[FF] Seoul Story (Chapter 1)


PhotoFunia-1436997191

Seoul Story by echa307 || Cast : Kim So Eun, Lee Donghae, etc || Genre : Romance, Family, Friendship || Type : Chapter || Rate : PG 16 || Disclaimer : This story is mine. Just a fictional story, if found similarity plot or character, is a coincidence. Don’t copy-paste this story!!

.

Semua berawal dari sebuah mimpi..

.

Ketika dirinya kehilangan, ia tahu Tuhan akan memberikan kebahagiaan lain untuknya.

Namun ketika ia telah menemukan kebahagiaan itu, kenapa ia harus merasakan ketidak pantasan menikmatinya.

Bolehkah ia bersikap egois disini?

Hanya untuk memiliki kebahagiannya

.

.

Satu

MEMANDANG sekali lagi tanah kelahirannya itu, cukup berat bagi seorang Lee Donghae untuk meninggalkan tempat yang begitu banyak menyimpan kenangan untuknya. Ia jadi merindukan Appa nya. Appa yang penyayang, Appa yang hangat, Appa yang begitu ia banggakan. Appa nya yang juga terkadang berisik seperti Eomma dan memarahinya ketika bermain football.

Donghae tersenyum mengingat kenangannya bersama mendiang Appa nya, sampai saat ini ia tak mengerti kenapa Appa begitu membenci football, padahal Donghae begitu menyukai olahraga itu.

Dua minggu yang lalu rumahnya kedatangan tamu jauh dari Seoul. Pria paruh baya itu mengatakan bahwa ia merupakan kawan lama ayahnya. Kedatangannya kala itu adalah untuk memberikan belasungkawanya atas kematian sang Appa tepat satu bulan pada saat itu.

Maafkan aku yang baru menunjukan diri saat ini, aku dan ayah kalian kawan semasa kuliah dan kami hilang kontak ketika aku harus pindah ke Tokyo. Dan aku sungguh menyesal karena belum sempat bertemu ayah kalian hingga ia menghembuskan nafas terakhirnya

Donghae masih ingat penjelasan pria paruh itu ketika datang ke rumahnya. Kami memakluminya karena jarak yang begitu jauh antara Makpo dan Tokyo, terlebih mereka sudah begitu lama tak berjumpa.

Bagaimana kalau salah satu dari kalian ikut ahjussi, aku akan membiayai pendidikan kalian di universitas.. dan juga universitas di Seoul lebih baik dari disini

Kalimat yang dikatakan kawan lama Appa terekam kembali dalam memorinya, sebuah tawaran yang begitu baik untuk mereka yang hanya keluarga sederhana di Makpo.

Donghae bukanlah dari keluarga berada yang kehidupannya dilimpahi oleh materi, walaupun mereka tak kekurangan tetapi cukup untuk kebutuhan mereka sehari-hari. Sejujurnya.. ia berserta ibu dan hyung nya sudah menolak usul tersebut, diliputi rasa kecanggungan mengingat mereka tak mengenal ahjussi itu dan kebaikan hati yang dimilikinya. Tapi dengan desakan ahjussi bernama Kim Booyong itu membuat mereka akhirnya menyetujuinya.

Tawaran yang diberikan itu merupakan kesempatan baik untuk memperbaiki hidup mereka, tak pernah terlintas dalam benaknya untuk mengambil keuntungan melihat kawan lama ayahnya yang dilihat dari penampilannya pun sudah dapat ditebak. Dan ia berjanji akan bertanggung jawab penuh pada apa yang telah diberikan kepadanya kini.

Lee Donghwa, mengingat hyung nya itu membuat Donghae hampir selalu menangis. Hyung nya itu meminta dirinya yang pergi ke Seoul untuk melanjutkan pendidikannya, padahal ia tahu.. hyung nya itu punya keinginan untuk bisa ke Seoul dan mengenyam pendidikan disana. Tapi Hyung nya itu merelakan kesempatan emas itu untuknya.

Kau masih muda, ini adalah kesempatan untukmu menjadi lebih baik. Jangan mengkhawatirkanku.. cukup datang beberapa tahun lagi dengan keberhasilanmu

Kalimat hyung satu-satunya itu sungguh membuatnya menangis terharu dan ia berjanji akan memenuhi keinginannya itu.

[]

Donghae menginjakkan kakinya pertama kali di Seoul ketika menuruni kereta yang ditumpanginya dari Makpo. Pandangnya liar menyusuri setiap sudut stasiun itu dan bibirnya menarik sebuah senyuman “Aku datang, Seoul” gumamnya penuh semangat.

Donghae melangkah mendekati sebuah taksi yang terparkir didepan stasiun

Srett..

Donghae menoleh begitu tangan lain juga ingin mengambil handel pintu taksi itu, dilihatnya sosok gadis yang juga ikut menoleh kearahnya.

“Tuan, bisakah aku yang mendapatkan taksi ini, keadaanku sungguh mendesak” ujar gadis itu

Donghae tersenyum, “Silakan, aku sedang tidak terburu-buru”

Gadis itu tersenyum cerah mendengar jawaban Donghae “Terimakasih atas kebaikanmu.. kau tahu, begitu susah mencari orang baik seperti Anda. Semoga kita bisa berjumpa kembali”

Donghae lagi-lagi tersenyum atas pujian yang didapatnya, dan berakhirlah pertemuan singkatnya dengan gadis itu. Gadis yang sopan dan ramah, pikirnya.

[]

Rumah itu tampak besar, mungkin bukan hanya tampak.. tapi memang begitu besar. Gerbang yang menjulang tinggi, halaman yang luas.. dihiasi taman yang indah tertata rapih, dan garasi besar yang ia yakini bisa menampung empat atau lima mobil.

“Donghae-ah” seruan itu membuatnya menoleh, terlihat sosok pria paruh baya yang tersenyum di depan pintu utama

Donghae tersenyum menghampiri, ia memberikan salam membungkuk pada pria paruh baya itu “Annyeong haseyo ahjussi”

Pria yang dipanggil ahjussi itu tersenyum dan merangkul Donghae “Jangan sungkan padaku Donghae-ah, ahjussi sudah menganggapmu seperti anak ahjussi sendiri”

Donghae tersenyum “Gomawo ahjussi”

“Kajja” ahjussi itu merangkul Donghae untuk memasuki rumahnya.

Donghae menahan langkah pria paruh baya itu untuk mengambil kopernya.

“Tidak usah Donghae-ah, biar mereka yang membawakan barangmu” ahjussi melarang dan menyuruh pekerja di rumahnya untuk membawakan barang-barang Donghae.

“Tapi ahjussi..”

“Kau disini tamu Donghae-ah, dan kau mulai sekarang juga tuan di rumah ini. Jadi jangan buang energimu, ini sudah tanggung jawab mereka” ahjussi menjelaskan

Keduanya berjalan beriringan memasuki rumah itu, mata Donghae menyusuri setiap sudut ruang yang dimasukinya, indah dan semua tampak mewah. Kawan lama appa nya ini benar-benar sukses.

“Inikah yang bernama Lee Donghae” seruan suara wanita membuat keduanya menoleh

Donghae tersenyum dan memberi salam pada wanita paruh baya yang menghampiri keduanya dengan senyuman.

“Ne Yeobo” ahjussi menjawab “Donghae-ah, kenalkan.. ini isteri ahjussi”

Donghae tersenyum sopan “Annyeong haseyo ahjumma, Lee Donghae imnida”

“Annyeong Donghae-ah, selamat datang di keluarga kecil kami.. ahjumma harap kau nyaman berada disini”

“Khamsahamnida ahjumma” Donghae kembali membungkuk berterima kasih atas sambutan hangat yang juga ia terima dari istrei ahjussi yang sudah begitu baik padanya dan keluarganya.

Isteri ahjussi menyentuh bahunya dan tersenyum lembut layaknya sang eomma yang berada di Makpo, “Jangan sungkan pada ahjumma eoh, anggap saja ahjumma seperti eomma mu sendiri”

Donghae terharu dengan sambutan pasangan suami isteri dihadapannya ini, ia merupakan orang asing yang disambut begitu hangat seperti anak mereka sendiri. Donghae sungguh bersyukur bertemu dan mengenal mereka, dan ia berjanji tidak akan mengecewakan keduanya.

“Kemana puteri kita, Yeobo?” tanya ahjussi

“Dia menghubungiku tadi, katanya sepulang sekolah akan pulang telat. Tapi ia sudah berjanji akan pulang sebelum jam makan malam” ahjumma memberitahu

“Begitu” ahjussi bergumam “Donghae-ah, ahjussi yakin kau lelah.. istirahatlah, kami sudah menyiapkan kamar untukmu”

“Benar, pasti melelahkan duduk di kereta berjam-jam” ahjumma menambahkan “Tuan Han, tolong antarkan Donghae ke kamarnya” ujar ahjumma pada salah satu pekerjanya yang terlihat seusia ahjussi

“Baik Nyona, mari tuan muda.. akan saya antarkan ke kamar Anda”

“Kalau begitu Donghae ke kamar, Ahjussi.. Ahjumma..” ijin Donghae dan mengikuti pria paruh baya yang dipanggil tuan Han.

[]

“Ini kamar Anda tuan muda, jika ada yang dibutuhkan.. jangan sungkan untuk memanggil pelayan disini”

Donghae mengangguk dan tersenyum, “Khamsa ahjussi”

Setelah kepergian tuan Han yang baru saja diketahuinya sebagai kepala pelayan di rumah yang akan ditempatinya ini, Donghae membuka pintu berwarna coklat pinus itu.

Donghae menatap kagum kamar barunya kini, kamar yang luas dan indah. Semua tampak lengkap di ruangan itu. Ranjang king size, sofa panjang, TV LED berukuran lebih kecil dari ruang keluarga, lemari buku, dan meja belajar serta sudah terdapat laptop disana. Ada dua pintu di ruang kamarnya, dibuka salah satu pintu itu.. kamar mandi yang bersih dan tentunya lengkap. Donghae melangkah ke pintu lainnya, ‘Apa ini yang sebut surga dunia?’ ruang kecil dengan beberapa pintu dan laci.. pakaian, dasi, sepatu, tas. ‘Apa ahjussi dan ahjumma menyiapkan semua ini untuknya? Ini sungguh berlebihan.. walaupun tidak banyak barang yang memenuhi ruangan itu, tetap saja ini berlebihan. Siapa dirinya diberikan semua ini’

Dibukanya pintu kaca yang menghubungkannya ke halaman samping kiri rumah itu, semilir angin menyambutnya.. walaupun tak sesejuk di tempat kelahirannya.

Hidupnya barunya akan dimulai, Donghae harap ia bisa menyesuaikan diri dengan orang-orang di Seoul

Diraih ponsel dalam saku celananya, melakukan panggilan pada hyung satu-satunya yang mungkin sedang menunggu kabar darinya.

“Hyung..” serunya, begitu panggilannya dijawab.

[]

“Malam, ahjussi ahjumma” sapa Donghae begitu menghampiri keduanya yang sudah di meja makan

“Kemarilah dan duduk disini” ahjussi menggeser kursi didekat, kursi yang berhadapan dengan ahjumma “Isteriku menyiapkan makan malam yang istimewa untukmu” lanjutnya

“Gomawo ahjumma” ujar Donghae begitu menempati kursinya

“Oh yaa, dimana Soeun.. kenapa belum turun?” tanya ahjussi

“Aku disini Appa” sahut sosok gadis dengan dress casual baby blue nya.

Semua menoleh mendengar seruan itu,

“Cepatlah kemari Sayang, kau belum berkenalan dengan Donghae, bukan”

Donghae berdiri menyambut sosok gadis cantik yang kini bergabung bersama mereka, “Annyeong haseyo, Lee Donghae imnida”

“Hai Donghae oppa, aku Kim Soeun.. putri satu-satunya atau bisa disebut anak tunggal sepasang orang tua ini” sapanya pada Donghae dengan kekehan geli mendapat sahutan protes dari orangtuanya

“Senang mengenalmu” balas Donghae setelah mendapat respon yang baik dari anak satu-satunya ahjussi dan ahjumma. Donghae sempat khawatir kalau anak mereka tidak akan menyukai keberadaanya di rumah itu, tapi kekhwatiran itu meluap begitu saja mendengar sapaan ramah Soeun

“Senang mengenalmu juga, Oppa. Aku begitu senang mendapatkan seorang Oppa, kau tahu.. aku selalu ditinggal sendirian di rumah ini, sekarang aku tak perlu khawatir, akan ada Oppa yang menemaniku”

Donghae melihat ahjumma yang menyentuh surai hitam putrinya dengan sayang, putri ahjussi Kim ini sungguh cantik, manis, dan ceria, ia juga ramah dan mudah berkomunikasi dengan orang baru. Donghae senang kini memiliki adik kecil yang manis.

“Sekarang kita duduk dan makan, obrolan ini kita bisa tunda sampai nanti” ujar ahjussi Kim.

[]

“Hai Oppa” sapa Soeun melihat Donghae yang sedang melamun di tepi kolam renang, dan duduk disamping Donghae.. ia mengikuti Donghae dan merendam kakinya didalam kolam “Apa yang kau lakukan, Oppa?”

Donghae tersenyum dengan tangan yang terlipat dimuka dada, menatap Soeun sebentar yang masih menatapnya dan kembali menatap langit hitam yang hanya dihiasi sedikit bintang “Hanya menikmati malam kota Seoul, ini pertama kalinya untukku di kota ini”

“Kau baru pertama kali, Oppa. Kau butuh seorang tour guide? aku bersedia, Oppa” ujar Soeun masih memandang Donghae.

Donghae menoleh pada Soeun, “Benarkah, kau mau menjadi tour guide ku?”

“Tentu saja, kau Oppa ku sekarang. Tentu aku akan membantumu mengenal Seoul, walaupun aku masih kelas dua di SHS tapi untuk urusan setiap sudut kota Seoul aku ahlinya, bahkan appa eomma kalah dariku dalam hal ini”

Donghae terkekeh, “Wow kau hebat” puji Donghae menimpali “Berarti aku bisa minta bantuanmu, apakah ada tarif untuk itu?” menyenangkan membuat obrolan dengan adiknya ini.

Soeun mengetuk-etuk dagunya, mata indahnya menatap Donghae serius menimbang-nimbang ucapan Oppa barunya kini. Dan itu sangat menggemaskan untuk Donghae.

“Tak perlu” akhirnya Soeun buka suara, “Karena Oppa baru disini, aku akan menjadi tour guide mu dengan suka rela. Free and full service

Donghae tertawa mendengarnya, dan ia dengan sadar mencubit pipi Soeun “Aku tak menyangka akan memiliki adik perempuan yang menggemaskan”

“Oppa..” protes Soeun menjauhkan tangan Donghae dari pipinya “Ini limited edition kau tahu, jadi jangan pegang sembarangan”

“Katanya aku Oppa mu, kau adik ku. Apa menyentuh pipi saja tidak boleh?”

“Oppa bukan menyentuh, tapi mencubit. Nanti memerah dan itu terlihat jelek” sahut Soeun

Donghae terkekeh dan mengelus surai hitam Soeun, “Kau akan jadi adik kesayanganku”

“Benarkah?” Soeun bertanya dengan berbinar,

Donghae mengangguk membenarkan,

“Yeay menyenangkan sekali, dan Oppa akan jadi Oppa kesayanganku” balas Soeun

Keduanya tertawa bersama, terlarut dalam obrolan hangat.

“Bintang yang indah” Soeun menatap langit

Donghae ikut memandang langit, “Ya, tapi bintang di langit Makpo lebih indah, ia menghiasi langit hitam bertabur kerlip indah, aku senang menatap langit bersama Hyung ku”

“Benarkah? Pasti menyenangkan”

Donghae tersenyum,

“Aku jadi ingin ke Makpo, aku menyukai bintang”

Donghae tersenyum, “Lain kali saat aku pulang ke Makpo, aku akan mengajakmu. Walaupun tidak dalam waktu dekat ini”

“Benarkah, kau harus menepati ucapanmu untuk membawaku Oppa”

Donghae mengangguk yakin,

“Janji?” Soeun mengulurkan jari kelingkingnya pada Donghae

Donghae ikut mengulurkan jari kelingkingnya menautkannya dengan jari kelingking Soeun “Janji”

Soeun tersenyum, “Aku menunggu saat itu tiba”

Tanpa diketahui keduanya, Kim Booyong tersenyum melihat dan mendengar obrolan mereka. Ia senang putrinya bisa menerima kehadiran Donghae diantara mereka, bahkan putrinya itu terlihat sangat bahagia memiliki seorang Oppa.

Booyong berbalik, membiarkan keduanya larut dalam canda tawa mereka.

[]

Sudah ketiga kalinya Soeun menguap karena rasa kantuk yang tak bisa ditahannya, padahal ia masih ingin bersama Oppa barunya itu.

Soeun menyukai Donghae, pria itu baik, ramah, dan tampak dewasa. Donghae mengobati kesepiannya yang selalu ditinggalkan orangtuanya karena urusan bisnis, dan ia berharap Donghae akan menjadi Oppa yang akan selalu ada untuknya.

“Kau mengantuk” lamunan Soeun melebur oleh teguran Donghae

Soeun mengangguk membenarkan, “Aku mengantuk, padahal aku masih ingin disini bersama Oppa”

Donghae tersenyum, adik barunya ini sangat manja. Ia mengusap surai hitam Soeun “Tidurlah, ini sudah malam.. masih ada besok dan besoknya lagi untuk bersamaku” janjinya

“Baiklah, selamat malam Oppa”

“Selamat malam” balas Donghae

[]

“Kau belum tidur Donghae-ah?”

Donghae menoleh, terlihat ahjussi Kim yang menghampirinya. Donghae mengangkat kakinya yang sudah begitu lama ia rendam dalam kolam, dan menghampiri ahjussi Kim yang kini duduk di kursi pantai.

“Belum ahjussi” jawab Donghae ikut duduk di samping ahjussi Kim

“Kau nyaman disini?” tanya Ahjussi Kim

Donghae mengangguk “Aku mulai nyaman Ahjussi, semua menyambutku dengan baik. Aku merasa tak pantas menerima ini” Donghae merendah

“Jangan begitu, kau pantas mendapatkannya”

“Termasuk semua fasilitas yang Ahjussi siapkan untukku?” ujar Donghae

Ahjussi Kim mengangguk yakin, “Semua itu untuk kebutuhanmu, kau akan membutuhkannya”

Donghae terdiam, “Aku tak tahu harus membalasnya dengan cara apa, kau begitu baik padaku, Ahjussi” ujar Donghae rendah menundukan kepalanya

Ahjussi Kim mengusap punggung Donghae, “Ini kulakukan untuk Appa mu, untuk menebus kesalahanku”

Donghae menoleh, “Maksud Ahjussi?”

Kim Booyong memandang langit luas, ia nampak mengenang masa lalunya. Donghae masih diam menanti Ahjussi menjelaskan maksud ucapannya ‘kesalahan’.

“Aku dengan Appa mu dulu begitu dekat, kami selalu bersama dan sangat kompak, walaupun status sosial kami berbeda tak pernah menghalangi persahabatan kami. Tapi semua hancur saat turnamen football yang begitu kami gemari. Padahal dihari sebelumnya kami sudah sepakat untuk melakukan yang terbaik sampai garis kemenangan, jika salah satu dari kami menang, pihak yang kalah harus menerimanya. Dia begitu hebat, aku mengakui bahwa Appa mu lebih unggul dariku. Tapi dihari besar itu, aku sempat terheran karena ia tak seperti biasanya, ia terlihat setengah hati saat turnamen.. padahal aku tahu ia begitu ingin masuk tim nasional. Aku berpikir positif melihat sikapnya dan mencoba memenangkan turnamen yang begitu aku tunggu. Hari itu adalah hari yang membahagiakan untukku, aku tersenyum bahagia karena terpilih menjadi anggota tim nasional, semua memberikan ucapan selamat padaku.. tapi itu tidak berlaku untuk Appa mu, Lee Soohwan menatapku tajam.. seolah membenciku. Senyum kebahagianku hilang saat itu”

“Soohwan-ah kenapa kau seperti ini, bukankah kau yang bilang kita akan berjuang sampai akhir dan menerima dengan lapang dada siapa yang lolos”

Soohwan tersenyum sinis, “Itu hanya ada dalam kamus orang susah seperti kami, tapi tidak berlaku untuk orang chaebol seperti kalian”

“Apa maksudmu? Kenapa mengatakan itu, aku tak pernah membedakan status sosial. Kau bahkan sangat tahu itu”

“Nyatanya keluargamu telah mengajarkan itu padaku!!” seru Soohwan dengan suara meninggi, ia mendorong Booyong ke dinding “Nyatanya aku paham, seberapa besar keinginan dan kemampuan yang orang seperti kami miliki. Tak akan terwujud jika ada orang-orang seperti kalian yang memiliki uang. Keluarga terhormat tidak boleh di permalukan di hadapan publik” sinisnya dan berlalu.

Booyong menghela nafas mengingat itu, persahabatan yang dijaganya begitu baik akhirnya rusak karena kekuasaan. Sejak saat itu ia melepas cita-citanya menjadi seorang atlet, tak ada yang dapat ia banggakan menjadi anggota tim nasional dengan hasil suapan. Ia tak pernah melihat Soohwan setelah pertengkaran hebat itu, Booyong mendapat kabar kalau Soohwan sudah kembali ke Makpo, tempat kelahirannya. Sahabatnya itu tak pernah mau berhubungan lagi dengannya, Soohwan sudah terlanjur sakit hati di rendahkan oleh ayahnya.

Rasa bersalah selalu menghantuinya sampai detik ini. Ia berharap, dengan memberikan Donghae pendidikan yang baik di Seoul dan mendidiknya.. akan mengurangi rasa bersalahnya. Ia sudah bertekat begitu Donghae menyetujui idenya untuk melanjutkan pendidikan di Seoul. Menjadikan Donghae seseorang yang sukses dan bersih, dapat bersaing dengan orang-orang yang hanya mengandalkan harta mereka. Berharap Soohwan akan bangga disana, melihat putranya yang berhasil dan bertanggung jawab.

Disisi lain Donghae masih terdiam mengetahui masa lalu Appa nya dengan kawan lamanya itu. Dan ia langsung terpikir bahwa kebencian ayahnya pada football karena hubungannya dengan hal ini.

“Ahjussi sungguh merasa bersalah Donghae-ah, tapi sepertinya Appa mu sudah begitu terluka oleh keluarga ahjussi”

Donghae masih terdiam,

“Aku berharap Appa mu sudah memaafkan kesalahan keluargaku”

“Aku yakin sudah” sahut Donghae “Appa ku bukan pendendam, lagipula ini bukan salah ahjussi” Donghae berusaha dewasa menyikapinya, sesungguhnya ia tak terima Appa nya di rendahkan tapi ahjussi Kim tak bersalah disini, ia juga korban.

“Ya aku tahu, Appa mu orang yang baik”

Donghae mengangguk membenarkan,

“Donghae-ah..”

Donghae menoleh, melihat ahjussi Kim yang tampak jauh lebih serius,

“Ijinkan ahjussi mendidikmu, menjadikanmu seorang pria yang sukses dan bertanggung jawab”

Donghae menatap ahjussi Kim lebih mendengar kalimat itu.

“Ayahmu pernah mengatakan angan-angannya padaku, ia ingin memiliki putra yang sukses dan bisa membanggakannya, seseorang yang bertanggung jawab tanpa mengandalkan harta. Dan saat kau menyetujui ideku untuk ke Seoul, aku bertekat untuk mewujudkan keinginan Appamu itu. Kau maukan mewujudkan mimpi Appa mu?”

Donghae terdiam, oh Tuhan.. ia sungguh tak menyangka akan menemukan fakta ini. Masa lalu Appa, alasan kebencian Appa pada football, dan mimpi Appa. Terlebih mimpi Appa…

“Bantu aku ahjussi, bantu aku mewujudkan mimpi Appa”

.

.

To be continued..

*SHS ⇒ Senior High School

.

.

Yeay aku bawa ff baru, udah lama banget hiatusnya. Kangen banget buat nulis ff…

Aku butuh respon kalian😉

30 thoughts on “[FF] Seoul Story (Chapter 1)

  1. Sm0ga hae oppa bsa mewujudkn impian ayahx menjdi pria sukss n brtanggung jwb, kasian jg ya hdup ayahx Hae oppa hrus meningglkn n mengubr impian haxa krn stts sosial untglah ayah sso dtng n ingn mewujudkn mimpi mendian shbtx dgn menjdikn putra shbtx sukses, hem sprtix ortu sso suka dgn donghae jd tak ada mslh nantix jika sso n hae menjaln hub. Bhkn menikah, sm0ga sja mrka nntix saling jth cnta

  2. Kyaaaaaaaa ..langsung jingkrak2 baca ne ff ,seneng banget ,cerita ny kereen ^^ suka banget sama hubungn ny haesso ,next part bikin moment haesso lebih bnyak thor🙂

  3. Kya ff baru disni
    Hai slam kenal lagi

    Bahagianya haeppA disambut baik oleh keluarga kim termasuk so eun anak satu2nya dikeluarga itu
    Mulai saat ini haesso seperti saudara #kakak dan adik
    Tapi tungu yoja yg bertemu dengan donghae diawal siapa ? Akankah mereka bertemu lagi ?

    Haeppa mulailah hidupmu dengan baik diseoul….
    Next ditunggu

  4. Ahhh aku suka banget sama ff ini >_< perjuangan donghae,cerita appa mereka dan prtemuan.y dgn Sso… Smpt nyangka tdi kirain sso bkal jadi anak yg smbong dan angkuh gitu,trnyata mlah jadi manja gitu…😀 Senang liat mreka brdua,apalg persaudaraan mreka,, tpi apa mereka bkal tetap trus mengganggap mreka brsaudara? Moga aja mreka mrasakan benih2 cinta wkwkwk… Next part.y d.tggu sangat yah…😀

  5. Annyeong🙂 love haesso,,,, karakter sso cocok sma donghae :p kira.n cwe yng pertama ktemu hae adalah sso eh ternyata bkn …. Ada alsan knpa appa hae ngelarang bwt jdi pemain football seneng keluarga sso bsa nerima hae …. Mudh”an haesso bsa bersatu ……..

  6. hae bijak kl ttg masa lalu org tuaa,,,
    cieee sso tambah hidup….. akan kah sekedar sbg oppa atau akan brkembang
    sweet bgt blum lama tp bs seakrab ini,,,,,

    smga part 2 segera yak

  7. Salah persepsi gue ma cewek yang di stasiun, aku kira itu So Eun. Eh bukan ternyata. Kira-kira persaudaraan HaeSso bakalan berubah jadi rumit nggak ya. Hmm…

  8. Yakiiin nie haesso hny akn mnjd adik ka2??pst akn ada gejolak lain dihti mrk nnti yg bt crta ini smkin mnrik,,untg sj hae bs nrima alsn ayah sso dgn ikhlas krn itu jg dmi kbaikanny,,dtggu lnjtny gomawo

  9. huwaaaah lama nggak berkunjung k blog ini.
    eonnni makasih uda post ff haesso. love them so much🙂
    aku kira cewek yang dijumpai donghae di stasiun waktu mau naik taksi itu so eun, heheh ternyata bukan.
    ff nya fresh n bagus.
    baca next part y eon🙂. gumawoo

  10. Hwaaahhh, ada yang baruu lagii niih. Walaupun lama gak temu internet, pas udah ketemu temu yang baru baru plus bikin penasaran. Hihi dongahae kayak nya gemes banget sama soeun disini, bisa dilihat dari caranya cubit cubit pipi soeun hihi. Lucu bangettt couple iniii, ini favorite banget 😄😊

    Semangat ya thor 😁

  11. udh lma gk maen2 k blog nie, ekh trnyta ada ff baru haesso.
    ska sma crt ny, smoga hae bisa mwujudkan cita2 ayah ny.
    keep writing

  12. wah makin banyak nich ff nya,, sudah lama tidak membuka wp ini,,, ceritanya bagus,, penasaran apakah donghae dan soeun nanti akan memiliki hubungan lebih dari sekedar persaudaraan ??? benar benar penasaran nich,,,,

  13. appa so eun baik banget ya, walaupun dia melakukan itu karena merasa ga enak sama sahabatnya yaitu appa donghae..
    tapi tetep aja baik banget ya appa so eun..
    hmm..
    kira kira donghae bisa ga mewujudkan impian appanya..

    next thor, fighting..

  14. Hmm..suka sama keluarga sso yang kaya tapi baik hati juga ramah, aduh sso sma donghae sweet banget knapa gk jadi pasangan aja hahaha…ditunggu lanjutannya Thor..

  15. anyeonghaseyo…
    aku reader baru…. salam knl thor…
    iseng lgi nyari ff donghae sama so eun, ehh ktemu blog ini.
    aku suka sama couple ini, meski aku kyusso shipper.

    pertama baca ff ini aku udh pngn nangis, mengingat ada kta ayah disana.
    mimpi ayah.
    itu kalimat yg membuatku menangis.
    hmmm ngmng” siapa wanita yg ktmu donghae distasiun yh ???
    sso lucu, manja, imut skli…
    snangnya punya oppa ky lee dong hae.

  16. Siapa wanita di stsiun aq kira eunni So ?!?! haeSso kakak adik …. andewe😦
    aq harap ada kisah cinta anatara HaeSso🙂

  17. Kirain cewek yg di stasiun so eun?? Ya ampun kak.. aku pengen nangis beneran deh.. bener suer.. kayaknya seru nih.. kok haesso kakak adikan sih. Sebel deh..😦

  18. Diawali dgn kisah “persaudaraan” antara donghae dan so eun. Kakak dan adek, meski bukan kakak kandung. Apakah kisah ini akan berubah nantinya, perasaan seorang kakak ke adek atau sebaliknya. Atau akan tumbuh benih2 cinta antara mereka??? Ditunggu lanjutannya…

  19. Mmg dh plng mantap lh ff buatan chingu,, apalagii pairingnya HaeSso,, . .
    Feelny dpt bgt
    Good Job chingu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s