn so eun. Ini udah end ya ? DaebakLah saeng ficltmu uda membuat readrmu sesak n mgkn bxk uda brlinang air mta

  18. aaaah kok nyesek gitu😥.
    hehehe tapi ini ff feelnya dapet, ikut nyesek bacanya.
    ditunggu karya2nya yg lain eon author.

  19. Ceritax nyesek bnget😦 kasian banget hae oppa -_-
    pertama ngeliat MV nih emang dibuat galau🙂 & lagux bagus banget🙂 aq pikir tadi ada juga kisahx hyuk oppa ternyata ngak ada , hyuk oppa cuma nupang lewat he….. he….🙂

  20. Yahh,, knp hrs sad ending 😢😵😭 . .
    Cerita nya nyesek bgt,, pkoknya ga di ragukan lagi lah ff yg ada di WP ini . .
    Bgs” semua,, feel nya dpt . .
    Jadi sambil baca smbil bayangin,, jd berasa qt yg ngalaminya . .
    Good Job Chingu 👍👍👍

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s