A Happiness at The End [The Affair Sequel]

Annyeong Nited J

Aku kembali dengan seqeul affair, jeongmal mianhae ini terlambat…ahh sepertinya Niteds sudah bosan dengan keterlambatan post ff kekekeee

Moga ga mengecewakan, maaf kalau alurnya mungkin memaksakan..makasii yang udh setia nunggu seqeul ini, happy reading J

Author                  : Echa/Choi Kyucha

Title                       : A Happiness at The End [The Affair Seqeul]

Main cast             : Choi Siwon, Im Yoon Ah, etc

Rating                   : PG-17

Type                      : Sequel

Genre                   : romance, comedy, friendship, family

Summary             :

Ketika sebuah kebahagiaan datang, kau akan sulit melepas kebahagiaan itu. Dan dikala sebuah kenangan masa lalu terkenang, kau akan menganggapnya sebagai kenangan terindah dalam hidupmu..bukan hanya sebagai angin lalu yang tak bisa kembali.

[]

Sebuah mobil berwarna hitam memasuki gerbang yang menjulang tinggi dan kokoh,  dihentikan mobilnya begitu sampai didepan pintu utama rumah tersebut.

“Eomma Yoo Geun pulang” pekik anak laki-laki 4 tahun memasuki rumah itu “Kemana eomma?” gumamnya heran karena tak ada respon dari penghuni rumah itu

“Yoo Geun sudah pulang?” tanya wanita paruh baya menghampiri Yoo Geun

“Ne ahjumma” jawab Yoo Geun tersenyum “Ahjumma, eomma dimana?” tanyanya

Ahjumma yang ditanya tak segera menjawab begitu melihat sang majikan berjalan dibelakang Yoo Geun menghampiri mereka“Tuan sudah kembali?” tanya ahjumma

“Ne ahjumma, aku sedang tidak ada pekerjaan” jawab pria tersebut tersenyum

“Ahjumma, eomma kemana?” tanya Yoo Geun lagi, merasa diabaikan

“Eomma Yoo Geun sedang berbelanja, mungkin sebentar lagi pulang” jawab sang ahjumma pada anak majikannya tersebut

“Lebih baik Yoo Geun ganti baju, ne”

“Ne appa” jawab Yoo Geun pada sosok pria yang pulang bersamanya tadi

Sosok pria dewasa yang memiliki postur tinggi dan atletis itu melangkahkan kakinya pada halaman belakang rumah yang telah ia dan istrinya itu tempati selama setahun ini. Didudukan tubuhnya pada sebuah bangku panjang yang berada di taman tersebut. Dipejamkan matanya menerima semilir angin yang menerpa wajahnya.

Siwon POV

Kupejamkan mataku menikmati terpaan angin, sudah setahun aku kembali ke Seoul setelah dua tahun menetap bersama orang tuaku. Membangun keluarga kecil bersama istri yang kucintai serta buah hati kami, Yoo Geun telah beranjak menjadi sosok anak yang begitu tampan, sekarang sekolah disebuah taman kanak-kanak.

“Appa!!” sebuah pekikan membuatku kembali membuka mata dan menoleh kebelakang, terlihat putraku menghampiriku sambil berlari

“Ne Yoo Geun-ah, waeyo?” tanyaku dan mendudukannnya di panguanku.

“Appa—“

“Emm..” gumamku masih menunggu Yoo Geun untuk melanjutkan ucapannya, sepertinya ia terlihat bingung

“Appa, tadi disekolah teman Yoo Geun bercerita” ujarnya

“Ohh ya..bercerita apa?” tanyaku lagi

“Dia bilang kalau ia akan memiliki seorang adik” jawab Yoo Geun, aku terdiam mendengar ucapannya, aku cukup tau apa yang anakku ini maksud “Appa, Yoo Geun ingin punya adik” rajuknya, benar dugaanku.

“Itu—“ gumamku sambil mengelus tengkuk

“Ayolah appa, Yoo Geun ingin punya adik. Kata teman Yoo Geun punya adik itu menyenangkan, akan ada yang menemani Yoo Geun bermain di rumah” bujuknya

Sebenarnya aku mau saja, malah sangat tak keberatan tapi apa Yoona—tunggu—mengapa tidak, aku suaminya dan lagipula ini keinginan anak kami, aku juga ingin sichh. Aku pandang Yoo Geun yang sedang mengerjap-erjapkan matanya lucu, uhh anakku ini matanya mirip sekali dengan eommanya.

“Untuk soal itu—Yoo Geun bilang pada eomma” ujarku

“Jinjja! Apa eomma akan memberikan Yoo Geun adik?” tanyanya dengan wajah polosnya itu, aku hanya menganggukan kepala

“Yoo Geun, Yeobo kalian sudah pulang” aku menoleh dan terlihat istriku berjalan menghampiri kami

“Eomma!!” Yoo Geun segera turun dari pangkuanku dan menghampiri Yoona

“Ne, waeyo Yoo Geun-ah?”

“Eomma, Yoo Geun ingin punya adik” ujar Yoo Geun dengan polosnya, aku dapat melihat Yoona melebarkan matanya mendengar ucapan polos Yoo Geun “Yoo Geun ingin seperti teman-teman Yoo Geun yang mempunyai teman ketika dirumah”

“Emm itu—“ Yoona menoleh padaku, aku hanya tersenyum melihatnya

“Ayolah eomma, appa bilang Yoo Geun harus bilang dengan eomma. Eomma maukan memberikan Yoo Geun adik?” lanjutnya memohon pada Yoona

“Emm eomma akan pikirkan ne” ujar Yoona pada Yoo Geun

“Yyeee…Yoo Geun akan punya adik” Yoo Geun memekik senang dan berlari masuk kedalam, aku masih dapat mendengar suara pekikannya memanggil ahjumma Kim

Aku beranjak menghampiri Yoona yang masih melihat kearah berlalunya Yoo Geun “Kau baru pulang yeobo?” ujarku memeluknya dari belakang

“Ahh ne, kau tak ke kantor?” Yoona bertanya balik padaku, tangannya menggenggam tanganku yang melingkar di tubuhnya

“Aku tak ada pekerjaan, lebih baik aku pulang dan berkumpul bersama istri dan juga anakku” Yoona tersenyum dan membalikan tubuhnya menghadapku, ia mengelus toxedo yang kukenakan pada kedua dada bidangku.

“Lebih baik sekarang kau ganti baju, setelah itu kita makan siang” ujarnya melepas pelukanku, segera kutarik lengannya begitu ia melangkah untuk kembali kedalam pelukanku

“Waeyo?” ujarnya menatapku, aku tersenyum dan makin mempererat pelukanku padanya

“Bukankah Yoo Geun bilang ia ingin punya adik” ujarku, ia kembali membulatkan matanya mendengar ucapanku itu “Bagaimana kalau kita mengabulkannya permintaannya” godaku

“Yeobo, Yoo Geun masih kecil” elaknya mencoba melepas pelukanku

“Kurasa tidak, kau dengar sendiri, Yoo Geun yang meminta kita memberikannya seorang adik” godaku lagi

“Tapi emmpphh—“ ucapannya terpotong begitu aku langsung membungkam bibirnya dengan bibirku, mengulum bibir yang telah menjadi candu bagiku ketika pertama kali bertemu dengannya. Kugigit kecil bibir bawahnya, membuatnya sedikit mengerang, segera kumasukkan lidahku menyesap semua rasa yang berada disana, mengajak lidahnya untuk bermain dengan lidahku.

Cukup lama kami saling menyesap didalam rongga mulut kami, aku memeluk tubuhnya erat. Tak lama ia mendorong dadaku, memintaku untuk segera mengakhirinya. Kulepas pagutanku, melihat pipinya yang terdapat semburat kemerahan dan bibirnya yang menjadi lebih merah membuatku makin tergoda untuk menyesapnya kembali.

“Aisshh kau mau membunuhku” gerutunya sambil mengatur nafasnya yang tersengal-sengal, aku hanya tersenyum menanggapinya

“Tuan, nyonya, ada tamu datang” ujar ahjumma Kim menghampiri kami. Yoona segera melangkah menuju ruang tamu, aku mengikutinya dari belakang

“Donghae oppa, Sica eonnie” Yoona berseru, aku tersenyum dan mendudukan diriku disamping Yoona yang telah duduk di sofa ruang tamu rumah kami

“Annyeong, bagaimana kabar kalian?” tanya Donghae pada kami

“Kami baik oppa” jawab Yoona

“Ada apa yang membawa kalian datang kesini?” tanyaku pada keduanya

“Sebenarnya kami ingin memberikan ini” ujar Sica menyerahkan sebuah undangan, Yoona menerimanya. Kami langsung membulatkan mata begitu melihat nama yang tertera disana.

“Kalian akan menikah?” ujarku menatap keduanya, mereka mengangguk dengan senyuman

“Wahh chukkae” seru Yoona

Siwon POV END

“Ahjussi ahjumma” pekik Yoo Geun dan langsung duduk dipangkuan Donghae

“Kau merindukan ahjussi Yoo Geun-ah?” tanya Donghae

“Ne, sudah lama kita tak bermain bersama ahjussi” jawab Yoo Geun

“Baiklah lain waktu kita akan bermain bersama lagi ne”

“Ahjussi, apa ahjussi tau tadi disekolah semua teman Yoo Geun menceritakan tentang adik mereka” celoteh Yoo Geun pada Donghae

“Jinjja, lalu?”

“Yoo Geun juga ingin memiliki adik seperti teman-teman” membuat Donghae dan Jessica menahan tawa

“Lalu apa kata appa eomma-mu?” tanya Donghae sambil menatap Siwon dan Yoona yang telah menunduk dengan semburat kemerahan dipipi mereka

“Mereka bilang akan memberikannya, benarkan appa eomma” jawab Yoo Geun, setelah itu menatap Yoona dan Siwon, Yoona masih menundukan kepalanya, Siwon mengelus tengkuknya

“Yoo Geun-ah mengapa kau mengatakan itu?” Siwon berujar masih mengelus tengkuknya malu

“Emm—“ Yoo Geun hanya memiringkan kepalanya mendengar ucapan sang appa, benar-benar polos dan menggemaskan

“Aigo!! Aigo!! kau benar-benar menggemaskan” Jessica mencubit kedua pipi Yoo Geun gemas

“Auu..appoyo” Yoo Geun mengelus kedua pipinya yang dicubit Jessica “Ahjumma pipiku sakit” gerutunya, membuat semua tertawa dengan tingkahnya.

[]

Yoona sedang mendudukan tubuhnya diranjang tempat tidurnya bersama siwon, ia bersandar pada sandaran ranjang sambil membaca sebuah majalah yang berada dipangkuannya. Tak lama Siwon keluar kamar mandi telah lengkap dengan piyama tidurnya, dilangkahkan kakinya dan ikut mendudukkan diri disebelah sang istri

“Eheemm…” dehamnya sambil merangkul pundak Yoona, Yoona menoleh memandang heran pada sang suami

“Waeyo?”

“Emm—bukankah kita seharusnya melakukan program membuat adik untuk Yoo Geun” ujar Siwon memandang Yoona

“Mwo, yeobo itu hanya omongan anak kecil, mengapa kau begitu percaya”

“Apa salahnya, bukankah sudah lama kita tak melakukannya” bujuk Siwon

“Emm kau kan pasti lelah, besok pun kau akan ke kantor” Yoona masih mencoba berkilah

“Kau tak lihat, aku pulang siang hari ini. Lagipula besokpun aku tak begitu sibuk” ujar Siwon meyakinkan sang istri “Ahh disaat ini keinginannya, apa kau tak ingat bagaimana Yoo Geun menghancurkan malam pertama kita” gerutu Siwon

Mendengar penuturan sang suami, Yoona langsung tertawa lepas “Kau masih mengingatnya yeobo?” tanya Yoona disela tawanya “Tapi itu bukan kesalahannya, ia sakit—jelas ia membutuhkan ibunya” lanjut Yoona

“Tetap saja, malam pertama kita gagal” gerutu Siwon mengingat kejadian itu

Flashback

Yoona dan Siwon sudah sampai disebuah hotel yang terdapat di kota New York tersebut. Yoona sedang memandang pemandangan dibalkon apartement yang akan memperlihatkan langsung kota metropolitan tersebut. Terlihat Siwon baru keluar kamar mandi yang sudah berganti pakaian dengan piyamanya.

Siwon yang melihat Yoona tersenyum dan menghampiri sang istrinya tersebut, dipeluknya pinggang ramping Yoona dari belakang, meletakkan dagunya pada pundak Yoona, menghirup wangi Yoona yang begitu disukainya.

“Kau sedang apa?”

“Sedang melihat pemandangan disini”

“Gomowoyo” ujar Siwon

“Untuk apa?” tanya Yoona

“Untuk melengkapi dan menyempurnakan hidupku” jawab Siwon pasti

Yoona tersenyum kemudian membalikan tubuhnya menghadap Siwon, mengalungkan tangannya pada leher Siwon “Kalau begitu aku juga berterima kasih karena telah menjadi pendamping hidupku dan selalu mencintaiku”

Siwon menatap lekat wajah istrinya itu, wajah yang telah menghiasi hari-harinya dua tahun lebih. Yoona memandang tepat pada bola mata Siwon, ia seperti tersihir dan tak bisa mengalihkan perhatiannya dari bola mata hitam pekat itu. Siwon mendekatkan wajahnya, hingga merasakan sebuah sentuhan, keduanya pun memejamkan mata.

Siwon menuntun Yoona memasuki kamar tanpa melepaskan kontak mereka. Siwon membaringkan tubuh Yoona  dan tetap saling melumat dalam posisi menindih, menyesap semua yang berada didalam rongga mulut istrinya tersebut. Ciumannya turun ke leher jenjang Yoona menghirup, mencium dan menghisapnya, menimbulkuan desahan lirih dari sang istri.

Tangan Siwon sudah mulai bergerilia ditubuh sang istri, mengelusnya dengan lembut, sedangkan Yoona meremas rambut Siwon yang masih bertahan pada leher jenjangnya.

Ketika mereka sedang merasakan keindahan nyata yang selama ini mereka nantikan, terbuyarkan ketika deringan ponsel memenuhi ruangan itu. mereka mencoba tak perduli dan tetap melanjutkan aktifitas mereka. Siwon beralih kembali melumat bibir Yoona mencoba menghiraukan suara deringan tersebut. Namun deringan itu tak kunjung berhenti.

“Yeo—bo—“ Yoona mencoba menjauhkan pundak Siwon

“Wae” Siwon terlihat tak senang karena aktifitasnya terganggu

“Ponselmu terus berdering, lebih baik kau angkat saja dulu” ujar Yoona pada Siwon yang masih berada diatasnya

“Aisshh—“ Siwon menggerutu tapi tetap bangkit dan mengambil ponselnya yang berada di meja kecil samping ranjang

“Yeobseyo”

“Mwo! Ahh ne eomma”

“Waeyo oppa?” tanya Yoona setelah Siwon mengakhiri sambungan teleponnya

“Eomma bilang Yoo Geun demam”

“MWO!” Yoona terlihat panik dan segera beranjak dari ranjang “Oppa palli, kita harus segera pulang” lanjutnya

“Ahh ne” Siwon ikut membantu Yoona mengemasi pakaian mereka dan mengganti baju.

Begitu sampai dihalaman rumah Choi, Yoona segera keluar dari mobil dan berlalu masuk kedalam rumah, ia terlihat benar-benar mengkhawatirkan anaknya itu.

“Dimana Yoo Geun?” tanya Yoona pada salah satu pelayan dirumah tersebut

“Ia bersama nyonya di ruang keluarga” jawabnya, Yoona segera melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga

“Yoona-yang” ujar Ny. Choi begitu melihat Yoona

“Eomma, bagaimana Yoo Geun?” tanya Yoona dan beralih menggendong Yoo Geun yang sedang menangis

“Ia demam, kurasa ia kelelahan” jawab Ny. Choi memandang Yoona yang sudah menenangkan Yoo Geun dalam dekapannya

“Eomma” Siwon menghampiri keduanya

“Ahh Siwonnie, mianhae..eomma mengganggu waktu kalian. Eomma benar-benar bingung harus bagaimana karena Yoo Geun tak juga berhenti menangis” ujar Ny. Choi

“Gwenchanayo eomma” jawab Siwon dan Yoona mengangguk sambil tersenyum

Siwon mengajak Yoona ke kamarnya yang sekarang telah menjadi kamar mereka dengan Yoo Geun yang berada dalam dekapan Yoona. Sesampainya di kamar, Yoona masih mendekap Yoo Geun, memberikan rasa nyaman pada putranya tersebut. Yoo Geun yang terlihat lebih tenang hanya diam dalam dekapan Yoona, hingga sayup matanya menunjukan kelelahan setelah menangis dan memejamkan matanya tertidur.

Siwon yang duduk di tepi ranjang memperhatikan Yoona yang sedang menimang putra mereka. Ia tersenyum bahagia melihat Yoona dan putranya berada disisinya kini, ia beranjak dari duduknya dan menghampiri Yoona.

“Yoo Geun sudah tidur” ujarnya sambil mengelus kepala Yoo Geun

“Ne yeobo” jawab Yoona dan melangkah untuk menidurkan Yoo Geun di ranjang mereka. Ia memutuskan untuk menidurkannya disana mengingat Yoo Geun yang sedang demam, ia tak akan mungkin tega membiarkan Yoo Geun tidur sendiri.

Dipandanginya wajah mungil Yoo Geun yang telah terlelap damai, Siwon ikut duduk disamping Yoona dan juga menatap putranya tersebut.

“Gomawoyo” Yoona menatap Siwon “Gomawoyo..kau dan Yoo Geun kini berada disisiku” lanjutnya dan juga menatap Yoona. Yoona tersenyum.

Chupp~~

Siwon mengecup bibir mungil Yoona “Saranghae”

“Nado saranghae” jawab Yoona dan disambut dengan dengan sebuah ciuman dari Siwon, ciuman cukup panas.

Siwon memeluk tubuh Yoona erat dan menekan tengkuk Yoona untuk memperdalam ciumannya, kedua tangan Yoona pun sudah mengalung sempurna di leher Siwon. Ciuman mereka masih berlangsung cukup lama, sampai Siwon beralih pada leher jenjang Yoona, menghirup, mencium, dan menghisapnya memberikan kissmark kembali yang sebelumnya telah ia tinggalkan di leher jenjang istrinya itu. Membuktikan bahwa wanita yang berada dipelukkannnya itu adalah miliknya seutuhnya. Dan desahan-desahan lirih keluar dari bibir Yoona.

“Ahhh…yeo—bo” desah Yoona pada Siwon yang masih dalam aktivitasnya, tangan Yoona pun sudah turun pada dada bidang Siwon, mengelusnya perlahan dan membuka kancing kemeja yang digunakan suaminya.

Tak lama berselang terdengar tangisan bayi yang diketahui Yoo Geun yang terbangun dari tidurnya, mereka segera menghentikan aktivitas mereka dan menghela nafas.

“Emm pasti karena suara desahanmu” gerutu Siwon

“Siapa yang memulainya” sahut Yoona tak mau kalah, ia beranjak tidur disamping Yoo Geun untuk menenangkan malaikat kecilnya

“Sepertinya Yoo Geun belum ingin punya adik” gumam Siwon, lalu tak lama diiringi tawa ketiganya karena Yoo Geun yang ikut tertawa melihat orangtuanya. *emangnianakngertiapa-.-

Flashback End

“Kau ingat bagaimana Yoo Geun terbangun karena suara desahanmu” goda Siwon

“Aisshh jangan bahas itu”

“Desahanmu sungguh sexy yeobo, aku ingin mendengar suara desahanmu lagi” Siwon makin merapatkan Yoona untuk menempel padanya.

Yoona membulatkan mata mendengar penuturan Siwon, Siwon mengambil kesempatan disaat Yoona masih dalam keterkejutannya, ia mencium bibir Yoona membuatnya makin membulatkan matanya, Siwon tak perduli dan makin memperdalam ciumannya, Yoona yang telah tersadar dari keterkejutannya mulai memejamkan mata menikmati sentuhan sang suami dan mulai menggerakan bibirnya untuk membalas ciuman Siwon, Siwon tersenyum disela ciuman mereka dan membaringkan tubuh mereka melumat bibir mungil sang istri yang sangat disukainya.

Braakkkk…

“Eomma…” terdengar suara bantingan pintu dan pekikan seseorang

“Omo!! Waeyo Yoo Geun-ah” Yoona segera mendorong Siwon yang menindihnya

“Yoo Geun tidur disini, boleh?” tanyanya polos dan naik keranjang berukuran king size tersebut

Siwon menghela nafas dan menggerutu masih dalam posisi berbaring “Ohh Yoo Geun-ah kau mengganggu untuk kedua kalinya, bukankah kau bilang ingin punya adik” gerutunya frustasi

Yoo Geun yang mendengar hanya bisa memiringkan kepalanya dan menatap polos sang appa yang terlihat frustasi.

“Ahh jangan dengarkan appa-mu, kajja kita tidur” Yoona menidurkan Yoo Geun diantaranya dan Siwon

“Eomma dan Appa sedang melakukan apa tadi?”

Siwon dan Yoona memandang putranya tersebut

“Appa kenapa menindih eomma tadi, kan kasihan..appa kan besar” Yoo Geun menghadap Siwon

Siwon dan Yoona yang mendengarnya langsung tergelak tawa dengan penuturan putra mereka, sungguh polos.

Yoona POV

Aku pandangi wajah tampan suami dan putraku, mereka memang benar-benar mirip seperti sebuah pahatan yang dicetak ditempat yang sama. Aku bersyukur memiliki keduanya, harta yang paling berharga dihidupku dan tak akan mungkin bisa digantikan oleh apapun.

Cinta kami yang begitu rumit, sungguh rumit. Dimana kami menjalani hubungan affair dari pasangan kami masing-masing. Sungguh hubungan yang mungkin akan dipandang orang-orang sebagai hubungan yang hanya didasari oleh nafsu.

Tapi itu salah—karena aku mencintainya, rasa suka yang sudah ada sejak 17 tahun yang lalu hingga sekarang telah menjadi sebuah perasaan cinta yang tulus. Rasa suka dimana aku masih berada di elementary school. Aku tak menyangka bahwa ia adalah anak laki-laki yang sering kusebut supermanku.

Aku masih ingat ketika aku masih berumur 6 tahun ada sekelompok anak-anak nakal yang menggangguku dan mengambil buku gambar yang kubawa ketika baru pulang sekolah. Aku mengejar mereka dan membuatku terjatuh, hingga ia datang bagai superhero menyelamatkanku dari anak-anak nakal yang mengganggu dan membuatku menangis. Ia juga mengobati lukaku tapi itu tak berlangsung lama karena ia terlihat panik dan segera berpamitan pergi meninggalkanku yang sebelumnya berujar agar aku berhati-hati.

“Ahh cantik..aku harus segera pulang. Jaga dirimu, aku berharap kita akan bertemu lagi” aku masih ingat pesannya sebelum berlari menjauhiku.

Hingga aku tahu he’s my superman, ketika membuka laci kerja Siwon sewaktu kami masih di USA dan menemukan foto masa kecilnya. Yang begitu akrab dengan penglihatanku.

Benar-benar seperti de javu ketika sekarang aku menjadi istrinya.

Flashback

Siwon dan aku berjalan beriringan menuju pintu utama kediaman keluarga Choi, Siwon menghadapku ketika kami telah berada di teras rumah. Ia tersenyum dan mencium keningku.

“Aku berangkat ne” ujarnya ketika akan pergi ke kantor, aku tersenyum menganggukan kepala sambil membenarkan dasi yang Siwon pakai.

Dikecupnya bibirku dan melangkah menuju mobilnya yang telah terparkir sempurna menyambutnya. Baru saja ia membuka pintu mobil, ia segera berbalik menghadap kepadaku yang masih setia menunggunya.

“Waeyo, apa ada yang tertinggal?” tanyaku

“Berkasku tertinggal”

“Baiklah aku akan mengambilnya” jawabku

“Gomawoyo, berkasnya ada di laci meja kerjaku di map berwarna biru” ujarnya, aku mengangguk dan masuk kedalam rumah untuk mengambil berkasnya.

Aku melangkah masuk kedalam ruang kerjanya, ku mulai membuka-buka laci meja kerjanya untuk menemukan map berwarna biru, aku tersenyum ketika mendapat map yang aku cari, segera kuambil map itu.

Aku mengurungkan niatku yang akan menutup laci tersebut, ketika melihat sebuah foto yang tergeletak disana, kuambil foto itu dan memandangnya penuh tanya, karena dalam pikiranku aku seperti pernah melihat anak laki-laki yang berada didalam foto tersebut. Cukup lama aku terdiam dan berusaha mengingatnya dan kejadian dimasa kecilku pun terlintas dalam pikiranku.

“Yeobo mengapa begitu lama?” seruan Siwon mengalihkan perhatianku dari foto yang masih berada di tanganku “Emm untuk apa kau memandang foto kecilku?” tanyanya begitu melihatku memegang bingkai foto itu.

“Ini—ini fotomu” tanyaku menyakinkan dan ia mengangguk dengan wajah heran

“Waeyo? Ahh aku tahu..aku tampan bukan. Ck! Dengan foto kecilku saja kau sudah terpesona” canda Siwon

“Apa kau pernah tinggal di Seoul sewaktu kecil?” tanyaku yang menghiraukan candaannya

Siwon mengangkat alisnya heran “Ne..sewaktu kecil aku memang tinggal di Seoul, ketika umurku 10 tahun baru aku pindah kesini” jawab Siwon “Waeyo?” tanyanya

Yoona tersenyum bahagia dan langsung menghambur kepelukan Siwon, Siwon terkejut dan juga bingung dengan tingkah Yoona.

“Akhirnya aku bisa bertemu denganmu supermanku”

Siwon melepas pelukanku dan menatapku bingung “Superman” gumamnya

“Kau tak mengingatku?” tanyaku yang membuatnya semakin bingung

Aku tersenyum “Kau ingat gadis kecil yang kau tolong dari sekumpulan anak-anak nakal, kau bahkan mengobati luka di lutut gadis itu”

Siwon terlihat berpikir cukup lama, lalu ia memandangku lebih dengan terkejut, aku masih memberikan senyumanku padanya.

“Yeobo—kau adalah ‘cantik’, gadis kecil yang aku tolong dan bahkan hanya dalam hitungan menit kita bertemu” tanyanya dan aku menganggukkan kepala tersenyum bahagia

“Jinjja” serunya terlihat tak percaya

“Apa aku terlihat mengarang, dan apa orang-orang tahu tentang penyelamatanmu pada seorang gadis kecil?”

“Aniyo, yang tahu hanya eomma dan tentunya diriku sendiri” jawabnya

“Wahh jadi kau gadis kecilku, gadis cantik yang bahkan baru aku kenal beberapa menit dan setelah itu kita tak pernah bertemu tapi cukup membuatku hanya menginginkanmu” serunya memelukku erat

“Menginginkanku?” tanya Yoona bingung yang berada dalam pelukan Siwon

Siwon melepas pelukannya, memegang pundak Yoona dan menatap Yoona penuh kerinduan “Kau tahu, gadis kecil yang cantik dan imut itu telah mencuri perhatianku ketika menatap mata indahnya. Kau begitu tahu..aku tak pernah memiliki perasaan khusus dengan siapapun termasuk Jessica. Karena yang ada dalam pikiranku hanya gadis cantik yang mampu membiusku dengan menatap mata indahnya dan wajah cantiknya. Dan kau tahu aku mulai menyukaimu ketika bertatapan denganmu di lobby kantor sebagai atasanmu. Dan mulai saat itu, aku mulai teralihkan dari gadis kecil itu karenamu. Dan siapa sangka, kau adalah gadis kecil dan cantikku” ujarnya menjelaskan membuatku menatapnya tak percaya dengan ucapannya

Ia memelukku kembali dengan erat “Aku senang kau adalah gadis kecilku, itu suatu anugerah untukku namun jika aku tetap tak tahu kau gadis kecilku..aku tak masalah Karena kau tetaplah cintaku dan milikku” bisiknya, aku terharu dan memeluknya tak kalah erat.

“Tunggu—tadi kau memanggilku ‘Supermanmu’” ujarnya menatapku

“Karena memang kau adalah seorang Superman untukku” jawabku pasti, ia tersenyum dan memelukku kembali.

Flashback End

[]

Pesta pernikahan Donghae dan Jessica berlangsung dengan meriah disebuah hotel berbintang. Semua tamu undangan berbaur menjadi satu pada aula yang luas tersebut.

Disaat pesta telah berakhir. Pasangan YoonWon, MinYul, dan HaeSica sedang duduk disebuah meja melingkar, mereka masih bersenda gurau diselingi tawa bahagia.

“Ya kalian harus memberitahu rahasia agar aku cepat mendapatkan momongan” canda Donghae yang disambut tawa mereka kecuali Jessica yang tertunduk malu

“Ya..kau ingin caraku atau Minho” ujar Siwon menggoda

“Ya! Berhenti membicarakan hal bodoh” omel Yoona mendengarkan pembicaraan mereka

“Ohh yaa aku baru ingat kalau Yoo Geun ingin mempunyai adik” lanjut Donghae menatap keduanya (YoonWon red.) yang duduk bersebelahan sedang tertunduk malu

“Oppa hentikan pembicaraan itu” ujar Jessica pada Donghae

“Sica-ah..sekarang panggilah aku yeobo seperti dua pasangan ini, ne” pinta Donghae

“Ne ye—yeobo” jawan Jessica pelan, Donghae tersenyum lembut menatapnya

“Bagaimana kalau kita main true or Dare” usul Yuri

“Ide bagus” Minho menyetujui

“Ahh kita memerlukan botol” ujar Donghae dan meminta seorang pelayan untuk memberikannya sebuah botol

“Kajja..aku sudah tak sabar” seru Minho

“Baiklah kita mulai putaran pertama” seru Donghae yang telah memegang sebuah botol

Donghae segera memutar botol tersebut, semua memandang putaran botol itu dengan antusias siapa yang akan terkena giliran. Botol itu semakin berputar pelan dan berhenti tepat pada

“Huaa Yuri” seru Yoona dan Jessica kompak

“True or Dare?” tanya Donghae

Yuri terlihat berpikir akan memilih apa “True” jawabnya

“Aku yang akan bertanya” seru Minho antusias

“Ya mengapa kau yang bertanya, kau suaminya pasti tau segalanya” protes Siwon

“Ya hyung..aku ingin menanyakan sesuatu yang sampai saat ini belum pernah dia jawab” Minho membela diri

“Memang apa pertanyaanmu?” tanya Sica

“Emm who was your first kiss?” tanyanya pada Yuri

Yuri memukul pundak Minho setelah pertanyaan itu terlontar dari mulut suaminya “Babbo” desisnya

“Ck! Mengapa kau menanyakan itu, benar-benar aneh” cibir Yoona

“Aishh pasangan ini benar-benar” gerutu Minho pada Yoona dan Siwon yang memprotes dirinya “Cepat jawab yeobo” lanjut Minho menatap Yuri yang berada disebelahnya

“Emm jangan marah ne” ujar Yuri “My first Kiss—Yesung oppa” jawabnya dan tertunduk malu

“Mwo!! Yesung hyung” pekik Siwon

“Waeyo, kau mengenalnya?” tanya Yoona pada suaminya itu

“Emm aku memiliki rekan bisnis bernama Yesung..nama aslinya Kim Jong Woon”

“Ne nama aslinya memang itu” sahut Yuri

“Tak perlu diperjelas juga kan” gerutu Minho

“Aishh babbo..tadi kau yang bertanya” omel Yuri dan yang lain tersenyum melihat pasangan itu, benar-benar kekanakan padahal mereka telah memiliki anak.

“Kita lanjut saja” ujar Yuri mengambil alih botol tersebut

Botol pun kembali diputar dan kini yang mendapatkannya adalah Donghae

“Aku pilih Dare” ujar Donghae yakin

“Woww..siapa yang ingin menantang” Minho berseru

“Aku..” pekik Yoona dan Yuri bersamaan, Siwon dan Minho hanya geleng-geleng kepala kalau Yoona dan Yuri sudah bersama. Terlihat Yoona dan Yuri yang saling lirik untuk menentukan apa tantangan untuk Donghae

“Owhh kalau sudah YoonYul, perasaanku tak enak” gumam Donghae

“Baiklah oppa kita sudah menentukan tantangan untukmu” ujar Yuri

“Mwo?”

“Ciumlah Jessica didepan kami, tapi harus berbeda dengan yang di altar” ujar Yoona menyeringai

Donghae memandang Yoona dan Yuri tak percaya dengan apa yang mereka katakan sedangkan Jessica sudah tertunduk malu.

“Ayo lakukan” ujar Yuri

“Ck mengapa kalian mempunyai istri yang begitu evil” gerutu Donghae

“Jangan mengalihkan oppa, kau sudah memilih Dare” Yoona tetap meminta pertanggung jawaban dan diangguki oleh Yuri

Donghae memandang Jessica ragu, ia bingung..pasti Jessica akan malu sekali harus berciuman mesra didepan pasangan aneh ini. Donghae memandang mata Jessica meminta persetujuan melalui matanya, Jessica memberikan senyumannya.

Donghae mulai mendekat dengan ragu, sedangkan dua pasangan YoonWon dan MinYul masih senyum-senyum melihat mereka. Jarak Donghae dan Jessica tinggal beberapa senti lagi, Donghae berhenti ia benar-benar ragu, apalagi melihat Jessica yang sedang malu seperti itu. namun tiba-tiba Jessica mendekat dan langsung menempelkan bibirnya pada bibir Donghae, Donghae membelalakan matanya melihat keberanian Jessica, ditambah Jessica yang berani menggerakan bibirnya itu, Donghae mengerjap-erjapkannya untuk beberapa saat, sebelum akhirnya  menyentuh tengkuk Jessica dan membalas ciumannya, sedangkan pasangan YoonWon dan MinYul membelalak tak percaya akan keberanian HaeSica.

Mereka mulai melepas pagutannya dengan saling tersenyum “Ahh ayo kita lanjut” ujar Minho memecahkan keheningan diantara mereka setelah melihat keberanian HaeSica, ia mulai memutar kembali botol itu dan berhenti tepat pada

—-

Yoona

“Kau pilih apa Yoong?” tanya Donghae

Yoona terlihat berpikir dan menatap Siwon, Siwon hanya tersenyum “Aku pilih True”

“Aku yang ingin bertanya” ujar Jessica, ia membenarkan posisi duduknya dan menatap Yoona “Who was your first love?” tanyanya

Donghae dan Yuri langsung menjatuhkan kepala mereka diatas meja “Waeyo?” tanya Jessica sekaligus mewakili Siwon dan Minho

“Yul apa kau sudah bosan dengan ini?”

“Kau benar oppa”

“Ya!” Yoona memekik membuat Donghae dan Yuri bangkit dan senyum-senyum pada Yoona

“Memang Yoona sering menceritakannya oppa?” tanya Jessica

“Yaa..sangat sering, ahh dia benar-benar bodoh. Sudah jelas dulu aku menyukainya tapi dengan wajah polosnya ia selalu bercerita tentang ‘Superman’-nya itu”

“Ya cinta pertamanya yang ia temui waktu masih kecil, Seorang ‘Superman’ yang menyelamatkannya dari anak-anak yang mengganggunya. Aku benar-benar sudah bosan dengan cerita itu” sahut Yuri

Siwon memandang Yoona yang menunduk setelah mendengar penuturan Donghae dan Yuri, ia tersenyum penuh arti memandang istrinya itu.

“Hyung, waegaerae…kenapa senyum-senyum seperti itu” ujar Minho yang melihat sepupunya itu

Yoona mengalihkan pandangannya pada Siwon yang masih tersenyum manis padanya. Yang lain memandang bingung mereka.

Siwon menggengam jemari Yoona dan menciumnya, dan cukup membuat dua pasangan yang ada terbelalak.

“I remain your Superman and your true love” ujar Siwon memandang manik indah mata Yoona. Yoona tersenyum haru dan bahagia

“Your superman” gumam Yuri

“Jangan bilang cinta pertamamu adalah Siwon, Yoong?” tanya Donghae

Yoona tersenyum malu dan menganggukkan kepala

“And she was also my first love” jawab Siwon masih menggenggam tangan Yoona

“DAEBAK!!” pekik Minho “Hyung..jangan bilang kalau selama kemarin itu, kau tidak menjalin hubungan dengan siapapun karena menanti cinta pertamamu”

Siwon menganggukan kepala menyetujuinya “Memang itu alasannya” jawab Siwon

Semua memandang takjub pada keduanya “Ternyata cinta kalian sudah selama itu” ujar Jessica

“Kapan kalian mengetahuinya?” tanya Yuri

“Emm ketika aku melihat foto masa kecil Siwon oppa” jawab Yoona tersenyum

“Great!!!”

[]

“Yeobo kau mandilah dulu” ujar Siwon setelah keluar dari kamar mandi, Yoona mengangguk.

Selang tak berapa lama Yoona keluar dari kamar mandi sudah dengan piyama tidurnya, ia menaikkan alisnya begitu tak melihat Siwon di ranjang mereka

Cklek..

Yoona segera menoleh dan ia langsung terjatuh di ranjang dengan seseorang yang memeluk pinggangnya erat.

“Ya yeobo..kau mengagetkanku” protes Yoona  begitu tahu yang melakukannya adalah Siwon

Siwon tersenyum nakal “Bukankah kita seharusnya melakukan program membuat anak”

“Aishh pervert”

“Aku tak peduli kau berkata apa, kau tetap miliku..Choi Yoona hanya milik Choi Siwon” Ia langsung membungkam mulut Yoona dengan bibirnya sebelum Yoona membalas ucapannya, Yoona terpejam mendapat perlakuan Siwon dan akhirnya ia pun ikut membalas ciuman suaminya itu.

Mereka masih saling melumat menciptakan sensasi yang cukup lama tak mereka rasakan, Siwon makin memperdalam ciumannya meminta Yoona untuk membuka rongga hangatnya, Yoona segera memenuhi permintaan suaminya itu, lidah mereka bertemu saling melilit dan melumat.

Ketika merasakan mereka membutuhkan udara, Siwon melepas pagutannya. Mata Yoona masih terpejam, dan nafas mereka yang memburu. Ketika nafasnya telah normal, ia membuka matanya dan menatap Siwon yang tersenyum dihadapannya.

“Euhh…” Yoona melenguh begitu Siwon menelusup di leher jenjangnya. Siwon mencium dan menghisap leher jenjang itu hingga terdapat kissmark, yang menandakan Yoona adalah miliknya seutuhnya, sampai kapanpun. Tangan Siwon pun tak tinggal diam mengelus punggung dan pinggang Yoona yang menggunakan piyama diatas lutut itu.

“Emm…” lirih Yoona merasakan setiap sentuhan Siwon dikulitnya. Siwon menelusuri lengan Yoona hingga mencapai bahunya, segera diturunkannya tali spaggethi piyama Yoona. Yoona pun mengelus-elus abs Siwon dengan lembut. Kembali bibirnya melumat bibir tipis Yoona, menikmati setiap sentuhan yang diberikan masing-masing. Siwon mendekap erat tubuh Yoona menikmati sensasi yang diberikan—kini mereka terserah pada hasrat—dan terjadilah…

Mereka terkulai lemas dengan nafas yang memburu, Siwon menarik Yoona kedalam dekapannya dan membelai rambut istrinya yang agak basah dengan lembut. Siwon menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka.

“Saranghae” Siwon mengecup kening Yoona

“Nado saranghae” jawab Yoona memeluk tubuh Siwon, membenamkan wajahnya pada dada bidang Siwon.

[]

@one mount later

Siwon melangkahkan kakinya dengan lelah memasuki kamarnya dengan sang istri. Dilihat sang istri yang telah terlelap mengingat ini sudah tengah malam. Segera dilempar toxedo yang berada dalam genggamannya dan melepas dasi yang memang sudah berantakan. Dibuka sepatunya dan segera merebahkan diri disamping sang istri, tangannya ia lingkarkan pada pinggang Yoona yang membelakanginya. Memeluknya dengan erat.

Yoona sang istri yang merasa ada beban dan pelukkan segera menoleh, melihat wajah sang suami yang sudah terlelap. Yoona mendengus, dan melepaskan pelukkan Siwon. Siwon kembali memeluk Yoona, dan Yoona kembali menepis tangan Siwon. Mungkin karena hempasan yang dilakukan Yoona cukup kencang hingga membuat Siwon melenguh dan membuka matanya.

“Waeyo yeobo? Aku lelah” ujar Siwon dan memeluk Yoona kembali

“Aishh jangan sentuh aku” gerutu Yoona

Siwon mengernyit heran dengan tingkah Yoona “Waeyo?”

“Pokoknya jangan sentuh, atau kau mau tidur diluar” ancam Yoona dan kembali berbaring membelakangi Siwon

Siwon melebarkan matanya dan beranjak duduk mendengar ancaman dari sang istri, ia berpikir ‘Apa ia punya salah? Sepertinya tidak’

“Yeobo” panggil Siwon menyentuh bahu istrinya itu, Yoona langsung menepisnya dan kembali tertidur

Siwon mengacak-acak rambutnya kasar, akhirnya ia kembali berbaring. Besok pagi baru ia bertanya, Siwon kembali memeluk tubuh Yoona dan untuk kesekian kalinya tangannya ditepis.

“Hahh” Siwon menghela nafas dan dan memilih untuk tertidur

Sinar pagi menyilaukan tubuh Siwon, matanya mengerjap-erjap menerima sinar matahari yang begitu menusuk itu. Dilihatnya sang istri yang melipat tangan didepan muka dada dan menatapnya.

“Pagi yeobo” sapanya dengan senyuman manis

“Aigo!! kau benar-benar tidur tanpa mengganti baju” ujar Yoona berdiri disamping ranjang “Mandi sana, aku tunggu di meja makan” sebelum Yoona melangkah Siwon menahannya

“Morning kiss” pinta Siwon

“Aniyo” jawab Yoona menepis tangan Siwon dan berlalu

“Hahh” Siwon memandang Yoona yang menghilang dibalik pintu “Ada apa dengannya?” gumamnya dan beranjak dari ranjang

Siwon sudah rapi dengan pakaian kerjanya, dilangkahkan kakinya menuju meja makan. Dilihatnya Yoona dan Yoo Geun yang sudah menunggunya disana

“Morning Yoo Geun-ah”

“Morning appa” jawab Yoo Geun tersenyum manis

“Kajja Yoo Geun-ah habiskan sarapanmu, nanti kau terlambat” ujar Yoona

Suasana sarapan pagi itu agak berbeda, biasanya suasana sarapan mereka akan ceria dengan celotehan Yoo Geun dan perbincangan hangat Yoona dan Siwon namun kini hanya terdengar celotehan Yoo Geun yang dibalas dengan senyuman atau sahutan dari kedua orangtuannya, tanpa ada percakapan dari suami-istri tersebut.

“Kajja Yoo Geun-ah” ujar Siwon yang beranjak dari duduknya, Yoo Geun pun mengikuti sang appa untuk mengantarnya ke sekolah.

Yoona menuntun Yoo Geun berjalan beriringan dengan Siwon, Yoona mensejajarkan tubuhnya pada Yoo Geun dan mengelus pipi sang anak.

“Belajar yang rajin ne, jangan nakal” pesannya pada sang anak, Yoo Geun mengangguk semangat dan menecup pipi sang ibu

Yoona kembali berdiri dang mengusap kepala Yoo geun, Siwon merangkul Yoona berniat mencium keningnya namun Yoona langsung menepisnya

“Yeobo sudah berangkat, nanti Yoo Geun terlambat” pinta Yoona, Siwon semakin heran dengan sikap Yoona. Ia mengangguk dan menuntun Yoo Geun menuju mobilnya walaupun bingung. Yoona melambai begitu mobil itu melaju untuk meninggalkan area rumah.

[]

Siwon benar-benar terlihat sibuk di kantor, pandangannya masih tertuju pada berkas-berkas yang berada di mejanya. Ditambah sebentar lagi ia akan meeting.

Pekerjaannya terhenti begitu ponselnya berdering, dilihat layar ponselnya dan tertera nama sang istri yang memanggilnya.

“Yeobseyo, waeyo yeobo” jawabnya

“Yeobo pulanglah. Aku merindukanmu” ujar Yoona manja diseberang sana, Siwon mengernyit mendengar penuturan Yoona

“Kau merindukanku? Tapi aku banyak pekerjaan yeobo” ujar Siwon

“Pokoknya aku tak mau tahu. Oppa pulang sekarang!!” pekik Yoona

“Tapi ta—“

“Pokoknya oppa pulang!!!!” Yoona kembali memekik dan langsung memutuskan sambungan teleponnya

“Yeobo—yeobo” panggilnya, namun sambungan telah terputus

Siwon memandang ponselnya dengan bingung, tak lama pintu ruangannya diketuk, segera ia menyuruhnya masuk.

“Sajangnim—“

“Batalkan rapat hari ini, aku harus pulang” potongnya

“Eh? Tapi sajangnim—“

“Tidak ada tapi-tapian, istriku akan marah besar. Ahh aku bingung dengannya, semalam sampai pagi aku benar-benar diabaikan. Sekarang tiba-tiba menelpon menyuruhku pulang karena merindukanku” keluh Siwon menceritakan keanehan sang istri pada sekretarisnya

“Seperti orang hamil saja yaa—aneh-aneh” tanggap sang sekertaris asal

Siwon langsung memandang pada sekertarisnya itu “Hamil?” gumam Siwon

Siwon segera melangkah meninggalkan ruangannya, membiarkan sang sekertaris yang terlihat bingung dengan atasannya itu

“Omo! Aku harus membatalkan jadwal” ujarnya begitu tersadar

[]

Siwon melangkahkan kakinya dengan tergesa-gesa memasuki rumahnya tersebut, begitu berada di ruang keluarga ia bisa melihat Yoona yang sedang sibuk dengan majalah-majalahnya.

Yoona menolehkan kepalanya begitu merasakan seseorang memasuki ruang keluarga, ketika matanya menemukan sosok Siwon, matanya langsung berbinar dan menghambur kepelukan Siwon “Bogoshipoyo” ujarnya

“Yeobo kau benar-benar aneh” ujar Siwon, Yoona melepaskan pelukannya dan mempoutkan bibirnya mendengar penuturan sang suami.

Siwon teringat dengan perkataan sekertarisnya, ia memandang Yoona dari atas ke bawah “Waeyo?” tanya Yoona

“Kajja kita harus ke rumah sakit”

“Mwo!!” kaget Yoona namun Siwon tetap menuntun Yoona keluar rumah

[]

Yoona kembali duduk di samping Siwon setelah diperiksa “Chukkahamnida ny. Choi positif hamil” ujar sang dokter. Yoona terkejut dan Siwon tersenyum senang.

“Usia kandungannya baru 3 minggu” lanjut sang dokter

“Ne khamsahamnida dok” ujar Siwon

“Ini aku berikan resep nutrisi dan vitamin untuk Ny. Choi”

“Ne khamsahamnida” sahut keduanya dan beranjak berdiri.

Yoona dan Siwo berjalan beriringan untuk kembali pulang setelah sebelumnya menebus resep yang diberikan oleh dokter. Wajah mereka menunjukan suasana hati mereka yang sedang bahagia.

Dibukakannya pintu mobil untuk sang istri, mempersilakannya masuk bagai sang tuan putri. Yoona tersenyum menerima perlakuan itu.

Sudah seminggu sejak pemeriksaan Yoona ke rumah sakit, sekarang Siwon menjadi seorang yang lebih protektif padanya. Semua kegiatan yang dilakukan Yoona harus dalam pemantauan Siwon. Ia ingin menjadi suami yang siap siaga untuk sang istri, mengingat bagaimana ia tak berada disisi Yoona sewaktu kehamilan Yoo Geun.

Pagi itu Siwon sudah merapikan dirinya untuk pergi ke kantor, Yoona menghampiri Siwon begitu sang suami yang terlihat akan memakai dasi, segera diambil alihkannya dasi itu dan mulai memakaikannya pada sang suami. Siwon tersenyum dan diam memandang Yoona yang masih memakaikannya dasi.

“Apa akan pulang terlambat?” tanya Yoona begitu selesai memakaikan dasi itu pada leher jenjang Siwon

“Kurasa ia, aku ada meeting dengan investor” jawab Siwon

Yoona terdiam seperti berpikir “Yeoja namja” ujarnya memandang Siwon

Siwon mengernyit tak mengerti mendengar penuturan sang istri “Huhh?”

“Kau akan meeting dengan yeoja atau namja?” ulang Yoona menatap Siwon

“Emm dia seorang yeoja”

“Tidak boleh!!” seru Yoona, Siwon memandang bingung sang istri “Kau tidak boleh ke kantor” lanjutnya pasti

“Mwo!!” pekik Siwon “Waeyo?”

“Pokoknya tidak boleh—aku tak akan mengijinkanmu untuk meeting dengan yeoja itu” jawab Yoona

Siwon tersenyum menggoda “Kau cemburu eoh? Aku hanya melakukan meeting yeobo, tak melakukan apapun selain itu”

“Aku tak cemburu! Pokoknya kau tak boleh pergi” seru Yoona tajam

Siwon memandang heran “Tapi ini penting yeobo, dan tak bisa ditinggalkan” jelas Siwon

“Aku tak peduli”

“Tapi—“

“Eomma appa” Yoona dan Siwon segera menoleh melihat putra mereka yang memasuki kamar

“Yoo Geun-ah” Yoona tersenyum pada putranya itu “Kajja, kita sarapan” Yoona melangkah menghampiri Yoo Geun dan menuntunnya menuju meja makan. Sebelum ia benar-benar pergi Yoona menoleh pada Siwon yang masih menatapnya.

“Jika memang kau benar-benar ingin meeting, silakan” ujar Yoona

Siwon tersenyum meminta memberi pengertian karena ini meeting yang sangat penting “Gomawoyo yeobo, kau memang pengertian”

“Dan jangan salahkan aku jika barang-barangmu aku lempar keluar” sahut Yoona dan berlalu bersama Yoo Geun

“MWO!!” Siwon memandang terkejut berlalunya Yoona dan Yoo Geun, ia segera merebut ponselnya yang tergeletak di meja samping ranjang. Ia menekan deratan layar touch tersebut dan mendekatkan ke telinganya

“Yeobseyo Minho-ya”

“Gantikan aku meeting hari ini dengan Ny. Kim”

“Aku tak bisa jelaskan sekarang, annyeong”

Setelah menyelesaikan percakapannya dengan Minho, ia beranjak keluar kamar menemui istrinya itu.

Yoona sedang meletakkan segelas susu yang baru dibuatnya untuk Yoo Geun dan merasakan sepasang lengan memeluk pinggangnya dari belakang. Yoona cukup tahu siapa pemilik lengan itu.

“Aku tak pergi ke kantor, jangan marah lagi ne”  ujar Siwon menatap Yoona yang masih berada dalam pelukkannya

“Baguslah” Siwon mengecup pipi Yoona, gemas dengan tingkah Yoona ketika sedang hamil seperti ini.

“Appa jangan memeluk eomma terus, kasihan adik bayinya” ujar Yoo Geun tiba-tiba dan berusaha menjauhkan lengan Siwon dari perut ibunya.

Kini perut Yoona pun semakin membesar, usia kandungannya sudah 9 bulan dan tinggal menunggu kapan buah cinta mereka lahir. Dan selama kehamilan Yoona, Siwon harus benar-benar ekstra bersabar dengan tingkah Yoona yang selalu berubah-ubah, ia bisa menjadi istri yang manis, perhatian dan begitu manja namun ada kalanya sang istri akan bersikap dingin dan mengabaikannya. Tapi ia menerima dengan senang hati apapun sikap Yoona, ia memaklumi istrinya yang sedang hamil dan memang membutuhkan kesabaran ekstra. Seperti saat ini…

“Yeobo—“ Yoona berseru menghampiri Siwon yang sedang melihat berita malam

“Ne waeyo” jawabnya menatap sang istri yang kini duduk disisinya

Yoona belum menjawab dan melingkarkan tangannya dilengan kekar suaminya itu dan bersandar pada bahunya, sepertinya sifat manja Yoona sudah keluar “Yeobo, aku ingin kimbap”

“Kimbap?” Yoona mengangguk

“Yeobo, masakan kimbap untukku ne” pinta Yoona memandang Siwon

“Mwo! Yeobo, aku tak pandai dalam hal memasak” Yoona mengembungkan pipinya kesal, dielus perutnya yang sudah membesar itu

“Aregya kau dengar, appa-mu tak ingin membuatkan kimbap untuk kita”

“Ahh ne..ne baiklah” Siwon menyerah dan menuruti kemauan sang istri

Chup~~ Siwon mengecup bibir mungil Yoona dan tersenyum.

Siwon kii terlihat sibuk di dapur dengan semua peralatan memasaknya, seorang CEO perusahaan ternama kini sedang berbaur dengan peralatan memasak. Ia terlihat kerepotan dengan semua itu.

“Lebih baik aku lembur dengan berkas-berkas menumpuk daripada seperti ini” gumamnya masih berusaha membuatkan kimbap untuk Yoona.

Sudah sekitar satu jam Siwon berkutat dengan pekerjaannya itu namun belum juga terselesaikan, Yoona yang berada di ruang keluarga bersama Yoo Geun beranjak untuk menemui suaminya yang masih sibuk di dapur itu.

“Apa sudah selesai yeo—bo” Yoona membelalakan matanya melihat dapur yang sudah berantakkan dengan peralatan dan bahan makanan. “Oppa!! Kau ingin memasak atau menghancurkan dapur” seru Yoona, Siwon meringis..ia memang tak ahli dibidang ini, jangan salahkannya jika dapur mereka sudah berantakan seperti itu.

“Wuaaa apa appa sedang main perang-perangan, kenapa tak mengajak Yoo Geun” seru Yoo Geun polos yang ikut menyusul ke dapur, Siwon menggaruk kepalanya yang tak gatal mendengar penuturan Yoo Geun

“Yeobo, aku sudah bilang kalau ini bukan keahlianku”

“Aishh..cepat bersihkan, aku sudah tak nafsu makan lagi” ujarnya dan berlalu

Siwon memandang tak percaya sang istri yang begitu saja meninggalkannya, padahal ia sudah berusaha membuatkan kimbap untuknya. Ia menarik nafas dalam dan mulai membersihkan dapurnya.

“Arggghhh” sebuah pekikkan membuat Siwon menghentikan kegiatan bersih-bersihnya yang dibantu Yoo Geun

“Eomma” gumam Yoo Geun

Siwon segera berlari menuju kamarnya, ketika memasuki kamar dilihatnya Yoona yang sedang mengerang memegangi perutnya menahan sakit

“Wae—yo yeobo?” tanya Siwon panik menghampiri Yoona

“Sa—sakit”

“Apa akan melahirkan?”

“Se—se—perti—nya” keringat dingin mulai muncul dari pelipis Yoona, nafasnya mulai terputus-putus, segera Siwon mengangkat tubuh Yoona bridal style untuk membawanya ke rumah sakit.

“Appa waeyo?”

“Eomma akan melahirkan, Yoo Geun di rumah bersama ahjumma ne”

“Ahjumma tolong jaga Yoo Geun” pesannya pada Ahjumma Kim setelah memasukkan Yoona kedalam mobil.

Siwon segera menancap gas menuju rumah sakit, disebelahnya Yoona masih merintih menahan sakit. Siwon mengelus kepalanya dan mengusap peluh yang memenuhi pelipis istrinya itu.

Ia segera mengangkat tubuh Yoona ketika telah sampai di rumah sakit, ia memanggil suster untuk segera menangani istrinya itu. kini mereka berdua telah berada diruang bersalin, Yoona yang sedang berjuang untuk melahirkan buah hati mereka dan Siwon yang terus menggenggam tangan Yoona memberikan dorongan semangat.

Hingga ia bisa dapat mendengar suara tangisan bayi yang telah lahir dari rahim istrinya, buah cinta mereka. Siwon memandang haru bayi mungil yang kini berada dalam dekapan seorang suster untuk dibersihkan.

“Chukkahamnida anak kalian perempuan” dokter itu memberitahu

Dipandangnya kini Yoona yang lemah setelah memperjuangkan nyawanya dan tanpa sadar ia menitikan air mata, Yoona tersenyum memandang Siwon yang penuh haru.

“Gomawoyo, kau sudah berjuang untuk melahirkan anak kita” ujarnya dan mencium kening Yoona penuh sayang

[]

Kini Yoona telah dipindahkan ke ruang rawat, dikamar yang cukup besar itu, tak lama Donghae-Jessica dan Minho-Yuri datang bersama Yoo Geun yang sudah ingin cepat-cepat melihat adiknya.

“Eomma” pekik Yoo Geun dan langsung menaiki kursi untuk sampai di tempat tidur rawat Yoona “Adik Yoo Geun lucu sekali” lanjutnya dan menyentuh pipi bayi mungil yang berada dalam pangkuan Yoona. Semua tersenyum melihat Yoo Geun.

Siwon yang berada disisi tempat tidur Yoona membelai rambut istrinya itu, memandang tiga harta berharga dalam hidupnya itu.

“Yoo Geun-ah, nanti kau juga akan dapat adik dari Sica ahjumma” ujar Yuri memandang Jessica yang memang sedang mengandung 5 bulan”

“Wahh Yoo Geun mempunyai banyak adik” celotehnya riang

“Apa ahjussi dan ahjumma(orang tua Siwon red.) akan ke Seoul hyung” tanya Minho pada Siwon

“Ne..nanti malam mereka akan berangkat dari sana” Minho mengangguk

“Kau sudah memberinya nama hyung?” tanya Minho lagi

“Aku sudah menyiapkannya” jawab Siwon masih memandang ketiga orang yang bergitu penting dalam hidupnya. Yoona memandang Siwon menunggu kelanjutan dari suaminya itu

“Namanya Choi Sulli”

“Nama yang bagus” jawab Yoona tersenyum

“Anak Eomma, namamu adalah Choi Sulli, welcome to our family”

The End

Ahhh akhirnya selesai juga..mian kalau kurang memuaskan, aku udh berusaha biar YoonWon terlihat menjadi keluarga yang harmonis…

Author pinjem nama Sulli ok kekekkeee

Jangan lupa RCL

Be A Good Reader J

Iklan

The Affair Part 7

Annyeong YoonWonited 😉

Aku balik lagi ahahhaa kyknya aku udh langganan yang namanya telat post hehhee piisss..

Kemaren tuch bener2 males banget yang namanya ngetik pdhl udh nemu plot dari ff ini tapi yah apa daya tangannya aku ini yang tak mau bekerja menulis nii ff kekekkee

Author                  : Echa/Choi Kyucha

Title                       : The Affair

Main cast             : Choi Siwon, Im Yoon Ah, etc

Rating                   : PG 15

Type                      : Sequel

Genre                   : romance, sad, friendship

Summary             :

The Affair menceritakan tentang perselingkuhan yang dilakukan seorang yeoja dan namja yang sama-sama telah memiliki pasangan. Perasaan yang tak bisa diikendalikan membuat mereka harus menjalani hubungan terlarang itu tanpa sepengetahuan siapa pun hingga waktu yang membuktikan semuanya.

Facebook            : http://www.facebook.com/echa.everlastingfriends/

Twitter                 : http://twitter.com/#!/echaGAEM407/

Blogger                 : https://choikyucha.wordpress.com/

 

Preview Last Part

“Kemana Yoo Geun?” tanya Yoona yang sukses membuat Yuri diam membatu “Yul!” panggil Yoona mengibas-ibaskan tangan didepan Yuri

“Ahh dia ada didalam” jawab Yuri

“Ohh aku ingin menjemputnya” ujar Yoona, Yuri diam bingung “Yul, kau baik-baik sajakan?” tanya Yoona khawatir

“Ah ne” jawab Yuri kikuk

“Kajja, aku sudah merindukan malaikat kecilku” ujar Yoona dan Yuri hanya diam mengikuti langkah Yoona

“Ohh tuhan..” gumam Yuri

Next Part

“Deer—“

Yoona hanya diam, ia terlalu terkejut dengan seseorang yang berdiri disana yang menggendong Yoo Geun. Cukup lama mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing.

“Eom-ma” Siwon langsung mengalihkan perhatiannya dari Yoona begitu mendengar balita yang berada digendongannya memanggil orang yang dicintainya dengan sebutan eomma.

Yoona langsung tersadar dan melangkah mendekati Siwon.

“Ahh—aku kesini hanya ingin menjemput Yoo Geun” ujarnya dan mengambil Yoo Geun dalam dekapan Siwon. Siwon hanya diam dan membiarkan Yoona mengambil Yoo Geun.

“Yul, gomawoyo telah menjaga Yoo Geun, annyeong” ujar Yoona dan berbalik tanpa memandang Siwon sedikitpun, Yuri segera mengikutinya sedangkan Siwon masih terdiam ditempat, langkahnya benar-benar terasa berat, ingin sekali ia menghampiri Yoona dan menanyakan sesuatu yang baru ia dengar.

Sementara diteras depan Yoona masih melangkah menuju mobilnya mendekap Yoo Geun begitu erat dan Yuri masih melangkah mengikutinya “Yoong gwenchana?”

Yoona menghentikan langkahnya dan tersenyum pada Yuri “Gwenchanayo, aku pulang ne. Kasihan Yoo Geun ia butuh istirahat, annyeong”

Yuri hanya menghela nafas begitu melihat mobil Yoona yang telah menjauh dari rumahnya itu. Siwon menghela nafas dan menghempaskan tubuhnya pada sofa ruang keluarga tersebut, Minho hanya diam melihatnya, ia bingung harus mulai pembicaraan darimana. Tak lama Yuri masuk, membuat dua pria itu mengalihkan perhatian padanya.

Siwon menegakkan tubuhnya “Bisa aku berbicara dengan kalian?” ujarnya pada Minho dan Yuri. Mereka berdua saling menatap dan kemudian mengangguk

Susana sangat hening diruangan itu, semua sibuk dengan pikirkan masing-masing. “Apa benar Yoo geun adalah anak Yoona?” Tanya Siwon memecahkan keheningan, keduanya diam, bingung harus menjawab atas pertanyaan Siwon itu “Apa benar” tanyanya lagi

“Ne hyung” jawab Minho pelan, Siwon menjatuhkan tubuhnya pada sandaran sofa. Pikirannya melayang, pasti Yoona telah menikah dan memiliki seorang anak, sekarang yang berada dalam benak Siwon adalah siapa suaminya? Apakah Donghae.

[]

Yoona masih memandang wajah mungil yang tidur terlelap itu, pikirannya masih melayang pada kejadian siang tadi.  Dimana ia bertemu lagi dengan seseorang yang dicintainya dan juga ayah dari anaknya ini.

Ia begitu terkejut mendapati Siwon berada di rumah sahabatnya tersebut, terlebih ia mendapati Siwon sedang menggendong Yoo Geun dalam dekapannya. Setetes air mata mengalir dari wajah cantiknya mengingat itu.

“Maafkan eomma Yoo Geun-ah, karena eomma kau tak mengenal appa-mu, eomma hanya tak ingin mengganggu kehidupan appa-mu lagi. Ia sudah bahagia dengan Jessica” ujarnya membelai lembut wajah sang buah hati. Yoona memang tak pernah tau kehidupan Siwon setelah mereka berpisah, ia hanya berpikir Siwon sudah menikah dan hidup bahagia dengan Jessica, Ingatannya kembali ke masa lalunya.

Flashback

Tepat seminggu sudah Siwon meninggalkan negeri itu, Yoona masih bekerja di kantor tersebut. Ia terlihat sibuk dengan pekerjaannya.

“Yoong!! Terdengar pekikkan dan pintu ruangannya yang terbuka lebar

“Ya Yuri-ah bisakah kau tak berteriak-teriak seperti itu, ini bukan hutan”

“Hehehe mianhae” ujar Yuri “Yoong, kajja kita makan siang” lanjutnya, Yoona mengangguk dan mulai merapikan meja kerja tersebut

“Yoong apa kau tak salah memesan makanan” ujar Yuri melihat menu makanan yang dipesan oleh Yoona

“Waeyo? Kau seperti tak tau aku saja” jawab Yoona santai

“Emm tapi ini lebih dari biasanya” Yoona hanya mengangkat bahu dan mulai melahap pesanannya tersebut, namun baru beberapa suap ia melahap makanannya, ia segera berlari menuju toilet sambil menutup mulutnya

“Ya kau kenapa?” Yoona tak menghiraukannya dan tetap melangkah menjauh

Huek..Huek….

Yoona masih memuntahkan isi perutnya, ia benar-benar merasa mual. Dibasuh mulutnya ketika ia sudah merasa lebih baik, kemudian mulai melangkah keluar

“Waeyo, kau baik-baik saja?” tanya Yuri begitu Yoona duduk dihadapannya

“Gwenchanayo, aku hanya sedikit mual” jawab Yoona sambil meraih sumpitnya

“Mual? Kau sudah seperti orang hamil saja” celetuk Yuri yang membuat Yoona menghentikan gerakkannya yang memegang sumpit dan memandang Yuri

“Emm nafsu makanmu bertambah dan kau mual-mual, seperti tanda-tanda orang hamil bukan” ujar Yuri santai “Emm tapi itu tak mungkin terjadi padamu, kau kan belum menikah. Tak usah terkejut seperti itu” lanjutnya, Yoona hanya diam mendengar penuturan Yuri

‘Apa aku hamil?’

[]

Dilangkahkan kakinya menuju kamarnya tersebut, dipandangannya sebuah benda kecil yang berada ditangannya, ia masih ragu untuk mencoba benda tersebut. Dihela nafasnya dan mulai beranjak menuju kamar mandi kamarnya.

Ia masih memejamkan mata tak berani untuk melihat sesuatu yang berada ditangannya itu, hingga ia memberanikan diri untuk membuka mata dan melihat sesuatu yang berada dihadapannya.

Pandangannya langsung tertuju pada dua garis merah, segera lelehan airmata jatuh dari mata indahnya itu, ditutup mulutnya tak kuasa dengan sesuatu yang berada dalam genggamannya tersebut. Dan suara tangisan lirih memenuhi ruangan tersebut.

[]

Ditekannya bel apartement itu berkali-kali, meminta sang penghuni segera membukakan pintu untuknya. Ketika pintu itu terbuka, segera ia menghambur kepelukkan seseorang yang berada disana.

“Yoong waegeurae?” tak ada jawaban, yang ada hanya isakan begitu lirih

Ruang tamu itu sunyi tak ada satupun yang berbicara, Yoona masih diam menggenggam gelas yang berada ditangannya itu

“Yoong”

“Yuri-ah eottokhae?”

“Waegeurae, aku tak akan tahu kalau kau tak menceritakannya” jawab seseorang yang ternyata Yuri

“Aku—aku” Yuri hanya diam menunggu kelanjutannya “Aku—hamil” jawab Yoona dan menundukan wajahnya

“MWO!!! Kau bercanda?” tanya Yuri memastikan, Yoona menggelengkan kepala yang masih menundukan wajahnya

Yuri diam memandang Yoona “Siapa ayah dari bayi yang kau kandung?”

“Siwon oppa” jawab Yoona lirih

Yuri membulatkan mata mendengarnya “Sulit dipercaya” Yuri benar-benar terkejut mendengar semua itu “Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?” tanyanya

“Aku akan merawat anak ini sendiri” jawab Yoona menatap Yuri

“Kau gila, Siwon harus tahu kalau kau mengandung anaknya Yoong” jawab Yuri, Yoona menggelengkan kepalanya

“Jangan Yul, Aku tak ingin semakin menambah bebannya”

“Tapi bagaimana mungkin kau membesarkan anakmu seorang diri” ujar Yuri memandang sahabatnya itu, Yoona hanya menunduk tak tahu harus menjawab apa “Apa Donghae oppa telah mengetahuinya?”

Yoona menggelengkan kepala “Aku akan mengakhiri hubunganku dan memberitahu semuanya” jawab Yoona, Yuri segera merengkuh Yoona dalam dekapannya, dielusnya punggung sahabatnya itu dengan sayang.

[]

Yoona melangkahkan kakinya menuju sebuah ruangan, diketuknya pintu ruangan tersebut, begitu mendengar respon dari pemilik ruangan, segera ia memutar kenop pintu itu.

“Noona, ada apa datang keruanganku, tumben sekali” ujar pemilik ruangan tersebut, Yoona tak menjawab, ia menyerahkan sebuah map ke meja kerja tersebut

“Apa ini?” tanya sang pemilik ruangan sambil bukanya map “Surat pengunduran diri? Noona apa maksudnya ini?” tanyanya lagi

“Minho-ya, aku ingin keluar”

“Tapi kenapa noona?” tanya sang pemilik ruangan yang diketahui bernama Minho

“Aku memiliki alasan sendiri, terimakasih telah menerimaku dengan baik selama disini” jawab Yoona “Kalau begitu, aku permisi” lanjutnya dan berlalu keluar. Minho hanya diam melihat Yoona keluar dari ruangannya itu, ya ruangan Siwon yang sekarang telah dialihkan padanya. Dipandanginya surat pengunduran diri Yoona, diambil ponselnya dan menghubungi seseorang

“Noona, bisa ke ruanganku sekarang”

“Waeyo Minho-ya” seru Yuri begitu masuk ke ruangan tersebut

“Noona lihatlah” ujar Minho menyerahkan sebuah map

“Mwo! Yoona keluar”

“Ne noona, maka dari itu aku menyuruhmu kemari, apa terjadi sesuatu dengan Yoona noona” ujar Minho

“Minho-ya ada yang harus kita bicarakan” ujar Yuri serius

“Waeyo?”

“Yoona—yoona mengandung anak Siwon” jelas Yuri

“MWO!!!!”

“Ya! Kecilkan suaramu” omel Yuri pada kekasihnya itu

“Jeongmal, noona kau tak bercanda” Yuri mengangguk “Apa Siwon hyung tahu?”

“Itu yang menjadi bebanku, Yoona tak ingin memberitahukan padanya” jawab Yuri lesu

“Tapi bagaimanapun juga Siwon hyung harus tahu” Yuri menganguk setuju atas pendapat Minho

[]

Yoona melangkahkan kakinya pada sebuah taman kota, didudukannnya pada kursi panjang yang tepat berada dibawah pohon maple di taman itu. dilihatnya beberapa anak kecil yang sedang bermain di taman tersebut.

Senyum getir terpancar dari bibirnya melihat anak-anak itu bermain dengan riang “Aku akan menjadi seorang ibu” gumamnya lirih. Ia ingat dengan ucapan Siwon padanya ketika hubungan mereka masih baik-baik saja.

Flashback

Kala itu Yoona dan Siwon sedang menghabiskan waktu bersama mereka disebuah tempat hiburan Lotte World, mereka melakukan kencan yang benar-benar menyenangkan.

“Oppa  aku haus” rengek Yoona manja pada kekasihnya itu

“Baiklah kau tunggu disini, oppa akan belikan kau minuman” Siwon pun meninggalkan kekasihnya itu sendiri dan berlalu untuk membelikan minuman

Ketika Siwon berlalu Yoona pun melangkahkan kakinya pada sebuah kursi panjang yang terdapat di tempat hiburan tersebut. Sepertinya memang disediakan bagi pengunjung ditempat itu, Yoona mendudukan dirinya disana sambil menunggu Siwon yang sedang membeli minuman.

Pandangannya tertuju pada jalan setapak yang dipadati lalu-lalangnya pengunjung tempat wisata tersebut, namun pandangan Yoona tertuju pada sesuatu diantara orang-orang yang berlalu lalang, bukan sesuatu tapi seseorang, ya seorang anak perempuan yang sepertinya berusia 4 tahun sedang menatap bingung pada sekitarnya. Ia segera melangkahkan kakinya menghampiri anak tersebut.

Yoona mensejajarkan tubuhnya pada anak yang berada dihadapannya itu “Gadis kecil kenapa kau sendiri disini, mana orang tuamu?” tanya Yoona lembut, gadis kecil itu menatap lebih pada Yoona.

“Mollayo” jawab gadis kecil itu bergetar, Yoona tersenyum nan membelai rambut sebahu gadis itu

“Siapa namamu?”

“Yoo Bin” Yoona tersenyum

“Bagaimana kalau eonnie temani mencari eomma-mu” Yoona menawarkan bantuan pada gadis kecil yang bernama Yoo Bin itu.

Deer…Deer….

Sayup-sayup Yoona mendengar Siwon memanggilnya, ya ia sudah sangat tau siapa yang memanggilnya itu karena hanya Siwon yang memanggilnya dengan panggilan Deer. Yoona mengalihkan perhatiannya pada sosok Siwon yang sepertinya belum melihat dirinya.

Yoona mengulurkan tangannya pada gadis kecil itu “Kajja” dituntunnya gadis itu untuk menghampiri Siwon yang berada diseberang sana.

“Oppa” Yoona menyentuh bahu Siwon, Siwon yang merasa dipanggil dan juga disentuh segera membalikkan tubuhnya

“Ahh Deer kau membuatku khawatir, kupikir kau terluka atau ada yang berbuat jahat denganmu”

Yoona tertawa kecil mendengar penuturan kekasihnya itu, ya kekasihnya itu memang terkenal posessive pada apa yang ia sayangi, yah termasuk Yoona. Ia tak akan membiarkan tubuh Yoona tergores sedikitpun.

“Oppa kau berlebihan” jawab Yoona, Yoo Bin sang gadis kecil yang masih berada dalam genggaman Yoona hanya menatap polos pada keduanya, lebih tepatnya ia bingung dan tak mengerti

“Tapi jika nan—“ Siwon menghentikan ucapannya begitu tak sengaja melihat kebawah. Terlihat seorang gadis kecil dengan dress merahnya menggunakan  bandana warna senada sedang menatap padanya dan menggenggam jemari Yoona “Deer dia anak siapa?” tanyanya masih menatap gadis kecil itu.

“Ia tersesat oppa, aku membantunya mencari orang tuanya” jelas Yoona, Siwon menatap Yoona dan kemudian berjongkok mensejajarkan tubuhnya pada gadis kecil itu.

“Gadis manis, siapa namamu?” tanya Siwon pada gadis kecil itu

“Yoo Bin”

Siwon mengangguk, diulurkan tangannya dan mengangkat anak itu dalam dekapannya “Baiklah kita cari eomma-mu ne” dan mendapat anggukan dari Yoo Bin

Kini mereka bertiga tentu Yoo bin yang berada dalam dekapan Siwon berjalan mengelilingi tempat wisata yang penuh dengan wahana itu. Mereka sekarang terlihat akrab, tawa canda mengiringi langkah mereka.

“Kau lapar Yoo Bin-ah” tanya Yoona, Yoo Bin mengangguk “Baiklah, kita makan dulu ne. Nanti kita lanjutkan lagi mencari eomma-mu”

Mereka sekarang telah duduk disalah satu meja restaurant di tempat wisata tersebut “Kau pesan apa Deer”

“Aku bibimbap oppa”

“Yoo Bin-ah, kau ingin makan apa?” tanya Siwon pada Yoo Bin

“Kalau oppa pesan apa?” Yoo Bin malah bertanya balik pada Siwon

Siwon melihat buku menu yang berada ditangannya “Emm oppa pesan Kimbab” jawab Siwon setelah menetapkan pilihannya

“Kalau begitu Yoo Bin sama seperti oppa” ujar Yoo Bin tersenyum riang

Setelah menyebutkan pesanannya, pelayan yang melayani mereka segera pergi untuk membuatkan pesanan mereka itu.

“Aigo!! Mengapa anak sekecil ini sudah genit” gumam Yoona “Yoo Bin-ah, kau menyukai Siwon oppa?” tanya Yoona lagi, membuat Siwon yang berada disebelahnya terkekeh geli dengan pertanyaan yang dilontarkan kekasihnya.

“Ne, kalau Yoo Bin sudah besar nanti, Yoo Bin ingin menjadi pacar Siwon oppa” jawab Yoo Bin polos, Yoona menganga tak percaya dengan jawaban gadis itu yang terlewat jujur

“Aigo, Yoo Bin-ah Siwon oppa pacar eonnie” Yoona menggelayut manja pada lengan Siwon

“Pokoknya Yoo Bin pacar Siwon oppa” kekeh Yoo Bin yang telah mengaku sebagai kekasih Siwon

“Aigo kau menggemaskan sekali” Siwon mencubit pipi Yoo Bin gemas, Yoo Bin mengeluh kesakitan

“Ck! Sekarang ia telah selingkuh dariku” Yoona pura-pura marah melihat keduanya, ia mempaotkan kan bibirnya dan mengembungkan pipinya pura-pura kesal.

“Deer jangan memasang wajah boneka seperti itu, kalau tidak ingin aku makanmu sekarang juga”

Blush…

Wajah Yoona langsung memerah mendengar penuturan Siwon.

“Aishh oppa jangan menggodaku” Yoona memukul lengan Siwon

Kini mereka sedang menikmati makanan yang berada didepan mereka, Yoo Bin makan dengan lahap kimbab yang dipesankan Siwon itu.

“Eomma”

Yoo Bin berseru dan turun dari kursi, Siwon dan Yoona segera beranjak dan mengikuti langkah Yoo Bin. Dilihatnya Yoo Bin yang berada didekapan seorang wanita yang dipastikan adalah ibu dari Yoo Bin. Ya ketika sedang menikmati makanannya Yoo Bin melihat ibunya yang memasuki restaurant tersebut.

“Yoo Bin kau kemana saja, eomma cemas mencarimu” sang ibu memeluk dan mengelus rambut Yoo Bin lembut, Siwon dan Yoona tersenyum melihatnya

“Yoo Bin tersesat, untung saja Yoo Bin bertemu Yoona eonnie dan Siwon oppa” jawab Yoo Bin melepaskan pelukkan ibunya

“Jeongmal khamsahamnida telah menolong anakku” ujar wanita itu pada Yoona dan Siwon

“Cheonmaneyo, kami senang bisa menolong Yoo Bin” jawab Siwon

“Ne jeongmal khamsayo, kalau begitu kami permisi”

“Gomawoyo oppa eonnie, nanti kita bermain bersama lagi ne” ujar Yoo Bin, Yoona dan Siwon mensejajarkan tubuhnya pada Yoo Bin

“Cheonmaneyo, lain kali hati-hati ne” pesan Yoona, Yoo Bin mengangguk., kemudian mengecup pipi Siwon dan Yoona

“Annyeong haseyo” Yoo Bin melambaikan tangannya berlalu bersama sang ibu

Siwon dan Yoona memandang Yoo Bin yang telah menjauh itu, Siwon mengalihkan pandangannya pada Yoona “Deer, ayo kita menikah. Aku ingin mempunyai anak” ujar Siwon pada Yoona, Yoona memandang tak percaya pada ucapan Siwon.

Flashback END

Yoona tersenyum getir mengingatnya, dielusnya lembut perutnya yang masih rata itu “Sekarang aku mengandung anakmu oppa” gumam Yoona dengan lelehan airmata yang membasahi pipinya.

[]

 Yoona menyusuri sebuah koridor  dan berhenti didepan pintu sebuah apartement bernomorkan 906. Ditekannya sebuah bel yang terdapat di sisi kanan pintu tersebut, tak lama pintu itupun terbuka memperlihatkan seseorang pria yang memakai pakaian kasual.

“Yoong” seru pria tersebut, sepertinya ia cukup terkejut akan kedatangan Yoona di apartementnya

“Annyeong oppa” sapa Yoona tersenyum “Bolehkah aku masuk” lanjutnya

Sang pria tersenyum dan memberikan jalan pada Yoona “Tentu saja”

Dikepalkan kedua tangannya begitu erat, ia merasa takut untuk mengutarakan niatnya datang ke tempat itu tapi ia sadar ini harus segera dikatakan sebelum semuanya terlambat.

Tak lama pria itu datang membawakan segelas minuman untuknya dan duduk disebelah Yoona.

“Oppa—“ panggil Yoona gugup, sang pria yang merasa dipanggil menatap lebih pada Yoona

“Emm”

“Oppa a-aku—“ sungguh semua seperti tertahan ditenggorokannya

“Waegeurae?” tanya sang pria yang merasa khawatir akan kekasihnya itu

“Aku—aku ingin hubungan kita sampai disini saja oppa” ujar Yoona yang akhirnya bisa mengucapkan niatnya walaupun belum sepenuhnya

“Waeyo?” tanya pria itu lirih

“Maafkan aku oppa, kau adalah pria yang baik. Aku senang bisa menjadi bagian dari hidupmu, bagian hidup dari seorang Lee Donghae yang begitu baik dan berhati besar. Aku tak mungkin bisa bersamamu oppa, aku tak pantas untukmu, kau harusnya memiliki seseorang yang mencintaimu tulus dan baik—“

“Kau wanita yang tulus dan baik Yoong” ujar Donghae pria yang dikunjunginya itu

“Tapi aku jahat padamu oppa. Aku mengkhianatimu, mengkhianati kepercayaanmu dan cintamu” jawab Yoona dengan tetesan airmata dari mata indahnya “Kau terlalu baik untukku, aku tak pantas untukmu”

“Wae? Apa karena Choi Siwon itu. apa lebihnya orang itu dariku, bukankah ia sudah pergi” Donghae berseru tinggi

“Semua ini tak ada hubungan dengannya, kami sudah berakhir, kau pun tahu oppa”

“Lalu apa?” tanya Donghae menekankan kalimatnya

“Karena—karena” Yoona menunduk dan kini terdengar isakan dari bibirnya itu, Donghae masih diam menatap Yoona yang tertunduk

“Ka-re-na—aku—aku ha-mil” jawab Yoona dengan terisak, Donghae tertohok mendengar ucapan Yoona, apa ia salah dengar

“Apa kau bilang?”

“A—aku hamil oppa” jawab Yoona memandang Donghae

“Bagaimana mungkin?” Donghae mengerang frustasi menjambak rambutnya sendiri “Siapa ayah anak itu?” tanya Donghae tinggi

Yoona diam tak menjawab pertanyaan Donghae itu “Jawab aku Yoong!!”

“Si—siwon oppa” jawab Yoona tertunduk

Donghae terdiam mendengar jawaban Yoona, tangannya mengepal kuat, sorotan matanya tajam kedepan, ada emosi didalamnya yang kapan saja bisa meledak.

“Apa dia tahu?” tanya Donghae dengan suara berat, tatapannya masih lurus kedepan. Yoona menggelengkan kepalanya

“Beritahukanlah dia” ujar Donghae yang meihat gelengan kepala Yoona. Sekali lagi Yoona menggelengkan kepala “Apa kau bodoh!!”

Yoona makin terisak dengan teriakan Donghae, Donghae terdiam, entah ia harus berbuat apa saat ini. Cukup lama terjadi keheningan diantara mereka, tak ada yang mengucapkan satu patah katapun.

“Mi—mianhaeyo oppa, mianhae” lirih Yoona, Donghae masih terdiam tak berucap apapun

[]

3 mounth later

Kini kandungan Yoona beranjak 4 bulan, perutnya pun telah membuncit, ia menjalani semuanya sendiri, dari memeriksakan kandungannya ke dokter atau keinginannya akan sesuatu yang biasa terjadi pada wanita hamil. Ia sekarang selalu menjaga pola makannya agar bayi yang berada dalam kandungannya itu sehat, terkadang Yuri membantunya begitu pun dengan Donghae.

Walaupun beberapa bulan yang lalu begitu sulit diterima oleh Donghae, akhirnya ia bisa menerima keadaan Yoona bahkan ia ikut menjaga Yoona yang merupakan wanita hamil muda.  Ia juga pernah menawarkan diri untuk menjadi ayah bagi anak yang dikandung Yoona, tapi Yoona menolaknya dengan halus. Cukup sudah ia menyakiti pria itu, ia tak ingin menambah luka dihati pria tersebut dengan dirinya ditambah ia sedang mengandung anak dari pria lain.

Flashback END

[]

Siwon hanya berdiam diri salah satu kamar yang berada di rumah sepupunya itu, ia merasa benar-benar sudah terlambat. Yoona wanita yang dicintainya telah menikah dan memiliki seorang putra. Ia begitu bodoh tidak bisa mempertahankan seseorang yang dicintainya, sekarang ia sudah memiliki kehidupan baru.

Lalu untuk apa sekarang ia berada disini? Tujuannya datang ke Seoul adalah untuk Yoona tapi semua telah berakhir.

Mengapa kau tak menungguku Deer? Apa aku benar-benar pergi terlalu lama

kau tahu aku sangat mencintaimu

kau adalah orang yang mengajarkanku akan cinta

Lalu untuk apa aku hidup jika kau tak bersamaku

[]

Pagi itu seperti biasa, Yoona merapikan Yoo Geun dan bersiap pergi ke kantor, pikirannya agak terganggu pagi itu. segera diraih ponsel yang berada dimeja dan menghubungi seseorang.

“Oppa—apa kau sibuk—bisa aku meminta bantuanmu—ne—tak usah, biar aku yang ketempat oppa”

Yoona segera mengangkat tubuh mungil Yoo Geun dan berlalu keluar kamarnya itu

“Mianhae oppa aku merepotkanmu” ujar Yoona pada seseorang yang berada didepannya sedang memangku Yoo Geun

“Gwenchana, aku senang bisa bermain dengan Yoo Geun, benarkan Yoo Geun?” jawab Donghae dan menatap Yoo Geun yang dibalas dengan senyum riangnya

“Baiklah oppa aku harus segera ke kantor” Yoona bangkit “Yoo Geun jangan menyusahkan Donghae ahjussi ne?” lanjutnya dan berlalu

“Emm eomma sudah pergi, Yoo Geun mau main apa ne?”

Ternyata Yoona menitipkan Yoo Geun pada Donghae, ia merasa tak akan bisa menitipkan Yoo Geun pada Yuri jika ada Siwon disana.

[]

Siwon membersihkan diri, ia segera melangkah keluar kamar, namun langkahnya terhenti begitu mendengar percakapan Minho dan Yuri yang sedang menuruni tangga

“Yoona noona tak menitipkan Yoo Geun?” tanya Minho

“Entahlah, sepertinya tidak. Kau tahu disini ada Siwon oppa, aku yakin Yoona berusaha menghindarinya”

“Lalu bagaimana dengan Yoo Geun diakan juga bekerja?

Siwon terdiam mendengar percakapan mereka, jadi Yoona tak ingin menitipkan Yoo Geun karena ada dirinya dan Yoona juga bekerja.

Agak mengganjal dalam benak Siwon, mengapa Yoona bekerja padahal ia sudah menikah, ia berpikir apa suaminya tak melarang.

“Aku harus bicara denganmu Deer”

[]

Yoona segera mengarahkan mobilnya menuju apartementnya, Donghae menelponnya bahwa ia yang akan mengantar Yoo Geun. Sebenarnya Yoona merasa tak enak hati pada Donghae, dengan menitipkan Yoo Geun padanya tapi ia tak memiliki pilihan lain selain pada Donghae, mengingat Siwon berada di rumah Yuri.

Ia berusaha menghindari Siwon agar tak menimbulkan permasalahan baru untuk mereka

Segera diparkirkan mobilnya begitu sampai di bastmant apartementnya itu, dibukanya pintu mobil dan segera keluar

“Oppa” seru Yoona begitu melihat seorang pria yang berada beberapa meter didepannya menggendong seorang bayi. Merasa dipanggil pria itu menoleh.

“Ahh Yoong kau baru sampai? Kupikir kau sudah ada di apartement”

“Sini oppa biar aku yang menggendong Yoo Geun” Yoona mengulurkan tangannya

“Aniya, kau bawa ini saja” Donghae menyerahkan tas bayi yang berada dipundaknya pada Yoona, Yoona mempoutkan bibirnya karena tak diperbolehkan menggendong Yoo Geun.

Dari kejauhan sebuah mobil memasuki area tersebut, mobil itu segera berhenti begitu melihat dari kejauhan sepasang pria wanita yang ia kenali bersama seorang bayi yang berada dalam gendongan sang pria. Mereka terlihat seperti membicarakan sesuatu dan berlalu memasuki apartement tersebut.

Disandarkan kepalanya pada sandaran kursi kemudi, melihat sesuatu yang menohok tenggorokannya dan menusuk hatinya

“Ternyata benar, kau telah bersamanya” lelehan airmata mengalir dipipinya

‘Apa ini memang sudah takdirku tak bersamamu?’

To Be Continued

Ahh akhirnya kelar juga part ini, uhh bener dech nyelesaiin part ini paling berat,
sekali lagi bukan masalah plot-nya tapi…kemalasanku untuk ngetik yg bikin nii ff lumutan ga kelar-kelar. Mianhae kalau banyak typo, author juga manusia wkwkwkkkk

Buat semua readers setiaku makasi yah udh nungguin nii ff, yg sering sms dan mungkin ada yg ga aku bales, jeongmal mianhae….

 

The Affair Part 6

The Affair Part 6

Annyeong YoonWonited 😉

Aku kembali lagi, mianhae kalau ini bener2 telat aku baru selesai uas dan sempat kehilangan feel-nya. Akhirnya aku bisa nyelesaian juga part ini…

Mianhae kalau kurang memuaskan atau gimana, aku udh berusaha untuk sebaik mungkin…

Author                  : Echa/Choi Kyucha

Title                       : The Affair

Main cast             : Choi Siwon, Im Yoon Ah, etc

Rating                   : PG 15

Type                      : Sequel

Genre                   : romance, sad, friendship

Summary             :

The Affair menceritakan tentang perselingkuhan yang dilakukan seorang yeoja dan namja yang sama-sama telah memiliki pasangan. Perasaan yang tak bisa diikendalikan membuat mereka harus menjalani hubungan terlarang itu tanpa sepengetahuan siapa pun hingga waktu yang membuktikan semuanya.

Facebook            : http://www.facebook.com/echa.everlastingfriends/

Twitter                 : http://twitter.com/#!/echaGAEM407/

Blogger                 : https://choikyucha.wordpress.com/

 

Preview Last Part

“Emm apa kau tahu kalau Siwon oppa kembali ke USA” ujar yuri hati-hati

Deg! Jantungku berdetak cepat mendengarnya, ia pergi, ia meninggalkanku, apa ini semua karenaku.

“Yoong apa kau disana! Yoong!” panggil Yuri, tapi aku hanya diam dan melepas ponselku, tak terasa airmataku meleleh dari sudut kelopak mataku.

Next Part

Terlihat seorang yeoja yang masih terlelap dalam tidurnya, sinar matahari yang masuk melalui fentilasi kamarnya itu membuatnya menggeliat dalam tidurnya.

Eehhh… lenguhnya dan menengok kesebelah kanannya, terlihat malaikat kecil yang masih terlelap dalam tidurnya itu.

“Pagi malaikat kecilku” ujarnya pada malaikat kecilnya yang masih terlelap tidur itu

Ia bangkit dari ranjangnya menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya itu dan merapikan diri, setelah itu ia beranjak keluar kamar untuk membuat sarapan untuknya dan juga untuk malaikat kecilnya itu. tak lama terdengar tangisan yanga berasal dari kamarnya, ia tersenyum dan segera menuju kamarnya itu.

“Uhh anak eomma sudah bangun” ujarnya menghampiri anaknya yang sedang sesegukkan menangis karena tak melihat sang ibu ketika ia terbangun. Segera diangkatnya malaikat kecilnya itu, membenamkannya dipelukkannya, menenangkan sang malaikat kecil bahwa ia akan selalu berada bersamanya.

“Uljima, anak eomma yang tampan” ujarnya mencium pipi sang malaikat kecil yang sudah reda dalam tangisnya, dan beranjak keluar kamar menuju ruang makan.

“Anak eomma duduk disini dulu yahh, eomma buatkan susu untukmu dulu” ujarnya menaruh sang anak pada kursi khusus untuk malaikat kecilnya.

Sang anak yang masih berusia 15 bulan itu hanya diam ketika sang ibu menaruhnya dikursi dan menatap sang ibu yang melangkah menjauh, sang ibu tersenyum begitu melihat sang malaikat kecil duduk tenang dan melanjutkan kegiatannya membuatkan sang malaikat sebuah susu.

“Yoo Geun-ah pakai bajunya dulu ne” ujarnya pada sang malaikat kecil yang dipanggil Yoo Geun itu begitu sang anak selesai dimandikan. Dipilihkan sebuah baju santai berwarna baby blue untuk sang anak mengingat ini adalah musim semi. Yoona yang merupakan sang ibu dari malaikat kecilnya itu begitu telaten memberikan yang terbaik untuk sang anak.

“Eomma harus berangkat kerja, jadi kamu harus baik-baik dirumah Yuri ahjumma ne” ujarnya begitu menggendong sang anak dalam dekapannya, mengambil tas kerjanya dan tas keperluan anaknya yang akan ia titipkan sementara pada sahabatnya itu, ia tak mungkin tega menitipkannya pada jasa penitipan anak jadi ia lebih baik meminta tolong Yuri, lagipula ia sudah tak punya siapa-siapa orang tuanya sudah lama meninggal dan ia hidup mandiri selama ini. Yuri juga sudah tidak bekerja lagi begitu ia dinyatakan hamil. Yuri pun tak begitu keberatan dititipkan Yoo Geun karena baginya ia sekalian belajar untuk merawat bayi.

Yoona meletakkan sang malaikat kecilnya itu disebelahnya yang sudah terpasang kursi balita, dipasangkan sabuk pengaman pada sang malaikat kecil kemudian mulai melajukan mobilnya itu.

Begitu ia sampai didepan sebuah rumah megah yang merupakan kediaman keluarga Choi itu, ia segera menuju pintu utama dan mengetuk pintunya.

“Ahh Yoong, kau sudah sampai” sapa Yuri ketika ia membuka pintu rumahnya tersebut

“Yul aku sudah terlambat, aku titip Yoo Geun ne. Nanti sore aku akan menjemputnya” ujar Yoona menyerahkan Yoo Geun yang berdalam dekapannya kepada Yuri.

“Yoo Geun-ah eomma pergi dulu, nanti kita bermain lagi ne. Jangan nakal” ujarnya pada sang anak sambil mencium pipinya kemudian berpamitan.

“Eom—ma” Yoona tersenyum begitu Yoo Geun memanggilnya dan mencubit pipi sang anak lembut

Yuri dan Yoo Geun tersenyum dan melambaikan tangan begitu mobil Yoona telah melaju pergi “Emm Yoo Geun sekarang mau main apa, apa Yoo Geun sudah sarapan” ujar Yuri pada Yoo Geun yang ada didekapannya dan berlalu masuk kedalam rumahnya itu

“Yeobo siapa yang datang?” tanya Minho sang suami yang sedang berada dimeja makan

“Yoona, ia mengantar Yoo Geun”  ujar Yuri duduk sambil memangku Yoo Geun

“Annyeong Choi Yoo Geun keponakkanku” sapa Minho pada Yoo Geun yang asik dengan mainan yang ada ditangannya

“Yahh kau benar yeobo, namanya Choi Yoo Geun bukan Im Yoo Geun” gumam Yuri menatap Yoo Geun yang masih asik bermain

“Tapi Yoona noona tetap bersih keras tidak mau memberikan marga Siwon hyung pada Yoo Geun” jawab Minho

“Yoona memang keras kepala” gerutu Yuri “Bagaimana jika Siwon oppa tau kalau ia memiliki seorang anak dari Yoona. Sebenarnya aku ingin sekali mengatakannya tapi Yoona tak mengizinkan begitu pun Siwon oppa yang tiba-tiba saja menghilang selama 2 tahun ini” gumamnya

“Siwon hyung begitu menyibukkan dirinya dengan pekerjaan, itu yang aku tahu dari ahjumma(red. Siwon eomma)” ujar Minho

“Hahh masalah mereka benar-benar begitu pelik, padahal aku yakin masalah akan cepat selesai jika mereka membicarakannya dengan baik-baik”

[]

Tak terasa waktu begitu berjalan dengan cepat, Yoona dengan segera membereskan semua berkas-berkasnya dan segera beranjak untuk menemui sang buah hati yang ia tinggal sejak pagi.

“Yul mianhae sudah merepotkanmu” ujarnya begitu mengangkat tubuh mungil Yoo Geun

“Gwenchanayo, aku senang bisa ikut merawat Yoo Geun” ujar Yuri yang jalan berdampingan dengan Yoona menuju pintu utama

“Apa ia rewel?” tanya Yoona dan Yuri menggeleng tersenyum

“Anakmu benar-benar tenang Yoong tak sepertimu yang hiperaktif, kupikir ia mirip appa-nya” canda Yuri dan Yoona hanya tersenyum miris “Mianhae bukan maksudku”

“Gwenchanayo kupikir ia memang mirip appa-nya” lirih Yoona yang memotong ucapannya menatap Yoo Geun yang sedang tersenyum, menunjukan dimple yang dimiliki sang appa dan Yuri mengelus-elus punggung Yoona memberikan kekuatan

“Yoong mengapa kau tak bekerja ditempat kita dulu saja, Minho akan memberikan keringanan untukmu untuk mengurus Yoo Geun” ujar Yuri

“Yul, kau kan tahu mengapa aku pindah dari perusahaan itu” jawab Yoona “Aku pamit ne, gomawoyo sudah menjaga Yoo Geun”

“Baiklah.. hati-hati dijalan” ujar Yuri

[]

Dibukanya pintu apartement yang ia tempati bersama sang putra tercinta, diletakkan Yoo Geun di karpet ruang tengah dan ia berjalan menuju dapur

“Omona!! Eomma lupa Yoo Geun-ah kalau susumu habis” dilihat jam yang tertera di dinding ruang tengah apartement-nya itu masih menunjukkan pukul 18.00 KST

Ia memakaikan Yoo Geun mantel dan menggendongnya untuk ke supermarket terdekat, sekalian membeli keperluan lainnya.

Begitu ia membuka pintu apartementnya terdapat seorang pria yang sudah berdiri didepan pintu apartement-nya.

“Oppa”

“Yoong, kau mau kemana?” tanya sang pria tersebut

“Aku ingin ke supermarket membeli susu Yoo Geun dan keperluan lainnya” jawab Yoona

“Yasudah kajja aku antar” ujarnya dan Yoona hanya mengangguk kemudian menutup pintu apartement-nya tersebut

Yoona mulai melihat-lihat barang apa saja yang dibutuhkan Yoo Geun dan juga dirinya sambil mendorong troli sedangkan Yoo Geun berada dalam dekapan Donghae pria yang mengantarkannya berbelanja.

Yoona berhenti di stand produk-produk susu dan mengambil beberapa dus yang biasa diminum buah hatinya tersebut kemudian mengambil sereal bayi, ia juga mengambil berbagai macam sayuran dan daging untuk mengisi kulkasnya yang hampir kosong. Donghae hanya mengikutinya saja sambil bermain dengan Yoo Geun yang berada dalam dekapannya.

“Wahh kalian pasangan muda yang sungguh harmonis” puji seorang ahjumma begitu melihat mereka, Yoona hanya tersenyum kikuk, ia merasa tak enak hati pada Donghae tapi Donghae sepertinya tak masalah dengan ucapan ahjumma itu, ia malah tersenyum tenang.

“Khamsahamnida” ujar Donghae dan Yoona hanya diam

Donghae dan Yoona terlihat duduk berhadapan disebuah restorant, mereka memutuskan untuk makan malam terlebih dahulu sebelum kembali pulang.

“Bagaimana pekerjaanmu?” tanya Donghae memulai pembicaraan

“Baik oppa, masih seperti biasa” jawab Yoona tersenyum

“Yoong kau sekarang harus memikirkan Yoo Geun” ujar Donghae, Yoona mengernyitkan dahinya bingung “Yoo Geun juga membutuhkan figur seorang appa” lanjutnya dan Yoona hanya diam

Yah setelah tau bahwa ia mengandung anak Siwon ia memutuskan hubungannya dengan Donghae, walaupun Donghae mau bertanggung jawab menikahinya dan menganggap Yoo Geun anak kandungnya sendiri tetap saja ia tak bisa, Donghae sudah terlalu begitu baik dengannya. Ia tak bisa menerima itu.

“Aku masih bisa menjadi keduanya oppa” jawab Yoona dan Donghae menghela nafas berat, ia tahu sifat Yoona yang keras kepala ini “Lagipula mengapa tak kau saja yang menikah, nanti kalau kau sudah menikah baru aku akan memikirkannya” canda Yoona mengalihkan pembicaraan

“Aisshh… kau memang keras kepala”

Donghae menidurkan Yoo geun dikamarnya tersebut kemudian keluar kamar duduk disofa ruang tamu, Yoona datang membawakan secangkir coffe untuk Donghae dan duduk disebelahnya. Donghae menatap Yoona dalam

‘Im Yoona, kau yang selalu ceria dan bahagia sekarang menjadi seseorang yang serius dan dewasa. Aku rindu tawamu, aku rindu manjamu. Sekarang sepertinya itu sudah lenyap dari dirimu. Choi Siwon aku sudah merelakan Yoona untukmu jika kau tak kembali juga aku akan mengambilnya lagi’

Yoona hanya terdiam menunduk, Donghae yang mulai menyadari perubahan dalam diri Yoona membawanya bersandar di dadanya

“Jangan menangis Yoong kau harus kuat, ada Yoo Geun yang membutuhkanmu” ujar Donghae

“Ne oppa, hanya aku merasa ini begitu berat tapi aku akan tetap bertahan demi Yoo Geun, ia segalanya untukku, ia yang selalu menghiburku ketika aku lelah ataupun kesal dengan tawa dan senyum polosnya” ujar Yoona

“Bagus! Sekarang berhentilah menangis dan tunjukkan bahwa kau itu kuat, ne” pinta Donghae dan Yoona mengangguk tersenyum “Baiklah aku harus pulang ini sudah malam” lanjutnya dan bangkit. Yoona mengantarkan Donghae sampai depan apartementnya tersebut kemudian masuk kedalam kamarnya yang terdapat Yoo Geun terlelap dalam ranjang king size-nya.

Yoo Geun memang memiliki kamar sendiri, tapi ia akan merasa aman dan nyaman jika buah hatinya berada didekatnya. Diganti pakaiannya dengan piyama dan ikut menidurkan diri disebelah Yoo Geun, ia memirigkan tubuhnya memandang Yoo Geun dan mengelus-elus tubuh sang buah hati dengan kasih sayang yang tulus.

Author POV END

Yoona POV

“Mianhae Yoo Geun-ah, eomma berjanji akan menjadi orang tua tunggal yang terbaik untukmu. Biarkan appa-mu bahagia dengan hidupnya disana. Eomma tak mau mengganggu kebahagiaannya” gumamku menatap sang buah hati

“Oppa kuharap kau bahagia dengan hidup barumu diluar sana, mianhae..aku memang jahat padamu, kuharap kau mengerti. Ini yang terbaik untuk kita”

Kupejamkan mataku menyusul sang malaikat kecil ke alam mimpi indahnya

[]

Inilah yang aku lakukan jika sedang libur, memperhatikan anakku dan melihat perkembangannya, seperti saat ini, kuperhatikan Yoo Geun yang sedang berusaha naik berjalan berpegangan pada sofa, segera kuberanjak dari dudukku, kuhampiri buah hatiku itu.

“Kau ingin berjalan” ujarku padanya, mengingat ia sudah 15 bulan, ia hanya bergumam

“Baiklah sini eomma ajarkan” ujarku mendirikannya, bersandar pada sofa, aku menjauhinya sedikit

“Nah sekarang Yoo Geun hampiri eomma” pintaku yang merentangkan kedua tangan, Yoo Geun tersenyum senang dengan dimple manis yang dimilikinya tersebut. Ia mulai berusaha melangkah menghampiriku walau terlihat sangat berat untuk menindakkan kaki mungilnya. Ia mulai melangkahkan kaki kanannya dengan sukses, Yoo Geun masih menunjukkan senyumannya itu, ia mulai melangkah lagi tapi dilangkahnya yang ketiga ia jatuh duduk.

aku segera menghampirinya dan mendekapnya dalam pelukkanku “Anak eomma pintar” ia tertawa senang.

Yoona POV END

[]

Author POV

Terlihat susana bandara seperti biasa begitu ramai dengan orang-orang yang berlalu lalang. Terlihat dipintu kedatangan luar negeri seorang pria tinggi yang memakai kemaja coklat tua dan jeans hitamnya berjalankeluar dengan bibir yang menarik senyuman yang tak pernah ditinggalkannya itu

“Aku kembali, Im Yoona tunggu aku” gumamnya melangkah pasti

Ia menaiki sebuah taksi dan melaju menuju alamat yang telah ia sebutkan

[]

“Yul aku titip Yoo Geun lagi ne, mian merepotkanmu terus” ujar Yoona menyerahkan Yoo geun

“Tenang saja, kau seperti dengan siapa saja, aku senang Yoo geun berada disini” balas Yuri “Tapi mengapa kau menitipkan Yoo Geun, inikan hari libur?” tanyanya

“Aku dipanggil ke kantor, ada masalah sedikit nanti siang aku akan menjemputnya” jawab Yoona mengelus pipi Yoo Geun “Ohhya dia sudah mulai bisa berjalan Yul” senang Yoona

“Jinjja? Wahh aku penasaran ingin melihatnya” seru Yuri antusias

“Kalau begitu aku pergi dulu Yul, Yoo Geun-ah jangan nakal ne?” ujar Yoona dan Yoo geun mengangguk seperti mengerti apa yang dikatakan sang ibu padanya, tentu itu membuat Yoona dan Yuri tertawa.

“Jinjja Yoo geun sudah mulai bisa berjalan” seru Minho menggendong Yoo Geun

“Ne, itu yang diberitahukan Yoona” jawab Yuri

“Yoo Geun-ah tunjukkan pada ahjussi kau sudah bisa berjalan ne” ujarnya pada Yoo Geun yang tersenyum senang

“Uhh kau begitu menggemaskan seperti eomma-mu” Yuri mencubit kedua pipi Yoo geun gemas

Tak lama terdengar bel membuat Minho dan Yuri menghentikan candanya pada Yoo Geun

“Aku saja yang buka pinta” ujar Minho dan menyerahkan Yoo geun pada Yuri

“Nuguseyo?” ujar Minho begitu pinta ia buka

“Annyeong Minho-ya” sapa tamunya tersebut

“Hyu—hyung” Minho hanya diam melihat siapa yang datang

“Siapa yang datang Yeobo” Yuri menghampiri Minho dengan menggendong Yoo Geun

“Ommo!!

[]

“Bagaimana kabar kalian?” tanya Siwon yang duduk diruang tamu bersama Minho yang sedang memangku Yoo Geun

“Ahh kami baik hyung, bagaimana bisa kau sampai disini hyung?” tanya Minho, Yuri datang membawakan minuman untuk Siwon dan duduk disebelah Minho

“Kupikir aku harus menemui kalian terlebih dahulu, aku mendapatkan alamatnya dari eomma” jawab Siwon, Siwon memperhatikan seorang anak laki-laki yang berada dalam pangkuan Minho

“Yang kutahu Yuri masih hamil, lalu dia anak siapa?” tanya Siwon yang cukup membuat Minho dan Yuri bertatapan bingung “Boleh aku menggendongnya”

Tanpa menunggu persetujuan dari Minho, Siwon berdiri menghampiri Minho dan mengangkat Yoo Geun dalam dekapannya. Minho hanya diam tak berbuat apapun

“Uhh kau begitu tampan, siapa orang tuamu ne, sampai memiliki anak setampan ini” Yoo Geun hanya tersenyum mendengar penuturannya

“Wahh kau memiliki senyum yang sama sepertiku” lanjutnya, Minho dan Yuri benar-benar tidak bisa berbuat apapun hanya terdiam menyaksikan moment ayah dan anak tersebut, Yuri tanpa sadar menitikkan air mata melihatnya, ini benar-benar mengharukan. Ia berpikir seandainya Siwon tahu bahwa anak yang berada dalam dekapannya itu adalah anaknya, pasti ia akan senang memiliki anak seperti Yoo Geun.

“Siapa namanya Minho-ya?” tanya Siwon masih menatap Yoo Geun dalam dekapannya

“Namanya Ch—maksudku Yoo Geun” jawab Minho gugup, Siwon menoleh kearah Minho

“Eh? Yuri-sii gwenchanayo?” tanya Siwon melihat Yuri menangis

“Gwenchanayo, aku hanya kelilipan” jawab Yuri dan Siwon hanya mengangkat bahu acuh kembali menatap Yoo Geun yang berada dalam dekapannya

“Annyeong Yoo Geun-ah, panggil aku ahjussi ne?”  uja Siwon pada Yoo Geun sedangkan Minho dan Yuri benar-benar sesak nafas mendengarnya

[]

Siwon sedang beristirahat didalam kamar tamu kediaman Minho itu, ia memutuskan untuk ke apartement-nya besok saja. Ia memang tak pernah menjual apartement-nya tersebut

Ia bersandar pada sandaran ranjang tersebut, ia menerawang jauh kedepan ia jelas tahu apa tujuannya datang ke Seoul dan berharap perjuangannya ini akan membawakan hasil sehingga ketika  ia kembali ke USA senyum kebahagiaan akan ia tunjukan pada orang tuanya disana.

Flashback

Siwon dan Jessica memasuki pekarangan rumahnya di USA, ia disambut begitu hangat oleh keluarga Siwon

“Ahh anak eomma, bogoshipoyo” seru nyonya Choi, Siwon memeluk ibu yang sangat dicintainya itu. ia sedang gundah dan gelisah. Memeluk sang ibu membuatnya merasa nyaman dan tenang.

Nyonya Choi yang dipeluk Siwon pun merasakan ada yang mengganjal dengan putra tunggalnya itu, nyonya Choi hanya mengelus dan menepuk punggung sang anak penuh kasih sayang.

“Apa yang harus kulakukan eomma?” lirih Siwon masih memeluk sang ibu

“Ada apa denganmu nak?” tanya nyonya Choi pada sang anak yang memilih diam dalam pelukannya, dilihatnya Jessica yang hanya tersenyum melihat keharmonisan anak dan ibunya

“Siwon-yang, kau telah kembali” seru tuan Choi melihat siapa tamu yang datang, Siwon melepaskan pelukannya dan memberi hormat pada sang ayah

“Ne aboji” jawab Siwon

[]

“MWO!!” pekikkan dari tuan Choi menggema dirumah megah tersebut “APA KAU GILA CHOI SIWON” susana berubah menjadi begitu tegang di ruang keluarga tersebut, Ny. Choi berusaha menenangkan sang suami yang tersulut emosi.

“Aku tak habis pikir apa yang ada dalam pikiranmu itu” ujarnya, Ny. Choi dan Siwon hanya diam mendengarkan “Kau mau taruh dimana martabat keluarga Choi”

“Josonghamnida abeoji, aku memang tak bisa bersama Jessica, aku tak mencintainya. Aku telah punya pilihan sendiri” jelas Siwon pada sang abeoji

“Omong kosong dengan semua itu” seru sang abeoji

“Abeoji mengertilah, aku selama ini selalu menuruti dan mematuhi perintahmu, sekarang biarkan aku memilih pilihanku sendiri” ujarnya

“Jadi selama ini kau merasa terbebani?” tanyanya

“Bukan maksudku seperti itu” jawab Siwon, sang abeoji menghela nafas berat sambil memegang dada kirinya

“Kau tahu dengan perbuatanmu ini kita akan mengalami kerugian” ujar tuan Choi “Baiklah aku akan mengabulkan permintaanmu” ujarnya dan membuat Siwon merasa senang

“Jangan senang dulu, kau tidak akan kubiarkan kembali ke Seoul, kau akan memimpin perusahaan disini, biar Minho yang akan mengurus perusahaan disana” ujarnya dan bangkit

“Abeoji—“ Siwon berusaha bersuara, namun sang eomma menahannya

Sejak saat itu kehidupan Siwon benar-benar berubah, ia akan menyibukkan diri dengan pekerjaannya dan jika tak ada pekerjaan ia akan berada dikamarnya sepanjang waktu tanpa melakukan apapun, hanya berbaring diatas ranjangnya. Siwon sama sekali tak bergairah untuk melanjutkan hidupnya itu. Hidupnya ada di Seoul bersama orang yang dicintainya tapi sepertinya keinginan itu sungguh jauh dari kenyataan.

Sudah dua tahun Siwon menjalani hidupnya dengan seperti itu, sang eomma memandang khawatir walaupun Siwon selalu mengatakan ia baik-baik saja tetap saja. Seorang ibu pasti tahu apa yang dirasakan oleh anak satu-satunya itu. Siwon begitu merindukan wanita yang dicintainya itu, mungkin ini akan terlambat mengingat sudah dua tahun kepergiannya dari Seoul tapi ia masih menyimpan harapan agar bisa bersama dengan Yoona, wanita yang dicintainya.

Malam telah larut terlihat dari jam dinding sudah menunjukkan pukul 1 malam, Siwon baru melangkahkan kakinya masuk kedalam kediamannya itu. ia berjalan gontai menuju lantai 2 dimana kamarnya berada. Seperti itulah kehidupannya selama ini, menghabiskan waktunya dengan berada di kantor, melupakan sejenak beban yang berada di batinnya.

Tanpa ia sadari sepasang mata memperhatikannya yang berjalan gontai itu, ia menghela nafas berat melihat sang putra seperti itu, sepertinya..memang ia harus mengesampingkan egonya demi kebahagiaan sang anak.

Bulan berganti menjadi mentari pagi yang indah, berbeda dengan susana hati seseorang yang memang sudah tertutup, ia akan bersikap datar pada sesuatu yang berada dihadapannya

“Siwon-yang, bisa duduk disini sebentar” seru sang abeoji yang melihat anaknya yang akan berangkat bekerja itu. Siwon yang merasa dipanggil pun akhirnya duduk di meja makan, ia sudah terbiasa tak sarapan sejak kejadian itu makanpun ia sangat sulit.

“Kau tidak perlu bekerja di perusahaan lagi” ujar sang abeoji membuat Siwon terkaget, bukankah tak ada masalah dengan pekerjaannya, malah semua menjadi lebih baik.

“Aku tak ingin kau berada di perusahaan dengan wajah penuh belas kasihan itu” ujarnya terdengar tajam, Siwon hanya mengepalkan tangannya meredakan emosinya yang mulai tersulut

“Sampai kapan kau mau seperti ini, seperti mayat hidup” lanjutnya

“Lebih baik kau kemasi barang-barangmu—“ ujarnya menggantung

“kembali ke Seoul dan bawa wanita yang kau cintai itu, jika kau tak membawanya kemari takkan kuijinkan kau untuk masuk ke rumah ini lagi” ujarnya. Siwon terdiam mencerna semua penuturan dari sang abeoji, tak lama senyum yang selama ini hilang dari wajahnya mulai terlihat kembali, matanya berbinar menunjukkan  kebahagiaannya dan senyum dimple-nya pun mulai terlihat kembali di pipinya itu.

Flashback END

Siwon tersenyum dengan kejadian itu, bagaimana ia begitu menyedihkan karena berpisah jauh dengan Yoona.

Deer, bagaimana kabarmu?

Apa kau masih mengingatku?

Masih mencintaiku?

Ia beranjak keluar kamar dan melihat Minho dan Yuri yang asik bermain dengan Yoo Geun

“Ahh hyung kemarilah” ujar Minho

“Kalian sedang apa?” Tanya Siwon ikut bergabung di ruang keluarga bersama mereka

“Ini kami ingin melihat Yoo Geun bisa berjalan” jawab Minho

“Jinjja? Aku ingin melihatnya” seru Siwon antusias “Ohh ya kalian belum memberitahuku sebenarnya Yoo Geun anak siapa?” tanyanya

“Emm itu, Yoo Geun anak sahabatku dan ia menitipkannya karena ia ada keperluan” jawab Yuri harap-harap cemas takut Siwon akan melontarkan pertanyaan-pertanyaan tentang Yoo Geun

Siwon hanya ber ‘oh’ mendengar jawaban Yuri dan memandang Yoo Geun, Yuri menghela nafas lega mendengarnya.

Yoo Geun didirikan oleh Minho agak jauh dari mereka, dan menyuruh Yoo Geun untuk berjalan kearahnya. Yoo Geun terlihat begitu senang dan antusias ia menindakkan kakinya perlahan-lahan membuat Siwon, Minho dan Yuri tersenyum senang. Yoo Geun semakin semangat untuk melangkah melangkah dengan cepat menghampiri mereka bertiga yang berlutut tak jauh darinya. Sampai tanpa sadar Yoo Geun berlari memeluk Siwon dengan erat.

Minho dan Yuri saling pandang melihat kejadian itu, Yoo Geun berlari memeluk Siwon dengan erat, tidak dapat dipercaya, mengingat Yoo Geun baru mengenal Siwon beberapa jam yang lalu. Apa karena ikatan seorang anak pada ayahnya?

Dihalaman depan kediaman keluarga Choi itu, terlihat seorang wanita yang turun dari mobilnya, melangkah dengan pasti menghampiri pintu utama tersebut.

Minho dan Yuri yang masih menatap tak percaya menoleh kaget begitu terdengar bel rumah mereka berbunyi, Yuri langsung beranjak menuju pintu sedangkan Minho hanya diam menatap Siwon yang masih memeluk Yoo Geun erat begitupun sebaliknya.

“Yoong!!” kaget Yuri begitu tahu siapa yang berada dibalik pintu rumahnya tersebut

Yoona tersenyum “Mengapa kau begitu kaget Yul, seperti aku baru pertama kali datang kesini saja” ujar Yoona

“Ahh aniya—“

“Kemana Yoo Geun?” tanya Yoona yang sukses membuat Yuri diam membatu “Yul!” panggil Yoona mengibas-ibaskan tangan didepan Yuri

“Ahh dia ada didalam” jawab Yuri

“Ohh aku ingin menjemputnya” ujar Yoona, Yuri diam bingung “Yul, kau baik-baik sajakan?” tanya Yoona khawatir

“Ah ne” jawab Yuri kikuk

“Kajja, aku sudah merindukan malaikat kecilku” ujar Yoona dan Yuri hanya diam mengikuti langkah Yoona

“Ohh tuhan..” gumam Yuri

To Be Continued

Finally part ini selesai juga..huhhh  gimana-gimana kecewakah dengan part ini?

Permintaan untuk lanjutan part 6 banyak banget jadi jangan sampai aku lihat komennya sedikit ne?

 

Okey jangan lupa RCL 😉