[FF] Marriage.. (Chapter 5)


cover marriage

Marriage.. by echa307 || Cast : Kim So Eun, Nichkhun Buck Horvejkul, etc || Genre : Romance, Comedy, Friendship || Type : Sequel || Rate : PG 15+ || Disclaimer : This story is mine. Just a fictional story, if found similarity plot or character, is a coincidence. Don’t copy-paste this story!!

.

.

[ Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 ]

.

.

Lima

Soeun mendudukan dirinya tampak gelisah menanti sosok Nichkhun yang beberapa jam yang lalu telah menjadi suaminya. Ia tampak termenung sesaat memandang kamar hotel yang telah disulap sedemikian rupa untuk pasangan pengantin baru.

“Kau belum tidur?”

Soeun menoleh, didapatinya sosok Nichkhun yang telah keluar dari kamar mandi. Sebenarnya bisa saja ia tidur lebih dulu tapi ada yang harus ia bicarakan dengan Nichkhun.

“Ada apa?” Tanya Nichkhun, sepertinya ia memahami ada yang ingin disampaikan istrinya tersebut.

“Bisa kita bicara, Oppa?” pinta Soeun

Nichkhun mengangguk dan menghampiri Soeun yang duduk di sofa kamar hotel tersebut. “Sekarang bicaralah” ujar Nichkhun begitu ia sudah duduk disamping Soeun.

Soeun menghela nafas sebelum membuka suaranya, “Oppa.. “

Nichkhun memandang Soeun menanti apa yang diucapkan gadis itu.

“Oppa, kau sangat tahu bahwa pernikahan kita sangat tidak normal, maksudku jauh dari kebanyakan pasangan suami-istri lainnya. Pertemuan kita sangat singkat bahkan pernikahan kita terkesan buru-buru. Dan.. dan aku masih menganggapmu sebagai orang asing yang dalam sekejap menjelma menjadi suamiku, maaf Oppa.. sampai sekarang pun aku masih tak percaya telah menikah” Soeun menundukan kepalanya.

Nichkhun masih diam tak bersuara dan itu membuat Soeun tak berani mengangkat wajahnya menatap pria itu. Namun tak lama ia mendongak begitu merasakan belaian lembut dirambutnya, dilihatnya Nichkhun yang tersenyum masih membelai rambutnya.

“Aku mengerti apa yang kau rasakan, jika boleh jujur akupun tak menyangka telah menjadi seorang suami, sekarang aku tak sendiri tetapi memiliki tanggung jawab untuk orang lain yaitu kau. Aku memang jauh lebih matang darimu, namun bukan berarti aku tak terkejut dengan statusku saat ini”

Soeun tersenyum dengan penjelasan Nichkhun berarti mereka merasakan hal yang sama, “Oppa kau tahu bukan bahwa sebelumnya aku tidak menginginkan pernikahan ini bahkan menentangnya, tapi sekarang aku sedang mencoba menerimanya. Aku akan mencoba menjadi istri yang baik, seperti menyiapkan perlengkapan pakaianmu, membuat sarapan, makan siang, dan makan malam. Pokoknya hal-hal umum yang dilakukan seorang istri, tapi.. tapi.. soal..”

Nichkhun tersenyum dengan penuturan Soeun, “Arraseo, aku tahu apa yang kau maksud. Tenang saja kita tidak akan melakukan hubungan suami-istri, yah walaupun itu kewajibanmu sebagai seorang istri, aku tak masalah. Kecuali”

“Kecuali?.. “ Soeun menanti dengan was-was

“Kecuali kau yang meminta” Nichkhun tertawa setelah mengatakannya

“Oppa!!” seru Soeun kesal dan memukul bahu Nichkhun

“Wae? Jika kau meminta kenapa tidak, bukankah yang meminta istriku sendiri” jahil Nichkhun

Soeun menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, “Aishh jangan dibahas lagi, Oppa kau mesum!”

Nichkhun tertawa melihat Soeun yang malu membicarakan hal dewasa.

“Oppa berhenti tertawa, aku masih kecil.. buang jauh-jauh harapanmu itu” seru Soeun kembali memukul Nichkhun gemas karena masih terus menjahilinya.

“Hey bagaimana mungkin kau masih kecil, kau sudah menjadi seorang istri sekarang.. seharusnya kau sudah terbiasa membicarakan hal seperti itu”

“Tidak.. tidak.. tidak.. pokoknya berhenti membahas itu!”

“Arraseo.. arraseo.. tenanglah aku tidak akan menyentuhmu jika tanpa cinta diantara kita. Dan aku juga berjanji untuk melindungi dan menjagamu karena kini kau tanggung jawabku”

“Janji?” Soeun tersenyum dan mengulurkan kelingkingnya membuat pinky promise.

“Janji” Nichkhun menautkan kelingkingnya dengan kelingking Soeun.

“Tapi Oppa.. apa kita akan tidur satu kamar?”

“Kurasa kita tak punya pilihan, kau akan tinggal dirumah orang tuaku setelah menikah tak mungkin kita berbeda kamar”

“Satu ranjang?”

“Ya, kau tenang saja.. kita hanya akan tidur, tidak dengan yang lain. Kau percaya padaku kan?”

Soeun menghela nafasnya, “Baiklah..”

“Nah sekarang sudah malam sebaiknya kita tidur eoh?” Nichkhun bangkit dari duduknya dan mengajak Soeun untuk menempati ranjang pengantin mereka. Keduanya tampak canggung dalam selimut yang sama, Nichkhun mematikan lampu tidur, “Selamat malam”

“Malam Oppa”

[]

“Wah pasangan pengantin baru kenapa lama sekali” ujar Chaewon disela-sela sarapan pagi bersama kedua keluarga. Memang setelah resepsi itu selesai mereka memutuskan bermalam di hotel yang sama dengan Nichkhun dan Soeun.

“Kau ini seperti tak pernah merasakannya saja,” sang ibu menyahut

“Kita tunggu saja pengantin baru kita” ibu Nichkhun ikut berkomentar

“Ahh itu mereka” ujar Song Joongki menunjukan pasangan pengantin baru yang baru saja dibicarakan

“Hei pengantin baru, apa tidur kalian nyenyak” ujar Chaewon melirik jahil adiknya

Soeun mendudukan dirinya di kursi yang sudah persilakan Nichkhun dan Nichkhun menduduki tempat di samping kanannya.

“Tentu saja, eonnie tak perlu khawatir” jawab Soeun polos dan asal

Semua yang berada di meja makan tersenyum mendengar jawaban dari Soeun.

“Wahh benarkah, menyenangkan sekali” sahut Chaewon antusias

Soeun tak berkomentar, Nichkhun yang berada disisinya tersenyum geli dengan pembicaraan keduanya. Sepertinya Soeun tak menangkap nada menggoda dari ucapan kakaknya tersebut dan menjawab pertanyaan itu dengan polos apa adanya.

“Kau mau kemana?” ujar Nichkhun begitu mendapati Soeun akan beranjak dari kursinya, padahal semua hidangan di meja mereka tampak lengkap.

“Aku mau ice cream” ujar Soeun melihat stand prasmanan

“Ini masih pagi, Sso”

“Aku mau, boleh yaa please..” rengeknya tanpa sadar

Nichkhun agak terkejut dengan nada bicara Soeun, dan membuatnya mengangguk menyetujui. “Biar aku yang ambilkan” Nichkhun bangkit dari kursinya dan berlalu.

“Uhh manis sekali suamimu adikku, kau sangat beruntung”

Soeun mengerutkan keningnya, “Jika eonnie mau, minta saja dengan Joongki Oppa”

Semua tak dapat menahan senyum mereka, bahkan mereka tampak mengeluarkan suara tawa renyah penuh bahagia melihat pasangan pengantin baru yang tampak harmonis.

“Ada apa ini?” Nichkhun kembali bergabung dan menyerahkan semangkuk ice cream pada istrinya tersebut.

“Gomawo Oppa.. tapi, Oppa ini sedikit” protes Soeun

“Ini masih pagi, kau boleh makan lagi nanti”

Soeun merengut namun tetap menurut perkataan suaminya itu.

Semua tampak tersenyum bahagia melihat keduanya,

“Ahh iya, bagaimana dengan rencana bulan madu. Apa kalian sudah menentukan destinasinya?” Tanya Ibu Soeun

Soeun tersedak mendengarnya, Nichkhun segera memberikan segelas air untuk Soeun.

“Bulan madu?” Tanya Soeun setelah lebih baik

“Tentu saja menantuku” ujar ibu Nichkhun

“Eomma, kami memutuskan untuk menunda bulan madu kami” Nichkhun yang mengambil alih

“Kenapa?” Tanya ibu Nichkhun

“Eomma aku hanya mengambil cuti dua hari, karena sedang banyak pekerjaan di kantor. Soeun juga bukan dalam masa libur semester, terlebih sebentar lagi ia akan mengerjakan tugas akhirnya. Jadi kami memutuskan untuk menunda bulan madu kami” Nichkhun memberi alasan.

“Oh seperti itu, ya sudah apapun yang terbaik menurut kalian kami akan setuju” ujar ibu Soeun.

“Jadi apa rencana kalian hari ini?” Tanya Ayah Soeun

“Mungkin kami akan menghabiskan waktu bersama, seperti berkencan. Yah kalian pasti tahu bagaimana aku dan Soeun yang tidak sempat melakukan itu”

“Itu bagus, kalian bisa semakin mengakrabkan diri” sahut Ayah Nichkhun.

[]

“Ya Oppa kenapa kita kesini seperti pasangan saja” protes Soeun begitu Nichkhun mengajaknya ke N Tower.

“Hei kita ini pasangan, bahkan benar-benar pasangan, kita punya status sah dimata agama dan hukum”

“Iya sih, tapi tetap saja”

“Sudahlah, ayo turun” Nichkhun membuka pintu mobilnya

Keduanya berjalan beriringan Soeun berlari kecil begitu melihat gembok-gombok yang terpajang untuk dijual. “Oppa kita beli ini”

“Gembok? Untuk apa”

“Aishh tentu saja untuk kita diatas nanti, kita buat permohonan disana”

Nichkhun tersenyum, “Tadi kau kau protes, kenapa sekarang jadi kau yang antusias. Sso, kau benar-benar ingin rumah tangga kita harmonis yaa sampai-sampai ingin membuat permohonan”

Soeun terbelalak, “Kau terlalu percaya diri Oppa, apa salahnya membuat permohonan. Memang hanya pasangan saja yang bisa, kita juga bisa untuk diri kita sendiri”

“Hei kau lupa, kita ini pasangan Sso”

“Sudah-sudah jangan mengajakku berdebat, sekarang Oppa bayar, aku sudah memilihkan gembok untuk kita”

Nichkhun terkekeh geli dan menuruti kemauan Soeun, keduanya kembali berjalan beriringan menuju elevator untuk menaiki Tower yang terkenal di kota Seoul tersebut.

“Tulis permohonan Oppa disini, aku juga akan menulis permohonanku” Soeun menyerahkan sticker berbentuk hati pada Nichkhun. Kini keduanya duduk berhadapan di puncak N tower.

“Sso bagaimana jika kita membuat permohonan yang sama. Untuk kita” usul Nichkhun

Soeun tampak berpikir, “Permohonannya seperti apa?”

“Hanya sesuatu yang sederhana” jawab Nichkhun dengan senyumannya, ia menuliskan apa yang menjadi permohoannya untuk mereka berdua dalam sticker.

Soeun melihat apa yang ditulis Nichkhun, ia hanya diam melihat Nichkhun menuliskan satu kata permohonan untuk mereka. Sesuatu yang sederhana namun memiliki sebuah makna yang indah.

“Tulislah” ujar Nichkhun meminta Soeun menuliskan satu kata yang sama dengan dirinya.

Bahagia…

Setelah menghabiskan waktu di N Tower keduanya kini berjalan beriringan di daerah Myungdong, sepertinya keduanya benar-benar melakukan apa yang mereka katakan pada keluarga mereka tadi pagi, untuk menghabiskan waktu bersama.

“Oppa ice cream” Soeun menarik lengan Nichkhun begitu melihat toko ice cream

Nichkhun melihat Soeun yang berbinar-binar menatap toko ice cream, gadis itu penggila ice cream. “Kau baru memakan ice cream pagi tadi Sso”

“Ahh Oppa, kau sendiri yang bilang jika aku boleh makan ice cream lagi. Ayolahh”

Nichkhun tak punya pilihan lain selain menyetujui kemauan Soeun, keduanya memasuki toko ice cream tersebut.

“Aku strawberry, Oppa apa?” Tanya Soeun

“Tidak usah”

Soeun merengut, “Ayolah Oppa kau harus sesekali mencobanya”

“Aku tentu pernah makan ice cream Sso, tapi aku sedang tak ingin” Nichkhun menjelaskan

“Kenapa? Temani aku makan eoh, tak nyaman makan sendiri” rajuk Soeun, satu lagi yang ia dapat dari Soeun, gadis ini suka sekali merajuk dan kekanakan.

“Satu strawberry dan satu chocolate” pinta Soeun

“Sso..”

“Sudah aku pesan” Soeun tersenyum lebar dengan penuh kemenangan. Nichkhun menghela nafas pasrah, ia kembali mengalah.

Soeun dan Nichkhun kembali mengelilingi pusat perbelanjaan myungdong sambil memakan ice cream ditangan mereka. Soeun menarik Nichkhun pada stand yang menjual berbagai macam topi, “Oppa suka warna apa?”

“Merah”

“Benarkah, aku juga suka warna merah tapi aku suka putih juga. Wah selera warna kita sama”

Nichkhun tersenyum dan mengacak-acak rambut Soeun begitu melihat antusiasnya gadis itu mendengar kesamaan mereka dalam memilih warna.

“Oppa coba yang ini, emm cocok” Soeun memakaikan topi berwarna merah dengan aksen hitam pada Nichkhun, “Bagaimana denganku?” Soeun meminta pendapat Nichkhun pada pilihan topinya, sama-sama berwarna merah namun Soeun memilih aksen putih.

“Bagus, cocok untukmu” Nichkhun merapikan rambut Soeun.

“Seperti couple things eoh, kita selca Oppa” Nichkhun mengeluarkan ponselnya dan berselca bersama Soeun. “Kirim fotonya ke ponselku oke” Nichkhun mengangguk menyetujui.

Ketika Soeun masih sibuk melihat topi-topi yang lain, Nichkhun tertarik pada seorang ahjumma yang menjual berbagai jenis bunga indah disisi kiri penjual topi. Nichkhun tersenyum dan menyentuh kelopak bunga tersebut.

“Kau menginginkannya anak muda” Tanya ahjumma tersebut.

Nichkhun menoleh dan tersenyum “Ahh tidak ahjumma”

Ahjumma tersebut tersenyum dan mengambil setangkai bunga, “Ambillah ini, aku memberikan ini padamu karena merasa terhibur dengan kalian, kalian pasangan yang serasi. Berikan ini pada gadismu”

“Tapi ahjumma..”

“Tidak apa-apa, aku tidak akan rugi hanya dengan setangkai bunga. Ini bunga Lily, Lily putih melambangkan simpati, mulia, murni dan suci. Melihat gadismu aku merasakan semua itu, ketulusannya terpancar dari matanya. Bunga ini cocok untuknya”

Nichkhun terdiam mendengarnya, entah kenapa ia merasa ini sebuah peringatan untuknya.

“Oppa apa ini?” Soeun sudah berada dihadapan Nichkhun, melihat pria itu yang terdiam dengan setangkai bunga ditangannya.

Nichkhun tersenyum, ia mengulurkan bunga tersebut pada Soeun. Soeun terlihat bingung.. ia menatap Nichkhun yang tersenyum dan ahjumma penjual bunga yang juga tersenyum dan mengangguk, mengisyaratkannya untuk menerima bunga itu. Tangannya terulur menerima bunga itu.

“Ahjumma bilang kau ibarat bunga ini, simpati, mulia, murni dan suci.. aku senang istriku mendapatkan pujian indah ibarat bunga cantik dan aku mengakui itu benar”

Pipi Soeun bersemu, kalimat Nichkhun memang bukan sebuah rayuan secara langsung tapi cukup membuatnya tersipu. Soeun memandang Nichkhun yang tampak serius memandangnya, “Terima kasih, kalimatmu sukses membuatku seperti anak remaja belasan tahun”

Nichkhun tersenyum dan mengacak surai rambut Soeun.

[]

Nichkhun berbaring diranjang kamar hotelnya, memandang langit-langit kamar yang memiliki interior indah, ia ingin merilekaskan tubuhnya sejenak setelah seharian ini menghabiskan waktu dengan Soeun, istrinya. Melelahkan sekaligus menyenangkan. Tak pernah ia merasakan kencan seperti ini, sebuah kencan yang santai dan ringan, dengan canda tawa tanpa adanya kecanggungan dan menjadi diri sendiri. Biasanya ia akan menghabiskan waktu kencannya dengan dinner di restoran atau menemani berbelanja di mall. Terlalu monoton hanya melakukan itu-itu saja dan dipaksakan. Kini ia merasakan hal baru, berkencan di tempat biasa, membeli barang-barang pinggiran bahkan ke N Tower dan memasang gembok. Lucu dan menyenangkan, tapi itu mengesankan dan menarik untuknya.

Soeun, gadis itu berbeda. Ia dari keluarga terpandang dan berpendidikan tapi sikap dan tingkahnya tak mencerminkan itu, ia tampak nyaman berada dikerumunan banyak orang di pasar dan memakan ice cream di toko biasa, tak ada yang dikhawatirkannya soal itu. Ia justru tampak seperti gadis sederhana karena sifatnya walaupun dilihat dari segi manapun, orang-orang pasti akan tahu bahwa gadis itu memiliki attitude yang baik dan tubuh yang sangat terawat.

“Oppa mandilah, ini sudah hampir malam, kita harus check out”

Nichkhun bangun dari bersantainya, ia melihat Soeun yang sudah tampak lebih segar sehabis mandi. “Baiklah, aku mandi dulu.. kupikir eomma juga ingin kita makan malam dirumah”

Setelah Nichkhun masuk ke dalam kamar mandi, Soeun tampak mengambil pakaian yang akan dipakai Nichkhun baru setelahnya ia merias diri.

[]

Pagi itu Soeun bangun dari tidur lelapnya, dilihat jam meja yang berada tak jauh darinya sudah menunjukan pukul 6 pagi. Ia menoleh pada sisi kanannya, dilihatnya Nichkhun yang masih terlelap. Soeun mendudukan diri, menyibak rambutnya yang tampak berantakan dan beranjak turun dari ranjang. Ini pagi pertamanya di kediaman keluarga Nichkhun, sekarang dirinya adalah istri dan juga menantu di rumah itu. Soeun memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri, seperti janjinya, ia akan menjadi seorang istri yang mengabdi dan melayani suaminya.

Soeun membuka isi kulkas dan beberapa lemari, terlihat sambil berpikir apa yang akan ia buat untuk keluarga barunya kini.

“Astaga Nona, apa yang Anda lakukan?”

“Ahjumma kau mengejutkanku” balas Soeun mengelus dadanya

“Ahh maafkan saya Nona, saya tak bermaksud begitu” seorang pelayan yang melihatnya didapur meminta maaf, merasa bersalah telah mengejutkan Nona muda barunya.

Soeun tersenyum, “Tidak apa-apa ahjumma, tidak usah sungkan seperti itu”

Pelayan itu tersenyum, Nona muda barunya ini selain cantik, tapi juga baik dan ramah. “Nona, apa yang anda lakukan. Biarkan saya saja yang menyiapkannya”

“Tidak apa-apa Ahjumma, aku ingin membuat sarapan untuk suami dan mertuaku. Lagipula aku sudah berjanji dengan Nichkhun Oppa untuk menjadi istri yang baik”

“Begitu, Nona manis sekali.. pasti Tuan Nichkhun sangat senang”

Soeun tersenyum dan melanjutkan kegiatannya dibantu ahjumma Park yang merupakan pelayan yang mengurusi keperluan dapur.

“Oh Tuhan, sayang apa yang kau lakukan” Ibu Nichkhun menghampiri Soeun dan pelayan-pelayannya yang sedang menata meja makan.

“Pagi eommonim” sapa Soeun tersenyum manis pada mertuanya

“Pagi Sso, apa yang sedang kau lakukan eoh? Kau melakukan ini”

“Aku membantu membuat pancake untuk sarapan kita, eommonim” jawab Soeun

“Benarkah ahjumma?” Tanya Ibu Nichkhun pada Ahjumma Park

“Benar Nyonya, tapi lebih tepatnya Nona Soeun yang membuat sarapan,” jawab Ahjumma Park menjelaskan

“Ahjumma, kau juga membantuku tadi” balas Soeun

“Hanya sedikit Nona, semua Anda yang melakukan”

Ibu Nichkhun tersenyum bangga, “Kau memang menantu idamanku, pasti Nichkhun akan senang memakan sarapan buatan istrinya. Yasudah sekarang lebih baik kau ke kamar, lihatlah suamimu.. biarkan eommonim yang melanjutkan” Ibu Nichkhun mengambil alih kegiatan Soeun, menata meja makan yang jika dilihat sudah hampir sempurna.

“Baiklah eommonim, aku ke kamar dulu”

Ibu Nichkhun tersenyum dan membelai surai rambut Soeun, ia memandang berlalu menantunya dengan senyuman.

“Nona Soeun begitu tampak sempurna Nyonya, Anda pasti begitu bangga menjadikannya seorang menantu di rumah ini” ujar Ahjumma Park.

“Ahjumma benar, aku begitu bangga dan bahagia menjadikannya menantuku”

[]

Soeun memasuki kamar barunya kini, dilihatnya ranjang yang telah kosong, pasti Nichkhun sudah bangun dan berada di kamar mandi.

Soeun melangkah pada bagian ruangan yang terdapat pakaian-pakaian mereka. Soeun tampak mengambil salah satu kemeja putih yang tergantung berderet dihadapannya, ia juga membuka lemari bagian tuxedo Nichkhun, ia melihat-lihat.. mencari warna yang menurutnya bagus untuk memulai bekerja, tak lama tangannya terulur mengambil sebuah tuxedo satu stel dengan celana berbahan satin warna dark blue, Soeun juga memilihkan dasi yang serasi dengan tuxedo pilihannya serta menyiapkan sepasang sepatu yang ia pilih, kini semua pilihannya telah tergantung dan terletak disatu tempat untuk siap dipakai.

Sorun beralih pada bagian pakaiannya, ia mengambil baju berwarna putih dan rok berbahan dan warna yang senada dengan Nichkhun. Setelahnya Soeun melangkah keluar ruangan tersebut, ia beralih pada bagian ranjang dan merapikan tempat tidur mereka yang tampak kusut.

“Oppa sudah selesai, pakaian Oppa sudah aku siapkan di ruang pakaian masuklah.. aku akan berganti di kamar mandi” ujar Soeun begitu mendengar suara pintu yang terbuka tapi dirinya masih sibuk merapikan tempat tidur. Namun Soeun langsung memekik setelah melihat kearah Nichkhun “Oppa sudah berapa kali kukatakan untuk tidak bertelanjang dada sembarangan!” seru Soeun kesal, karena sudah beberapa kali ia melihat pria itu bertelanjang dada setelah mereka menikah.

Nichkhun tertawa dengan kepanikan Soeun, ia tahu kalau Soeun sangat malu melihatnya seperti ini dan ia justru menyukainya. “Kenapa? Kita sudah suami-istri tak ada salahnya. Lagipula kita ini satu kamar tak mungkin selalu bermain kucing-kucingan di kamar sendiri”

Soeun mendengus, Nichkhun memang sudah memahami dan perhatian padanya tapi tetap saja kegiatannya yang suka mengajak Soeun berdebat tak pernah hilang. Soeun mengambil pakaian yang tadi diambilnya dan berlalu ke kamar mandi tanpa mau melihat Nichkhun.

Nichkhun yang melihatnya terkekeh kecil, menyukai moment itu.. setelahnya ia berlalu memasuki ruang pakaian. Nichkhun tersenyum begitu melihat pakaian yang telah dipilihkan gadis itu untuknya.

Soeun tampak keluar lebih dahulu dan menuju meja rias, ia tampak sedang merias dirinya. Pagi ini ia ada kelas.

“Sso..”

Soeun menoleh begitu dirinya dipanggil, ia melihat Nichkhun yang tampak mengulurkan dasi padanya. Soeun yang paham, berdiri dari duduknya, ia menghampiri dan mengambil dasi itu, berjinjit dan menggantung dasi itu dileher Nichkhun.

“Kenapa tak melakukannya sendiri, kurasa Oppa bisa memakai dasi” ujar Soeun sambil menyimpulkan dasi dileher Nichkhun

Nichkhun tersenyum, “Aku hanya ingin, sejak dulu aku begitu senang melihat Eomma melakukan ini pada Appa dan aku pun ingin merasakannya”

“Baiklah aku akan melakukan ini” sahut Soeun

“Kau ada kelas?” Tanya Nichkhhun sambil memperhatikan Soeun

Soeun sebenarnya agak risih ditatap dengan jarak yang begitu dekat oleh Nichkhun tapi ia tak bisa menghindar, “Eoh, aku ada kelas pagi”

Nichkhun mengangguk paham, “Kita berangkat bersama, aku akan mengantarmu”

Soeun mengangguk, “Selesai..” diluruskannya dasi hasil simpulannya dan mengusap tuxedo bagian bahu yang dipakai Nichkhun.

“Gomawo” ujar Nichkhun tersenyum pada Soeun, Soeun membalas senyuman itu, lalu ia beralih kembali pada meja rias, melihat tampilannya dan menyisir rambutnya. Ia juga berlari kecil ke ruang ganti dan keluar dengan sesekali menunduk karena memakai heels-nya dengan terburu-buru “Kajja Oppa, Abonim dan eommonim pasti sudah menunggu” Soeun menarik lengan Nichkhun untuk keluar bersama.

Nichkhun tampak tersenyum dengan tingkah lucu Soeun. Soeun benar-benar menjalankan perannya dengan baik.

Soeun memberikan satu pancake di piring Nichkhun dan satu untuknya, “Oppa pakai saus apa?”

“Madu saja”

Soeun mengambilkan madu yang Nichkhun minta dan menuangkannya pada pancake Nichkhun.

“Kau harus menghabiskannya Khun-ah, semua ini istrimu yang membuat dan menyiapkannya” ujar sang Ibu tersenyum.

“Begitukah, kau hebat menantuku” ujar Ayah Nichkhun

Nichkhun menatap Soeun,

“Eommonim dan Ahjumma juga membantu” ujar Soeun merendah.

“Apanya yang membantu, bahkan kami tidak tau membantu bagian mana. Benar begitu Ahjumma” ujar Ibu nichkhun

“Benar Nyonya”

Nichkhun tersenyum dan menggenggam tangan Soeun yang berada disisinya, “Terima kasih”, Soeun tersenyum sebagai balasan.

“Ah iya..”

“Ada apa?” Tanya Nichkhun

“Aku ingin mengambil ice cream” jawab Soeun

“Soeun sayang, biarkan pelayan yang mengambilkannya” sahut Ibu Nichkhun

“Tidak, jangan” Nichkhun mencegah, semua menatapnya. Nichkhun menatap Soeun, “Aku tahu kau sangat menyukai ice cream, bahkan mungkin menggilainya. Tapi tak baik selalu memakannya.. terlebih ini masih pagi”

“Nichkhun benar, itu untuk kebaikanmu juga, Nak” ujar Ayah Nichkhun

Nichkhun tersenyum dengan pembelaan Ayahnya, “Mulai saat ini jadwal memakan ice cream-mu akan diatur olehku eoh, jangan membantah”

Soeun tampak merengut namun tak membantah.

“Jangan merengut seperti itu sayang, ini untuk kesehatanmu” ujar Ibu Nichkhun memberi pengertian.

Soeun mengangguk tak membantah,

Nichkhun tersenyum, ia mengelus rambut Soeun dan tangan satunya mengambil saus strawberry, “Kau suka strawberry, kan?” dan Nichkhun menuangkan saus strawberry untuk pancake istrinya.

“Baiklah sudah sampai, kau selesai kelas jam berapa?” Tanya Nichkhun begitu sampai di lobby kampus Soeun.

“Kelasku berakhir jam 1” jawab Soeun membuka seatbelt-nya

“Baiklah nanti aku jemput,”

“Apa tidak apa-apa, aku bisa bersama temanku” sahut Soeun

“Tidak, tenang saja” Nichkhun mengusap surai Soeun.

“Baiklah kalau begitu, sampai jumpa nanti siang Oppa” Soeun membuka pintu mobil dan berlalu keluar.

Nichkhun menurunkan kaca mobilnya, “Jangan kemanapun sebelum aku jemput, selamat belajar”

“Arraseo, selamat bekerja” balas Soeun

Dan Nickhun pun melajukan mobilnya meninggalkan Soeun.

“Sso..”

Soeun menoleh begitu namanya dipanggil,

“Bisa kita bicara?”

Nichkhun melihat pada kaca bagian tengah mobilnya, ia melihatnya.. dimana ia melihat Donghae yang menghampiri Soeun. Nichkhun diam tak melakukan apapun, ia tetap melajukan mobilnya dan sesekali masih memandang keduanya yang kini berjalan beriringan.

Nichkhun masih tak melakukan apapun, namun cengkraman Nichkhun pada stir kemudi tampak lebih erat.

.

.

To be continued..

.

.

Sudah dapat menerima,

Sudah ada rasa simpati,

Sudah ada rasa peduli,

Sudah ada rasa kagum,

Sudahkah ada rasa cinta?

.

Aku yakin kalian pasti udah lupa sama alur cerita ini atau mungkin lupa sama FF ini. Maaf banget FF ini terpaksa ditunda dalam jangka waktu panjang karena skripsiku kemarin dan baru kali ini bisa dilanjutin setelah bangun mood dulu untuk membangun chemistry pairing ini.

Sengaja di bagian ini full moment of KhunSso, dari awal aku sudah mengatakan.. aku ingin membangun cinta mereka perlahan.

FF ini jauh dari kata sempurna, terlebih genre marriage life yang belum pernah aku rasakan. Mohon dimaklumi…

Seperti biasa, komentar kalian sangat aku nanti ..walau tidak dibalas, aku selalu membacanya 🙂

See you😉

36 thoughts on “[FF] Marriage.. (Chapter 5)

  1. huaaaaaaaaaaaaaaa gimana lupa ma alurnya
    klo ini ff yg paling super ditunggu lanjutannya
    ini ff favoritku sejak dl,,,,
    sudah deal ikhlas sso brsama khunppa… mski khunpa pnya alasan d balik ini
    tapi,,,, see….
    sso menakhlukannya dengan cukup cepat dan apik,,,

    brsyukur Echa jg gak lock ni ff….
    hahaha iya,,, ini ff dari jaman aku kul, skripsi, wisuda, kul lg,,, ya jadi trasa bgt penantiannya,,,, semoga setelah ini dimudahkanlah buat dan update nya,,, seperti ff yg mask,,, kl ff yg d protect jujur aku gk ngikuti,,, gmna mw ngikuti pw nya mpe skr lum dikasi mski dh request :p

    kmbli ke khunsso,,,,,
    kenapa baru baca… terus,,, bentar,,, eh dh mentok d tbc,,,,,
    penasaran bgt ma khunppa mw ngapain,,, njemputnya sso dg feel apa,, bs menahan ato makin protectif,,,
    hahahahaha aku malah jahat,, males mikirin yg trjadi ma haesso,,, secara lum hilang dr ingatan gimana jahatnya haeppa di ff ini k sso,,, jd abaikan lah yak,,,,
    suka bgt ma pujian pnjual bunganya,, dan emang wajib bwt khunppa trtohok!
    drpd yeoja2 yg katanya kelas atas tp membosankan,, jaim, ngemoll mulu,, dinner,,, halah ngapain gtuan mulu,,, dan myadari dipaksakan😀

    Sso,, merasakan dy cukup jd yeoja yg perfect d mata byk orang,,, trmasuk kluarga khunppa,,,
    tp smakin trlihat perfect,, merasakan jg akan sebaliknya byk kekurangan trutama rapuhnya perasaan kl terus dan melulu dipepet haeppa,,, scara sso masih pnya ikatan mata dan hati yg ketara dprtmuan trakhir d cafe,,,, klo khunppa gk segera brgerak mungkin bs salah paham,,,,

    Thanks dh lanjut Cha,,,,
    thanks dh special pake ice cream strwbry nya full khunsso
    ditunggu secepatnya part 6,,, ff ini
    ditunggu banget

    • makasih udh jdi readers setia yg ff ini yg berasa lumutan ahahahaaa, komennya panjang bgt tapi sukkkkaaaa banggeeetttt makasih banyakkk😉
      beneran blm dpt pwnya, whatsapp ke no simpati aku aja…..

  2. Dari awal bca udh nksir bgt sama ff ini,, gmna yaa feelnya tiap chapter sllu dapet 😄😄proud of you kak echa 👏👏
    Tp maaf lho bru bsa komen dsini soalnya kmren2 mau komen tp gk prnah nyampe *mngkin salah alamat hhaaa😁
    Yg chapter 4 aku blm bca soalnya diprotect 😩
    Pkoknya ttep dtunggu ff kak echa selanjutnya yg pasti sllu bkin nagih hhaa 😁✌

  3. udh lm gk maen k blog ini, nemu ff ini d lanjut, akhir ny stlh mnunggu berabad2 #lebay. hahaha. d lanjut juga nie ff.
    khunsso udh nikah, y mskipun mrka msh jga jarak, tetep aja sweet bngt, apa lagi nickhun yg prhatian sma sso, smpet lupa sm alur ny, jdi tdi bca dlu part sblmny. d tnggu next part ny deh.🙂

  4. akhirny d lnjut juga ff ini, smpet lpa sm jln crtny jd bca dlu part sblmnya, ciee skrng khunsso udh nikah. mskipun mrka msh blm mngungkpkan prsaan msng2, tpi nickhun d sni sweet bngt k sso.
    d tnggu next part ny

  5. akhir nya sso udah mulai menerima pernikahan mereka, walaupun masih sering berdebat :v
    duh nickhun paling bisa bikin melted, perhatian banget lagi sama sso… moga sso cepet luluh deh^^

  6. yeyeyeye akhirny d lanjut juga ff yg ini ^^ aaahhhh neomu johae ^^
    sso bner2 polos tapi bisa juga mnjdi istri yg baik😉 d bikin melting sama sikap n sifat ny nickhun sweet banget :*
    nah lho nichkun kyak ny cemburu sama sso n hae -_-

  7. AKHIRNYAAAAAA…
    SETELAH SEKIAN LAMAAAAAA…
    YEAAAAA… KAK ECHA LANJUTIN FFNYA ??? *GAK NYANTAI*

    PUSPA MASIH INGET BANGET SAMA NI FF !!

    Nickhun pasti udh mulai ada rasa ke Soeun… Sedangkan Soeun masih berusaha…
    Dengan Nick megang erat stirnya.. Udh dipastikan klw Nick mendam perasaan.. Mungkin cemburu..
    Hahahahha..

    Next..next…next… ASAP Yaaa Kak…
    Cemuuunguuuttt :* :*

  8. hhwaa suka suka chigu ma part ini😀
    sso onni makin deket nih hehehe😀
    semoga nichkhun oppa nggak nyakitin sso onni deh
    hehehhe ada yang cwmburu nih kekeke😀
    bener kata chigu ” cinta ?? ” udah belum ya penasaran ma part lanjutannya FIGHTINGGGG !! ❤❤

  9. wah ceritany seru kak , jarang ada fanfict yg alur ny gini , watak so eun sama nikhun pas banget kak , lanjutin trus y kak sama bls dong ka request pw summer in seoul ny ..!

  10. Tepat sekali dugaanmu th0r, aku udah lupa ma jalan ceritanya pas mau buka chapter 4 eh ternyata di protec musti liat pw nya di beranda pesan dulu tapi gak papa setelah sekian lama akhirnya ff ini di lanjut juga, hem… Pernikahan mereka meski berawal dari kata terpaksa tapi mereka menjalaninya dengan sangat manis masing2 saling pengertian, tau kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai suami istri, aduh itu hae kenapa kamu gangguin uri so eun dia udah nikah lo dan suaminya tak kalah tamvan dari jadi jangan jadi benalu, duri dalam daging, biarkan sso bahagia menata masa depannya, ayo nickhun….kamu harus bisa buat istrimu jatuh cinta

  11. haloooo kak echa hihihihi
    finally update juga iniii
    ff ini itu salah satu story + couple favorite ku slain haesso hahaha
    makasiii uda update
    ntar update lagi yakkk😉 sebenerny bacanya uda td mlm, tp comment ku kok ga masukw jd lgsg comment lg aja tanpa baca hhahaha

    ecie ecie nickhun yg mulai suka sama sso.. aku plg suka kalo karakter sso yg kekanak-kanakan gini, selain yg dingin gt >< waduh ada hae, ngarep nickhun hilang kendali~ penasaran gimana kalo nickhun hilang kendali hihihihiiii~

    btw, tau kan ya siapa aku dr nama samaran kuuu hihihiiii lama ga ngobrol di twitter sihh \^^/ hhihihi

  12. Sso yang bagai seorang princess benar benar seperti dirinya. sederhana. apa adanya. manis. cute dan ngegemesin walau dia bukan bayi haha.

    serasa nyata semuanya nampak Natural dan bagiku ini Perfec. suka saat Sso nunjukin gimana polos dan imut nya dia tentu dengan reaksi khun yang buat aku gak bisa lepas dari bayangan senyum maanis si pangeran ini.

    mudah mudah next part bisa tetep bissa baca karna di part 4 nya aku kurang beruntung karna gak bisa buka. hmmmm Suka sama mereka dan tentunya SUKA sama CERITA nya….

  13. Astaga…..aku tidak akan lupa sama ff ini….secara aku udah dapet pw yang part 4 nya….ehmmmm semoga cinta khunsso bersemi ya.aku berharap banget,jangan sampai mereka tidak nyaman satu sama lain.suka sama nickhun yang dewasa….aku pikir dia bisa ngejaga sso.nextnya jgn diprotect yA.aku prnh inbox pw yg ff pairing wonsso blm dibalas2……

  14. Weehhhh..
    Ada lanjutannnyaaa…
    Uyeaaaa….

    Gak tau mo komen apa…
    Sejauh ini semua baik-baik sajaaa hehehehhe v.v

    berharap Khun beneran sayang ke Soeun… Dan gak akan permainkan Soeun !!
    Awas aja klw ia !! Lo liat Khun apa yg terjadi..
    Hehehhe v.v

  15. Baru sempet baca..
    Jadi comment na baru sekarang..
    Hehehehee..

    Suka sikap manja na Sso k Khun..
    Hehehee..
    Hemm.. ada yg cemburu nech Liat Sso d datengin Donghae..
    Lanjutkan chingu..
    d tunggu chapter 6 na..

    berharap na Khun mw jujur ttg masa lalu na k Sso..
    Takut ada salah paham n bikin Sso sakit hati lagi nanti..
    Btw masa lalu na Khun sapa ya?? #kepo

  16. Lanjutnya cepet dong eonnnn… jngan lama2 soalnya udh penasarannnnnn bngetttt… trus WA sma inbox kuu cepetannn dibales ya eonnnn… gumawo 😚😚😚😚

  17. Usul nih ya….gimana klo sehbis sso psang dasi suami d pagi hr dpt hadiah kecupan di dahi….kan kesanya jd lbh hangat nih couple..juga pas turun dr mobil sewaktu khun lg ngantr sso.

  18. khunsso sweet bgt,,,ska liat sso yg apa ada ea ma khun,,mlh sifat sso tu bkin khun sng…
    Hae mao bicarain apa lg??
    Ky ea khun rda jelous ni liat haesso…

  19. Akhirx aku bisa baca nih epep lagi🙂 saking lamax ngak berkunjung ke sini🙂 ternyata udah banyak epep lainx😉 Seneng banget apa lagi baca kelanjutax nih epep ^_^
    udah ngak sabaran mau tau perasaanx khun oppa ke eunni So aq harap nickkhun oppa tdk menyakiti perasaanx eunni So🙂 seperti harapan mereka ber dua ” BAHGIA ”😀

  20. sebenernya ruma: tangga mereka tuh manis bgt tau knapa gak pada cba saling jujur ama perasaan masihng” aja sih bikin greget deh hehee

  21. aku langsung baca chap ini, karena blm dpt pw chap 4nya.
    entah mengapa, aku merasa mereka udah saling jatuh cinta, tapi blm menyadari perasaan masing-masing. dan yang mengganggu pikiranku di chap ini adalah plot dimana ketika nickhun melihat bunga, dan si penjual memberikan bunga lily padanya. entah ini perasaaku aja ato apa, tapi dari apa yang nicku ungkapkan ketika menerima bunga itu membuatku penasaran. apa arti dan maksut ungkapannya itu. semoga bukan hal yang buruk.

  22. Spertinya Khun dh ada rasa suka sm Sso,, trbukti dari caranya memegang stir tadii . .
    Dia cemburu Sso brbicara dgn Hae . .
    Mudah”an Sso cpt nyusul . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s