[FF] Marriage.. (Chapter 7)


cover marriage
Marriage.. by echa307 || Cast : Kim So Eun, Nichkhun Buck Horvejkul, etc || Genre : Romance, Family, Friendship || Type : Sequel || Rate : PG 17 || Disclaimer : This story is mine. Just a fictional story, if found similarity plot or character, is a coincidence. Don’t copy-paste this story!!
.
.
[ Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || https://choikyucha.wordpress.com/2015/11/14/ff-marriage-chapter-5/ || https://choikyucha.wordpress.com/2016/02/01/ff-marriage-chapter-6/ ]
.
.
Tujuh

Soeun terlempar begitu saja begitu mereka berada dalam kamar tidur mereka, Soeun langsung menoleh menatap Nichkhun yang membuka tuxedo nya, mengendurkan dasinya dan bertolak pinggang dihadapan Soeun, Nichkhun terlihat menarik nafas kasar dan memandang Soeun tajam.

“Bukankah kita sudah sepakat, kau akan menjadi istri yang baik begitupun denganku” seru Nichkhun

“Oppa..” berusaha berdiri berhadapan dengan Nichkhun

“Kau bilang kita akan setia, lalu apa maksudmu dengan berduaan dengan mantanmu. Kupikir kau tahu batasannya!”

“Oppa, Kami tidak seperti yang kau pikirkan”

Kata ‘Kami’ yang diutarakan Soeun untuk menggambarkan dirinya dan Donghae semakin menyulut amarah Nichkhun.

Nichkhun tertawa mengejek, “’Kami?!’ kau masih menyukainya?!”

Soeun terbelalak dengan nada membentak Nichkhun, “Oppa, ada apa denganmu?”

“Ada apa?” Nichkhun memijat keningnya frustasi

“Kim Soeun! Kau telah memiliki suami, apa pantas berduaan dengan pria lain di tempat umum seperti itu, mantan kekasihmu yang masih berharap padamu padahal Dia tahu dengan jelas bahwa kau berstatus istriku. Kau tak malu! Bagaimana jika keluargaku tahu, rekan bisnisku, orang-orang diluar sana, seorang Nichkhun Buck Horvejkul memiliki istri yang bermain mata dengan rekan bisnisnya sendiri”

Tak pernah terbesit sedikitpun dalam benaknya bahwa Nichkhun akan mengatakan hal seperti itu kepadanya. Soeun memandang terluka pada Nichkhun, ia melalui Nichkhun begitu saja tak berusaha membela diri, ia sudah terlanjur terluka. Namun belum sampai ia meraih pintu kamar Nichkhun menarik lengannya kembali “Mau kemana kau?”

“Kemana pun asal menjauh darimu” balas Soeun dingin

Nichkhun mencengkram lengan Soeun saat istrinya itu berniat melepaskan diri, diseretnya Soeun dan melemparnya ke ranjang, “Lalu kau akan menemui Donghae, pria yang bahkan pernah mengkhianatimu itu!”

“Oppa!!” Seru Soeun marah dan berusaha untuk bangun setelah dilempar begitu saja.

Nichkhun segera menindih Soeun dan menangkap kedua pergelangan tangan Soeun, Soeun berontak dan berusaha melepas cengkraman Nichkhun yang erat dan pasti akan menimbulkan memar dipergelangan tangannya.

“Oppa, apa yang kau lakukan. Lepaskan aku”

“Kau akan menemui pria itu, meminta perlindungannya. Kau sadar Soeun, suamimu itu aku” seru Nichkhun diatas Soeun, menahan segala bentuk perlawanan yang dilakukan Soeun.

“Jika tahu kau akan seperti ini, arogan dan brengsek, lebih baik aku tak menikah denganmu!” Soeun berteriak dihadapan Nichkhun yang masih mengurungnya

Kalimat Soeun hanya semakin menyulut amarah Nichkhun, “Kau..” geramnya

Soeun baru akan berucap lagi setelah mendengar geraman Nichkhun, namun kalimatnya tertelan bibir Nichkhun yang membungkam bibirnya. Soeun terbelalak tak percaya merasakan bibir Nichkhun yang liar terus melumatnya, ia berusaha meronta, menaikan tubuhnya, dan mencoba memalingkan wajahnya. Tapi kekuatan Nichkhun terlalu kuat untuk Soeun lawan. “Lepmpphh..”

Nichkhun tak perduli, ciumannya beralih ke rahang dan turun ke leher. Soeun meronta, ia ketakutan saat merasakan Nichkhun mulai bermain-main dengan lehernya, pasti akan menimbulkan bekas. Soeun sadar ia tak akan menang melawan kekuatan Nichkhun dan ia mulai menitikan airmata hingga suara isakan mulai terdengar memenuhi pendengaran Nichkhun.

Nichkhun tersentak, ia mengangkat tubuhnya dari Soeun dan melepas genggamannya pada lengan Soeun.

Soeun mundur menjauh__meringkuk di ranjang, wajahnya ia tutup dengan kedua tangannya. Tak ia pedulikan rasa panas pada lengannya yang sebelumnya dicengkram kuat Nichkhun. Soeun takut, ia tak kenal sosok pria yang bersamanya kini, Nichkhun tampak arogan, pemarah, jahat, dan kasar. Kemana Nichkhun yang begitu baik, dewasa, berwibawa, dan sabar.

“Sso.. ma—maafkan aku” Nichkhun mendekat dan berusaha meraih tangan Soeun yang menutupi wajahnya

“Jangan menyentuhku” Soeun menepis cepat tanpa mau melihat Nichkhun

Nichkhun tertegun melihat Soeun yang gemetar dan terisak dihadapannya. Oh Tuhan. Ia menyesali apa yang dilakukannya pada Soeun, apa yang ada dalam otaknya sampai membuat gadis ini ketakutan seperti ini. Ia terlalu kalut melihat kebersamaan Soeun dan Donghae.

“Sso… “ Nichkhun berusaha meraih kedua tangan Soeun, ia mengeratkan genggamannya pada tangan Soeun begitu ia bisa meraihnya. Wajah gadis itu basah oleh airmata. Diusapnya lembut punggung tangan Soeun mencoba memberikan rasa nyaman. “Maafkan aku, aku salah__maafkan aku”

“Kau jahat, Oppa” Soeun berusaha disela isakannya

“Ya aku jahat, maafkan aku” Nichkhun mengecup punggung tangan Soeun “Aku terlalu kalut melihat kau bersama Dia” Nichkhun bahkan tak ingin mengucapkan lagi nama Donghae.

“Oppa, aku tak memiliki hubungan apa-apa dengannya. Dia sudah kuanggap sebagai teman dan masa lalu” Soeun menjelaskan dengan airmata yang masih membasahi wajahnya.

Soeun hanya diam menatap pria dihadapannya ini yang tampak lelah, ia menunduk dengan mata tertutup tampak luar biasa lelah.

“Aku mungkin terlalu takut, Dia adalah masa lalumu, orang yang kau masih cintai saat kau memutuskan menikah denganku. Aku takut kau akan goyah, kau akan memaafkan kesalahannya, dan kau kembali padanya. Aku takut, Sso”

“Oppa__” Soeun tampak terkejut mendengar penuturan itu.

“Kau terkejut, akupun sama. Aku tak tahu apa yang terjadi padaku belakangan ini. Kau dengan sikap polosmu mencoba menjadi istri yang baik untukku, yang tak tahu sejak kapan membuatku merasa diperhatikan, disayangi, dihargai padahal kau tak begitu mengenalku. Dan semua itu membuatku egois, aku tak ingin kau membagi itu dengan yang lain. Aku marah kau bersamanya tadi, aku tak ingin membagimu dengan yang lain”

Soeun memeluk Nichkhun begitu mendengar ungkapan hati pria itu, ia merasakan pria itu tampak kaku begitu ia memeluknya sebelum akhirnya tampak rileks dan membalas pelukannya.

“Aku memang sudah memaafkannya, tapi aku tak mungkin kembali padanya. Aku tahu posisiku sebagai seorang istri. Aku juga minta maaf, aku sadar__aku adalah seorang istri yang harus menjaga sikap”

“Maafkan aku” Nichkhun mengeratkan pelukannya

Soeun juga mengeratkan pelukannya,

Setelah semua yang terjadi kini Soeun berbaring dalam pelukan Nichkhun, ia sudah melupakan sikap Nichkhun yang tadi, bahkan ia sudah tak ingat. Nichkhun yang sekarang mendekapnya adalah Nichkhun yang dikenalnya. Sore yang panjang dan ia sangat lelah, membiarkan tubuhnya beristirahat untuk pertama kalinya dalam pelukan suaminya.

[]

“Apa mereka bodoh meninggalkan pintu setengah terbuka seperti ini” gerutu wanita yang memandang pintu dengan alis terangkat.

“Mungkin tidak sengaja, sudahlah mereka juga ada didalam” sahut pria yang mengikuti langkah wanita tersebut

“Bagaimana kau tahu?” wanita itu menghentikan langkahnya memasuki rumah tersebut dan menoleh kebelakang.

“Bagaimana tahu apanya?” Tanya pria tersebut

Wanita itu menghembuskan nafasnya kesal, “Bagaimana kau tahu kalau mereka di rumah?”

“Oh, mobil Nichkhun terparkir digarasi”

Wanita tersebut menggeleng-gelengkan kepalanya, “Bahkan garasi pun tak ditutup?!” gerutunya pada diri sendiri tapi pria yang bersamanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya membenarkan. “Apa yang ada dipikiran mereka, dasar.. sepertinya Nichkhun sama saja dengan Soeun. Kajja Oppa kita harus menemukan mereka”

“Ya.. yaa.. yaa.. Yeobo apa tak salah” Song Joongki menahan pergelangan tangan sang istri.

“Apanya?”

“Ini kan rumah adikmu, bahkan ia telah memiliki suami. Kurasa tak pantas kita masuk begitu saja” jelas Joongki

“Biarkan saja, pintu rumah mereka terbuka.. berarti mereka membolehkan tamu untuk masuk sesukanya” jawab Chaewon asal

Song Joongki menggeleng-gelengkan kepalanya frustasi, sejak istrinya dinyatakan hamil. Tingkahnya menjadi mengjengkelkan dan semuanya sendiri. Dan ia harus selalu sabar dengan semua itu, jika tidak Chaewon akan menangis dan pulang ke rumah orang tuanya, Oh Tuhan, tabahkanlah hamba-Mu ini.

“Kau ingin kemana?” susul Joongki yang menyadari sang istri menaiki tangga

“Ke kamar mereka”

“Whaatttt!!!”

“Ya Oppa jangan berteriak seperti itu, berisik” omel Chaewon tanpa menoleh

Joongki menghela nafas dan menyerah, ia akhirnya mengikuti saja kemauan istrinya tersebut.

“Ya.. ya.. yaa… ini tak sopan” ujar Joongki ketika Chaewon akan membuka pintu kamar. Chaewon sangat tahu bagian-bagian rumah ini, karena ia juga membantu adiknya dan adik iparnya itu ketika kepindahan mereka ke rumah ini.

“Wae, Soeun adikku.. kupikir Nichkhun juga takkan masalah”

“Bagaimana kalau mereka sedang__”

Chaewon mengerutkan keningnya mendengar kalimat menggantung Joongki, “Sedang__”

“Itu Yeobo, yang suami istri lakukan.. seperti kita”

Chaewon mengangguk-angguk mengerti, tapi ia tetap memutar kenop pintu tersebut hingga terbuka. Song Joongki memejamkan matanya melihat tingkah istrinya kini, ia pikir Chaewon menganggukan kepalanya karena dia paham maksud ucapannya, ternyata istrinya tak paham atau mungkin tak peduli.

Nada mendecak yang keluar dari mulut istrinya membuat Joongki ikut memasuki kamar itu, sepertinya ia sama saja dengan istrinya.. main masuk sesuka hatinya pada wilayah privasi orang lain. Mau bagaimana lagi, decakan istrinya membuatnya ingin tahu apa yang terjadi.

Dua sosok pasangan suami-istri ternyata sedang tidur sambil berpelukan, emm terlihat damai dan nyaman. Ia jadi tersenyum, karena ia selalu seperti itu dengan istrinya, walaupun akhir-akhir ini Chaewon sangat suka membuatnya pegal karena selalu ingin diusap-usap perutnya. Mungkin anak mereka ini sangat ingin di manjakan.

“Ya!! Bisa-bisanya kalian tidur, tidak mengganti baju kalian, kamar berantakan, bahkan ini baru jam tujuh malam. Dari jam berapa kalian tidur” Chaewon mengomel sambil menyibak bedcover yang menutupi sebagian tubuh Soeun dan Nichkhun. Joongki sudah lepas tangan, ia tak mau ikut campur, istrinya suka mengomel ke semua orang jika sedang kesal seperti ini.

Soeun dan Nichkhun mulai terganggu dengan omelan Chaewon, ketika mereka sadar siapa yang sudah berada dalam kamar mereka, keduanya langsung duduk tegap.

“Ahhkkkk Eonnie apa yang kau lakukan disini?!” suara melengking Soeun memekakan telinga Nichkhun dan Joongki, namun sepertinya tak berpengaruh sama sekali dengan Chaewon karena wanita itu hanya mendengus kesal. Mungkin sudah terbiasa, mereka kan adik-kakak yang unik.

“Ya hyung, kenapa kesini” kini Nichkhun yang protes pada Joongki

Joongki hanya mengedikan bahunya,

“Kenapa adik ipar, apa tak boleh aku mengunjungi kalian” ujar Chaewon melipat tangannya dimuka dada.

Nichkhun menggelengkan kepalanya, ia ingin protes tapi sepertinya lebih baik diam, kakak iparnya tampak tak bersahabat. Ia memandang Soeun yang masih berada disebelahnya, mereka belum beranjak dari ranjang, Soeun tampak mendengus memalingkan wajah dari Chaewon.

Chaewon tanpa peduli dengan keengganan sang penghuni rumah melangkah maju dan menarik lengan Nichkhun, “Sekarang kau bangun, kau harus membantu suamiku sekarang”

Nichkhun yang ditarik paksa, akhirnya mengikuti Chaewon yang juga menarik lengan Joongki di satu tangannya yang lain.

“Eonnie kau mau bawa kemana suamiku” ujar Soeun ikut berdiri memegang lengan Nichkhun satu lagi.

Nichkhun tersenyum mendengar Soeun menyebutnya sebagai ‘Suamiku’, itu membuatnya nyaman.

“Lebih baik kau bersihkan dirimu dulu, aku pinjam suamimu” ujar Chaewon

“Tapi Nichkhun Oppa juga harus membersihkan diri, ia belum ganti baju sejak pulang dari kantor” protes Soeun, Nichkhun memang tampak masih menggunakan setelan lengkap pakaian kerjanya kecuali tuxedo nya yang sudah terlempar teronggok di lantai, bahkan dasinya masih melingkar di kerah kemejanya yang tampak kusut.

“Lalu, apa kalian ingin mandi bersama begitu?” gerutu Chaewon

Semua tampak terkejut, Soeun dan Nichkhun bahkan sampai memerah mendengar komentar Chaewon.

“Bu..bukan begitu Eonnie” kesal Soeun melepaskan lengan Nichkhun

Chaewon berdecak, “Kalian seperti remaja yang malu-malu tapi mau, sudahlah kau memperlambatku”

Chaewon membawa Nichkhun dan suaminya keluar dari kamar, meninggalkan Soeun sendiri yang mengusap tengkuknya.. Uhh celetukan Eonnie nya sukses membuatnya tersipu malu, tidur berpelukannya saja baru kali ini. Apalagi tadi itu, mandi bersama!! Soeun merinding dan berlalu ke kamar mandi.

[]

“Kajja lakukanlah, yang enak yaa” Chaewon membawa kedua pria itu ke counter dapur dan ia duduk di kursi meja makan yang langsung berhadapan dengan counter dapur.

Nichkhun menatap bingung dan menoleh pada Joongki meminta penjelasan, Joongki tampak tersenyum meminta maaf, “Mianhae, sejak istriku hamil permintaannya suka aneh-aneh dan sekarang dia ingin dimasakan makan malam”

“Lalu kenapa aku ikut memasak?”

Joongki mendengus “Aku tak terlalu bisa memasak dan istriku menggerutu dan membandingkanku denganmu yang bisa memasak karena pernah tinggal diluar ketika kau kuliah. Jadi karena aku kesal, aku bilang saja kau yang memasak.. ternyata dia menyetujuinya dan mengajakku kesini”

Nichkhun menggeram kesal memandang Joongki yang melibatkannya dalam kehamilan istrinya.

“Kenapa berbisik-bisik, cepat lakukan.. aku sudah lapar, kalian ingin anakku nanti kelaparan”

“Tentu tidak Yeobo, Nichkhun akan memasakan makanan yang enak untukmu.. tenang saja”

Nichkhun menyenggol lengan Joongki, protes akan kalimat rayuannya untuk istrinya tersebut tetapi menjadikannya sebagai korban.

“Sudahlah, ini kan untuk kakak iparmu” ujar Joongki

Nichkhun mendengus dan menyerah, ia mulai membuat makan malam untuk mereka malam ini. Sebenarnya ini bukan pekerjaan yang sulit, hanya ia sudah biasa dilayani oleh Soeun selama ini. Apa nanti ketika Soeun hamil akan seperti Chaewon? Omo.. apa yang aku pikirkan, Oh Nichkhun kau mulai gila! Nichkhun menggelang-gelengkan kepalanya.

“Eonnie kau apa kan suamiku?”

Oh Tuhan, sudah dua kali Soeun menyebutnya sebagai suaminya. Tahukah Soeun bahwa pernyataannya itu membuatnya entah kenapa berdebar. Nichkhun yang sedang menghidangkan masakan sempat terdiam sesaat.

“Wae, aku hanya meminta dimasakan makan malam. Emm aromanya membuatku sangat lapar” ujar Chaewon.

Soeun mendengus, ia mengambil alih pekerjaan Nichkhun, “Oppa lebih baik mandi, kau tampak berantakan. Pakaianmu sudah aku siapkan di kamar”

Nichkhun mengangguk dan mengusap kepala Soeun sayang, setelahnya ia berlalu meninggalkan istri dan tamu-tamunya itu.

Soeun menata semua hidangan yang dibuat Nichkhun di piring saji dan menyajikannya di meja makan, Chaewon tampak berbinar melihat tiga jenis lauk yang dibuat adik iparnya tersebut.

“Wahh kau beruntung memiliki suami seperti Nichkhun, Soeun-ah. Eomma sangat tepat memilih Nichkhun. Tidak seperti suamiku” ujarnya diakhiri dengan dengusan.

“Ya Yeobo, aku juga ikut membantu tadi” protes Joongki

“Tetap saja yang memasak adik iparku” jawab Chaewon

Joongki mendengus kesal, istrinya benar-benar menjengkelkan. Joongki menoleh pada Soeun yang mengelus-elus punggungnya dan menatapnya penuh prihatin setengah mengejek. Adik dan kakak sama saja.

“Selamat makan” seru Chaewon senang “Yak__”

Soeun menggeleng tegas, ia menghalangi sumpit Chaewon dengan sumpitnya. “Tunggu..”

“Wae, aku sudah lapar!” protes Chaewon

“Nichkhun Oppa belum kembali, jadi kita harus menunggunya” tegas Soeun

Chaewon mendengus dan meletakan sumpitnya kesal hingga menimbulkan suara karena benturan sumpit dan meja makan.

Sepuluh menit berlalu Nichkhun sudah kembali dan tampak segar, ia mengambil duduk disamping Soeun. “Kenapa tidak makan?”

“Menunggumu” balas Chaewon tanpa memandang Nichkhun, ia mengambil sumpitnya “Sudah boleh makan bukan adikku” Tanya Chaewon pada Soeun.

Soeun mengangguk, dan tanpa mau mendengar apapun lagi, Chaewon langsung mengambil lauk yang sudah membuatnya menelan liur dari tadi.

Soeun dan Nichkhun tampak menggelengkan kepalanya dan Joongki yang mengusap kepala istrinya serta memintanya untuk pelan-pelan yang hanya ditanggapi oleh anggukan oleh istrinya, tanpa harus repot-repot menoleh menatap Joongki.

“Kau seperti orang kelaparan Eonnie” gerutu Soeun

Chaewon mendelik, “Kau tahu, aku makan untuk dua orang”

“Alasan, kau itu sudah gendut tahu”

Chaewon meletakan sumpitnya dan menatap Soeun sengit, “Kau bilang aku gendut!” serunya.

“Sudahlah Yeobo, Soeun hanya asal bicara” lerai Joongki

“Oppa, dia bilang aku gendut” Chaewon menoleh pada Joongki tapi tangannya menunjuk Soeun. “Aishh.. benarkah aku gendut” gerutunya melihat tubuhnya sendiri.

Soeun tertawa mengejek, “Kau baru sadar, Eonnie”

“Aniyo.. aniyo Yeobo, itu wajar.. kau kan sedang hamil, nanti kalau kau melahirkan pasti akan normal kembali”

“Secara tak langsung kau juga bilang aku gendut” omel Chaewon pada Joongki

Soeun senyum tertahan, ingin rasanya menertawakan kakak iparnya itu, Nichkhun yang mendengar dan melihatnya hanya geleng-geleng kepala. Ohh seperti inikah memiliki saudara, menyenangkan memang__ tapi juga berisik.

“Nichkhun-ah..”

“Ne..” sahutnya menatap Chaewon

“Apa aku gendut?”

Nichkhun kelabakan menjawab pertanyaan kakak iparnya itu, jika ia bilang gendut sepertinya ia akan kena semprot seperti Joongki dan Soeun, walaupun Soeun tampak tidak takut dengan kakaknya tersebut.

“Aaniyo..” Nichkhun memilih jawaban aman.

“Benarkah? Mereka berdua bilang aku gendut” Chaewon melirik Soeun dan Joongki

“Kau tidak gendut, Noona. Mungkin.. mungkin karena perut kau sedang buncit jadi terlihat agak berisi” Nichkhun memutar otak untuk menemukan kata yang tepat.

Hening sesaat, sampai suara melengking Chaewon memekakan telinga mereka “Kau pikir aku busung lapar, hah??!!!”

Soeun sudah meledak dalam tawa, Joongki tampak menahan senyum melihat ledakan istrinya dan wajah Nichkhun yang tampak panik. Ohh Tuhan, makan malam yang merepotkan. Sungguh hari yang melelahkan.

[]

Soeun tersenyum bangga pada Nichkhun yang telah menyelesaikan sambutannya. Ia mendampingi Nichkhun untuk perayaan hari jadi perusahaannya, Nichkhun tampak berwibawa dan tampan bersanding dengannya yang tampil elegan. Soeun tahu banyak pasang mata yang melirik iri dan beberapa yang kesal padanya, mungkin inilah akibatnya jika ia menikahi pengusaha jenius dan tampan yang banyak dipuja. Ia tak tahu bahwa Nichkhun bak seorang idol yang dikagumi oleh karyawan-karyawannya sendiri atau mungkin juga di luar sana. Tapi pemikiran itu membuatnya tersenyum bangga, dirinyalah pemenangnya. Aku ini nyonya Nichkhun kkk~.

Sejak pertengkaran mereka sore itu, hubungan mereka semakin membaik dan semakin terbuka. Mereka sudah tak malu lagi untuk mengungkapkan rasa sayang mereka dalam bentuk perbuatan. Tapi ada saja yang mengganjal di hatinya. Soeun yakin, ia sudah jatuh pada pesona Nichkhun, Nichkhun pun memperlakukannya juga dengan baik sebagai istrinya. Bahkan Nichkhun tanpa ragu menunjukannya kasih sayang yang nyata seperti memberikannya kecupan di kening ketika ia berangkat kerja atau pulang kerja, memeluknya ketika tidur, selalu makan malam di rumah bersamanya walaupun ia tahu Nichkhun orang yang sibuk.

Namun hanya sebatas itu, mereka tak pernah membahas perasaan mereka. Soeun terlalu gengsi menanyakan hal itu terlebih dahulu. Menurutnya pihak laki-lakilah yang harus mengutarakan, pantang baginya untuk lebih dahulu mengungkapkan isi hatinya, sebagai seorang wanita ia cukup peka, ia tahu bahwa Nichkhun peduli padanya, protektif padanya, bahkan tak jarang bertingkah possessive jika itu berhubungan dengan Donghae. Tapi ia butuh kejelasan, ia yakin semua wanita menginginkan sesuatu yang jelas bukan mengambang seperti ini. Mungkin ia harus menunggu.

“Menyenangkan?” bisikan itu membuatnya menoleh, Nichkhun tampak tersenyum dan memeluk pinggangnya. Orang-orang yang melihat pasti menganggapnya pasangan yang manis.

Soeun meletakan kembali minuman yang baru diambilnya, dan memusatkan seluruh perhatiannya pada Nichkhun. Ia mengangguk sekali menjawab pertanyaan Nichkhun.

“Bagaimana sambutanku tadi?”

“Mengagumkan, kau memang ditakdirkan jadi pemimpin” jawaban Soeun membuat Nichkhun tersenyum bangga.

“Kalau penampilanku, apa mengagumkan juga?”

Soeun mundur selangkah, melihat penampilan Nichkhun dari atas sampai bawah. Penampilan Nichkhun adalah pilihannya, seharusnya tanpa bertanya Nichkhun seharusnya tahu. Jika itu pilihannya, sudah pasti memuaskan kkk~.

Soeun menganggukan kepalanya, “Tampan, walau tak se eksotis Gwi”

“Gwi, siapa itu Gwi?” Tanya Nichkhun dengan pandangan menyelidik

“Gwi yang ada di Scholar Who Walks the Night”

“Apa?” Tanya Nickhun bingung.

“Drama korea tentang vampire” jawab Soeun

Nichkhun mengangguk mengerti, tampak masih belum puas.

“Kenapa?” Tanya Soeun

“Apa Gwi se eksotis itu sampai aku pun kalah?” Tanya Nichkhun

Soeun tertawa kecil mendengar pertanyaan Nichkhun, “Dia memang tokoh antagonis yang menghisap darah dengan kejam tapi dia benar-benar yang mudah untuk di puja”

Nichkhun tampak mengerutkan keningnya, “Sampai seperti itukah?”

Soeun mengangguk antusias, “Kau ingin menontonnya, aku punya kasetnya”

Nichkhun menaikan alisnya, tampak menertawakan tawaran Soeun itu. Ia tak pernah menyibukan diri dengan menonton drama apalagi melihat pria yang dikagumi Soeun. “Kau bercanda?!” gerutu Nichkhun.

“Hey.. aku yakin kau akan ketagihan begitu melihat dua atau tiga episode” ujar Soeun, karena ia juga seperti itu. Awalnya ia tidak tertarik sama sekali tapi karena Jihyun yang waktu itu menghasutnya untuk coba menonton ternyata ia ketagihan dan sampai menyelesaikan semua episode.

Nichkhun sebenarnya bukan tertarik pada pria bernama Gwi ataupun drama korea itu. Ia hanya penasaran sosok seperti apakah Gwi itu hingga Soeun memujinya dan berbinar begitu menceritakannya.

Nichkhun sebelumnya sempat tertegun karena Soeun menyebut Gwi lebih eksotis daripada dirinya. Ia berpikir untuk mendatangi pria itu ingin tahu seberapa hebatkah orang itu dibandingkan dengannya, sampai-sampai istrinya tampak sangat mengaguminya. Dan ia bersyukur, ternyata Gwi hanya tokoh vampire dalam sebuah drama. Jika tidak, ia pastikan dirinya akan mendatangi pria itu dan membuatnya babak belur hingga istrinya berhenti mengaguminya. Nichkhun menggeleng-gelengkan kepalanya karena pemikirannya itu.

.
.
To be continued
.
.
Chapter 7 complited
Aku rasa ff ini akan menjadi ff terpanjangku dari ff2 ku sebelumnya, karena sampai chapter 7 pun, tokoh utamanya baru tahap menjajaki perasaan masing-masing tanpa pengungkapan.
Jangan bosen-bosen yaa, sengaja sih pengen alurnya lebih panjang dan berwarna hehehehee
Komen yaa😉

35 thoughts on “[FF] Marriage.. (Chapter 7)

  1. Nickhun tkt bgt law sso blikn ma hae,,pa gi smpai emosi gtu,hmpir ja ksr ma sso..
    tp brkat prtngkaran tu hub khunsso mkin mnis ja…
    bawaan ibu hmil mank aneh2,,untng ja khunsso cma tdr plukn ja…
    cieeeee,,,sso mngakui law jtuh ma psona nikhun,,,nikhun jg jgn lma 2 donk ungkapin prsaan ea…

  2. Duhh mulai ada konflik rumah tangga nih keknya. Trus juga masih pada gengsi sm perasaan masing. Hihi
    Setelah sekian lama menunggu ff ini akhirnyaaa. Haha cukup puas thor. Next part jgn lama lama yaa

  3. Sempat ketar ketir liat nickhun yang kalap dan membuat sso sampai menangis tapi untungkah semuanya justru menjadi awal yang baik untuk hubungan mereka. Hei…hei… chaewon tingkahnya aneh aneh aja dasar ibu hamil….ckck….ah aku juga suka khunnie so eunnie memanggilku suamiku cie….. aigo….bang gwi kok ikutan nimbrung juga sich hehe…. next thor g bakalan bosen mau sepanjang rel kereta juga ayo

  4. hampir aja kesalah pahaman nickhun-sso buat rumah tangga mereka goyah, untung mereka bisa saling mengerti satu sama lain apalagi hubungan nya jadi makin deket dan romantis… uhhh saling menjajakan, itu chaewon kocak banget sii ngidam nya semua orang di repotin wkwkwk

  5. huhu khun jadi orang yang sangat berbeda kalau lagi jelous sungguh sungguh menyeramkan…. kirain bakalan “Terjadi”
    tapi ternyata… suara tangisan Sso malah bisa kembali meluluhkan khun yang lagi Kalap
    haduuuuuuuh ntu calon ibu bikin semua orang beneran repot yach xixi~ kasian jong ki oppa yang sabar yach Ganteng
    eh~ Gwi nya ikutan. pria yang di mata Sso sangat Eksotis haha tapi di pikiranku berharap Sso mendambakan sosok yang lebih Hot dan seksi si abang TOP hahaha efek Dominant masih ikutan (sorry Abaikan)

    ff nya emang berharap makin panjang karna ini memang ff yang keren

  6. nickhun marah karena cemburu melihat sso dan donghae jalan berdua….walaupun nickhun memarahi sso sampai melukainya tapi nickhun mengakui jika dia cemburu pada donghae dan takut jika sso kembali lagi pada donghae. …hubungan sso dan nickhun mulai romantis dan tinggal mengungkapkan perasaan masing”’ dan bisa melakukan hubungan layaknya pasangan yang sudah menikah kķkkk….d tunggu lanjutannya. ….

  7. Makin panjang akan semakin menarik.biarkan saja pasangan ini pada penasaran sama perasaan mereka masing2.ini akan lebih menarik.asal jangan cemburu2an melulu.bikin yang lebih lucu lagi.kkkk pasangan chae won dan joongki part ini jadi juaranya.aku suka….!!!

  8. Ngga mungkn bosen lah sm ff yg satu ini. Salah satu ff favoritku. Padahal br pertama bc ff so eun pair sm nickhun tp lgs dpt feel.y
    Eh iya ff wgm aoveun donghae msh berlanjutkah??
    Next part n ff yg lain ditunggu,,

  9. Ihhh…musti d bikin cemburu dulu baru perasaan itu keluar secara lisan…tp ttp seorang perempuan butuh prnyataan tegas,..n mreka makin hari makin romantis dgn seringnya sentuhan fisik d antara mreka..sso emabg benar so hyuk ehh gwi emang eksotis..bahkan cenderung sexy menurutku.

  10. Y ampun saking cemburu’a nikhun ampe marah begitu ma eonnie so eun takut eonnie so eu balikan gy ma haeppa padahalkan eonnie so eunudh melupakan masa lalu’a,,,,,
    Tapi setelah kejadian tu hubungan mereka jd lebih baik mskipun blom saling mengutarakan isi hati mereka,,,,,
    Lucu yh kakak’a eonnie so eun,ngidam’a pengen d masakin ma suami’a tpi sayang suami’a gk hisa masak eh malah nihkun oppa yg d suruh,,,,ckckckckck

  11. aigoo trnyata udh ada lnjutannya… ><
    akkkuu sukaa part ini… mrrka udh saling trbuka tntang prasaan.y .. yahh walauu nickhun blum bilang cinta ke sso tpii pasti udh cintakan? tinggal bilang aja susah bngett.. wkwkwk sso kan nungguin tuhh .. 😂😂 unnie.y sso ada ada sja.. hahah mmg yahh orang yg lgi hamil ada aja maunya.. 😂😂
    liat gwi di sebut ,boleh lahh dia jadi cameo di ff ini hahahah seruu pastii :v
    next.y di tungguu … 😆😆

  12. aaigoo trnyata udh ada lnjutannya… ><
    akkkuu sukaa part ini… mrrka udh saling trbuka tntang prasaan.y .. yahh walauu nickhun blum bilang cinta ke sso tpii pasti udh cintakan? tinggal bilang aja susah bngett.. wkwkwk sso kan nungguin tuhh .. 😂😂 unnie.y sso ada ada sja.. hahah mmg yahh orang yg lgi hamil ada aja maunya.. 😂😂
    liat gwi di sebut ,boleh lahh dia jadi cameo di ff ini hahahah seruu pastii :v
    next.y di tungguu … 😆😆😊

  13. Makin seru ajah nih ceritanya , aq hara khun oppa udah mulai cinta mati sm eunni So ^_^ khun oppa klo lagi cemburu nakutin he..he. .. tapi berakhir dgn so sweet🙂

  14. huaaahh akhirny ff favorit d lanjut ^^
    nichkun udah protectiv bgt ama sso n gk mau sampe sso kmbali ama hae 😄 nah gtu dong ungkapin perasaan ny kalo nichkun gk mau sampe sso kmbali lagi ama hae mskipun masih kurang pengungkpn ny tp tak apa pdkt aja dulu~kkkkk
    haduuuhh tch kakak ipar emang ngganggu bgt holang lagi tidur bareng tp malah d ganggu mana watadoa bgt lagi -_- ~ckckckck jong ki oppa pun sampe angkat tngan n d bikin kesel juga gegara d bnding2n ama nichkun ~hahahah sabar ye jongki oppa 😉
    eeyy nichkun oppa pikiran ny udah kmna2 aja tch pas sso bilang lebih eksotis gwi beruntung tu cm dalam drama 😁 apakah akan ada cast lee soohyuk yg bikin nichkun cemburu ?? next ny jgn lama2 😉

  15. eon mnta pw dong plisss aq dah inbox ke eonni tp blm d bls juga oh ya ffnya menarik eon kpn d lanjutin mereka romantis bgt loo……
    oh ya ni nmaku ziaa abhira lahir 4 -7 -1998 ff bumsso haesso kyusso n dominant makasih eon smoga d bls WA ku ya

  16. Aaaah gwi di bahas ,,, emang yah ,, si gwi cowok paling seksi menurut ku ,, suka sma cemburunya nickhun ,, chae won dan joongki bkin ngakak ,,, di tunggu part selanjutnya

  17. pada chap yang lalu nickhun yang merasa pernikahan mereka monoton, sekarang so eun.
    hubungan mulai mencair, tapi kayaknya belum ada pihak yang mau jujur dengan perasaan masing-masing.
    hubungan yang rumit, hah… bikin pusing aja pasangan ini.
    tapi buat penulis terus semangat buat lanjutin ff ini. walau seperti yang kamu bilang perkembangan pasangan ini lambat, tapi bagiku udah sesuai porsi ko. dituggu chap selanjutnya…

  18. cie,, skrng khunsso udh mulai menunjukan perasaan msng2, nickhun skrng udh mulai protective juga sma sso. kkkk
    d tnggu next part ny.

  19. Cinta tapi gengsi mengakui perasaan masing2. Atau masih ragu dgn perasaan mereka. Ayo cepat ditunggu part selanjutnya

  20. wah q lansung tertarik sama ff ini,walaupun baca nya langsung part 7 tapi nanti q usahain baca dari awal deh biar tau jln cerita nya…

    oh chingu km salah satu admin d’blog YWK yaa…

    q ga tau komen q yg buat ff mask part 2 k’save atau ga q udah cba cri tpi tetep ga nongol rcl q,

    trus q jga mnta pw buat part 3 ff mask udah ada email nya jga ko,maaf ya q ngomong d’sni abis q bingung

  21. Ga bakal bosen kok chingu,, malah trus menanti klanjutannya . .
    Apalagi skrg mreka dh saling menyadari persaan masing”, walau blm diungkapkn secara lgsg,, . .
    O ya chingu,, kpn nih tokoh tifanny muncul,, skali” buat Sso cemburu kn gpp x yaa 😉😉
    Masa trus” Khun yg cemburu,, kn ga adil. Hehehee
    O ya di tunggu next partny ya chingu,, jgn lama” yaa . .
    Gomawo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s